Jumat, 12 April 2013

Terminal Terpadu Raksasa Pulogebang

 Terminal Terbesar di Asia Tenggara 

 Terminal Raksasa Pulogebang Sudah Dibuka Tapi Masih Sepi 

http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT_rienyiszO6UVIjB84I8bgBZ8781ZOIAwGnqQ1uzazt-1ZvR2Jakarta Proses pembangunan Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur sampai saat ini masih berlangsung. Meskipun sudah melakukan soft launching pada Juni 2012 lalu, namun terminal yang rencananya akan menjadi terminal terbesar di Asia Tenggara ini masih terlihat sepi.

Dari pantauan detikFinance, belum banyak aktivitas yang dilakukan di terminal ini. Hanya beberapa pekerja bangunan yang tampak sibuk menyelesaikan proyek yang menelan anggaran hingga Rp 430 miliar ini.

Hanya beberapa angkutan umum yang terlihat seperti KWK T22 jurusan Pulogebang-Gudang Plawad, T25 Stasiun Cakung-Rawa Mangun, dan T29 Pulogebang-Ujung Krawang. Namun, itu pun hanya transit. Hanya bus TransJakarta Koridor XI rute Kampung Melayu-Pulogebang yang telah beroperasi, itu pun hanya melayani hingga jam 5 sore dan belum ada penumpang.

“Masih sepi kan belum beroperasi penuh. Ini di sini ngetem, transit saja sambil nunggu giliran narik,” kata sopir angkot T29 yang tidak mau disebutkan namanya.

Seluruh gedung juga tampak masih kosong. Gedung paling selatan sebagai tempat transit busway, sebelahnya lagi akses angkutan dalam kota, gedung di tengah yaitu gedung utama yang juga kantor UPT juga masih tampak sepi, gedung satunya lagi untuk bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) pun sepi, kemudian gedung paling utara digunakan untuk tempat istirahat sopir juga belum ada aktivitas.

“Saat ini masih proses penyelesaian. Baru akan beroperasi ditargetkan akhir 2013 ini. Paing kalau ngaret sapai awal 2014,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Terpadu Pulogebang Tiodor Sianturi, Jakarta Timur, Rabu (10/4/2013).

Terminal Pulogebang ini memiliki 5 gedung masing-masing memiliki tinggi 5 lantai. Nantinya, terminal ini akan dijadikan kawasan terpadu yang akan tersedia berbagai fasilitas yang akan memanjakan para penumpang seperti SPBU, mall, hypermarket, ritel-ritel, Food Court, dan lain-lain.

“Gedung 5 lantai termasuk lantai penghubung yaitu lantai mezanine, yaitu satu lantai sebelum lantai 3 dan sesudah lantai 1, ini penghubung antara penumpang dan akses ke tempat tunggu bus. Jadi, seluruh aktivitas penumpang ada di lantai ini, tidak ada yang lalu lalang di jalur bus,” ujarnya.

Bangunan Terminal Terpadu Pulogebang ini sudah nampak hampir selesai, hanya saja untuk akses keluar jalan dan fly over masih belum rampung. “Ini masih terganjal pembebasan lahan. Warga belum setuju harga tanah yang ditawarkan,” kata Tidore.(ang/ang)

 Telan Dana Rp 5,5 Triliun, Terminal Pulo Gebang Sempat Didesain Ulang 

Pemerintah provinsi DKI Jakarta akan merevisi desain proyek pembangunan Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur. Pemda menganggap desain lama terlalu menguras biaya yang besar.

Deputi Gubernur Bidang Transportasi, Perdagangan, dan Industri, Soetanto Sudhodho mengungkapkan pemerintah daerah akan merevisi desain ini karena banyak gedung-gedung yang mengkonsumsi listrik yang sangat besar.

"Ada desain lama yang keliatannya harus direvisi, karena itu high cost. Karena banyak ruangan yang pake AC yang begitu besar, listrik yang begitu besar sehingga harus direvisi sehingga dia itu cost efficient," ungkap Soetanto saat ditemui di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (13/9/12).

Ia memperkirakan, terminal yang disebut-sebut terminal terbesar se-Asia Tenggara ini akan mulai efektif beroperasi 2 tahun mendatang. "Saya kira mesti dalam 2-3 tahun ke depan beroperasi, saya kira paling lama 2 tahun," tambahnya.

Secara terpisah, Ketua Bappeda DKI Jakarta Sarwo Handhayani memperkirakan, perlu dana Rp 5,5 triliun untuk membuat terminal megah ini. "Saya lupa kira kira 5,5 triliunan, yang sekarang," jelasnya.

Sarwo pun menambahkan, nantinya desain ini akan memberikan icon khusus yang merepresentasikan Jakarta Timur, dan juga mendorong pertumbuhan daerah Jakarta Timur.

"Bentuknya didesain sedemikian rupa, sehingga harapannya itu bisa menjadi ikon kawasan Jakarta Timur. Termasuk juga mendorong melengkapi, merangsang pengembangan ke arah timur Jakarta," pungkasnya.(zul/hen)

 Pembangunan Terminal Raksasa Pulogebang Terhambat Pembebasan Lahan 

http://us.images.detik.com/content/2013/04/11/4/pulogebang2.jpgPembangunan proyek Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, hingga saat ini masih belum rampung. Penyelesaian proyek yang menelan anggaran hingga Rp 430 miliar itu masih terganjal pembebasan lahan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Terpadu Pulogebang Tiodor Sianturi mengaku, saat ini pihaknya tinggal menunggu kesepakatan warga untuk bisa membebaskan lahannya. Proyek ini dibangun di atas lahan seluas total 14,01 hektar.

Hampir seluruh lahan sudah dibebaskan, hanya 1,9 hektar lagi yang masih terhambat akibat warga di sekitar terminal ini belum setuju harga jual tanah yang ditawarkan.

“Kita tawarkan harga Rp 1,4 juta per meter perseginya, mereka tidak setuju, mereka minta di atas itu, jadi belum ada kesepakatan sampai sekarang,” kata Tiodor saat berbincang bersama detikFinance, di kantornya, di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, Rabu (10/4/2013).

Dia menjelaskan, rencananya lahan seluas 1,9 hektar itu akan dibebaskan di tahun 2013 ini. Pihaknya yakin jika pembangunan terminal yang dicanangkan akan menjadi terminal terbesar di Asia Tenggara ini akan bisa diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

“Kita sudah mengajukan ke tim P2T Jakarta Timur karena yang membebaskan mereka karena ini di wilayah Jaktim. Mereka siap. Kita sudah bikin SPT dan tanda tangan bersama kepala dinas anggaran di UPT Pulogebang,” terangnya.

Sementara itu, pihaknya juga optimis jika sisa lahan yang masih terkendala ini akan segera diselesaikan pihak pengadilan.

“Secara musyarawah belum ada kesepakatan dengan warga. Kita sudah 3 kali melakukan pertemuan dengan mereka. Kalau setelah 3 kali ternyata tidak ada kesepakatan dalam musyawarah, maka yang akan menanganinya adalah pengadilan. Ini sudah 3 kali berarti ya akan berurusan dengan pengadilan. Kita sudah serahkan semua uangnya ke pihak pengadilan. Tapi kita masih berharap ada kesepakatan. Kita tidak menginginkan ada sesuatu,” jelasnya.

Dia menambahkan, lahan yang terkendala itu nantinya akan digunakan untuk pool bus Antar Kota Antar provinsi (AKAP) dan SPBU di sebelah utara dan di sebelah selatan untuk akses keluar angkutan dalam kota.

“Yang sebelah selatan masih ada sengketa tanah dengan double kepemilikan,” kata Tidore.(ang/ang)

 Terminal Terpadu Pulogebang Bakal Bebas Pungli dan Calo Tiket 

http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQTMstLCga4p9RBtNM5A0vPRT9t6_j3kIZi-xDqDz9oOz6Iwc4Terminal terpadu Pulogebang ditargetkan bakal rampung di akhir 2013 dengan mengusung konsep terminal modern, salah satunya semua sistem menggunkan sistem elektronik termasuk pembelian tiket. Nantinya, setelah beroperasi dipastikan di terminal ini tidak kan ada pungutan liar atau pun calo karcis yang biasa terjadi di terminal-terminal lain.

"Sistemnya pakai smart card nggak bisa ada pungli dan calo. Konsep kita ingin memberikan fasilitas lebih baik, kemudahan dan kenyamanan di terminal. Dijamin nggak akan ada calo, kan semuanya pakai sistem nantinya," kata Kepala Satuan Operasional Terminal Bus Terpadu Pulogebang Umbul Gunawan, saat bercerita kepada detikFinance, di Terminal terpadu Pulogebang, Jakarta Timur yang dikutip Kamis (11/4/2013).

Dia menjelaskan, nantinya semua pelayanan di terminal ini akan menggunakan sistem elektronik seperti pembelian tiket. Tak hanya itu, semua layanan pun akan terpantau di layar LED di setiap lantai di seluruh Terminal Terpadu Pulogebang ini.

"Penumpang tinggal pesan tiket di lantai mezanine terus tinggal masuk ke dalam terminal dan naik ke lantai 2. Penumpang tinggal menunggu info di ruang tunggu," terangnya.

Umbul menyebutkan, terminal ini menyediakan 13 jalur dalam kota dan 28 untuk peron bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan jumlah kendaraan sebanyak sekitar 4000 bus dan sekitar 242 Perusahaan Otomotif (PO), diantaranya Sinar Jaya, Dedi Jaya, Dewi Sri, dan lain-lain.

"Konsepnya antara penumpang dan kendaraan tidak berbaur di emplacement. Arus penumpang hanya di lantai mezanine, sementara di lantai 2 hanya diperuntukkan untuk arus keluar masuk kendaraan," paparnya.(dru/dru)

 Terminal Pulogebang Dilengkapi Jembatan Layang & Akses Tol 

http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQoN07DA302OjhPV8kZi5UgL7-lyCk8j7vDERBUbnaOC8g_GrubUAUnit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur tengah gencar untuk merampungkan terminal yang ditargetkan selesai di akhir 2013 ini.

Salah satu fasilitas infrastruktur pendukung terminal ini adalah flyover atau jembatan layang yang menghubungkan arus kendaraan keluar masuk terminal. Saat ini, pihak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) selaku pelaksana flyover penghubung terminal ini tengah menggelar lelang.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Terpadu Pulogebang Tiodor Sianturi mengatakan, flyover sebagai salah sagtu fasilitas penunjang terminal ini saat ini masih dalam proses lelang di Kementerian PU. Nantinya, setelah proses lelang selesai, kelanjutan pembangunan flyover ini akan terus digenjot agar bisa diselesaikan akhir 2013 ini.

“Optimis tahun ini beroperasi mudah-mudahan akhir tahun ini bisa selesai. Anggaran sudah tersedia. Pembangunan flyover belum semuanya masih nunggu proses lelang selesai,” kata Tiodor saat disambangi detikFinance, di kantornya, bagian UPT Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, Rabu (10/4/2013).

Fasilitas infrastruktur lainnya adalah ketersediaan akses tol langsung menuju terminal ini. Nantinya, setelah terminal ini beroperasi, kendaraan yang berasal dari luar kota atau sebaliknya bisa langsung masuk atau pun keluar melalui tol ini. “Dari tol bisa langsung masuk terminal. Tol Pulogebang nanti namanya,” katanya.(hen/hen)

 Sejak Diuji Coba, Terminal Pulogebang Hanya Disinggahi TransJakarta & Angkot 

Sejak diresmikan tahap awal untuk uji coba (soft launching) pada Juni 2012 lalu, aktivitas di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur masih tampak sepi. Belum banyak aktivitas yang terlihat di terminal yang rencananya akan dijadikan sebagai terminal terbesar se-Asia Tenggara ini.

Akses menuju ke terminal ini pun masih minim, baru bus TransJakarta Koridor XI jurusan Kampung Melayu-Pulogebang yang beroperasi, itu pun hanya sampai jam 5 sore. Bagi anda yang ingin mendatangi terminal ini, disarankan untuk tidak lebih dari jam 5 sore.

Selain itu, masih ada beberapa angkutan umum seperti KWK T22 jurusan Pulogebang-Gudang Plawad, T25 Stasiun Cakung-Rawa Mangun, dan T29 Pulogebang-Ujung Krawang. Namun, itu pun hanya transit, jika ingin menggunakan transportasi ini, hanya dilayani hingga jam 4 sore.

“Masih transit saja ini sih tapi kalau mau dianter ya bisa tapi ya ongkosnya lebih mahal karena kan cuma ngangkut penumpang satu, dua orang, kalau mau ya carter jatuhnya,” kata sopir T29 yang tidak mau disebutkan namanya kepada detikFinance, Rabu (10/4/2013).

Hal serupa diungkapkan Kepala Satuan Operasional Terminal Bus Terpadu Pulogebang Umbul Gunawan saat dijumpai detikFinance, di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur.

Umbul mengatakan, transportasi di sini belum bisa beroperasi sepenuhnya hanya ada bus TransJakarta, itu pun hanya sampai jam 5 sore. “Busway cuma sampai jam 5 sore, kan nggak ada penumpangnya juga. Kalau mikrolet itu cuma sampai jam 4 sore saja,” kata dia.

Terminal Pulogebang ditargetkan bakal rampung di akhir tahun ini. Terminal ini mengusung konsep terminal moderen yang memiliki akses langsung tol dan flyover untuk mempercepat keluar masuknya arus kendaraan.(hen/hen)

 Terminal Pulogebang akan Dilengkapi Mal dan Hipermarket 

Terminal Pulogebang, Jakarta Timur akan jadi terminal terbesar se-Asia Tenggara. Terminal yang dikembangkan PT Jaya Konstruksi dan Wijaya Karya (WIKA) ini menghabiskan dana sekitar Rp 430 miliar akan dilengkapi pusat perbelanjaan dan hipermarket.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Terpadu Pulogebang Tiodor Sianturi mengatakan terminal ini dibangun di atas lahan seluas 14,01 hektar. Untuk urusan akses, terminal ini terhubung langsung dengan akses jalan tol dan jembatan layang (flyover).

Fasilitas di terminal ini akan memanjakan para pengunjung, misalnya pengguna kendaraan tak perlu jauh-jauh mencari tempat pengisian BBM karena di terminal ini juga disediakan fasilitas SPBU.

Selain itu, penumpang yang ingin bepergian jarak jauh, namun bingung menitipkan kendaraan pribadinya, ada fasilitas tempat parkir atau penitipan kendaraan di dalam terminal (park in ride) yang bisa menampung 120 kendaraan.

"Kalau memang melebihi, disini juga kan masih banyak tempat, masih luas," kata Tiodor kepada detikFinance, di kantornya, di Bagian UPT Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, Rabu (10/4/2013).

Untuk urusan ketertiban, pihaknya juga menyediakan satu lantai khusus untuk akses keluar masuk penumpang. Hal ini dilakukan agar penumpang dan kendaraan tidak berbaur.

"Pemisahan antara kendaraan dan arus penumpang. Untuk fungsi keamanan penggerak. Akses penumpang lewat jalan penghubung, ada lift atau eskalator. Ada lantai penghubung untuk lalu lintas penumpang, di lantai mezanine sambil menikmati berbagai fasilitas di lantai ini seperti toko-toko ritel atau pun hipermarket," katanya.

Terminal yang akan dioperasikan penuh akhir tahun ini, juga dilengkapi dengan kamera LED di setiap lantai dan gedungnya, sehingga segala kegiatan bisa terpantau dan terekam dengan jelas.

“Pengunjung bisa dimanjakan sehingga tidak seliweran. Ada departmen store, retail, pool AKAP, mal, gedung keberangkatan, mushola, ada lantai penghubung perpindahan penumpang, ada ruang istirahat sopir, tempat parkir 500 kendaraan, ada food court di lantai 3. Untuk perjalanan yang ke luar kota jadi tidak perlu ke tempat lain. Mampir ke sini mau beli oleh-oleh keperluan sudah tersedia di sini,” jelasnya.(hen/hen)


0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More