blog-indonesia.com

Sabtu, 07 September 2013

Dua Siswa SMA Ini Bikin Robot Android

http://statik.tempo.co/data/2012/03/23/id_111496/111496_620.jpg
Ilustrasi
Jakarta • Kecanggihan teknologi smartphone alias telepon pintar yang berkembang pesat, membuat Alvier Vinandriyano dan Rian Wardana merasa tertantang. Dua siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 70 Jakarta ini memanfaatkan waktu luang mereka membuat robot beserta aplikasi android untuk mengendalikannya.

Keduanya menciptakan Robot Scout Ground Vehicle, satu robot yang pergerakannya dikendalikan oleh smartphone lewat aplikasi sistem operasi android. Mereka membuat robot itu di ruko milik orang tua Alvier di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, dibantu bersama beberapa temannya yang tergabung dalam SKIR 70 (Seksi Karya Ilmiah Remaja SMAN 70).

Robot Scout Ground Vehicle ini terpilih untuk dipamerkan dalam pameran robotika yang digelar oleh Komunitas Robot Indonesia di Jakarta Convention Centre awal September lalu.

Alvier menjelaskan "Robot ini dilengkapi dengan kamera CCTV yang terkoneksi dengan komputer secara wireless (tanpa kabel)." Robot ini kata dia berguna untuk memantau kondisi rumah jika kita sedang berada di luar rumah.

Alvier dan Rian berbagi tugas dalam pembuatan robot ini. Alvier membuat mekanika dan konstruksi elektronika robot. Sementara Rian membuat program sistem kendali robot dan aplikasi android-nya. Sebagai programer, Rian mempunyai tugas yang cukup berat untuk membagi sumber daya pergerakan robot dan kamera untuk penginderaan robot. "Untuk membuat program yang baik, diperlukan waktu berbulan-bulan untuk trial and error dalam simulator," kata Rian.

Rian mengaku baru belajar pemrograman android sejak 5 bulan lalu. Ia belajar memprogram robot dan android dari forum di Komunitas Robot Indonesia.

Ketua Komunitas Robot Indonesia, Adiatmo Rahardi mengatakan kemampuan anak-anak Robotika SMAN 70 selevel dengan mahasiswa. Bahkan menurutnya, Alvier dan Rian ini berencana membuat telepresence robot. Yaitu robot untuk menggantikan kehadiran mereka secara nyata di suatu tempat. "Kalau sudah ada robot pengganti di sekolah, mereka tidak usah hadir setiap hari lagi di kelas he..he..he," kata Adi, mengenai dua anak didiknya itu.


  Tempo 

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More