N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Krait

Kapal patroli 40 m berbahan almunium alloy produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

Panser Canon 90mm

Kendaraan militer dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

PT44 Gudel

Kendaraan taktis militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Rabu, 28 Januari 2015

Sritex jajaki pasar Tiongkok untuk pakaian militer

Ilustrasi - Beberapa pekerja memeriksa seragam militer yang siap diekspor di perusahan garmen PT Sritex, Sukoharjo, Jateng. (ANTARA/Saptono)

P
T
Sri Rejeki Isman Tbk mulai menjajaki pasar Tiongkok, terutama untuk produk pakaian militer dari sebelumnya benang dan kain yang telah lama di ekspor ke negara tersebut.

"Kami sedang jajaki kemungkinan agar produk pakaian militer Sritex dapat menjadi pakaian militer bagi tentara Tiongkok. Kita lakukan secara bilateral," kata Presiden PT Sritex Iwan S Lukminto kepada Antara di Beijing, Rabu.

Ditemui usai mengikuti rangkaian kunjungan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Sofyan Djalil, ia mengatakan kualitas pakaian militer yang diproduksi perusahaannya telah teruji di berbagai negara.

"Jadi, secara kualitas produk kami sudah teruji. Karenanya, kami ingin memasok untuk militer Tiongkok, yang memiliki pasar lebih besar. Dan meski ekonominya melambat, namun untuk consumer goods permintaan tetap ada, seperti benang yang kami ekspor ke Tiongkok selama ini," ungkap Iwan.

Sritex selama ini memasok pakaian militer ke sekitar 30 negara antara lain antara lain tentara Jerman, Inggris, Uni Emirat Arab, Malaysia, Somalia, Australia, Kroasia, dan Hong Kong. PT Sritex juga telah ditunjuk sebagai mitra resmi untuk negara-negara NATO untuk memproduksi seragam militer sejak 1994.

Total volume ekspor seragam militer dari Sritex sepanjang 2014 mencapai lebih dari delapan juta potong atau separuh dari total produksi.

Pemasukan pajak negara dari PT Sritex 2014 mencapai Rp 250 miliar, di mana separuh dari pajak tersebut berasal dari penghasilan penjualan produk militer.

"PT Sritex akan memperluas pasar dengan merambah beberapa negara lagi serta meningkatkan volume ekspor untuk negara-negara yang sudah menjadi pelanggannya. Kami akan tetap memelihara pasar tradisional, meningkatkan volume dan kualitas, sambil menjajaki pasar baru," kata Iwan.

Ia mengakui, ada kendala di negara-negara tertentu yang mensyaratkan penggunaan seragam militer yakni produksi negeri sendiri.

Selain memperkenalkan pakaian militer ke Tiongkok, Iwan mengatakan pihaknya juga tengah menjajaki pembelian sejumlah mesin tekstil serta pengembangan dan penguasaan teknologi guna dapat meningkatkan kapasitas serta kualitas produk di masa datang.

Tak hanya itu, lanjut dia, dengan pelambatan pertumbuhan ekonomi di Tiongkok, menjadikan mereka untuk lebih mudah berinvestasi di Indonesia antara lain karena upah buruh yang dapat terjangkau.

"Salah satu mitra yang akan digandeng untuk berinvestasi di Indonesia, adalah kami. Jadi, semua peluang ini jika digarap serius akan mendatangkan manfaat positif bagi Indonesia. Pelambatan ekonomi di Tiongkok itu momentum bagi Indonesia untuk lebih meningkatkan kinerja ekonominya," tutur Iwan.(R018)

  Antara  

☆ Jenderal Antikorupsi Itu Kini Direkrut Presiden Jokowi

Presiden Jokowi saat mengumumkan tim penyelamat KPK dan Polri (Foto - Intan/Setpres)

Presiden Joko Widodo kemarin memutuskan untuk memperkuat Tim Independen untuk menyelesaikan konflik antara Kepolisian Negara RI dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tim yang awalnya berjumlah tujuh ditambah dua orang lagi.

Dua nama terakhir yang masuk bukan sembarangan. Mereka adalah mantan anggota Panitia Seleksi Komisioner KPK Imam Prasodjo dan mantan Kepala Kepolisian RI Jenderal (purn) Sutanto. Sutanto menambah satu lagi unsur kepolisian di Tim Independen setelah mantan Wakapolri Komisaris Jenderal (purn) Oegroseno.

Seperti apa sosok Sutanto sehingga direkrut Presiden Jokowi menjadi anggota Tim 9?

Sutanto yang lahir di Comal, Pemalang, Jawa Tengah, 30 September 1950 itu merupakan lulusan terbaik peraih Bintang Adhi Makayasa Akademi Kepolisian RI angkatan 1973.

Sejak diangkat menjadi Kepala Kepolisian RI pada 7 Juli 2005, Jenderal Sutanto langsung menabuh genderang perang melawan 4 jenis kejahatan yaitu pertama; korupsi, illegal logging, illegal mining dan penyelundupan. Kedua, kejahatan yang berdampak luas terhadap masyarakat seperti judi dan narkoba.

Ketiga, kejahatan yang meresahkan masyarakat seperti aksi premanisme. Terakhir, menindak aneka bentuk pelanggaran lalu lintas yang mengakibatkan kecelakaan, ketidaktertiban dan kemacetan.

Di bidang pemberantasan perjudian, Sutanto memang tak mengenal kata kompromi. Saat menjabat Kapolda Sumatera Utara pada tahun 2000 dia menangkap gembong judi terbesar di Medan kala itu.

Saat sudah menjadi Kapolri dia perintahkan seluruh Kepala Kepolisian Daerah se-Indonesia tegas memberantas perjudian. Para Kapolda itu diberi waktu satu pekan untuk memberantas judi tanpa pandang bulu.

"Jika ada Kapolda yang tidak mampu memberantas judi, masih banyak pejabat lain yang mampu melaksanakan," kata Sutanto waktu itu.

Masih di bidang pemberantasan narkoba, di masa kepemimpinan Sutanto Polri berhasil menggerebek sebuah pabrik ekstasi dan sabu-sabu berskala terbesar ketiga dunia di Jalan Raya Cikande KM 18, Serang, Banten.

Sikap tanpa kompromi juga ditunjukkan Sutanto ke jajaran internal Kepolisian RI. Dia tak segan menindak anggota korps Bhayangkara jika terbukti melanggar hukum, khususnya korupsi.

Saat mengungkap kasus pembobolan Bank BNI, Sutanto menjebloskan dua anggota Polri Brigadir Jenderal Samuel Ismoko dan Komisaris Besar Irman Santoso karena diduga menerima suap. Bahkan mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Komisaris.

Jenderal Suyitno Landung juga dibui karena diduga menerima suap saat mengusut kasus pembobolan PT Bank BNI.

Purnatugas dari Kepolisian RI pada 30 September 2008, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengangkat Sutanto menjadi Kepala Badan Intelijen Negara. Sutanto yang juga teman diskusi dan satu kamar SBY saat sama-sama menempuh pendidikan di AKABRI mengakhiri jabatan di BIN pada Oktober 2011.

Pada Selasa (27/1/2015) Presiden Joko Widodo meminta Sutanto bergabung dalam Tim Independen untuk menyelesaikan konflik antara Polri dengan KPK.

"Jenderal (Purn) Sutanto, mantan Kapolri. Tapi beliau belum hadir," kata Jimly Asshiddiqie, wakil ketua tim independen, di sela-sela rapat di Sekretarian Negara, Jakarta Pusat, Selasa.

Di Tim 9 nanti, sikap tegas antikorupsi Sutanto kembali diuji.

   detik  

Selasa, 27 Januari 2015

Proses Sertifikasi N-219 Sudah Berjalan

Proses sertifikasi penerbangan N-219 produksi PT Dirgantara Indonesia (DI) dilakukan secara paralel dengan proses pembuatan prototype pesawat sayap tetap berkapasitas 19 penumpang tersebut.

“Proses sertifikasi N-219 sudah dimulai,” jelas Direktur Produksi PT DI, Ari Wibowo dalam keterangannya, Sabtu (24/1).

Pesawat propeler itu dijadwalkan sudah roll-out, diperkenalkan secara resmi kepada publik pada Agustus mendatang. Setelah itu, pesawat akan terbang perdana. Ditargetkan semua tahapan menentukan itu rampung pada sepanjang 2015. Setahun kemudian, pesawat yang dianggap cocok dengan karakteristik wilayah Indonesia bisa diproduksi secara massal.

Menurut Ari, syarat mendapatkan sertifikasi dari Kemenhub itu di antaranya memenuhi jam terbang yang ditentukan. “Biasanya untuk mendapatkan sertifikasi butuh kurang lebih 150 jam terbang,” jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa basic design N-219 sudah rampung dikerjakan. Pihaknya tengah memulai proses produksi pesawat tersebut sehingga diharapkan sudah membentuk purwarupa pesawat tersebut secara utuh.

Dengan demikian, BUMN Strategis itu akan benar-benar mengerahkan segala potensi dan kekuatannya dalam 8 bulan mendatang. Rentang waktu yang akan sangat menentukan.

  Suara Merdeka  

Kisah Srikandi Cantik Bea Cukai

Digembleng Kopassus Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sempat kagum melihat atraksi gadis-gadis yang menenteng senjata di acara upacara peringatan Hari Kepabeanan Internasional ke-63. Ternyata, gadis-gadis terampil tersebut adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru saja diterima di Kementerian Keuangan.

Di Direktorat Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, PNS yang baru masuk (laki-laki ataupun perempuan) bakal dilatih dengan cara militer oleh Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Pelatihan tersebut adalah bekal bagi PNS Bea dan Cukai di lingkungan kerjanya.

"Kami baru masuk setahun, baru rekrutmen CPNS Kementerian Keuangan," tutur Hani, salah satu anggota Srikandi Kolone Senapan Bea dan Cukai kepada detikFinance, di Kantor Bea Cukai Rawamangun, Jakarta, Senin (26/1/2015).

Hani bercerita, dia dilatih selama 5 minggu di Pusdiklat Bea dan Cukai begitu dirinya diterima sebagai PNS. Semua PNS yang baru masuk, menurutnya wajib ikut pelatihan ini.

"Kami dikarantina, selama 5 minggu itu terus menenteng senjata ini," tuturnya.

Dalam upacara pagi tadi, para Srikandi ini memamerkan keahlian mereka dalam baris-berbaris. Tidak hanya itu, mereka juga cukup ahli dalam beratraksi dengan senapan.

Di tengah kesigapan baris-berbaris, para Srikandi ini juga ternyata pintar berjoget. Mereka berjoget diiringi lagu yang sedang tren, yaitu Sakitnya Tuh Di Sini. Para peserta pun tersenyum dan memberi tepuk tangan meriah.

Bukan hanya para peserta, Bambang yang bertindak sebagai inspektur upacara pun terlihat kagum. Senyum sumringah nampak menghiasi wajah mantan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tersebut.

Di akhir atraksi, para Srikandi ini menembakkan senapan mereka ke udara. Namun bukan peluru yang dimuntahkan, melainkan hiasan-hiasan kertas berbagai warna.
Srikandi Cantik Bea Cukai Beraksi Pakai Senjata Asli Buatan Finlandia Ada yang menarik dari upacara peringatan Hari Kepabeanan Internasional ke-63. Ketika upacara, sekelompok perempuan bersenjata berbaris rapi memasuki lapangan. Mereka adalah Srikandi Kolone Senapan Bea dan Cukai.

Kelompok berjumlah sekitar 30 orang ini mengenakan seragam serba hitam. Meski berparas cantik, mereka terlihat garang karena menenteng senjata api.

Senjata yang mereka pegang bukan mainan melainkan senjata laras panjang bermerk Velmet. Ini adalah senjata buatan Finlandia.

"Ini asli, Mas. Lumayan berat, 5 kg," kata Silvia, salah satu anggota Srikandi Kolone Senapan Bea dan Cukai, kepada detikFinance di kantor pusat Ditjen Bea dan Cukai, Jakarta, Senin (26/1/2015).

Dalam upacara pagi tadi, para Srikandi ini memamerkan keahlian mereka dalam baris-berbaris. Tidak hanya itu, mereka juga cukup ahli dalam beratraksi dengan senapan.

Bukan hanya para peserta, Bambang yang bertindak sebagai inspektur upacara pun terlihat kagum. Senyum sumringah nampak menghiasi wajah mantan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tersebut.

Di akhir atraksi, para Srikandi ini menembakkan senapan mereka ke udara. Namun bukan peluru yang dimuntahkan, melainkan hiasan-hiasan kertas berbagai warna.

Bambang pun tidak bisa menyembunyikan kekaguman kepada Srikandi Kolone Senapan. Usai mereka beratraksi, Bambang pun berfoto dengan mereka.

"Terima kasih banyak ya," ujar Bambang.
Srikandi Cantik Bea Cukai Jago Nembak! Pagi tadi, sekelompok perempuan bersenjata meramaikan upacara peringatan Hari Kepabeanan Internasional Ke-63. Mereka adalah Srikandi Kolone Senapan Bea Cukai.

Para Srikandi ini adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru berkarir di Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. PNS baru di Ditjen Bea dan Cukai memang mendapatkan pelatihan oleh Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD.

Silvia, salah seorang anggota Srikandi Kolone Senapan Bea Cukai, mengatakan dia dan teman-temannya juga memperoleh gemblengan Kopassus. Tidak heran mereka punya kemampuan untuk menggunakan senjata.

"Kami juga bisa menembak. Ada pelatihannya juga," tutur Silvia.

Dalam aksinya pagi ini, para Srikandi Kolone Bea Cukai memperlihatkan kemampuan baris-berbaris. Selain itu, mereka juga memperlihatkan kemampuan beratraksi memutar-mutar senjata.
Tak Hanya Nembak, Srikandi Cantik Bea Cukai Juga Jago Karate dan Aikido Dalam upacara peringatan Hari Kepabeanan Internasional ke-63 hari ini, turut tampil kelompok Srikandi Kolone Senapan Bea Cukai. Mereka adalah para perempuan cantik yang lihai baris-berbaris dan menggunakan senapan.

Para Srikandi ini adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Mereka adalah pegawai yang relatif baru.

Sebagaimana lazimnya seorang PNS di Bea Cukai, para Srikandi ini juga mendapatkan gemblengan dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Pendidikan dan pelatihan yang mereka jalani disebut kesamaptaan. Mereka ikut pelatihan selama 5 minggu.

"Itu penerimaan pegawai baru dan mereka dididik kemiliteran. Semua pegawai, nggak lihat laki-laki atau perempuan," tutur Humas Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Rinto Setiawan kepada detikFinance, Senin (26/1/2015).

Tak hanya ahli dalam menggunakan senjata laras panjang bermerek Velmet, lanjut Rinto, Srikandi Kolone Bea Cukai juga diajari latihan bela diri.

"Ada karate, aikido, semua satu paket dalam diklat. Laki-laki atau perempuan, semuanya," tambahnya.(zul/hds)

  detik  

Senin, 26 Januari 2015

Lulusan SMK Zamrisyaf ubah gelombang laut menjadi listrik

Listrik Tenaga Gelombang Laut. Relawan melakukan uji coba Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut - Sistem Bandulan (PLTGL-SB), di Muara Penjalinan, Padang, Sumbar, Selasa (10/12). Penemu energi alternatif itu, Zamrisyaf bersama relawan dari Politeknik Negeri Padang melakukan ujicoba terhadap PLTGL-SB didesain berbentuk ponton dilengkapi bandul, pemindah gerak bandul menjadi gerak putar, transmisi putaran, roda gila (Fly Wheel) dan dinamo, yang dapat menghasilkan daya listrik sekitar 20 Megawatt untuk lautan seluas satu kilometer persegi hanya melalui gelombang laut. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Berawal dari keresahan melihat melimpahnya sumber daya alam yang dapat diolah menjadi energi, Zamrisyaf yang hanya lulusan Sekolah Teknik Menengah (sekarang SMK) berhasil menciptakan pembangkit listrik tenaga gelombang laut.

Melalui karyanya, pria asal Desa Sitalang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat kelahiran 19 September 1958 itu, menciptakan pembangkit listrik tenaga gelombang, dengan sistem bandulan yang telah menghasilkan daya hingga 2.000 watt.

"Setelah melakukan percobaan panjang sejak 2002 hingga 2014 menghabiskan biaya hingga ratusan juta rupiah, akhirnya impian dan cita-cita saya terwujud," kata sosok yang akrab disapa Zam ini.

Ia menceritakan awal mula ide menciptakan listrik dari tenaga gelombang berawal saat berkunjung ke Kabupaten Mentawai, Sumbar, menggunakan kapal laut pada 1999.

Dalam kapal cepat yang ditumpangi Zam berpikir kapal sebesar ini dengan muatan berat di tengah laut dihantam oleh gelombang pasti menghasilkan energi yang besar.

"Energi yang dihasilkan guncangan kapal di tengah laut akibat hantaman gelombang, jika disalurkan tentu akan lebih berguna dan tidak terbuang percuma," ujarnya dalam hati saat itu.

Namun ia masih berpikir keras bagaimana cara agar energi itu dapat diubah menjadi energi mekanik.

"Ternyata, jika kita sudah punya kemauan maka Tuhan yang akan memberikan jalan, dan tanpa disengaja saya menemukan jawabannya saat bepergian menggunakan kapal laut ke Jakarta," katanya.

Di kapal itu ada lonceng besar. Awalnya dia mengira lonceng itu untuk memanggil anak buah kapal, namun ternyata rupanya alat untuk mengukur besar gelombang laut. Jika kapal dihantam gelombang besar maka guncangannya akan membuat lonceng berbunyi.

Lonceng di kapal laut kemudian menjadi dasar idenya menciptakan pembangkit listrik dari tenaga gelombang.

Sejak itu Zam yang sehari-hari merupakan pegawai Perusahaan Listrik Negara mulai mengemukakan idenya pada banyak pihak mulai dari rekan kerjanya hingga atasan.

Tetapi tidak ada yang menanggapinya dengan serius, hingga pada 2002 ia diundang oleh Presiden Megawati ke Istana Negara dalam acara sarasehan penerima Kalpataru.

Pada pertemuan itu Zam menyampaikan idenya di Istana di hadapan sejumlah pejabat tinggi negara.

"Ide Pak Zam bagus, tapi jangan bicara dulu ke publik, kita urus dulu patennya," kata pejabat Kementerian Riset dan Teknologi Didik Hajar Gunadi yang juga menjabat ketua Asosiasi Inventor Indonesia ketika itu.

Akhirnya, Zamrisyaf mengurus paten temuannya, dibantu oleh Univesitas Andalas, dan baru resmi keluar pada 2009 dengan nama alat pembangkit listrik tenaga gelombang dengan sistem bandulan.

Setelah paten keluar dari Dirjen Hak Atas Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, Zam terus melakukan uji coba alatnya.

Ratusan kali percobaan tak mematahkan semangatnya hingga sekitar Desember 2014 ia berhasil menciptakan alat tersebut mendekati sempurna.

Kendati Zamrisyaf tidak pernah menempuh pendidikan formal bidang kelistrikan, selama merancang alat itu dia beberapa kali berkonsultasi dengan sahabatnya staf pengajar Politeknik Negeri Padang, Aidil Zamri.

Pembangkit listrik yang diciptakan Zamrisyaf berupa perahu ponton dengan panjang 4,8 meter, lebar 3 meter dan tinggi 3 meter berbentuk segitiga terbalik dengan berat sekitar 13 ton.

Sumber energi listrik berasal dari bandul yang dipasang horizontal menggunakan sumbu di atas ponton yang akan berayun ketika ponton digoncang gelombang.

Energi yang dihasilkan dari putaran bandul yang memiliki lengan dengan panjang 1,7 meter itu disalurkan pada sebuah dinamo.

Untuk mengoperasikan alat tersebut cukup membawanya ke laut dengan jarak sekitar 100 meter dari pantai dan sebagai penahan agar ponton tidak hanyut digunakan jangkar.

Selama masih ada gelombang ponton akan terombang ambing, maka bandul terus berputar menghasilkan energi untuk disalurkan dan diubah menjadi listrik.

"Sekilas cara kerja alat ini terlihat sederhana, tapi untuk dapat menghasilkan listrik ratusan percobaan diadakan dengan berbagai metode yang tidak gampang," kata Zam.

Awalnya, ketika ponton dibawa ke laut bandul yang ada di atas belum berputar, Zam mencoba mengisi ponton dengan muatan pasir hingga air, namun tetap belum menemukan format ideal.

Ia pun pernah memasang posisi bandul secara vertikal, bahkan untuk panjang lengan, dia terus melakukan percobaan agar diperoleh putaran yang stabil.

"Tak sedikit yang mencemooh bahkan sampai mengatakan apa yang saya lakukan adalah pekerjaan gila," katanya, begitu pertama kali mengetes alat itu di kawasan pantai Pasia Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah, Padang.

Menurut dia, dengan memanfaatkan gelombang laut yang tersedia sepanjang waktu, alat yang diciptakannya menggunakan prinsip energi terbarukan, akrab dan ramah lingkungan. Sebab, dibandingkan dengan pembangkit listrik tenaga matahari jauh lebih murah, juga tidak tergantung pada matahari yang hanya bersinar 12 jam sehari.

Jika dibandingkan dengan PLTA juga lebih murah karena untuk membuat PLTA harus membangun saluran air dulu dan membutuhkan biaya yang juga besar.

 Prototipe 

Ke depan, Zamrisyaf berencana mengembangkan alat dalam skala prototipe, dengan penambahan bandul hingga empat, sehingga daya yang dihasilkan minimal per satu ponton 20 ribu watt.

Ia bercita-cita jika prototipe telah sempurna dan dipasang 100 unit saja di sepanjang pantai Padang, maka daya yang dihasilkan dapat mencapai 20 megawatt.

Sementara, kebutuhan listrik untuk Padang Sumbar hanya 30 Megawatt, artinya krisis energi listrik yang dialami selama ini terselesaikan dan untuk menyambungkan dengan jaringan PLN cukup melakukan koneksi dengan PLTA.

"Saya prihatin energi begitu banyak dibiarkan saja, kita negara maritim, negara kepulauan, energi berserakan di sekeliling, kita sibuk berdebat kusir soal subsidi BBM dan krisis listrik," katanya.

Ia juga berencana mengembangkan alat ini untuk dipasang di kapal nelayan sehingga tersedia sumber energi listrik yang lebih murah daripada diesel.

"Listrik yang ada di kapal dapat dimanfaatkan untuk mendinginkan ikan sehingga hasil tangkapan tetap segar," katanya.

 Pendatang Haram 

Bagi Zamrisyaf, berkecimpung dalam dunia kelistrikan bukan hal baru, mengingat ia adalah salah seorang pegawai Perusahaan Listrik Negara yang baru saja pensiun pada 2014.

Kendati tidak memiliki pendidikan formal tentang listrik karena saat menempuh pendidikan di STM Zam mengambil jurusan mesin, sejak dulu ia mengaku punya minat yang tinggi terhadap listrik.

Berkat ketertarikannya itu, Zam berhasil menciptakan pembangkit listrik mikrohidro di kampungnya pada 1979 yang membuat ia terpilih sebagai salah seorang penerima Kalpataru pada 1983.

Namun, mikrohidro yang didirikannya bermasalah dengan pemerintah daerah sehingga Zam memutuskan menjadi pendatang haram ke Malaysia untuk bekerja sebagai kuli bangunan.

Enam bulan di Malaysia, ia bertemu dengan salah seorang wartawan Sinar Harapan yang kemudian mengusulkan Zam sebagai penerima Kalpataru atas karya minihidro di kampungnya.

Pada 1983, suami dari Erliza itu dianugerahi Kalpataru oleh pemerintah pusat, yang diterima oleh orang tuanya karena Zam masih di Malaysia.

Setelah menerima Kalpataru ia pun kembali ke kampung dan ditawari oleh Gubernur Azwar Anas kala itu untuk bersama-sama membangun Sumbar dengan bekerja di PLN hingga pensiun pada Oktober 2014.

Kendati telah memasuki masa pensiun, semangat dan tekadnya untuk berkarya terus meluap-luap, dengan memanfaatkan sumber daya alam yang begitu kaya dan melimpah, yang selama dibiarkan mubazir.

  Antara  

Apel Impor AS Berbakteri

Kasus Bakteri Berbahaya, Mendag Gobel Setop Impor Apel Asal AS imageKementerian Perdagangan (Kemendag) menghentikan izin kegiatan impor apel jenis Granny Smith dan Gala asal Amerika Serikat (AS), mulai hari ini (26/1/2015).

Pengehentian impor terkait peringatan yang dikeluarkan Kementerian Pertanian Amerika Serikat atau The United States Department of Agriculture (USDA) terkait Apel dugaan produk apel mengandung bakteri berbahaya, Listeria Monocytogenes. Di AS, kasus ini muncul setelah beberapa orang terinfeksi bakteri karena mengkonsumsi candy berbahan baku apel Granny Smith dan Gala.

"Mulai hari ini sudah kita hentikan impor Apel yang asal Amerika itu. Alasannya karena di Amerika sendiri kan sudah dilarang," kata Gobel usai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan Perizinan Satu Pintu (PTSP) di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Senin (26/1/2015).

Ia menegaskan, keputusan ini pun akan segera ditindaklanjuti oleh seluruh jajaran di Kementerian Perdagangan (Kemendag), misalnya soal penanganan apel-apel impor AS yang akan masuk ke Indonesia sebelum ada kasus ini muncul. Selain itu, melakukan pengawasan terhadap apel-apel impor asal AS khususnya jenis granny dan gala AS, yang sudah terlanjur beredar di masyarakat.

"Hari ini akan saya bahas di Kemendag soal teknisnya," pungkas Gobel.

Sebelumnya, Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian (Kementan) Banun Harpini mengatakan telah terjadi kasus pada 9 Januari 2015 di AS yang menyebabkan beberapa korban terinfeksi bakteri Listeria Monocytogenes.

Kemudian pada Rabu (21/1/2015), USDA memberikan informasi penarikan produk tersebut dari pasar, ke kementerian pertanian Indonesia. Bakteri berbahaya ini bisa membuat seorang yang terinfeksi akan terkena kejang otot dan diare.(dna/hen)
Bakteri di Apel Gala dan Granny Smith Makan Korban, 7 Meninggal imageBakteri yang ditemukan dalam apel jenis Granny Smith dan Gala diduga sama dengan bakteri Apel California yang tahun lalu merenggut 7 nyawa dan belasan lainnya jatuh sakit keras.

Bakteri tersebut bernama Listeria monocytogene yang ditemukan oleh Food and Drug Administration (FDA) di dalam apel yang diproduksi pabrik Bidart Bros di Bakersfield, California.

"Bakteri yang sama juga ditemukan di apel-apel Bidart Bros yang sudah ditarik," kata FDA dalam keterangan tertulis yang dikutip Reuters, Senin (26/1/2015).

Bakteri ini mulai menyebar di AS sejak Oktober tahun lalu. Dalam dua bulan ada 32 orang jatuh sakit gara-gara memakan apel ini dan 7 orang meninggal di 11 negara bagian.

Bidart Bros sudah menyatakan penarikan atas produk apel jenis Granny Smith dan Gala yang sudah terlanjut beredar di pasaran. Pengiriman terakhir apel-apel ini dilakukan pada 2 Desember 2014.

Kementerian Pertanian AS alias USDA telah memberikan peringatan dini kepada pemerintah Indonesia soal penarikan produk apel ini.

Menteri Perdagangan RI Rachmat Gobel merespons dengan menghentikan izin impor. "Mulai hari ini sudah kita hentikan impor Apel yang asal Amerika itu," kata Gobel usai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Perizinan Satu Pintu (PTSP) di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, hari ini.(ang/dnl)
Apel Malang Lebih Sehat Kasus apel impor asal Amerika Serikat (AS) yang mengandung bakteri berbahaya Listeria monocytogenes, membuat momentum bagi konsumen di Indonesia untuk mengkonsumsi produk apel lokal, yaitu Apel Malang.

Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian (Kementan) Banun Harpini mengatakan selama ini ada anggapan di masyarakat Indonesia, kualitas apel impor lebih baik dan lebih sehat dari produk lokal. Namun dengan adanya kasus ini telah membuktikan sebaliknya.

"Ini momentum untuk mengkonsumsi apel lokal, bahwa juga memberikan pemahaman apel impor yang kita anggap sehat dan bentuknya bagus, belum tentu sehat, ini momentum kita. Apel Malang kita jauh lebih sehat," kata Banun kepada detikFinance, Senin (26//1/2015).

Banun menambahkan, bakteri Listeria monocytogenes di Indonesia sejatinya sudah ada. Namun setiap ras manusia dari berbagai belahan dunia memiliki respons yang berbeda terhadap bakteri yang menyebabkan kejang otot hingga diare ini.

"Misalnya ras di Indonesia dan Eropa, ketahanan berbeda terhadap bakteri tertentu," katanya.

Kementerian Pertanian Amerika Serikat (AS) The United States Department of Agriculture (USDA) memberikan peringatan dini kepada pemerintah Indonesia, soal panarikan produk apel Granny Smith dan Gala yang diduga mengandung bakteri berbahaya, Listeria monocytogenes.

Penarikan ini terkait kasus terefeksinya beberapa orang di AS pasca mengkonsumsi permen yang berbahan baku apel Granny Smith dan Gala pada 9 Januari 2015 lalu.

Menanggapi ini, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menghentikan izin kegiatan impor apel jenis Granny Smith dan Gala asal Amerika Serikat (AS), mulai hari ini (26/1/2015).

Pengehentian impor terkait peringatan yang dikeluarkan Kementerian Pertanian Amerika Serikat atau The United States Department of Agriculture (USDA) terkait Apel dugaan produk apel mengandung bakteri berbahaya, Listeria Monocytogenes. Di AS, kasus ini muncul setelah beberapa orang terinfeksi bakteri karena mengkonsumsi permen berbahan baku apel Granny Smith dan Gala.(hen/hds)

  detik  

Berita Sekitar Kilang Pertamina

Penyebab Kilang Pertamina Hanya Bisa Olah Kilang Mahal imageIndonesia memiliki 6 kilang minyak yang dikelola PT Pertamina (Persero). Namun sayangnya, kilang ini hanya mampu mengolah minyak yang harganya mahal jenis sweet crude. Sementara di pasar minyak, stok paling banyak tersedia adalah jenis sour crude.

Vice President Strategic Planning, Business Development, and Operation Risk Direktorat Pengolahan Pertamina Achmad Fathoni Mahmud mengakui, kilang-kilang Indonesia saat ini hanya mampu mengolah jenis minyak sweet crude.

"Pasalnya, desain awal kilang minyak Indonesia atau Pertamina dibangun berdasarkan jenis minyak yang ada di perut bumi Indonesia," kata Fathoni di acara Workshop Direktorat Pengolahan Pertamina di Sentul, Bogor, akhir pekan lalu.

Fathoni mengatakan, kilang minyak Indonesia ada yang dibangun pada masa kolonial Belanda yaitu pada 1992 atau 1935. Saat itu, Indonesia banyak memproduksi minyak dengan jenis sweet crude dengan kadar sulfur (belerang) di bawah 1%.

"Dulu kita bahkan bisa ekspor karena produksi kita banyak sekali. Sayangnya seiring perjalanan waktu produksi minyak kita terus turun, bahkan produksi kita tinggal mengais-ngais di bebatuan. Minyak yang didapat sulfurnya juga cukup tinggi," ungkapnya.

Tidak hanya di Indonesia, jenis minyak sweet crude ini di pasar minyak Internasional makin hari makin sedikit. Tentunya membuat harganya menjadi mahal.

"Yang banyak sekarang justru jenis minyak sour crude. Jenis minyak ini asam, sulfirnya tinggi lebih dari 1-3%. Kilang kita belum dapat mengolah jenis minyak ini. Kilang yang bisa olah minyak ini kilang modern seperti di Singapura dan Amerika," jelas Fathoni.

Desain kilang milik Pertamina, lanjut Fathoni, hampir seluruhnya menggunakan bahan dasar besi. Bukan alumunium seperti di Singapura.

"Bila kilang kita dipaksakan mengolah minyak sour akan bahaya, berkarat semua. Bisa bocor di mana-mana, bahkan bisa meledak," ungkapnya.

Agar kilang minyak makin fleksibel dan bisa memproduksi minyak yang sulfurnya tinggi, saat ini Pertamina sedang mengerjakan program Refinery Development Masterplan Program (RDMP). RDMP diproyeksikan akan mendongkrak kapasitas pengolahan minyak mentah dari posisi saat ini sekitar 820.000 barel/hari (bph) menjadi 1,68 juta bph atau dua kali lipat.

Fleksibilitas kilang juga meningkat, yang di antaranya ditunjukkan dengan kemampuannya untuk mengolah minyak mentah dengan tingkat kandungan sulfur setara 2%. Saat ini, kandungan sulfur pada minyak mentah yang dapat ditoleransi hanya 0,2%.

Dengan kompleksitas tinggi, produksi bahan bakar yang dihasilkan akan naik sekitar 2,5 kali lipat dari 620.000 bph saat ini menjadi 1,52 juta bph dengan produk utama gasoline dan diesel. Produk-produk tersebut akan memiliki kualitas tinggi yang memenuhi standar Euro IV.
Penyebab Kegagalan RI Bangun Kilang Minyak imageSudah 20 tahun Indonesia tidak pernah membangun kilang minyak baru. Bahkan saat ini ada kilang minyak yang masih beroperasi merupakan 'warisan' dari era kolonial Belanda.

Direktur Pengolahan PT Pertamina (Persero) Rachmad Hardadi mengatakan, sudah banyak sekali investor yang datang ke Indonesia ingin membangun kilang. Namun ujungnya selalu gagal.

"Investor itu banyak yang mau bangun kilang minyak di Indonesia. Karena produksinya sudah pasti terserap seluruhnya," ujar Rachmad dalam Workshop Direktorat Pengolahan Pertamina di Sentul, Bogor, akhir pekan lalu.

Pasalnya, saat ini kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional mencapai 1,3-1,5 juta barel/hari. Sementara kilang Pertamina hanya memiliki kapasitas terpasang 1,03 juta barel. Tapi karena teknologinya sudah lama, minyak mentah yang diolah maksimal sekitar 800.000 barel/hari.

Rachmad mengungkapkan, sebenarnya masalah dalam pembangunan kilang bukan soal insentif. Menurutnya, sulitnya Indonesia memiliki kilang baru lebih disebabkan hambatan lahan.

"Yang buat gagal bangun kilang itu karena setiap kita umumkan lokasinya, sementara tanahnya belum bebas, pastinya harganya langsung melonjak dan proyek kilang jadi tidak ekonomis. Seperti dulu kita mau bangun kilang di Gresik dan Banten, harganya tanah di sana (lokasi kilang) langsung melonjak. Makanya, kalau mau sukses bangun kilang jangan diumumkan lokasinya," ungkap Rachmad.

Rachmad menambahkan, apabila tidak melakukan apa-apa, baik meremajakan kilang yang ada atau membangun kilang baru, maka pada 2025 Indonesia akan sangat tergantung pada impor BBM.

"Saat ini kebutuhan bensin Premium kita mencapai 39 juta kiloliter (kl)/tahun, tapi yang hanya mampu disediakan dalam negeri hanya 13 juta kl. Begitu juga untuk Solar, kebutuhannya 34 juta kl/tahun, yang mampu dipasok dalam negeri hanya 19 juta kl/tahun. Kalau kita tidak berbuat apa-apa, maka pada 2025 kebutuhan bensin kita diperkirakan mencapai 77 juta kl/tahun dan 64 juta kl/tahun dipasok dari impor. Hal yang sama juga terjadi pada diesel, pada 2025 kebutuhannya diperkirakan 54 juta kl/tahun sehingga akan ketergantungan impor sebanyak 35 juta kl/tahun," terangnya.

Sebagai antisipasi dari ancaman yang sudah nyata tersebut, Pertamina melakukan 2 langkah. Pertama melakukan peremajaan dan penambahan kapasitas kilang yang ada saat ini melalui program Refinery Development Master Plan (RDMP).

"Total dana yang dibutuhkan untuk meningkatkan performa 5 kilang yakni Dumai, Plaju, Cilacap, Balikpapan, dan Balongan mencapai US$ 25 miliar (Rp 300 triliun). Sudah dimulai proyeknya dan akan selesai pada 2025. Sehingga kapasitas pengolahan dari 820.000 barel/hari menjadi 1,68 juta barel/hari," kata Rachmad.

Kedua, membangun kilang di Bontang (Kalimantan Timur) dengan investasi diperkirakan sekitar US$ 10 miliar (Rp 120 triliun) dengan kapasitas 1 x 300.000 barel/hari.

"Kenapa di Bontang, karena tanahnya sudah bebas 150 hektar, sudah siap. Mei akan dimulai feasibility study. Tapi sebenarnya idealnya kita harus punya 3 kilang baru, kita fokusnya bisa selesainya kilang di Bontang ini. Selain tanah, di sana sudah memiliki fasilitas infrastruktur lainnya mulai dari pelabuhan, bandara, rumah sakit dan lainnya, sehingga investasi bisa kurang dari US$ 10 miliar. Tapi untuk bangun kilang baru belum ada fasilitas seperti di Bontang biayanya US$ 10 miliar," jelas Rachmad.
Kilang TPPI Begitu 'Seksi' Buat RI Pemerintah saat ini sedang berusaha menyelesaikan permasalahan hukum dan utang yang menumpuk pada kilang Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Pasalnya, bila bisa dioperasikan maka Indonesia bisa menghapuskan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis RON 88 alias Premium.

"Kilang TPPI ini sangat 'seksi', sangat penting untuk saat ini. Dengan fasilitas kilang ini, seandainya bisa dioperasikan Pertamina, maka tidak ada lagi produksi Premium 88," kata Direktur Pengolahan PT Pertamina (Persero) Rachmad Hardadi dalam Workshop Direktorat Pengolahan di Sentul, Bogor, akhir pekan lalu.

Rachmad mengatakan, Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi yang dipimpin Faisal Basri telah merekomendasikan agar Indonesia tidak lagi menggunakan bensin Premium. Saat ini di dunia sangat jarang dijual bensin RON 88, sehingga kalau ada itu harus dipesan khusus dan harganya mahal.

"Pertanyaannya, bisa nggak dalam 5 bulan sesuai rekomendasi Tim Reformasi, Pertamina memproduksi BBM seluruhnya minimal RON 92? Jawabannya, kalau dengan infrastruktur yang dimiliki Pertamina saat ini, tentunya tidak bisa," ucap Rachmad.

Rachmad menjelaskan, kebutuhan gasoline (Pertamax, Premium, dan Pertamina Dex) nasional saat ini mencapai 16 juta barel/bulan. Dari jumlah tersebut, hanya 6 juta barel/bulan yang bisa disediakan dari dalam negeri.

"Dari produksi 6 juta barel/bulan tersebut, 5,7 juta barel merupakan Premium RON 88. Sisanya 300.000 barel/bulan itu produksi RON 92 dan 95," ungkapnya.

"Bagaimana bisa mengubah 5,7 juta barel tersebut jadi Pertamax 92? Kalau dengan infrastruktur yang dimiliki Pertamina saat ini tidak bisa. Itu baru bisa dilakukan setelah program RDMP (Refinery Development Master Plan) kilang Pertamina selesai pada 2025," tambahnya.

Rachmad menambahkan, ada opsi lain yang sangat 'seksi' tadi yakni menggunakan fasilitas kilang TPPI. Apalagi kilang ini menganggur namun lengkap fasilitasnya. Dengan memanfaatkan kilang ini, maka seluruh produksi gasoline bisa menjadi RON 92 alias Pertamax.

"Kita ngomong seandainya ya. Kilang TPPI bisa dioperasikan Pertamina, maka 5,7 juta barel Premium tadi bisa diubah jadi Pertamax. Kita punya produksi nafta yang cukup banyak, sampai-sampai harus diekspor karena penampungannya tidak cukup. Dari produksi nafta saat ini, 55%-nya bisa diubah jadi Pertamax dengan fasilitas TPPI," jelasnya.

Dengan menggunakan kilang TPPI, demikian Rachmad, maka Pertamina bisa menghapus Premium dalam 5 bulan saja. Jauh lebih cepat dari instruksi pemerintah, yaitu maksimal 2 tahun.

"Tidak perlu menunggu 2 tahun atau 2025, 5 bulan pun kita siap produksi Pertamax seluruhnya. Tapi kalau tidak, 5,7 juta barel tadi mau diapakan?" tuturnya.

  detik  

Kim Jong-un Kemungkinan Hadiri Peringatan KAA di Bandung

Kim Jong-un dan Ibu Negara

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kemungkinan menghadiri pertemuan internasional Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung 19-24 April nanti.




Informasi ini di sampaikan oleh sumber pemerintah seperti dilansir Korea Herald, Minggu (25/1/2015).



Bila benar Kim akan menghadiri acara di Bandung, maka itu akan menjadi debutnya di kancah diplomatik internasional sebagai pemimpin negara terisolasi itu. Sebab selama ini tidak ada laporan dia melakukan kunjungan ke luar negeri sejak dia memegang tampuk kekuasaan pada Desember 2011.

"Bagi Kim Jong-un…pertemuan di Bandung akan menjadi jadwal diplomatik penting," kata sumber di pemerintahan Korsel sebagaimana dikutip Sputnik International dari Yonhap.



Jika Kim Jong-un benar hadir di Bandung, maka dia mengikuti jejak pendahulunya Kim Il Sung, yang juga hadir dalam peringatan KAA ke-10 pada 1965. Saat itu Kim Il Sung mendapat kenang-kenangan dari Presiden Soekarno berupa bunga anggrek. Bunga itu lantas dikembangbiakkan di Korut dan dikenal dengan nama 'bunga Kim Il Sung'.



Menyusul perjalanan perdananya ke luar negeri yang jatuh di Bandung, Kim diharapkan mengunjungi Moskow pada Mei mendatang untuk menghadiri peringatan kemenangan Uni Soviet dalam Perang Dunia II. Menlu Retno Marsudi pada 9 Januari 2015 mengatakan segmen pertama KAA digelar di Jakarta 19-23 April 2015. Sementara segmen kedua, yaitu segmen persiapan akan digelar di Bandung pada 24 April 2015.

"Kembali ke segmen yang berada di Jakarta akan terdiri dari beberapa pertemuan-pertemuan dengan tingkat pejabat tinggi atau SOM (Senior Official Meeting). Diteruskan dengan pertemuan tingkat menteri dan akan diakhiri pertemuan pada tingkat leaders, kepala negara atau kepala pemerintahan," jelas Retno.

Retno menjelaskan, ada 109 kepala negara dan 25 organisasi internasional yang akan diundang dalam acara tersebut.‎ Tema yang akan diusung dalam acara itu adalah penguatan kerjasama negara Selatan-Selatan.

"‎Tema yang akan kita jual dalam peringatan 60 tahun KAA adalah penguatan, kerjasama Selatan-Selatan. Tetapi pada saat yang sama, kita juga menginginkan agar kerjasama Selatan-Selatan ini juga memberikan kontribusi terhadap upaya untuk mempromosikan perdamaian dan kesejahteraan dunia," paparnya.(nrl/nrl)

  ♆ detik  

Minggu, 25 Januari 2015

Freeport Jadi Perpanjang Kontrak

Perpanjang Kontrak, Freeport Harus Penuhi Beberapa Syarat imageFreeport★

Presiden Joko Widodo (Jokowi) beri izin perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) terkait izin ekspor PT Freeport Indonesia yang habis besok, 25 Januari 2015. Awalnya, Freeport terancam tidak bisa memperpanjang izin tersebut lantaran belum ada kejelasan mengenai pembangunan smelter yang mereka janjikan kepada pemerintah Indonesia mulai tahun ini.

Di kompleks istana kepresidenan, Sabtu 24 Januari 2015, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, mengatakan, izin ekspor akan diperpanjang selama enam bulan, untuk memberikan waktu kepada Freeport agar bisa memenuhi keinginan pemerintah.

''Dalam waktu itu harus diyakinkan ada keputusan Freeport yang mengakomodasi semua aspirasi pemerintah,'' ujar Sudirman.

Ia juga mengatakan, pemerintah ingin Freeport lebih banyak berperan terhadap pembangunan, salah satunya adalah dengan menambah penerimaan yang disetor ke pemerintah. Selain itu, peran putra putri daerah juga harus lebih ditingkatkan.

''Kita ingin mereka (putra daerah) lebih masuk ke tempat yang memiliki fungsi penting, jangan hanya diberi peran yang sifatnya support,'' imbuh Sudirman.

Penggunaan konten lokal dalam mendukung kegiatannya juga harus ditingkatkan. Pemerintah menargetkan sebesar lima persen peningkatan konten lokal tiap tahunnya.

Mengenai hal ini, Sudirman kaget, karena selama ini tidak ada target laporan secara terperinci yang sudah dilakukan. ''Itu yang mau kita audit. Jadi selama ini pakai kalimat 'menaikkan local content', tapi ukurannya berapa tidak dijabarkan. Itu yang mau kita ukur, itu yang mungkin kita ingin perbaiki,'' jelasnya.

Sudirman mengaku optimis, Freeport akan memenuhi keinginan pemerintah tersebut. Hal itu dikarenakan apa yang diberikan Freeport pada Indonesia tidak sebanding dengan besarnya sumber daya alam yang sudah dikeruk perusahaan tersebut.

''Kan pemerintah punya hak memperpanjang atau tidak memperpanjang. Saya sih berharap, mereka sudah lama di sini, sudah banyak juga yang diambil. Jadi, kalau kita sekarang punya pemikiran yang lebih baik untuk negara dan tidak merugikan mereka, seharusnya tidak masalah,'' tegas pria yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Pindad tersebut.

Penandatanganan kerjasama pemerintah dan Freeport akan dilakukan besok, Minggu 25 Januari 2015. Rencananya, kementerian ESDM akan memberikan keterangan resmi mengenai hal ini pada pukul 14.00 WIB, besok.(one)
Janji ke Pemerintah imagePT Freeport Indonesia dan pemerintah menandatangani perpanjangan nota kesepahaman (MoU) terkait ekspor konsentrat tembaga hari ini, Minggu 25 Januari 2015.

Dalam kesepakatan tersebut, Freeport Indonesia sepakat untuk tetap membayar kewajiban keuangan yang berlaku sesuai dengan kesepakatan pada Juli 2014 yang lalu.

Selain itu, PT FI berencana menginvestasikan sekitar US$15 miliar untuk pengembangan tambang bawah tanah. Dengan proyeksi, mulai saat ini hingga 2041, ditambah investasi proyek smelter tembaga tambahan sekitar US$ 2,3 miliar.

"Ekspor konsentrat tembaga akan dilakukan, dengan mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku. Kami akan terus menjajaki peluang pengembangan pabrik pengolahan dan premium (smelter) di Papua melalui berbagai studi kelayakan yang komprehensif," ujar Presdir Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin dalam keterangan tertulisnya yang diterima VIVA.co.id.

Maroef menyampaikan bahwa di saat yang bersamaan, sambil menunggu perencanaan dan persiapan sarana serta infrastruktur di Papua, pihaknya juga mempersiapkan lokasi di Gresik, Jawa Timur.

"Kami telah menjalin kerja sama dengan BUMN terkait, seperti Petrokimia Gresik. Freeport Indonesia akan terus berupaya memberikan manfaat, bahkan nilai tambah secara berkelanjutan kepada negeri ini, masyarakat Papua, serta seluruh karyawan maupun segenap pemegang saham. Ini sejalan dengan aspirasi nasional yang nantinya akan dituangkan dalam amandemen kontrak karya," terangnya.

Sebelumnya, pada Juli 2014, pemerintah Indonesia dan PT FI melakukan MoU di mana pihak PTF I sepakat untuk membayar bea keluar ekspor sesuai peraturan yang terbit pada periode tersebut, membayar jaminan kesungguhan pembangunan smelter sebesar US$115 juta dan meningkatkan royalti. (asp)

  Vivanews  

Alat Kesehatan Made in Indonesia Laris Manis di Negara Konflik

imageAlat kesehatan made in Indonesia semakin dilirik pasar Timur Tengah dan Afrika. Alat kesehatan asli Indonesia laris manis di negara-negara rawan konflik perang.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Nus Nuzulia Ishak menyebutkan, ekspor alat kesehatan (alkes) ke dunia meningkat rata-rata hampir mencapai 10% setiap tahunnya. Dalam 5 tahun terakhir, dikatakan Nus, ekspor alkes meningkat 9,35% dengan nilai US$ 298,91 di tahun 2013.

"Tren peningkatan kinerja ekspor alkes di kawasan Timur Tengah dan Afrika juga tak lepas dari upaya promosi yang dilakukan secara aktif, konsisten, serta berkesinambungan sejak 2006 yang didukung oleh Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI)." tuturnya dalam siaran pers, Minggu (25/1/2015).

Nus menyebutkan, pasar Timur Tengah memang sangat potensial, terutama Uni Emirat Arab yang menjadi pintu masuk ekspor bagi negara di kawasan Indonesia TImur. Negara-negara sekitarnya membutuhkan berbagai produk peralatan kesehatan, terutama negara-negara yang tengah terlibat konflik.

Hubungan perdagangan Indonesia dengan UEA meningkat sebesar 31,79% selama periode Januari-Oktober 2014 sebesar US$ 3,57 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

"Pasar Timur Tengah sebagai kawasan negara kaya seperti UEA, Arab Saudi, Qatar, dan Bahrain, sangat potensial. Peningkatan permintaan Alkes di Timur Tengah digerakkan oleh tingginya pertumbuhan populasi dan urbanisasi, serta kepedulian menjaga kesehatan sebagai bagian gaya hidup masa kini.” paparnya.

Kementerian Perdagangan bakal mempromosikan alkes lebih masif lagi melalui pameran Arab Health Fair yang akan berlangsung pada 26–29 Januari 2015 di Dubai, UEA. Pameran ini merupakan pameran produk kesehatan terbesar untuk kawasan Afrika dan Timur Tengah yang dikunjungi oleh para importir, wholesaler, dan distributor dari berbagai negara.

"Partisipasi Indonesia dalam pameran ini bertujuan agar produk kesehatan Indonesia kian dikenal dan diserap oleh pasar di dua kawasan tersebut khususnya dan dunia umumnya,” kata Nus.

Mengusung tema Trade with Remarkable Indonesia, Paviliun Indonesia seluas 60 m2 ini akan ditempati oleh sembilan perusahaan dengan desain khusus bercirikan Indonesia.

Produk yang akan ditampilkan antara lain sphygmomanometer, stethoscopy replacement parts (PT. Sugih Instrumendo Abadi), Auto Disable Syringes, Disposable Syringes, Hypodermtc Needles (PT. Oneject Indonesia), Nasal Cannule, Surgical Mask, Syringe, Infusion set (PT. Jayamas Medica Industri), Examination Lamp, X-Ray Film Viewer, Needle Destroyer, Lovens Portable, ECG 12 Lead (PT. Tesena Inovindo), Medical Bag, Emergency Bag (PT. Trimitra Garmedindo Interbuana), Disposable Surgical Mask, Underpad, Doctor Cap, Nurse Cap, Surgical Golon, Shoes cover (CV. Beauty Kasatama), Orthopaedic Implants & Instruments (PT. Eka Ormed Indonesia), Latex, Nitrile, Vinyil Disposable, Examination Gloves, Alcohol Swabs, Face Mask, Under Pads, and Diapers (PT. Arista Lutindo), serta Vaksin dan Serum (PT. Bio Farma).

"Indonesia dapat meraih peluang bisnis seoptimal mungkin dalam pameran ini, sehingga dapat meningkatkan ekspor produk kesehatan Indonesia yang pada akhirnya dapat mendongkrak pencapaian target ekspor yang telah ditetapkan." katanya.

Sebelumnya, promosi alkes dilakukan di Vietnam pada 2012 dan menghasilkan kontak dagang US$ 1,13 juta; pada 2013 di Riyadh, Arab Saudi menghasilkan total transaksi US$ 710 ribu; dan pada 2014 di Johannesburg, Afrika Selatan dengan total transaksi US$ 2,24 juta.

  detik  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More