Jumat, 28 November 2014

Lion Air Jadi Pembeli Terbesar di Dunia

Borong 100 Pesawat ATRPT Lion Mentari Airlines telah memesan 40 unit pesawat turboprop ATR buatan Italia dan Prancis senilai US$ 1 miliar (Rp 12 triliun). Ini merupakan pembelian tambahan dari 60 unit yang telah dipesan operator Lion Air itu pada tahun 2008 lalu.

Dengan total pembelian 100 pesawat ATR ini, Lion Air menjadi pembeli terbesar pesawat jarak pendek tersebut di dunia. CEO Lion Group Rusdi Kirana mengatakan, pembelian ini dilakukan untuk memenuhi meningkatnya permintaan transportasi udara jarak pendek dan menengah di Indonesia dan wilayah Asia Tenggara.

"Untuk Indonesia, diharapkan pembelian pesawat-pesawat ATR ini bisa melayani wilayah-wilayah terpencil seperti Morotai, Lhokseumawe, Kalimantan dan lainnya, dan dari situ bisa meningkatkan nilai jual daerah-daerah tersebut," tutur Rusdi pada konferensi pers di Roma, Italia, Kamis (27/11/2014) usai penandatanganan kesepakatan pembelian 40 unit pesawat ATR 72-600.

Rusdi menyebutkan pemesanan 40 unit ATR 72-600 tersebut merupakan bagian dari total pembelian 100 unit pesawat turboprop ATR.

"Yang 60 unit sudah kita beli tahun 2008 lalu. Dari jumlah itu, 42 unit sudah kita terima dan sisanya akan datang tiap bulan hingga 2015. Pesawat yang sudah datang kita pakai di Wings Air 30 unit di Indonesia, 11 unit di Malindo Air di Malaysia dan 1 unit di Thai Lion di Thailand," terangnya kepada wartawan.

Nilai kontrak pemesanan 100 unit ATR tersebut mencapai 2 miliar euro. Untuk pembelian ini, Lion Air mendapatkan fasilitas pembiayaan dari bank ekspor impor Prancis COFFACE, bank ekspor impor Italia, SACE serta bank ekspor impor Kanada, EDC.

"Bank ekspor impor ketiga negara itu terlibat karena ATR dimiliki perusahaan Italia-Prancis, sementara mesinnya dibuat Kanada. Porsi pembiayaan dari ketiga bank ini sekitar 85-90%, sedangkan sisa pembiayaan lainnya dari konsorsium bank swasta Prancis, Jerman dan Jepang serta kas internal Lion," tutur Rusdi.

ATR, merupakan joint venture antara perusahaan Italia, Finmeccanica-Alenia Aermacchi dan perusahaan Prancis, Airbus Group. Produk utamanya adalah ATR 42 dan ATR 72. ATR 42 berkapasitas duduk 40-50 penumpang, sedangkan ATR 72 yang akan dibeli Lion Air berkapasitas 74 penumpang yang dioperasikan dua pilot.

Sebelumnya, pada November 2011 Lion Air telah menandatangani pembelian 230 pesawat tipe Boeing 737 MAX dan Boeing 737-900ER. Total dana untuk pembelian ini mencapai US$ 21,7 miliar. Penandatanganan MoU pembelian ini disaksikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Nusa Dua, Bali.

Lion juga telah memesan 234 unit pesawat Airbus senilai US$ 24 miliar. Pesawat tersebut didatangkan secara bertahap mulai Juli 2013 hingga tahun 2026. Dengan demikian, Lion Air dalam tiga tahun terakhir telah membelanjakan sekitar US$ 48 miliar (Rp 576 triliun) untuk belanja pesawat.
Disaksikan PM Italia, Lion Air Teken Kontrak Pembelian 40 Pesawat ATR Senilai Rp 12 TATR 72-600 Lion Air

Maskapai penerbangan nasional PT Lion Mentari Airlines kembali melakukan pembelian pesawat dalam jumlah besar untuk mendukung ekspansinya. Lion Air kini membeli 40 unit pesawat turboprop produksi pesawat patungan Prancis-Italia, ATR.

Penandatanganan pembelian pesawat-pesawat ATR, yang merupakan joint venture antara perusahaan Finmeccanica-Alenia Aermacchi dan Airbus Group tersebut dilakukan di Roma, Italia.

Penandatanganan kontrak antara ATR dan Lion Air tersebut disaksikan oleh Perdana Menteri (PM) Italia Matteo Renzi dan CEO Finmeccanica Mauro Moretti. Bertempat di kantor kabinet pemerintah Italia, kontrak pemesanan 40 pesawat ATR 72-600 senilai US$ 1 miliar (Rp 12 triliun) itu diteken oleh CEO Lion Group Rusdi Kirana dan CEO ATR Patrick de Castelbajac pada Kamis, 27 November waktu setempat.

Pembelian 40 unit pesawat ATR 72-600 ini menambah jumlah pembelian 60 unit pesawat yang sama yang telah dipesan Lion Air sebelumnya pada tahun 2008. Ini merupakan pembelian terbesar pesawat ATR dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.

Sesuai kesepakatan, penyerahan pesawat akan dimulai tahun 2017 dan akan berlangsung hingga 2019 mendatang. CEO ATR Patrick de Castelbajac menyatakan senang bermitra dengan Lion Air yang menjadi maskapai pertama di dunia yang membeli 100 unit pesawat ATR.

"Ini belum pernah terjadi sebelumnya di dunia, jadi ini yang terbesar yang pernah dibeli. Ini tonggak penting bagi kami," tutur de Castelbajac dalam acara penandatangan kontrak.

"Kami senang pada ATR, tahun 2008 telah memesan pesawat ATR dan kini memesan lagi," ujar Rusdi seraya menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak asing, termasuk bank ekspor impor Italia, SACE yang telah ikut mendanai pembelian ini.

Perjanjian pembelian ATR dan Lion Air ini pun mendapat sambutan dari PM Renzi. "Saya yakin dalam perjanjian ini ada nilai-nilai penting termasuk mengenai hubungan investasi di masa depan, selain tentunya Lion Air bisa meningkatkan bisnisnya," kata PM Renzi.

PM Renzi bahkan berseloroh dengan mengatakan adanya kemungkinan perjanjian berikutnya. "Saya pikir perjanjian ini sangat penting bagi kita. Perjanjian berikutnya tidak akan diadakan di sini tapi di negara Anda yang indah," ujar Renzi tersenyum yang disambut tawa Rusdi.

Pembelian pesawat ATR seri terbaru ini dilakukan Lion Air untuk memenuhi meningkatnya permintaan transportasi udara jarak pendek dan menengah di Indonesia dan wilayah Asia Tenggara.

Sebelumnya, pada November 2011 Lion Air telah menandatangani pembelian 230 pesawat tipe Boeing 737 MAX dan Boeing 737-900ER. Total dana untuk pembelian ini mencapai US$ 21,7 miliar. Penandatanganan MoU pembelian ini disaksikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Nusa Dua, Bali.

Lion juga telah memesan 234 unit pesawat Airbus senilai US$ 24 miliar. Pesawat tersebut didatangkan secara bertahap mulai Juli 2013 hingga tahun 2026. Dengan demikian, Lion Air dalam tiga tahun terakhir telah membelanjakan sekitar US$ 48 miliar (Rp 576 triliun) untuk belanja pesawat.
Bos Lion Sudah Bertemu Jokowi Soal Proyek Bandara LebakPT Lion Mentari Airlines serius menggarap pembangunan bandara internasional baru di daerah Lebak, Banten. Bahkan bandara yang akan terintegrasi dengan home industry itu dijadwalkan beroperasi empat tahun mendatang.

CEO Lion Group Rusdi Kirana menyatakan antusiasmenya untuk mewujudkan rencana tersebut. "Groundbreaking-nya akan dilakukan pertengahan tahun depan," ujar Rusdi kepada para wartawan di Roma, Italia usai acara penandatanganan kontrak pembelian 40 unit pesawat ATR, Kamis (27/11/2014) sore waktu setempat.

Dijelaskan Rusdi, bandara internasional ini akan menggabungkan pelabuhan udara dan pusat industri dalam negeri. "Dengan mengintegrasikan home industry dan bandara ini akan membuka banyak lapangan kerja, sehingga diharapkan bisa mengurangi pengiriman TKI ke luar negeri," tutur Rusdi.

Rusdi mengatakan, bandara Lebak ini akan dibangun di atas areal lahan seluas 6.000 hektar, dan sejauh ini sudah 5.500 hektar tanah yang diakuisisi. Lion Air punya alasan tersendiri mengapa bandara internasional ini akan dibangun di Lebak.

Dijelaskan Rusdi, rencana pembangunan ini telah mendapat izin prinsip dari Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Rusdi menuturkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menyambut positif hal ini.

"Saya telah bertemu Bapak Jokowi untuk membahas pembangunan bandara yang terintegrasi dengan home industry ini. Pak Jokowi sangat responsif atas hal ini," kata Rusdi.

Rencananya, di lahan bandara yang luasnya dua kali lipat bandara internasional Soekarno-Hatta ini, akan dibangun empat landasan. Salah satu landasan akan dikhususkan untuk pesawat superjumbo Airbus A380.

Untuk menjangkau bandara, Rusdi mengatakan bisa memakai kereta api dari berbagai stasiun di Jakarta. Dengan kereta api, waktu perjalanan ke bandara lewat jalur darat bisa dipangkas sekitar 80%.
Lion Air Ingin Bantu Hidupkan Kembali PTDIMatinya industri pesawat nasional membuat CEO Lion Group Rusdi Kirana tergerak untuk menghidupkan kembali PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Bos maskapai penerbangan Lion Air itu berniat membantu mengembangkan industri pesawat nasional buatan PTDI. Bahkan, untuk mewujudkan niatnya, Rusdi telah menemui langsung Presiden Jokowi beberapa hari lalu.

Kepada Presiden, Rusdi menyampaikan niatnya soal produksi pesawat nasional, juga tentang keinginannya untuk membantu mengembangkan dan memasarkan pesawat N235 buatan PTDI.

"Pak Jokowi menyambut baik. Saya telah mengusulkan untuk mengundang para pemimpin Airbus dan ATR guna membahas hal ini," tutur Rusdi kepada wartawan di Roma, Italia, Kamis (27/11/2014) usai acara penandatanganan kontrak pembelian 40 pesawat turboprop buatan Aerei da Transporto Regionale (ATR).

Dikatakan Rusdi, dirinya tengah mengupayakan agar pertemuan antara Presiden Jokowi dengan pihak raksasa produsen pesawat dunia tersebut bisa digelar tahun depan.

Rusdi mengatakan, kedekatannya dengan pabrikan pesawat-pesawat besar dunia tersebut mendorong timbulnya niat tersebut. "Karena punya hubungan yang baik, saya bisa meyakinkan produsen-produsen pesawat di dunia untuk menjalin kerjasama dengan industri pesawat nasional kita," kata Rusdi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Lion Group telah memesan 40 unit pesawat ATR seri terbaru ATR 72-600, yang merupakan tambahan dari 60 unit yang telah dipesan pada tahun 2008. Sebelumnya pada November 2011 silam, Lion Group juga telah menandatangani pembelian 230 pesawat Boeing yang disaksikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Kemudian pada 2013, Lion Group membeli 234 pesawat Airbus yang penekenan kontraknya disaksikan oleh Presiden Prancis Francois Hollande.

Menurut Rusdi, PTDI bisa memproduksi badan pesawat, interior, perangkat roda dan lainnya. Selanjutnya, Rusdi akan membantu mendatangkan mesin dan perangkat avionik dari pabrikan ternama di dunia.

"Dengan modal kedekatan ini, saya bisa mendapatkan harga yang murah," tuturnya. Sehingga nantinya, produksi pesawat nasional akan lebih terjangkau dan bisa dimanfaatkan untuk pengembangan transportasi di daerah-daerah perintis. Bahkan bisa saja, nantinya pesawat nasional ini akan dilirik negara-negara tetangga Indonesia.(ita/ang)


  ★ detik  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More