Selasa, 03 November 2015

PT Dirgantara Indonesia Banting Stir ke Komersial

Untuk menjadi perusahaan komersial membutuhkan banyak tenaga ahli http://1.bp.blogspot.com/-8s1FppTb4Uo/VjgxvlxJ5iI/AAAAAAAAH6g/foPMWTS8pHk/s1600/10632336_866465856802981_1658982095_Credit%2Bto%2BYuhusa%2BSetyo.jpgN219, Proses produksi PT Dirgantara Indonesia [Yuhusa Setyo]

PT
Dirgantara Indonesia (DI) akan mengembangkan dirinya menjadi perusahaan komersial. Hal ini, menurut Direktur PT DI Budi Santoso untuk menambah pendapatan negara dan juga PT DI.

Kalau melihat kondisi yang sekarang, kami akan menjadikan PT DI sebagai industri komersial. Jadi tidak hanya menjual ke pemerintahan tetapi akan ke negara-negara lain,” kata Budi saat menerima kunjungan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi, Sabtu (31/10).

Untuk menjadi perusahaan komersial, lanjut Budi Santosa, dibutuhkan banyak tenaga ahli untuk menjalankan produksi ini.
http://3.bp.blogspot.com/-jNNjCgUsc7c/VjgxxZ8CAoI/AAAAAAAAH6o/yLxnJRyYaro/s1600/11245837_937881789617975_1723809362_Credit%2Bto%2BYuhusa%2BSetyo.jpgFinalisasi N219 PT Dirgantara Indonesia [Yuhusa Setyo]

Saat ini tenaga-tenaga yang kami punya semuanya fresh engineer, yang sebagian besar belum berpengalaman dalam menciptakan pesawat. Tapi kami tetap optimis dan yakin bahwa industri ini akan terus berjalan dan berkembang,” terang Budi.

Dewan Komisaris PT DI M Yusuf Ateh menambahkan, sebagai badan usaha milik negara, PT Dirgantara Indonesia banyak mendapatkan pengaduan. Salah satunya tidak pernah berkembang dalam menciptakan pesawat berteknologi tinggi.

Untuk itu, peran MenPAN-RB sebagai pembantu presiden dibutuhkan untuk meyakinkan bahwa pengaduan ter‎sebut tidak benar.

Jadi MenPAN-RB ke sini ingin meyakinkan bahwa pengaduan tersebut tidak benar. Dan sebagai pembantu presiden, beliau ingin menunjukan bahwa pemerintah peduli dengan apa yang dikerjakan PT DI ini,” kata Ateh yang juga Deputi Reformasi Birokrasi dan Akuntabilitas Kinerja KemenPAN-RB. (esy/jpnn)

  ★ jpnn  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More