Senin, 10 November 2014

Peneliti Indonesia berhasil kembangkan motor BBG

motor dapat dinyalakan dengan mudah dan `langsam` Tim peneliti dari Universitas Surya, Tangerang, telah berhasil mengembangkan motor berbahan bakar gas (BBG) untuk menggantikan fungsi bensin sebagai sumber energi utama pada kendaraan.

"Motor karya kami bekerja dengan konverter kit yang merubah gas menjadi sumber energi baru pada motor," kata Direktur Peneliti Pusat Inovasi dan Sertifikasi Universitas Surya, Pudji Untoro di Serpong, Tangerang, Banten, Senin.

Pudji menjelaskan, Konverter kit adalah rangkaian alat yang berfungsi mengalirkan gas dari tabung ke mesin sesuai dengan kebutuhan motor dan pengemudi.

Meskipun penelitian mengenai motor berbahan bakar gas sudah pernah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya, jelas dia, namun pihaknya mengklaim bahwa kinerja motor BBG karya timnya merupakan yang paling sempurna.

"Motor kami telah mengalami penyempurnaan dari penelitian-penelitian sebelumnya, di mana motor dapat dinyalakan dengan mudah dan langsam," katanya.

Selain itu dia menambahkan, motor BBG karyanya juga tidak menemui masalah gas seperti penelitian-penelitian sebelumnya yang mati apabila digas terlalu pelan ataupun digas terlalu kencang.

"Di motor kami, mau gas pelan ataupun kencang tidak ada masalah," katanya.

Ia mengatakan, penelitian motor berbahan bakar gas mulai dikembangkan timnya sejak tahun 2010 dan utamanya menggunakan sumber energi dari gas elpiji.

"Alasan kenapa kami menggunakan elpiji adalah karena gampang ditemui dimana-mana," katanya.

Namun dia menjelaskan, motor BBG bisa berjalan menggunakan seluruh energi gas, baik itu elpiji, Liquid Natural Gas (LNG), Compressed Natural Gas (CNG) ataupun gas lain.

"Karakteristik bahan bakar gas semuanya sama, hanya perlu merubah sedikit setelan, tergantung kebutuhan mesin dari gas yang digunakan," katanya.

Ia mencontohkan, sama seperti BBM, ada premium, pertamax dan lain-lain yang memiliki perbedaan karateristik, namun pada dasarnya memiliki sistem kerja yang sama.

Ke depan, dia mengatakan, pihaknya sedang mengembangkan energi biogas, yang berasal dari sampah maupun kotoran untuk bisa menjadi bahan bakar kendaraan motor BBG.

"Kami harapkan sampah juga bisa menjadi sumber energi bagi kendaraan bermotor," katanya.(*)
Motor BBG lebih hemat biaya Berdasarkan penelitian yanng dilakukan Universitas Surya, Tangerang, motor dengan bahan bakar gas (BBG) dapat menghemat biaya energi bila dibandingkan dengan menggunakan bensin.

"Motor gas dapat menempuh jarak 300 kilometer hanya dengan satu tabung gas elpiji tiga kilogram atau yang sering disebut dengan tabung melon," kata Peneliti Pusat Inovasi dan Sertifikasi Universitas Surya, Arbi Dimyati di Serpong, Tangerang, Banten, Senin.

Arbi menjelaskan, dengan motor gas, jarak tempuh 300 kilometer hanya memakan biaya seharga Rp15.000 sesuai harga elpiji tiga kilo di pasaran. Sementara, dengan menggunakan bensin, untuk mencapai 300 kilometer membutuhkan 7,1 liter seharga Rp48.750 sehingga teknologi ini disebutnya lebih hemat.

"Perhitungan dilakukan dengan asumsi sepeda motor pada umumnya memiliki perbandingan 1:40 atau satu liter untuk 40 kilometer," katanya.

Penelitian itu dilakukan melalui uji coba pada tahun 2013 dengan motor Honda Beat yang dipasang "konverter kit" untuk mengubah gas menjadi energi bakar dan menempuh rute dari Jakarta ke Denpasar, Bali pulang pergi.

"Untuk motor jenis lain akan sedikit berbeda, karena tergantung dari besaran cc mesinnya," katanya.

Nilai oktan elpiji sebesar 106 juga jauh lebih tinggi dari nilai oktan pada bensin yang hanya sebesar 88, karena itu dia mengatakan, pembakaran akan lebih sempurna, mesin lebih bersih dan pada akhirnya akan mengurangi biaya perawatan.

Selain lebih hemat, dia mengatakan, penggunaan LPG pada sepeda motor juga dapat mengurangi polusi karena menghasilkan emisi gas Nitrogen Oksida dan Karbondioksida (CO2) lebih sedikit dari pada premium, sehingga gas emisi yang dibuang lebih sedikit mengandung polutan.

"Motor berbahan bakar elpiji juga lebih ramah lingkungan jika di bandingkan motor bensin," katanya.

Tim peneliti dari Universitas Surya, Tangerang, berhasil mengembangkan motor berbahan bakar gas (BBG) guna menggantikan fungsi bensin sebagai sumber energi utama pada kendaraan.(*)

  ★ antara  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More