| Menristek |
"Jumlah
penelitian dan riset yang dihasilkan peneliti Indonesia cukup banyak,
tetapi banyak yang hanya sampai prototipe," ujarnya saat berada di
Banjarmasin, Minggu (16/3)
Hatta yang juga guru besar
Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin itu berharapan hasil
penelitian putra-putri bangsa bisa dikembangkan agar menghasilkan karya
nyata dan dikembangkan massal, supaya hasilnya dapat dirasakan
masyarakat maupun pihak terkait.
Diharapkannya, hasil
penelitian tak hanya sampai menjadi dokumen yang disimpan tanpa
dikembangkan sesuai arah dan tujuan penelitian.
"Jangan
sampai, hasil karya peneliti yang ternyata bagus diambil pihak lain dan
diakui sebagai karya mereka sehingga harapan kami, setiap penelitian
dikembangkan hingga akhir," pesannya.
Karenanya, lanjut
dia, Kemristek mendorong setiap peneliti agar mengembangkan hasil
penelitiannya dengan salah satu melalui program insentif riset Sistem
Inovasi Nasional (Sinas).
Program insentif riset Sinas
adalah instrumen kebijakan berupa pendanaan riset melalui peningkatan
sinergi, produktivitas dan pendayagunaan sumberdaya penelitian dan
pengembangan nasional.
"Anggaran yang disiapkan untuk
mendanai setiap penelitian mencapai ratusan juta sehingga diharapkan
setiap peneliti memanfaatkan program nasional ini agar penelitiannya
selesai hingga tuntas," ujarnya.
Pihaknya berharap,
perguruan tinggi negeri maupun swasta menyampaikan proposal-proposal
kegiatan atau riset yang bermutu tinggi terutama yang dapat memecahkan
persoalan bangsa.
"Hasil-hasil riset dari lembaga
penelitian perguruan tinggi negeri dan swasta itu diharapkan memberikan
sumbangsih signifikan bagi penyelesaian isu-isu strategis nasional yang
memerlukan dukungan iptek," ujarnya.
Lembaga Penelitian
dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) atau lembaga penelitian dan unit-unit
riset di perguruan tinggi merupakan lembaga yang menjadi target
pemberian dana riset tersebut.
"Topik riset yang
didanai harus sesuai tujuh bidang fokus riset nasional yakni teknologi
pangan, kesehatan dan obat, energi, transportasi, teknologi infokom,
hankam, dan teknologi material maju," katanya.

0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.