BANJARMASIN--MICOM: Pemerintah akan memanfaatkan teknologi atom dan nuklir untuk menunjang peningkatan produksi pangan nasional. Itu dilakukan guna mengantisipasi ancaman krisis pangan akibat pengaruh perubahan iklim dunia.
Demikian dikemukakan Kepala Balai Penelitian dan Pembangunan Pertanian RI Haryono di sela-sela Rapat Koordinasi Peningkatan Produksi Beras Nasional di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (11/4).
"Upaya peningkatan produksi pangan yang kita lakukan selama ini baru secara konvensional. Ke depan kita akan memanfaatkan teknologi atom dan nuklir," ujarnya.
Ia mengkui, sebenarnya pemanfaatan teknologi nuklir untuk pengembangan pertanian sudah dilakukan pemerintah, tetapi dalam cakupan kecil. Pemanfaatan teknologi nuklir dan atom diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan nasional secara signifikan.
Saat ini, katanya, pemerintah menarget produksi padi nasional 70,8 juta ton atau naik 7% dari produksi 2010. Produksi padi dari total luas tanam sekitar empat juta hektare itu masih berpotensi untuk ditingkatkan melalui berbagai strategi, seperti penambahan luas tanam dan peningkatan produktifitas lahan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) produktivitas rata-rata lahan pertanian Indonesia baru 5,06 ton per hektare. Padahal potensi produksi maksimal lahan pertanian bisa mencapai delapan ton. (DY/OL-01)
• MediaIndonesia
Indonesia-Qatar Tanda Tangani Kerja Sama Pertahanan
-
* 🤝 🛡* *(kemhan) *
*I*ndonesia dan Qatar selangkah lagi menandatangani *defence cooperation
agreement *(DCA) melalui penandatanganan nota kesepahaman ...
2 hari yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.