Kamis, 21 Mei 2015

Target Indonesia: Tuan Rumah MotoGP 2017-2021

Menteri Pariwisata Arief Yahya dan pihak penyelenggara MotoGP, Dorna SL berpose saat jumpa pers tentang rencana seri MotoGP di Indonesia, di Gedung Kementerian Pariwista, Jakarta, 20 Mei 2015. (CNN Indonesia/Martinus Adinata)

Indonesia sedang mencari peluang untuk menyelenggarakan ajang balap motor MotoGP pada musim balapan 2017-2021.

Menteri Pariwisata RI Arief Yahya mengatakan pihaknya dan penyelengara MotoGP, Dorna SL, telah mendapatkan kesepahaman lisan tentang peluang menyelenggarakan grand prix MotoGP di Indonesia.

"Hari ini kita belum tanda tangan kontrak tapi kedua belah pihak sudah menyatakan ketertarikannya," ujar Arief dalam jumpa pers di Balairung Soesilo Sordarman, di kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (20/5) petang WIB.

"Ini akan kita tuangkan dalam MoU dalam waktu tiga bulan mendatang," lanjut Arief.

Dalam kesempatan sama, CEO Dorna, Carmelo Ezpelata, menyatakan optimisme bahwa Indonesia akan dapat menyelenggarakan ajang balap MotoGP tersebut.

"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan (oleh Indonesia) tapi dengan kerja keras semua pihak, maka tujuan ini akan tercapai," ujar Ezpelata.

Grandprix MotoGP bukanlah hal yang baru bagi Indonesia. Indonesia pernah menggelar ajang balap motor tersebut selama dua tahun berturut-turut pada 1996 dan 1997 di Sirkuit Sentul, Bogor.

Pada ajang grand prix yang saat itu kelas tertinggi menggunakan motor 500cc, pembalap Australia, Mick Doohan naik podium pertama pada 1996. Itu adalah seri grand prix kedua dari musim MotoGP 1996.

Di bawah Mick Doohan, adalah Alex Barros peringkat kedua dan Scott Russel di peringkat ketiga.

Setahun berikutnya, 1997, Indonesia menjadi tuan rumah seri grand prix ke-14 atau satu musim sebelum seri terakhir di Australia. Saat itu yang menjadi pemenang dalam GP Indonesia adalah pembalap Jepang, Tadayuki Okada. Sementara itu Doohan berada di peringkat kedua dan Alex Criville di peringkat ketiga. (kid/kid)
Hanya Dua Space Kosong, Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah MotoGP Hanya tersisa dua space kosong, Indonesia melalui Menteri Pariwisata menyatakan ketertarikannya untuk menjadi tuan rumah ajang balapan dunia MotoGP. (Reuters/Jon Nazca)

Indonesia memiliki kesempatan menjadi tuan rumah ajang MotoGP untuk mewujudkan hal tersebut pada musim balapan 2017-2021 mendatang.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan langsung menyatakan ketertarikannya terkait kompetisi kelas dunia itu. Pasalnya, kesempatan untuk menjadi tuan rumah ajang tersebut sangatlah terbatas.

"Kesempatan (untuk menjadi tuan rumah) hanya tinggal menyisakan dua space kosong," ujar Arief dalam konferensi pers di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Rabu (20/5).

Menteri Arief menyatakan, olahraga merupakan turisme. Dan turisme itu, lanjut Arief, merupakan bisnis. Sehingga penting menurutnya untuk segera memutuskan kesediaan Indonesia ini.

Hari ini, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional juga sengaja dipilih untuk mengumumkan rencana itu. "Selain itu, hal ini juga menjadi kesempatan untuk menginspirasi anak muda agar lebih taat dalam berlalu-lintas."

Sebelumnya, Menteri Pariwisata RI Arief Yahya mengatakan pihaknya dan penyelengara MotoGP, Dorna SL, telah mendapatkan kesepahaman lisan tentang peluang menyelenggarakan grand prix MotoGP di Indonesia.

"Hari ini kita belum tanda tangan kontrak tapi kedua belah pihak sudah menyatakan ketertarikannya," ujar Arief dalam jumpa pers di Balairung Soesilo Sordarman, di kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (20/5) petang WIB. "Ini akan kita tuangkan dalam MoU dalam waktu tiga bulan mendatang," kata Arief melanjutkan.

Dalam kesempatan sama, CEO Dorna, Carmelo Ezpelata, menyatakan optimisme bahwa Indonesia akan dapat menyelenggarakan ajang balap MotoGP tersebut.

"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan (oleh Indonesia) tapi dengan kerja keras semua pihak, maka tujuan ini akan tercapai," ujar Ezpelata. (vri/vri)
Jakarta Segera Bangun Sirkut Balap Internasional PLT Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (tengah) seusia mengikuti Rapat Paripurna DPRD, Jakarta, Jumat 14 November 2014. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

DKI Jakarta akan segera memiliki sebuah sirkuit balap bertaraf internasional pada 2017 mendatang. Pembangunan sirkuit balap internasional di ibu kota itu pun direncanakan mulai dilakukan pada tahun ini agar target penyelesaian dapat tercapai nantinya.

Untuk membangun sirkuit balap internasional tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan bekerjasama dengan beberapa pihak swasta dan pemilik International Circuito de Almeria, David Garcia.

Setelah pertemuan dengan Garcia pada Senin (18/5) siang lalu, Ahok—sapaan Basuki—mengatakan bahwa sirkuit di ibu kota nanti akan dibangun di lahan yang berada di dekat salah satu bandara di kawasan Jakarta.

"Kita ingin sirkuit model yang saat orang duduk (di satu titik) mereka bisa nonton (lintasan balap) semua. Kita juga akan bangun di dekat bandara, dan ingin PT Jakarta Propertindo juga membangun mal, hotelnya dekat situ, langsung ada sirkuitnya," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta.

Proses pembangunan yang akan berjalan nantinya dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT. Jakarta Propertindo, bersama Garcia dan pihak swasta.

Ahok mengatakan, kerja sama dengan Garcia juga akan dilakukan untuk menjual sirkuit yang nanti dibangun agar dapat menyelenggarakan acara-acara balap internasional nantinya.

"Kita ingin (sirkuit) dimasukkan di dalam jadwal event (balapan) internasional. Tahun 2017 harus jadi. Nilai bangun bisa mungkin mencapai Rp 2 triliun," kata Ahok.

Selain memiliki sirkuit di kawasan Almeria, Spanyol, mantan pembalap motor itu juga diketahui berperan sebagai pelatih dan promotor pembalap motor muda Indonesia Ali Adriansyah. Ali akan diproyeksi untuk dapat berlaga di kejuaraan Moto2 dan MotoGP oleh Garcia di masa depan.

Pada pertengahan 2014 lalu, Garcia juga diketahui pernah bertemu dengan Presiden Joko Widodo untuk membicarakan kemungkinan pembangunan stadion bertaraf internasional di Indonesia. Kemungkinan tersebut disampaikan setelah Jokowi mengutarakan niatnya terlebih dahulu untuk membawa Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan MotoGP beberapa tahun mendatang. (hel)

  ✈️ CNN  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More