Jumat, 14 November 2014

PLTN di Batam ...

Batan Tanggapi Rencana Rusia Bangun Pembangkit Nuklir di BatamRusia menyatakan minatnya untuk bekerjasama dengan pemerintah Indonesia membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Batam, Kepulauan Riau.

"Pihak Rusia sudah datang ke kami untuk menyatakan minatnya ingin membangun PLTN," ujar Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Djarot Sulistio Wisnubroto kepada detikFinance, Kamis (13/11/2014).

Djarot mengatakan, keinginan tersebut juga disambut pemerintah Indonesia, karena melihat kebutuhan listrik cukup tinggi, apalagi dengan ekonomi Indonesia ditargetkan terus tumbuh, tentunya dibutuhkan pasokan listrik yang handal dan murah.

"Pemerintah juga sangat menyambut keinginan Rusia bangun PLTN, karena kita juga butuh banyak listrik," ujarnya.

Namun, kedua belah pihak (Rusia-Indonesia) belum bicara terlalu detil terkait rencana pembangunan PLTN di Batam.

"Kita belum sampai bicara pada berapa kapasitas listriknya, di mana letak lokasi PLTN nya di Batam nanti, yang jelas ini baru dari rencana pengembangan PLTN kita selama ini yang di Bangka, Kepulauan Riau, ini baru. Tapi yang jelas persetujuannya ada di Kementerian ESDM, kami hanya membantu," tutupnya.(rrd/ang)
Alasan Rusia Pilih Batam Sebagai Lokasi Pembangkit Listrik NuklirRusia menyatakan minatnya membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Lokasi yang dipilihnya adalah Batam, Kepulauan Riau. Kenapa pilih di Batam?

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan, Batam dipilih sebagai lokasi PLTN oleh Rusia, karena daerah tersebut permintaan listriknya sangat tinggi.

"Konsumsi dan pertumbuhan listrik di Batam sangat tinggi. Sehingga membuat Rusia melirik investasi PLTN di sana," kata Djarot kepada detikFinance, Kamis (13/11/2014).

Djarot mengatakan, BATAN sangat mendukung rencana tersebut, apalagi selama ini teknologi dan sumber daya manusia (SDM) di BATAN sudah mempuni, dan sudah seharusnya Indonesia sudah punya PLTN.

"Teknologi dan SDM-nya kita sudah punya, tinggal diterapkan," tegasnya.

Belum lagi, Pemerintah Kota Batam akan menjadikan kotanya sebagai pusatnya industri, sehingga listrik yang dibutuhkan juga banyak.

"Apalagi Batam akan terus bertambah kawasan industrinya, pemerintah ingin menjadikan Batam sebagai pusat industri," tutup Djarot.(rrd/dnl)
Rusia Mau Bangun PLTN di Batam, BATAN: Lokasinya Aman!Rusia berminat ingin membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Batam, Kepulauan Riau. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) memastikan, daerah Batam aman sebagai lokasi berdirinya PLTN.

"Batam salah satu lokasi atau daerah yang aman sebagai lokasi PLTN," ucap Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto kepada detikFinance, Kamis (13/11/2014).

Djarot mengatakan, yang membuat Batam aman sebagai tempat lokasi PLTN, karena daerahnya yang bebas dari gempa bumi dan tsunami.

"Karena bebas gempa dan tsunami," ungkapnya.

Ia menambahkan, daerah lain yang masuk kategori paling aman dibangun PLTN di Indonesia adalah Bangka Belitung dan daerah lainnya di Kepulauan Riau. Memang belum bisa dipastikan kapan pembangunan ini berlangsung, karena pihak Rusia baru mengajukan minatnya saat bertemu Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla.

"Sepanjang Kepulauan Riau seperti Bangka, Belitung, Batam itu aman semua kalau mau dibangun PLTN. Yang kurang ini di bagian Sumatera bagian Selatan karena berada di jalur gunung api, tapi di sana banyak potensi panas bumi (geothermal)," tutupnya.(rrd/dnl)
RI Kaya Uranium, Pembangunan Pembangkit Listrik Nuklir Tak MasalahKepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan, potensi uranium di Indonesia cukup banyak, mencapai 70.000 ton.

"Kita punya potensi uranium sebanyak 70.000 ton, tapi belum dieksplorasi secara ekonomis," ujar Djarot kepada detikFinance, Kamis (13/11/2014).

Djarot mengungkapkan, daerah yang paling banyak memiliki potensi uranium adalah Kalimatan Barat, Bangka Belitung, Halmahera, dan di Papua.

"Bangka Belitung paling banyak, tapi selama ini masih menjadi mineral ikutan dalam eksploitasi timah," ungkapnya.

Namun karena masih berupa potensi belum dieksploitasi secara ekonomis, ia lebih menyarankan impor karena harganya lebih murah.

"Kalau eksplorasi itu butuh biaya mahal, kita jadikan cadangan dulu saja uranium kita, karena di negara lain banyak dan harganya lebih murah, di mana saja? Banyak terutama di Rusia, Kanada, Tiongkok, dan lainnya. Makanya Rusia mau bangun PLTN di Indonesia karena mereka juga punya banyak uranium," tutupnya.(rrd/dnl)
Batam dekat Singapura, Bisakah RI Bangun Pembangkit Listrik Nuklir?Rusia menyatakan minatnya membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Batam, Kepulauan Riau. Jarak Batam dengan Singapura sangat dekat. Bisakah Indonesia membangun PLTN?

"Menurut saya pribadi, yang butuh listrik rakyat Indonesia. Selama berada di wilayah Indonesia mau ditempatkan di mana pun negara lain tidak boleh melarang atau keberatan," ujar Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto kepada detikFinance, Kamis (13/11/2014).

Djarot mengatakan, Batam merupakan daerah yang aman dari gempa atau tsunami, sehingga bisa memenuhi persyaratan sebagai lokasi paling ideal berdirinya PLTN.

"Apalagi kebutuhan listrik Batam dan daerah sekitar Kepulauan Riau juga sangat tinggi, masih banyak daerah yang belum menikmati listrik 24 jam. Tentunya ini baik bagi kita," ungkapnya.

Namun, Djarot mengakui, pihak Rusia belum terlalu detail terhadap investasi PLTN di Batam tersebut.

"Kita belum bicara berapa besar kapasitas PLTN-nya, investasinya berapa dan lainnya, tentu akan dibicarakan lebih lanjut," tutupnya.(rrd/dnl)



  detik  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More