N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Krait

Kapal patroli 40 m berbahan almunium alloy produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

Panser Canon 90mm

Kendaraan militer dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

PT44 Gudel

Kendaraan taktis militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Minggu, 23 November 2014

Mewujudkan gagasan tol laut

ilustrasi--Pengembangan Pelabuhan Laut. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Gegap-gempita kampanye pemilihan presiden pada Juni hingga Juli 2014 bertambah gempar ketika Calon Presiden Joko Widodo-Wapres Jusuf Kalla waktu itu mengemukakan gagasan pembangunan tol laut dan poros maritim yang menghubungkan pulau-pulau di Indonesia.

Gagasan yang disampaikan dalam debat capres yang disiarkan radio dan televisi secara langsung itu mendapat beragam tanggapan dari publik. Ada yang sangat mendukung, ada yang sinis dan ada pula menganggap sebagai kemustahilan. Pro-kontra pun mengiringi hari-hari karena memang waktu itu sedang kampanye politik sehingga gagasan bisa ditanggapi dengan berbagai argumentasi.

Pihak yang mendukung tentu orang atau siapapun yang mendukung pasangan Joko Widodo (Jokowi)-JK serta kalangan yang memahami perlunya era baru dalam pengelolaan potensi laut. Pihak yang sinis dan menganggap gagasan ini sebagai kemustahilan, tentunya pendukung lawan politik pasangan ini.

Berbagai pertanyaan dan pernyataan publik berseliweran di hari-hari kampanye politik. Ingatan sebagian publik tertuju kepada gagasan tol laut yang pernah diwacanakan Kementerian BUMN dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebelum kampanye pemilihan presiden mengenai tol laut yang menghubungkan Jakarta ke arah timur Pulau Jawa melintasi pantai.

Apalagi saat itu juga ada pembangunan tol laut di Bali yang sedang memasuki babak akhir sebelum diresmikan penggunaannya. Ataukah seperti Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu)? Apalagi saat itu bertepatan pula dengan upaya untuk mewujudkan Jembatan Selat Sunda (JSS) yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Sumatera melintasi Selat Sunda.

Gagasan pembangunan tol laut itu menggelegar. Tetapi akan seperti apa dan bagaimana mewujudkannya? Sampai terpilihan Jokowi-JK pada 9 Juli dan pelantikan sebagai presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2014, gagasan tol laut terus menggema dan publik mengejar akan seperti apa gagasan itu. Itulah keingintahuan publik dan janji yang belum tunai.

Itulah sebabnya Direktur Archipelago Solidarity Foundation Engelina Pattiasina dalam diskusi "Kemandirian Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia" di Jakarta mengemukakan, pemerintah perlu lebih mengelaborasi atau menjelaskan kepada publik mengenai arah dan implementasi gagasan tersebut.

Setidaknya ada tiga fakta yang patut menjadi acuan penting dan menjadi peluang besar dalam upaya pengembangan maritim.

Pertama, kata Engelina, keberadaan sebagai negara kepulauan menjadikan Indonesia sebagai surga keaneragaman atau biodiversity terbesar dunia.

Dalam kaitan ini, Indonesia patut berbangga karena merupakan negara kepulauan terbesar dengan 17.504 pulau.

Kedua, sebagian besar wilayah Indonesia merupakan lautan dan mengandung posisi strategis, baik aspek pertahanan, keamanan, politik, ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan. Selain itu, Indonesia berada di persimpangan dunia, di antara dunia benua dan dua samudra.

"Letak strategis ini menjadikan Indonesia penting bagi negara mana pun yang hendak membangun hubungan internasional dan regional," katanya.

Ketiga, Indonesia bukan hanya diapit dua samudra dan dua benua, tetapi juga berbatasan dengan 10 negara. Hal ini, berarti ada 10 negara yang mengelilingi Indonesia, mulai dari Malaysia, Singapura, India, Thailand, Vietnam, Filipina, Palau, Papua Nugini, Timor Leste dan Australia.

 Pelabuhan 

Perlahan namun tampak pasti, pemerintah mulai membuka penjelasan mengenai gagasan tol laut dan poros maritim. Dengan demikian membuka mata hati pemahaman publik maksud dan tujuan gagasan tersebut.

Ternyata, tol laut dan poros maritim berbeda sama sekali dengan prediksi dan pemahaman bahwa seolah-olah seperti jembangunan jembatan Suramadu, JSS dan tol laut yang pernah digagas Kementerian BUMN dan Kementerian Pekerjaan Umum. Dalam bahasa yang sederhana tol laut diwujudkan dengan menyiapkan infrastruktur pelabuhan dan penyeberangan.

Dengan infrastruktur pelabuhan dan penyeberangan yang memadai dan terkelola dengan manjemen yang efisien, maka nantinya arus barang dan jasa serta orang akan lebih baik. Langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mewujudkan gagasan tersebut mulai disampaikan dan publik mulai terbuka pemahamannya.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas telah mendesain konsep tol laut yang dicetuskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan 24 pelabuhan. Pelabuhan sebanyak itu terbagi atas pelabuhan yang menjadi hubungan internasional, pelabuhan utama dan pelabuhan pengumpul.

Sebanyak 24 pelabuhan itu, antara lain, Pelabuhan Banda Aceh, Belawan, Kuala Tanjung, Dumai, Batam, Padang, Pangkal Pinang, Pelabuhan Panjang. Selanjutnya, Pelabuhan Tanjung Priok, Cilacap, Tanjung Perak, Lombok, Kupang, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Maloy, Makassar, Bitung, Halmahera, Ambon, Sorong, Merauke dan Jayapura.

Seperti telah diberitakan berbagai media, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas, Dedy S Priatna mengatakan, hanya Pelabuhan Kuala Tanjung, Bitung dan Sorong yang akan dibangun baru. Sedangkan sisanya hanya perluasan atau pengembangan.

Dari 24 pelabuhan itu terbagi dua hubungan internasional, yaitu Kuala Tanjung dan Bitung yang akan menjadi ruang tamu bagi kapal-kapal asing dari berbagai negara. Selanjutnya pemerintah menyiapkan enam pelabuhan utama yang dapat dilalui kapal-kapal besar berbobot 3.000 hingga 10 ribu TeUS. Enam pelabuhan itu adalah Pelabuhan Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Makassar dan Sorong.

Nantinya, pelabuhan utama akan menjadi jalur utama atau tol laut. Sedangkan 24 pelabuhan dari Belawan sampai Jayapura disebut pelabuhan pengumpul.

Sebanyak 24 pelabuhan tersebut merupakan bagian dari 110 pelabuhan milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Sementara total pelabuhan di Tanah Air sekitar 1.230 pelabuhan. Sebanyak 110 pelabuhan dari total 1.230 pelabuhan dikelola oleh Satuan Kerja Perhubungan, Provinsi dan lainnya.

 Januari 

Meski Bappenas sudah memiliki konsep untuk implementasi gagasan tol laut, namun bisa saja ada perubahan. Konsep untuk implementasi itu akan ada titik terang pada 15 Januari saat Peraturan Presiden tentang Rencana Rembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) terbit.

Menurut dia, desain tol laut ini adalah konsep dari Pelindo dan McKansey. Perubahan sangat dimungkinkan terjadi karena melihat 86 pelabuhan lain yang dioperasikan Pelindo memiliki IRR tinggi. Dalam draf RPJMN teknokratik, pihaknya sudah mengestimasi kebutuhan investasi pelabuhan tersebut sekira Rp 424 triliun.

Namun Presiden Jokowi dalam presentasinya memproyeksikan dananya Rp 700 triliun lebih. Perbedaan angka itu, menurut Dedy S Priatna, kemungkinan karena belum termasuk pengadaan kapal. Menurut kalkulasi Bappenas, pengadaan kapal untuk tol laut tersebut sektar Rp 100 triliun sampai Rp 150 triliun. Sedangkan biaya investasi untuk membangun pelabuhan terintegrasi lengkap dengan pembangkit listrik dan sebagainya sekitar Rp 70 triliun.

Publik masih menanti implementasi dari rencana-rencana itu karena--diakui atau tidak--belumlah banyak yang bisa diperbuat pemerintah saat ini mengingat baru sebulan bekerja. Apalagi untuk mengimplementasikan sebuah gagasan atau program, harus dihadapkan pada koordinasi antarkementerian dan pemahaman, komitmen serta konsistensi para pemegang kebijakan. Di sisi lain, anggaran merupakan salah satu komponen terpenting dalam pembangunan infrasruktur.

Pemerintah bukanlah tukang sulap. Karena itu, bijak apabila publik memberi waktu kepada seluruh jajaran pemerintahan untuk mengeksploitasi dan mengeksplorasi kemampuan dan seluruh daya upayanya dalam mewujudkan gagasan tersebut.

  Antara  

Indonesia aims for world-class military technology

Aiming for world-class military technology, the Republic of Indonesia is committed to advancing the countrys defense industry by promoting joint cooperation between local and overseas defense firms.

Through such cooperation, the local defense companies can gain essential knowledge and experience that will eventually help them to independently produce state-of-the-art armaments for the National Defense Forces (TNI).

Indonesia needs a transfer of technology, and the United States (US) was ready to lend support to the country in the form of world-class military technology.

Speaking at a public lecture Wednesday at the University of Indonesia campus in Depok, West Java, US Ambassador to Indonesia Robert Orris Blake remarked that his country will cooperate with the TNI to strengthen international defense.

"We will work together with the Indonesian National Defense Forces to step up and strengthen international defense and maritime security," Blake stated.

The US will assist Indonesia in modernizing its military equipment and help the TNI in implementing advanced and world-class American technological systems, he affirmed.

"We will also assist Indonesia in the modernization of its military by providing American military technological system," Blake remarked.

His institution was prioritizing local military weapons through a transfer-of-technology system to improve national defense competency, TNI Chief General Moeldoko said.

"We cannot ignore local products of our national defense systems because they are our priority. We cannot overlook the high technology either. Thus, we need a transfer of technology," Moeldoko stated here recently.

The weapons that are utilized by Indonesian soldiers are costly. Hence, the Indonesian Military should follow up the latest advances in technology so as not to fall behind other countries, according to the general.

"The TNI weapons are not cheap. However, we need to follow the latest technologies to balance power and attain the strength to face other countries," Moeldoko remarked.

Speaking during the opening ceremony of the 2014 IndoDefense Expo and Forum early this month, Vice President Jusuf Kalla affirmed that Indonesias military technology should be world class.

The vice president lauded the development milestones achieved by Indonesia in the field of military technology and hoped that it will be able to compete with foreign producers in manufacturing state-of-the-art military weaponry system.

"Military technology is not something easy because it requires meticulous research, high costs, and strong cooperation. But, Indonesia has adequate experience in the field of technology," the vice president stated.

Anoa-armored vehicles were very good and capable of competing with similar vehicles manufactured in other countries, Kalla noted.

Although defense equipment requires highly sophisticated technology, the industry should be able to provide benefits to the community in addition to being able to defend the country from outside attacks, the vice president emphasized.

One of Indonesias military capabilities is the national armys proficiency in intercepting foreign aircraft trespassing into its waters or the national territory, he pointed out.

"We can intercept foreign aircraft, and that means we have great ability," the vice president remarked.

His country was also ready to provide increased security in Indonesian waters using the resources from the US military forces, the US ambassador further stated.

The aid can be in the form of specialized military training and equipment assistance to strengthen Indonesias maritime defense capabilities, Blake explained.

"This is to ensure security of the Indonesian waters and to prevent illegal fishing by foreign vessels," he remarked.

Securing the Indonesian waters was essential, since geographically, it is surrounded by oceans, Blake noted.

The US and Indonesia will increasingly cooperate in the area of security and defense, he said.

"We are working with the Indonesian military to improve its maritime security and to strengthen its international defense capabilities," he noted.

America was keen to improve Indonesias maritime defense capabilities to complement its vision of becoming a world maritime power, Blake emphasized.

"We stand ready to boost maritime collaboration to complement the vision of President Jokowi," he remarked.

Boosting maritime security is aimed at improving Indonesias maritime defense capabilities and providing assistance to curtail illegal fishing in its waters.

US President Barack Obama praised Indonesia for its multi-pronged approach to combat terrorism, Blake also noted.

The US was partnering with Indonesia on addressing global security challenges such as terrorism and the proliferation of weapons of mass destruction, he said.

"Last week, when President Obama met President Jokowi on the sidelines of the APEC meeting in China, President Obama said he wanted to thank Indonesia for the efforts it had taken in isolating extremism," Blake remarked.

Obama had thanked Indonesia for its joint counter-terrorism efforts with other countries, the US envoy also revealed.

The bilateral defense and security cooperation have been very sound and his government stands ready to bolster maritime security cooperation to complement President Jokowis vision, Blake said.

"We are also pleased to play a role in supporting Indonesias military modernization, including through provision of world-class American military systems and technology," he stated.(T.O001/INE/KR-BSR/B003)

  Antara  

Sabtu, 22 November 2014

★ PT PINDAD-SAAB kerja sama Sistem Pertahanan Udara

Memasarkan dan memperpanjang usia pakai sistem peluru kendali RBS70 Ujicoba rudal RBS 70

D
ivisi Pertahanan dan Keamanan SAAB, Swedia, menandatangani kerja sama dengan PT PINDAD untuk memasarkan Sistem Pertahanan Darat Berbasis Udara (GBAD), menyusul kesepakatan memperpanjang usia pakai sistem peluru kendali darat-ke-udara RBS70 TNI.

Kesepakatan itu mengikat dalam jangka waktu panjang, dengan tujuan memenangi bisnis pertahanan udara nasional di Indonesia. Disepakati pengembangannya dilakukan secara bertahap.

Kepala Komunikasi SAAB Asia Pasifik, Susanne Dalskog, dari Swedia, Jumat, menyatakan, kesepakatan itu juga mencakup transfer teknologi dari SAAB untuk meningkatkan kinerja sistem RBS70 yang telah berada di Indonesia sejak dasawarsa ’80-an.

Pada tahap awal, fokus diarahkan pada peningkatan usia operasional peluru kendali RBS70 Mark II, yang melibatkan mitra Indonesia, yaitu PT PINDAD. Oleh SAAB, ditawarkan juga sistem RBS70 NG.

“Kesepakatan ini memungkinkan kedua pihak memiliki kesempatan terbaik untuk berkolaborasi hingga di tingkat praktik. Bersama-sama, kami akan menjawab tantangan memenangi persyaratan pengadaan sistem peluru kendali utama GBAD. PT PINDAD adalah mitra paling tepat bagi SAAB,” kata VP dan Kepala SAAB Indonesia, Peter Carlqvist.

Sistem GBAD yang dimiliki SAAB, yang telah beroperasi sekitar 30 tahun, telah dikembangkan menuju rancangan sistem lebih canggih, tingkat kegagalan rendah, dan fungsi dukungan perawatan.

Semuanya dinyatakan menjamin konsumen mendapat nilai paling maksimal dari dana yang telah dikeluarkan, dihadapkan dengan performansi, kelenturan taktis, biaya operasional, ketersediaan, dan biaya pakai lain.

  Antara  

[Video] SAAB & P.T Lundin Bonefish USV concept

Indodefence 2014
http://www.saabplanet.com/wp-content/uploads/Bonefish-USV-saab.jpg
Saab and P.T Lundin unveiled the BONEFISH at Indo Defence Expo 2014– a concept demonstration Unmanned Surface Vessel (USV) to gauge market interest. The platform combines a trimaran hull with remote and autonomous control systems. It is integrated with radar, acoustic and electro-optical sensors and multiple communication systems.



 ★ Youtube  

Jumat, 21 November 2014

Situation Room Istana

Bisa Pantau Seluruh Kondisi Indonesia Wakil Presiden Jusuf Kalla meninjau Situation Room di Bina Graha Kompleks Istana Kepresidanan, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (21/11/2014). Dari ruangan ini semua situasi yang terjadi di Indonesia bisa terpantau real time.

Situation Room ini terletak di sebelah kiri pintu masuk ruangan Bina Graha di lantai dasar. Saat masuk ruangan, pertama kali yang terlihat adalah meja setengah lingkaran dengan kursi yang menghadap 3 televisi layar datar di bagian depan.

Di ruangan ini, JK sempat melakukan telekonferensi dengan sejumlah kepala daerah, seperti Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Bupati Bojonegoro Suyoto, pejabat Kemenhub dan BMKG.

Setelah itu, JK kembali memantau ruangan lain. Ruangan ini sama dengan Situation Room, hanya saja lebih luas. Banyak televisi superbesar dan di bagian terlihat big screen, 2 Infocus dan 3 televisi layar datar. Di bagian tengah ada tempat duduk letter U untuk memantau situasi dari layar televisi.

Di ruangan ini JK melihat CCTV Bandara. JK juga diperlihatkan tampilan Google Earth EC. Operator yang bertugas di sana menjelaskan, dari ruangan ini situasi yang terjadi di Indonesia mulai dari laporan Kepolisian, titik api, cuaca dan kondisi suhu bisa terpantau secara langsung.

Di sini Presiden bisa juga memantau perkembangan pembangunan dan kemajuan proyek-proyek yang berjalan.

Situation Room diperkenalkan di masa pemerintahan Presiden SBY pada 2010. Di ruangan seluas 100 meter persegi ini terdapat ruang rapat Presiden bersama sekitar 12 menteri. Ruangan ini mengadopsi Situation Room di Gedung Putih, AS.


  detik  

Jokowi orang Indonesia pertama masuk nominasi tokoh pilihan TIME

http://images.solopos.com/2014/10/Jokowi-di-Sampul-Majalah-Time-time.com_.jpgPada 2014 ini, majalah Time bersiap memilih tokoh tahun ini. Nominasinya berasal dari tokoh-tokoh terkenal dunia, salah satunya Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Presiden ketujuh Indonesia ini menjadi orang Indonesia pertama yang masuk nominasi tersebut. Dua kali sudah Jokowi masuk dalam nominasi, pertama kali adalah pada 2012.

Dia bersaing dengan beberapa tokoh penting dan terkenal lainnya seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, penyanyi Amerika Taylor Swift, penguasa Internet China Jack Ma, hingga pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi.

Hingga saat ini, Jokowi mendapat perolehan dukungan sebesar 1,9 persen. Mengungguli Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Deretan Presiden Indonesia seperti Soekarno, Soeharto, dan Susilo Bambang Yudhoyono pernah menjadi sampul halaman depan Time. Tapi belum ada sosok asal Tanah Air masuk dalam nominasi.

Merujuk hasil sementara, Presiden Rusia Vladimir Putin memuncaki daftar itu dengan 7 persen dukungan seluruh peserta jajak pendapat. Di urutan kedua, Perdana Menteri India Narendra Modi memperoleh 4,9 persen.

Berturut-turut kemudian, ada tim medis yang menangani wabah ebola di Afrika Tengah (4,7 persen), Pemenang Nobel Perdamaian Malala Yousafzai (4,6 persen), dan Paus Fransiskus (3,3 persen).

Voting online untuk umum akan ditutup pukul 23.59 waktu Amerika Serikat pada 6 Desember mendatang. Majalah Time mengumumkan tokoh tahun ini pada 8 Desember.

Polling ini dipakai tim redaksi Time sebagai acuan memilih tokoh dalam gelaran prestisius tersebut. Sejak dibikin pada 1927, cuma pemimpin dunia berpengaruh, atau manusia-manusia yang sudah melakukan penemuan besar terpilih sebagai sosok pilihan Time.

Wakil Pemimpin Redaksi Time Radhika Jones menegaskan kebijakan tim akan sangat independen. Polling online itu tidak bisa diakali dan banyaknya suara bukan penentu seseorang terpilih sebagai sosok tahun ini.

Time adalah majalah berita mingguan dengan sirkulasi terbesar sedunia. Pembacanya mencapai 25 juta orang di seluruh benua.

  ★ Merdeka  

Letkol Joko

Pencetus Ide Motor Gas Tentara Rakyat di Aceh Sejumlah personel TNI sibuk menghidupkan sepeda motor dan becak mesin kala Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu datang ke stand mereka. Hanya beberapa kali dinyalakan dengan kaki, motor yang parkir di depan Gedung Balai Teuku Umar, Kodam Iskandar Muda akhirnya hidup.

Motor tersebut memang sedikit berbeda, karena di belakangnya terdapat tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram. Untuk urusan tenaga, tidak kalah dibandingkan sepeda motor pada umumnya yang belum dimodifikasi. Prajurit TNI di Aceh memiliki kemampuan khusus untuk merakit motor sehingga bisa menggunakan gas elpiji.

Adalah Letkol Joko, Perwira Pembantu Madya (Pabandya) inilah yang mengajarkan sejumlah prajurit TNI dapat merakit sepeda motor. Mereka tak butuh waktu lama untuk belajar cara memodifikasi motor agar dapat menggunakan elpiji.

"Hanya dua hari saya ajarkan. Hari pertama teori hari kedua langsung praktik," kata Joko kepada detikcom, Kamis (20/11/2014).

Letkol Joko punya alasan khusus mengapa dirinya mengajarkan prajurit TNI bisa merakit motor yang dinamakan "motor gas tentara rakyat". Menurutnya, jika sewaktu-waktu BBM langka, TNI masih tetap dapat menggunakan motor untuk bepergian.

Selain itu, hal tersebut dilakukan Letkol Joko untuk menjawab keresahan masyarakat terkait kenaikan harga BBM bersubsidi. Dengan menggunakan motor gas, masyarakat maupun TNI dapat berhemat hingga empat kali lipat.

"Gas ukuran tiga kilogram ini bisa digunakan untuk jarak tempuh 500 hingga 600 kilometer. Kalau kita gunakan premium itu sudah 12 liter lebih," jelas Joko.

Untuk merakit motor gas, kata Joko, hanya perlu menggantikan karburatornya saja. Untuk perakitannya hanya berkisar antara satu hingga dua jam permotor.

Ide Letkol Joko merakit motor gas ternyata mendapat sambutan positif dari Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Agus Kriswanto. Pada Minggu (23/11) mendatang, Kodam IM berencana membuat pameran sekaligus berbagi tips merakit motor kepada masyarakat.

"Kami ingin berbagi kepada masyarakat bagaimana cara membuat motor agar bisa memakai gas," ungkapnya.

Menurut Joko, motor gas tersebut mempunyai tingkat keamanan sesuai dengan motor yang memakai bahan bakar premium. Hanya saja sekarang ia belum memiliki kemampuan untuk memperbagus penampilan motor tersebut.

"Kelihatannya gak bagus motor ini karena ada tabung gas. Ini sedang kita cari cara bagaimana agar motor ini terlihat bagus," jelas Joko.

Motor menggunakan gas baru pertama kali dibuat di Aceh. Sedangkan di sejumlah daerah lain di Indonesia, sudah pernah dibuat sebelumnya.

"Kalau di Aceh, kita pertama kali," tutupnya.
Motor Berbahan Bakar Elpiji Rakitan TNI Aceh ini Pikat Menhan Ryamizard Pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menjadi Rp 8.500/liter, pasukan TNI di Aceh punya cara khusus untuk berhemat. Mereka merakit motor sehingga menggunakan gas elpiji tiga kilogram sebagai pengganti premium.

Penampilan motor yang diparkir di halaman Kodam IM itu memang masih seperti biasa. Hanya saja di bagiannya terdapat tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram. Motor tersebut hari ini dipamerkan untuk menyambut kedatangan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu ke Kodam.

Sejumlah prajurit TNI menjelaskan kelebihan motor yang sudah dirakit sehingga bahan bakar dapat dikonversi ke gas. Selain motor, juga ada becak mesin yang sudah dirakit menggunakan gas.

"Ini buat sendiri," tanya Ryamizard, Kamis (20/11/2014). "Siap," jawab seorang prajurit.

Perwira Pembantu Madya (Pabandya) Kodam IM, Letkol Joko, mengatakan, kelebihan motor pakai gas yaitu tidak bakal banjir beda dengan sepeda motor yang menggunakan bahan bakar premium. Selain itu, juga tidak butuh biaya besar untuk merakit motor dikonversi ke gas.

"Jadi jarak tempuh satu tabung gas ukuran 3 Kg ini adalah 500 hingga 600 kilometer," kata Joko kepada detikcom.

Sejumlah motor yang sudah dirakit tersebut, masih memiliki kekurangan yaitu tampilannya menjadi tidak menarik. Pasalnya, di belakang terdapat tabung gas sehingga menjadi kurang bagus.

"Cuma itu kekurangannya," jelasnya.

Untuk merakit motor menjadi seperti itu, mereka hanya butuh waktu sekitar satu hingga dua jam. Dibandingkan motor biasa yang menggunakan bahan bakar, kata Joko, motor yang sudah dirakit tersebut menjadi sangat hemat.

"Kalau dibandingkan motor biasa lebih hemat ini sekitar Rp 80 ribu untuk ukuran jarak tempuh 500 hingga 600 kilometer," ungkap Joko.

  detik  

★ Dari Ngunut Tulungagung untuk Indonesia

Ada sebuah desa kecil di Kabupaten Tulungagung, namanya Ngunut. Desa ini sering disebut sebagai desa industri korek (korek api) terkenal tahun 1960-an. Korek api ini konon terkenal ke seluruh Tanah Air. Di zaman itu bahkan berhasil menjadi ikon desa industri Ngunut, seperti terkenalnya Zippo buatan Amerika.

Kini, Ngunut sudah tidak seperti dulu. Sebutan desa industri itu telah melejit, bukan lagi sebagai industri korek api, tetapi sudah setara dengan sebutan Para Gear di Illionis, Amerika Serikat, yang terkenal dengan produk-produk parasut. CV Maju Mapan boleh disebut sebagai pelopor industri kreatif dan berani.

Perusahaan yang berlokasi di Jalan Raya I/26 Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur, yang dikenal sebagai pembuat Perlengkapan Perorangan Lapangan (Kaporlap) TNI telah berhasil membuktikan upaya kreativitasnya yang tidak mudah dipercaya orang.

 Ketekunan 

Pengalaman menggeluti bidang rekayasa Kaporlap telah memberikan bekal keberanian untuk melakukan inovasi produk baru. Pekerjaan rekayasa bahan tenda, ransel, kopelrim dan sejenisnya telah memberikan pengetahuan dan keterampilan sangat penting bagi pengembang produk inovasi payung terjun, selanjutnya disebut PUO (Payung Udara Orang).

Teknologi desain, bahan, pewarnaan, memotong, menjahit yang lebih dari 40 tahun digeluti memberikan bekal kompetensi tinggi pada perusahaan ini untuk mengembangkan PUO berteknologi lebih tinggi.

Pendiri CV Mapan Maju, Yafet Paiman menuturkan, berawal tahun 1974, dari industri tenun berskala kecil dengan menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) yang dijalankan dengan proses manual, CV Maju Mapan akhirnya berkembang secara pesat.

“Saya ini terlahir dari keluarga kurang beruntung. Untuk sekolah tak punya uang. Makanya, saya terlambat masuk sekolah. Saya 'ngarit' rumput untuk makanan ternak, yang penting saya bisa sekolah.

Sampai akhirnya, ada yang mau menyekolahkan saya hingga SLTP. Setelah itu, saya berdagang. Jadi, pendidikan saya cuma sampai SLTP. Nah, dari situ saya mencoba usaha,” katanya, saat memaparkan usahanya, Selasa (18/11).

Paiman pun menggeluti usaha jasa kelontong hingga sembilan tahun. Usaha ini bekerja sama dengan rekanan TNI. Dengan ketekunan dan kerja keras usahanya pun mulai membuahkan hasil. “Saya merintisnya. Dengan ketekunan, kerja keras, dan selalu bersyukur kepada Tuhan, akhirnya berhasil,” katanya.

Paiman menjelaskan, teknologi pembuatan POU ini diawali dengan melakukan assembling 100% PUO MC1 produk Korea. Seluruh komponen yang berupa bahan kanopi, tali (suspension linea), kantong pengembang (pilot chute), harness, logam-logam ring, pembungkus luar (outer pack), didatangkan dari Korea. Pekerjaan assembling meliputi potong, jahit dan integrasi.

“Untuk menjahit bahan kanopi yang sangat tipis ini pabriknya membeli mesin jahit khusus dari Korea dan Jepang. Penyiapan bahan baku standar tinggi proses produksi nan teliti, presisi, tekun, dan kendali mutu yang sangat ketat adalah kunci keberhasilan pembuatan PUO,” ujarnya.

Paiman sendiri tidak pernah membayangkan kini bisa memproduksi PUO. Selama ini PUO yang dikenal canggih, teknologinya didominasi negara maju seperti Amerika, Inggris, Jerman, Kanada, dan Korea. Paiman sempat mengaku merasa ciut ketika diminta TNI membuat PUO.

Maklum saja teknologi yang digeluti selama ini adalah Kaporlap untuk wahana darat, yang tidak ada resiko nyawa prajurit. Didasari sifat senang menghadapi tantangan, Paiman tidak mundur. Tantangan dari panglima TNI (2008) itu justru memberikan motivasi kuat untuk berinovasi.

 Kualitas 

Melalui proses alih teknologi yang sangat sederhana, tidak ada Memorandum of Understanding (MoU), tidak ada kontrak dan ikatan apapun, Maju Mapan dengan sukarela pengembangan produk beresiko tinggi ini. Selama ini TNI menggunakan PUO buatan luar negeri yang diyakini aman, pasti mengembang.

Beberapa upaya pengembangan parasut buatan dalam negeri tercatat pernah dilakukan oleh lembaga litbang di negeri ini, termasuk PUO RI-T10 yang dikembangkan pada 1980-an.

Namun semuaanya kandas karena tidak berhasil membuktikan kualitas meyakinkan aman 100% untuk prajurit. Memang membuat PUO adalah bisnis yang tidak mudah karena tuntutan persyaratan keamanan sangat tinggi.

Sebuah PUO diharuskan memiliki angka kemungkinan mengembang 100%, artinya bila digunakan terjun dijamin pasti mengembang.

Paiman melanjutkan, setelah melalui serangkaian uji coba oleh institusi resmi TNI, kini PUO tipe Garuda 1-P buatan Maju Mapan dinyatakan layak digunakan TNI.

Walaupun belum memiliki sertifikat MIL-DTL-6645, MIL-DTL-7567, dan MIL-STD-849, namun Dislitbang TNI-AD dan Dislitbang TNI-AU telah meyakini bahwa kemampuan, bahan baku, konstruksi, dimensi, keamanan dan kenyamanan telah memenuhi syarat yang ditetapkan, berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan.

PUO ini aslinya disebut MC1-1C Steerable Troop Parachute yaitu PUO taktis buatan Amerika yang dapat dikemudikan dengan mudah karena dilegkapi ventilasi yang dikontrol tali kontrol kemudi. Menurutnya, saat ini perusahaannya telah mendapatkan kepercayaan dari TNI-AD.

Hingga kini PUO Garuda 1-P telah digunakan TNI-AD sebanyak 3.400 buah, dan akan terus bertambah setiap tahun anggaran sesuai kebutuhan TNI. Tidak perlu kuatir, untuk memenuhi kebutuhan TNI dan eksport, maju mapan telah menyiapkan kapasitas produksinya hingga 3.000 unit per tahun. Tak hanya itu, sejumlah negara pun melirik kualitas produk Maju Mapan.

“Perwakilan NATO pernah datang. Jenderal itu memesan lumayan banyak sebab kualitasnya sudah setara,” katanya.

Ditanyakan berapa dana yang dikucurkan saat membuat PUO, Paiman menyebut Rp 1,2 miliar. “Itu untuk riset membuat payung. 12 payung TNI AU. Bagi saya, riset dan litbang terpenting untuk mengetahui kualitas,” katanya.

Kini, Maju Mapan telah mampu membuat Dragchute Sukhoi yang digunakan untuk pesawat tempur Sukhoi TNI AU.

“Kami sudah mampu membuatnya dan itu sudah teruji riset. Sayangnya, pemerintah belum melirik. Mungkin, masih melirik buatan luar negeri. Padahal, yang saya tahu, pemerintah harus memberikan penguatan kepada industri dalam negeri,” katanya.

 Penguatan Industri 

Sementara itu, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan, pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) memerlukan teknologi mahal, sehingga industri dalam negeri perlu untuk masuk ke dalam sektor ini.

"Pengadaan alutsista TNI membutuhkan anggaran besar. Karena teknologi militer mahal," katanya.

Menhan mengatakan, karena pengadaan alutsista berteknologi tinggi sangat mahal, maka pemerintah mendorong perusahaan dalam negeri untuk membuat.

"Karena itu, pemerintah mendorong penguatan industri dalam negeri sehingga dapat memenuhi sampai 2024," katanya.

Ia menekankan, pemerintahan Jokowi-JK memberi perhatian yang besar pada industri pertahanan di Indonesia. Terlebih dengan adanya UU No 16/2012 tentang Industri Pertahanan.

"Beberapa keberhasilan industri panser Anoa yang jadi alutsista utama TNI di Lebanon dan itu produk PT Pindad. Sementara itu, PT PAL meluncurkan kapal cepat rudal untuk memperkuat ‎pertahanan kita," ucapnya.

  ★ Berita Satu  

Kamis, 20 November 2014

Gandeng Indonesia, Rusia Kembangkan Peluru Meriam BMP Terbaru

http://sphotos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/600876_335949973175128_584488226_n.jpgIndustri Rusia dan Indonesia tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk mengembangkan peluru meriam 100 mm bagi kendaraan tempur infanteri generasi terbaru milik Rusia, BMP.

“Kami berharap dalam waktu dekat dapat memasuki tahap uji coba konstruksi bersama dengan Indonesia. Hal ini terkait dengan rencana pembuatan peluru meriam baru untuk BMP.

Ini benar-benar bidang pekerjaan yang baru bagi institusi kami,” terang perwakilan resmi perusahaan Mechanical Engineering Research Institute (NIMI), salah satu anak perusahaan pemerintah Rusia Rostec, dalam pameran Indo Defence 2014.

“Tahap uji coba konstruksi mencakup pembuatan dokumen teknis grafis dan tertulis peluru meriam baru tersebut yang sesuai dengan spesifikasi dari pihak Indonesia, pembuatan prototip, serta pelaksanaan uji coba,” demikian tertulis dalam siaran pers Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Rusia mengutip pernyataan perwakilan NIMI.

Transfer teknologi dan pembuatan pabrik berlisensi di wilayah Indonesia pun bisa menjadi langkah lanjutan yang dapat meningkatkan hubungan kerja sama bilateral. "Pemberian lisensi tersebut akan membantu mempersiapkan kader-kader lokal untuk perindustrian militer Indonesia kelak," ujar perwakilan NIMI tersebut.

BMP-3F adalah kendaraan tempur BMP-3 yang diperuntukan bagi operasi kelautan pasukan marinir, penjaga berbatasan dan garis pantai, pelaksanaan operasi militer di pesisir dan garis pantai, serta pendaratan pasukan amfibi.

BMP-3F dipersenjatai oleh meriam 100 mm, senapan kaliber 30 mm, rudal, dan senapan mesin. BMP dirancang untuk dikendalikan tiga awak dan mengangkut tujuh orang.

Rusia memiliki catatan positif dalam upaya pengembangan senjata bersama dengan negara lain, salah satunya adalah kerja sama perusahaan asal Rusia Bazalt dengan Yordania, yang telah menghasilkan peluncur granat Khoshim.

Selain itu, Rusia juga sukses bekerja sama dengan India dalam proyek pembuatan roket Brahmos. Hal itu tertulis dalam situs resmi Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia.

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia di VPK.

 ★ RBTH  

Pindad Siap Jadi Pemasok Amunisi Leopard

http://2.bp.blogspot.com/-TskqS7fOdic/VG1sjdt8FtI/AAAAAAAArvg/eAsmrKyO4Lg/s280/munisi-pindad.jpgAmunisis produksi Pindad

PT Pindad Persero siap menjadi pemasok amunisi tank tempur utama atau Main Battle Tank (MBT) Leopard buatan Jerman dengan kaliber besar 120 milimeter.

"Kita sudah membeli tank Leopard dari Jerman. Makanya, kita siap menjadi pemasok amunisi tank Leopard. Strategi bisnis kita ubah, siapa saja di Asia yang punya (Leopard), butuh berapa? Kita telah mengirimkan 7 tenaga ahlinya ke Jerman dalam rangka bagian transfer of technology (ToT)," kata Kepala Divisi Munisi PT Pindad I Wayan Sutama di kantornya, Turen, Malang, Jawa Timur, Rabu (19/11).

Guna mempersiapkan pembuatan amunisi berkaliber besar seperti tank Leopard, Pindad telah menyiapkan lahan seluas tiga hektare di Gunung Layar, Malang. Namun dirinya belum bisa memastikan apakah Pindad akan membuatnya secara keseluruhan atau hanya perakitan.

"Kami sedang menggeliatkan, membantu pemerintah, untuk mengurangi impor di bidang amunisi. Ini harapan saya jangan sampai devisa kita terkoyak ke luar. Kami sudah berhasil mendesain meriam Howitzer 105 mm," ujar Wayan.

Menurut Wayan, teknologi laras smoothbore yang diaplikasikan pada Leopard merupakan teknologi baru yang harus melalui alih teknologi agar pengembangan peluru untuk tank 62 ton itu bisa sesuai harapan.

"Tak hanya dalam negeri, jika pasokan peluru untuk Leopard telah terpenuhi, Pindad juga mengincar pasar Asia yang menggunakan Leopard. Pangsa pasar munisi tank Leopard di Asia masih terbatas, hanya ada Singapura dan Indonesia serta Australia," kata Wayan.

Pindad telah memiliki fasilitas pembuatan munisi kaliber besar dan munisi kaliber besar roket di Malang. Industri plat merah ini menargetkan pada tahun 2019 sudah bisa memproduksi kaliber 76 mm, 90 mm dan 105 mm yang memang banyak digunakan oleh pasar internasional dengan keuntungan yang menjanjikan.

"Tapi Pindad harus memenuhi kebutuhan TNI lebih dulu, baru lebihnya bisa diekspor," kata Wayan.

Wayan menerangkan, ke depan, Indonesia jangan sampai bergantung impor. Saat ini perusahaan sedang meningkatkan kualitas dan kuantitas produk alutsista dan menargetkan akan menjadi produsen alutsista terkemuka di Asia pada 2023.

"Kita sudah melaksanakan peningkatan kemampuan produksi dan kemampuan desain serta kapasitas produksi sudah direncanakan tiga tahun. Jadi per 2015, 2019, dan 2023 itu visi Pindad tahun 2023 kita akan menjadi industri alutsista terkemuka di Asia.

Karena, kan, setiap tahun desain-desain atau memang kebutuhan dari TNI itu di-review kembali. Hal itu senada dengan UU No 16/2012. Makanya, kami memiliki target, tahun 2023 Indonesia mampu memuncaki industri pertahanan di kawasan Asia," katanya.

Pindad terus memproduksi munisi kaliber kecil yang biasa digunakan untuk pistol, senjata laras panjang, hingga senapan serbu. Untuk memperbanyak jumlah produksi munisi kecil ini, Pindad telah mendatangkan mesin baru dengan teknologi termutakhir.

"Yang munisi kaliber kecil sifatnya umum. Kita sudah memiliki penambahan kapasitas untuk memberi mesin-mesin produksi yang modern. Apabila semua terpasang di 2015, saya bisa melipatgandakan kapasitas produksi kaliber kecil, 140 juta butir per tahun," ujar Wayan.

 ★ Republika  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More