Selasa, 10 November 2015

PT PAL Raup Kontrak Produksi 4 ribu Kapal dari Menteri Susi

Berpotensi mendapat anggaran 4 TriliunSalah satu produksi PT PAL Indonesia pesanan TNI AL, PKR 10514 [kolamaya]

PT PAL Indonesia (Persero) memperoleh kontrak pengadaan kapal nelayan sebanyak 4 ribu unit dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai 2016-2020. Melalui kontrak tersebut, PT PAL berpotensi memperoleh pendapatan sampai Rp 4 triliun.

Menteri KKP Susi Pudjiastuti menjelaskan dana Rp 4 triliun tersebut akan mulai diambilkan dari pagu anggaran instansi yang dipimpinnya sebesar Rp 13 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016. Menurut Susi jika PT PAL mampu mengerjakan pesanan kapal dengan baik, diharapkan dana Rp 4 triliun tersebut akan terus digelontorkan kepada perusahaan galangan kapal pelat merah selama empat tahun ke depan.

Saya akan bekerja untuk memastikan ini. Kami siapkan anggaran sebesar Rp 4 triliun. Saya berharap ini menjadi sebuah legacy, program yang dapat diteruskan atau dilanjutkan ke depannya,” ujar Susi dikutip dari laman KKP, Selasa (10/11).

Pemilik maskapai PT ASI Pudjiastuti Aviation atau Susi Air berharap pengadaan 4 ribu kapal nelayan akan mampu meningkatkan produktivitas penangkapan ikan.

Jika sudah memiliki kapal yang mumpuni untuk mencari ikan, maka diharapkan ke depannya nelayan Indonesia mampu menjadi tuan rumah di perairan sendiri,” katanya.

Namun untuk dapat menjaga jumlah ikan di laut tetap banyak, KKP menurutnya akan terus membersihkan praktik pencurian ikan di laut Indonesia dengan penenggelaman kapal.

Praktek illegal fishing ini sebuah praktek yang luar biasa. Kapal negeri orang bisa bebas masuk untuk mencuri ikan. Percuma kalau nelayan kami berikan perahu, kapal atau alat pancing tapi tidak ada ikan di laut,” tegasnya.

Sementara, Direktur Utama PT PAL M. Firmansyah Arifin mengatakan perusahaannya telah menyanggupi untuk membuat berbagai jenis kapal ikan. Seperti kapal angkut ikan segar, kapal angkut ikan hidup, dan unit pengolah ikan terapung.

Angka 4 ribu kapal itu belum bisa ditentukan karena ini harus disesuaikan dengan harga per-unit. Perlu lebih dahulu dibicarakan juga ke vendor sehingga akhirnya bisa ditentukan berapa jumlah kapal. Kalau KKP memprediksi sekitar 4 ribu kapal, tapi apakah persis atau lebih dan kurang nanti itu masih kita siapkan. Ukurannya kapal ikan tangkap paling besar 30 gross tonnage (GT), kapal angkut dan kapal markas yang besar-besar,” tambahnya.

Selain pengadaan kapal, lanjut Firmansyah, PT PAL juga akan melakukan pendampingan kepada nelayan. Antara lain, mengenai penentuan dan pengawasan standar rancang bangun dan desain kapal, galangan kapal, serta SOP mengenai operasional kapal, peralatan dan perawatannya.

Ini juga untuk pelatihan untuk merawat dan mengoperasikan kapal. Nelayan nanti sampai bisa mengoperasikan kapal itu. Untuk distribusi kapal, itu nanti ditentukan oleh KKP,” paparnya. (gen)
 

  CNN  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More