Kamis, 06 Oktober 2016

Senjata Buatan Pindad Jadi Favorit Serda Dasep di Ajang Lomba Internasional

http://images.detik.com/community/media/visual/2016/10/05/cd590a36-ad5b-48c0-b9b3-c0dfb8979897.jpg?w=780&q=90[Syahdan Alamsyah] ☆

Serda Dasep Iman Suherman dua kali ikut serta dan menyumbangkan medali di ajang Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM). Meski berhasil meraih beberapa medali di ajang bergengsi tingkat internasional itu Serda Dasep tak pernah berhenti untuk terus mengasah kemampuannya.

Meski menyukai berbagai jenis senjata prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) Yonif 300/Raider Banjar Kedaton, Kodam/III Siliwangi ini lebih menyukai senjata jenis senapan serbu SS2 V4 HB cal 5,56 buatan Pindad.

"Pertama spesialisasi saya memang di situ, kedua senjata ini sudah beberapa kali terbukti mengungguli senjata dari negara lain di ajang AASAM. Saking penasarannya tentara luar pernah memprotes dan meminta senjata jenis ini dibongkar," tuturnya saat ditemui detikcom di lapangan tembak Yonif 310 Kidang Kancana (KK), Sukabumi, Selasa (4/10/2016).

Setiap digelar AASAM Indonesia kerap menjadi juara umum mempertahankan status sembilan kali juara di ajang lomba tembak itu. "Pada dasarnya kita berangkat dengan rasa nasional tinggi, dukungan dari segenap pimpinan dan anggota TNI di tanah air yang terakhir dari keluarga. Istri saya adalah orang yang melepas saya sebagai suaminya dengan doa dan dukungan penuh," sambungnya.

http://i.imgur.com/glV21Mi.pngSenjata jenis senapan serbu SS2 V4 HB cal 5,56 buatan Pindad

Suami dari Yesti Yulianti (29) dan ayah dari Aurellia Megamie (9) dan Afiza Fairuz Alkhalifa yang masih berusia 6 bulan ini menyebut keberangkatannya pada April lalu untuk mengikuti AASAM berbarengan dengan kelahiran putrinya yang kedua.

"Jadi lebih semangat, putri kedua saya lahir tanggal 9 bulan April, saya berangkat tanggal 30 April jadi sempat ngikutin prosesi kelahiran istri. Dan Alhamdulillah ketika saya berangkat dukungan istri tetap maksimal," ujar Serda Dasep.

Menurut Serda Dasep sang istri sudah terbiasa ia tinggalkan untuk menunaikan tugas sebagai prajurit. Ia pernah bertugas menjadi tentara perdamaian pada 2010/2011 dan ditempatkan di negara konflik Israel dan Libanon.

"Setahun di negeri orang, jauh dari keluarga sudah hal biasa bagi seorang prajurit. Untungnya saya mempunyai istri yang selalu mendukung tugas suaminya, dia tidak pernah keberatan di manapun tempat penugasan saya. Terimakasih istriku," canda Serda Dasep.

Serda Dasep mengaku bangga jadi bagian dari prajurit Indonesia yang ditempatkan di Israel dan Libanon. Menurutnya dinegara konflik tentara Indonesia terkenal dengan keramahannya. "Ketika ada acara khusus kita memperkenalkan budaya-budaya Indonesia, saya bahkan pernah mempertunjukan tari Saman didepan warga sana," tandasnya. (ern/ern)

  detik  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More