Jumat, 14 November 2014

Giliran Eropa Tertarik Investasi di Indonesia

Kerjasama BilateralAktivitas bongkar muat peti kemas, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (2/9). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Uni Eropa (UE) tertarik untuk meningkatkan kerjasama dagang dan investasi dengan Indonesia karena terkesan dengan sistem demokrasi di Tanah Air. UE pun menjanjikan insentif bagi para eksportir Indonesia guna mendongkrak ekspor ke Benua Biru.

"Uni Eropa sangat terkesan dengan sistem demokrasi yang dibawa oleh Pemerintahan baru ini. Banyak hal yang kami rasa layak mendapat perhatian para investor dari Eropa," ujar Olof Skoog, Duta Besar UE untuk Indonesia dan ASEAN di kantor delegasi UE Jakarta Pusat, Jumat (14/11).

Menurut Skoog, beberapa petinggi perusahaan besar UE dijadwalkan datang ke Jakarta pada minggu depan guna berdiskusi dengan pemerintah Indonesia terkait isu perdagangan dan investasi antara UE dan Indonesia.

"Beberapa topik akan diangkat dalam pertemuan tersebut seperti regulasi ekspor impor yang dirasa masih sulit bagi pengusaha Indonesia," ujar Skoog.

Skoog mengakui hambatan dan batasan ekspor ke negara-negara Eropa memang masih cukup tinggi, seperti tarif dan standarisasi produk yang masih tinggi. Namun, Skoog meyakinkan batasan tersebut tidak mengurangi permintaan masyarakat Eropa terhadap produk-produk hasil Indonesia.

Harvey Rouse, Kepala Bagian Ekonomi dan Perdagangan UE, menuturkan salah satu komoditas ekspor Indonesia yang cukuyp tinggi permintaannya di Eropa adalah minyak kelapa sawit (CPO). Statistik menunjukan sejak 2011 ekspor CPO Indonesia ke kawasan Eropa meningkat 17 persen.

"Hal itu menunjukan Eropa masih jadi pasar ekspor minyak sawit terbesar Indonesia," ujarnya.

Ketertarikan UE untuk investasi di Tanah Air melengkapi keinginan serupa yang telah disampaikan sejumlah negara, seperti Amerika Serikat dan Angola.

 Transfer Teknologi 

Olof Skoog menambahkan Eropa siap menggantikan posisi Tiongkok sebagai pasar ekspor terbesar Indonesia di tengah perlambatan ekonomi Negeri Tirai Bambu. Untuk itu, Eropa siap memberikan insentif bagi para eksportir Indonesia berupa transfer teknologi.

"UE siap mengambil alih Tiongkok menjadi pasar ekspor terbesar Indonesia, dan perusahaan-perusahaan kami siap memberikan transfer teknologi kepada para pengusaha Indonesia," ujar Skoog.

Menurut Skoog, transfer teknologi yang akan diberikan antara lain di bidang infrastruktur, pertanian dan energi ramah lingkungan. "Kami ingin membagi pengetahuan bagaimana caranya mendongkrak pertumbuhan ekonomi dengan tetap memperhatikan lingkungan," kata Skoog.


  ★ CNN  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More