Setelah 3 hari ditemukan, ekor AirAsia QZ8501 akhirnya muncul ke permukaan laut. Ekor pesawat itu lalu dibawa naik ke kapal Crest Onyx oleh tim SAR gabungan.
Saat ekor QZ8501 muncul ke permukaan di Selat Karimata, Sabtu (10/1/2014), tepuk tangan membahana dari Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan pejabat lainnya yang memantau dari KRI Banda Aceh.
Selama ini, pengangkatan ekor terhambat gelombang yang tinggi dan angin kencang di sekitar Selat Karimata. Ekor ditemukan di kedalaman 35 meter.
Berikut detik-detik diangkatnya ekor AirAsia diangkat ke kapal Crest Onyx:1. Ekor Naik ke Permukaan
Kemudian 2-3 tabung udara lagi ditambahkan. Munculnya ekor ke permukaan mendapat tepuk tangan dari Panglima TNI Jenderal Moeldoko yang memimpin operasi pengangkatan ekor AirAsia. Moeldoko bahkan menginap dari Kamis (8/1/2015) lalu.
Beberapa anggota TNI AL terlihat mengawal proses pengangkatan ini dari permukaan laut dengan menggunakan 2 kapal karet.2. Ekor Ditarik ke Crest Onyx
Potongan ekor pesawat ini nantinya akan dibawa ke Pangkalan Bun untuk kepentingan penyelidikan.3. Ekor Berhasil Dinaikkan ke Kapal
Dari sini, merujuk pada pernyataan Jenderal TNI Moeldoko, tim akan mengecek ada tidaknya black box di dalam bagian pesawat itu.4. Black Box Dicari
"Saya yakin di ekor, perkembangan pukul 10.00 WIB sinyal melemah. Anak buah kami saya tarik karena frekuensi (ping) mengecil. Penyelam ada yang standby di Jadayat. Nanti juga kerahkan kekuatan Basarnas menggunakan teknologi mungkin Amerika atau Rusia," kata Moeldoko, di KRI Banda Aceh, di Selat Karimata.(nik/gah)
★ detik
0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.