Kamis, 19 November 2015

Swedia Berbagi Ilmu Energi Terbarukan dengan RI

Renewable energyDiskusi Energi Terbarukan Kedutaan Swedia (Feby-detikFinance)

Kedutaan Besar Swedia untuk Indonesia menggelar acara seminar membahas tentang penyediaan energi terbarukan (renewable energy). Pemerintah dan perwakilan perusahaan energi Swedia dalam seminar ini bakal memberikan masukan terhadap Indonesia terkait pengelolaan dan pengembangan sektor energi.

Langkah ini sejalan dengan komitmen kedua negara memperhatikan aspek lingkungan yang terkait dengan penyediaan energi masa depan yang ramah lingkungan.

"Ini menarik, tentang iklim yang lebih baik di masa depan yakni dengan renewable energy. Kita mulai bahas potensi energi, kita hadirkan panelis. Ini renewable energy adalah isu masa depan," kata Duta Besar Swedia untuk Indonesia Johanna Brismar Skoog, saat membuka seminar di Hotel Gran Melia, Kamis (19/11/2015).

Di tempat yang sama, Komisoner Perdagangan Swedia, Anders Wickberg menjelaskan negaranya memiliki perusahaan yang fokus terhadap isu-isu energi ramah lingkungan. Dengan adanya forum diskusi ini, rekan-rekan dunia usaha dari Swedia bisa memberikan masukan dan informasi serta bekerjasama dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

"Kita punya water waste solution, energy solution, kita ada geothermal. Pemerintah Swedia dan perusahaan Swedia siap bekerja bersama dengan rekan dari Indonesia," tambahnya.

Pada acara ini, Kedutaan Swedia mengundang perwakilan pemerintah Swedia, perwakilan pemerintah Indonesia, Otoritas Energi Swedia, KADIN Indonesia, perusahaan energi asal Swedia dan Indonesia. Acara seminar dibuka pukul 09.30 wib. (feb/hns)

 Swedia Sarankan RI Kembangkan Energi Biomassa Daripada Batu Bara 

Indonesia memiliki potensi dan sumber energi baru terbarukan (renewable energy). Salah satu yang bisa dimanfaatkan adalah, pengolahan hasil limbah sektor pertanian, seperti kelapa sawit yang banyak tersebar di Indonesia.

Potensi energi biomassa tersebut bisa menjadi solusi jangka panjang, daripada pengembangan energi batu bara yang kurang ramah lingkungan dan terbatas.

"Indonesia punya ambisi besar di renewable energy. Potensi biomassa lebih besar dari nuklir dan batu bara. Tapi Indonesia masih pakai banyak batu bara (untuk pembangkit listrik)," kata Deputy Director Swedish Energy Agency, Paul Westin, saat diskusi energi terbarukan Kedutaan Swedia di Hotel Gran Melia, Jakarta Selatan, Kamis (19/11/2015).

Indonesia, lanjut Paul, bisa mengurangi sampah sisa pengolahan pertanian. Sampah tersebut selanjutnya dipakai bahan baku untuk energi biomassa.

"Energi Indonesia sustainable (berkelanjutan). Indonesia juga bisa mengurangi sampah di pertanian," ujarnya.

Swedia, lanjut Paul, berpengalaman dalam hal manajemen dan pengolahan sampah seperti hasil pertanian untuk diolah menjadi sumber energi. Kemampuan dan pengatuhuan ini bisa ditransfer ke Indonesia.

"Kita berpengalaman dalam menangani sampah untuk jadi biomassa. Indonesia punya peluang untuk melakukan waste handling dan waste management. Saya mau concern di Indonesia," tambahnya. (feb/dnl)
 

  detik  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More