JAKARTA--MICOM: Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) sangat menyayangkan pola promo dan skema bisnis yang dilakukan oleh industri seluler di Indonesia.
Skema promo yang besar-besaran dengan bahasa yang bermakna ganda dianggap menjadi pintu awal bagi operator telekomunikasi dalam menarik konsumen. "Iklan operator tidak transparan. Konsumen sering kali dirugikan oleh skema ini," ujar Heru Sutadi, Sekjen BRTI, di Jakarta, Selasa (21/12).
Sebagai contoh ia menjelaskan mengenai SMS konten artis yang begitu mudah untuk diregistrasi namun sangat sulit untuk menghentikan layanan tersebut. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa notifikasi operator terhadap layanan konten selalu terlambat bahkan tidak ada sama sekali.
Industri telekomunikasi menjadi topik bahasan dalam pertemuan bersama yang dilakukan antara BRTI, Kemensos, dan YLKI di Jakarta. Banyaknya keluhan konsumen dan tidak transparannya operator menjadi alasan bagi ketiganya untuk saling bekerja sama dalam menanggulangi hal ini. (OL-5)
• MediaIndonesia
India Menandatangani Kesepakatam Rudal BrahMos dengan Vietnam
-
* Indonesia dalam tahap akhir kesepakatan serupa* *Rudal jelajah supersonik
BrahMos (Kamal Kishor/REUTERS) *
*I*ndia telah menandatangani kesepakatan den...
2 hari yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.