N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

KRI Teluk Bitung 520

Kapal Landing Ship Tank (LST) produksi PT DRU, Lampung, merupakan kapal angkut tank pertama terbesar buatan Indonesia - Indonesia Teknologi

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Krait

Kapal patroli 40 m berbahan almunium alloy produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

Panser Canon 90mm

Kendaraan militer dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

PT44 Gudel

Kendaraan taktis militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Selasa, 07 Juli 2015

Empat strategi Kemenperin kembangkan industri otomotif

Model Agya dengan keterangan onderdil yang dipasok UKM (ANTARA News/Hendrina Dian Kandipi)

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengungkapkan empat program strategis yang dilakukan Kementerian Perindustrian dalam menentukan arah pengembangan industri otomotif ke depan, salah satunya adalah mengimbangi kompetisi dan impor kendaraan khususnya dari ASEAN.

Globaliasi telah menciptakan persaingan dunia usaha yang sangat ketat, dimana kata daya saing merupakan sebuah kata kunci penentu dalam menghadapi tantangan sekaligus untuk memenangkan persaingan dimaksud,” kata Menperin di Jakarta, Senin.

Strategi selanjutnya yakni mendorong investasi, kemandirian Indonesia di bidang teknologi otomotif melalui penguasaan teknologi dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia, serta pengembangan dan pengamanan pasar dalam negeri sebagai basis untuk mengembangkan industri otomotif yang mandiri dan berdaya saing global.

Menurut Menperin, pembangunan industri otomotif ke depan harus diarahkan pada peningkatan daya saing secara fundamental dan berkelanjutan dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang dimiliki secara sinergis dan optimal.

Menperin juga menegaskan, esensi pembangunan industri otomotif yang berdaya saing dan berkelanjutan tersebut terletak pada upaya menggerakkan dan mengorganisasikan seluruh potensi sumber daya produktif dalam rangka menghasilkan produk kendaraan bermotor yang inovatif dan kompetitif sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar.

Industri kendaraan bermotor nasional memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perekonomian nasional hingga saat ini.

Tidak hanya berperan dalam menyediakan sarana angkutan orang maupun barang untuk transportasi nasional, namun industri otomotif juga berperan dalam memberikan lapangan kerja bagi jutaan tenaga kerja,” kata Menperin.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, tenaga kerja yang terserap di sektor otomotif mencapai 1,3 juta orang, dimana telah terserap pada industri perakitan hingga industri komponen dan aktifitas ekonomi lainnya seperti perbengkelan dan jaringan purna jual.

Hal inilah yang mendasari sehingga industri otomotif dijadikan sebagai salah satu industri prioritas dalam kebijakan industri nasional. Selain itu juga, industri otomotif termasuk dalam kelompok industri unggulan masa depan yang akan dan terus dikembangkan,” papar Menperin.

  ⚓️ antara  

Senin, 06 Juli 2015

Jembatan Teluk Kendari Menunggu Operasi Bersih Ranjau

http://jurnalmaritim.com/wp-content/uploads/2015/07/IMG_6135.jpgTNI AL segera melaksanakan operasi pendeteksian dan penyapuan ranjau sisa-sisa Perang Dunia II di perairan Teluk Kendari dalam rangka mendukung pembangunan Jembatan Bahteramas di Teluk Kendari dan dermaga TNI AL di Kendari.

Demikian butir utama dalam piagam kesepakatan bersama (PKB) antara Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) H. Nur Alam, dengan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi di Mabes TNI AL (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (6/7).

Selain pembersihan ranjau, butir kesepakatan bersama lainnya adalah survei dan pemetaan hidro-oseanografi yang dilakukan Dinas Hidro dan Oseanografi Angkatan Laut (Dishidros). Selain jembatan Bahteramas, juga akan dibangun dermaga baru TNI AL Kendari serta prasarana dan sarana lainnya.

Rencana pembangunan jembatan Bahteramas sudah cukup lama dan menuai banyak protes karena dianggap merusak keaslian kota tua Kendari. Jembatan sepanjang 1000 meter dan setinggi 20 meter dari permukaan laut ini menghubungan kecamatan Kendari kota lama dan Lapulu.

Biaya kontruksi sebesar 400 miliar sudah tercantum daftar isian pelaksanaan anggaran (Dipa). Sebelumnya, jembatan ini akan dibiayai dari dana hibah dari Tiongkok dengan anggaran Rp 600 miliar. Namun pembiayaan itu dibatalkan, karena proses tender dilakukan secara terbatas. [AN]

   JMOL  

Menang Pengadilan, Susi Akan Tenggelamkan 10 Kapal Cina

Sebuah Kapal Ikan berbendera Vietnam ditenggelamkan di Perairan Tarempa, Anambas, Kepulauan Riau, 5 Desember 2014. Penenggelaman kapal tersebut dilakukan dengan cara diletakkan bom oleh tim Kopaska, karena mencuri ikan di perairan Indonesia. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Hakim Pengadilan Negeri Merauke, Papua, pada Senin 6 Juli 2015, memutuskan lima kapal Sino di Merauke dirampas untuk dimusnahkan oleh negara. Kelima kapal asal Cina itu adalah Sino 29, 16, 18, 28, dan 17.

Ketua Satuan Tugas Anti Ilegal Fishing Mas Achmad Sentosa mengatakan pihaknya sudah siap menenggelamkan kelima kapal tersebut. “Jika telah final maka akan kami tenggelamkan,” ujar Achmad saat menggelar konferensi pers di kantornya ihwal putusan Pengadilan Negeri Merauke, Senin 7 Juli 2015.

Kelima kapal tersebut sebelumnya ditangkap TNI AL di Perairan Arafura pada 8 Desember 2015. Kapal tersebut ditangkap karena melakukan penangkapan ikan di laut teritorial, tidak memiliki surat laik operasi, serta menggunakan alat tangkap yang dilarang yaitu mata jaring ganda yang merusak lingkungan.

Selain itu, dalam amar putusan tersebut juga menyebutkan fishing master kelima kapal itu dihukum kurungan penjara selama dua tahun dengan denda sebesar Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan. Kelima kapal tersebut telah melakukan tindak pidana perikanan yang diatur dalam Pasal 93 ayat 1 jo serta pasal 100 jo dalam Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 Tentang Perikanan.

Selain lima kapal Sino di Merauke, Ota mengatakan Kementerian Kelautan juga bakal menenggelamkan lima kapal Sino di Ambon yang sudah putus yaitu Sino 15, 26, 27, 36, 35.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan sempat kecewa terhadap putusan Pengadilan Negeri Ambon yang menyatakan kelima kapal Sino hanya diberikan hukuman denda Rp 100 juta pada fishing master dan nahkoda. Kecewa terhadap putusan tersebut Susi pun banding diajukin oleh Jaksa Penuntut Umum dan pada 29 Juni 2015 Pengadilan Tinggi Ambon memutuskan kelima kapal Sino dirampas untuk negara dan denda Rp 1 miliar.

Kapal Sino di Ambon ditangkap pada waktu yang sama dengan kapal Sino di Merauke. Kapal-kapal tersebut telah melanggar aturan karena berlayar tanpa dilengkapi surat izin penangkapan ikan, double flagging, serta memakai alat tangkap terlarang.

Ota mengatakan, jika dalam seminggu atau dua pekan ke depan tidak ada banding maupun kasasi, maka kesepuluh kapal tersebut akan ditenggelamkan.

Wakil Ketua Satuan Anti Illegal Fishing Yunus Husein mengatakan pihaknya akan mengejar hingga koorporasi. Sebab, kata dia, hasil putusan ini dinilai berpeluang menjerat pemilik perusahaan. Yunus menjelaskan kesepuluh kapal tersebut adalah milik dari PT Sino dengan Direktur Utama yaitu Saleh Wakang. “Sangat memungkinkan koorporasi untuk dipidanakan,” ujar Yunus.

  ⚓️ Tempo  

Panas Bumi Harta Karun Energi RI

Apa Itu Panas Bumi Harta Karun Energi RI? http://images.detik.com/content/2015/07/06/1034/tekoair.jpgPresiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan perintah kepada para menterinya, untuk memprioritaskan proyek pembangkit listrik ramah lingkungan, salah satunya panas bumi (geothermal).

Jokowi menyebut, Indonesia punya potensi panas bumi berlimpah sebesar 28.000 megawatt (MW) tapi baru 5% yang dimanfaatkan.

Sebenarnya apa itu panas bumi (geothermal)?

Berdasarkan data PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang dikutip detikFinance, Senin (6/7/2015), Indonesia memiliki cadangan geothermal sebesar 40% dari cadangan global.

Indonesia memiliki potensi yang luar biasa untuk mengembangkan energi geothermal, guna menjawab kebutuhan energi nasional dan dunia.

Berbeda dengan energi fosil seperti minyak bumi dan batu bara, energi geothermal dapat diperbaharui dengan cara menjaga kandungan air yang berinteraksi dengan panas yang berasal dari dalam bumi.

Geothermal merupakan energi yang dihasilkan dari interaksi panas batuan dengan air yang mengalir di sekitarnya. Interaksi tersebut menghasilkan uap atau air panas yang dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik.

Secara sederhana, dapat digambarkan seperti memasak air menggunakan teko air. Di mana api dari kompor diibaratkan magma panas yang ada di perut bumi, lalu air di dalam teko ibarat air hujan.

Ketika air tersebut panas dan mendidih, menghasilkan uap yang keluar dari mulut teko, mulut teko ini ibaratnya sumur panas bumi, uap yang keluar tersebut 'ditangkap', dialirkan melalui pipa ke fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi.

Uap panas bumi ini digunakan sebagai energi untuk memutar turbin dan menghasilkan listrik. Proses ini terus berulang, selama ada air dan panas magma maka menghasilkan uap.
Pakai Listrik Panas Bumi, Impor BBM Bisa Berkurang Drastis http://images.detik.com/content/2015/07/06/1034/pltpkamojang5.jpgPLTP Kamojang Unit 5 Kapasitas 1x35 MW

Ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil saat ini sangat besar. Indonesia tercatat sebagai salah satu pengimpor Bahan Bakar Minyak (BBM) terbesar kedua di dunia. Bila memanfaatkan energi panas bumi untuk listrik, impor BBM tersebut bakal berkurang drastis.

Berdasarkan data Kementerian ESDM yang dikutip detikFinance, Senin (6/7/2015), saat ini energi panas bumi yang dimanfaatkan untuk listrik masih sekitar 1.341 megawatt (MW), atau baru 5% dari potensi yang dimiliki 28.000 MW. Tapi, walau listrik panas bumi baru dimanfaatkan 1.341 MW, impor BBM bisa berkurang 53.333 barel per hari.

Bahkan PT Pertamina (Persero) dalam 5 tahun ke depan menargetkan tambahan beberapa proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), yakni:

PLTP Kamojang 5 (1x35 MW) dan Karaha (1x30 MW) di Jawa Barat,
Ulubelu 3 & 4 (2x55 MW) di Lampung,
Lumut Balai 1 dan 2 (2x55 MW) di Sumatera Selatan,
Lahendong 5 dan 6 (2x20 MW) dan pembangkit skala kecil Lahendong 2x5 MW di Sulawesi Utara,
Sibayak 1x5 MW di Sumatera Utara,
Hululais 1 dan 2 (2x55 MW) di Bengkulu,
Sungai Penuh 1 (1x55 MW) di Jambi.

Keseluruhan proyek tersebut memiliki total kapasitas pembangkitan 505 MW dan investasi sekitar US$ 2,5 miliar.

"Proyek-proyek tersebut akan mulai beroperasi komersial secara bertahap mulai 2015 hingga 2019. Dengan tuntasnya proyek-proyek tersebut, Pertamina akan memiliki kapasitas PLTP total sebesar 907 MW pada tahun 2019, yang dapat menghemat penggunaan BBM sekitar 43.000 barel setara minyak per hari," kata Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Dwi Soetjipto, kemarin.

Pemerintah memiliki target ambisius, pada 2025 ditargetkan pemanfaatan panas bumi mencapai 23% dari sekarang yang hanya 5%. Lalu penggunaan BBM untuk listrik di 2025 hanya 25%. (rrd/dnl)
Arab Saudi Rajanya Minyak, RI Rajanya Panas Bumi http://images.detik.com/content/2015/07/06/1034/ringoffire.jpgdata PGE

Letak Indonesia yang berada di 'ring of fire' membuat negara ini memiliki harta karun energi yakni panas bumi terbesar di dunia.

Bahkan bisa dibilang, kalau Arab Saudi rajanya minyak bumi, Indonesia rajanya panas bumi. Minyak bisa diekspor atau diangkut ke mana-mana, sementara panas bumi tak bisa diekspor, jadi anugerah harta karun luar biasa ini sangat bila tidak di manfaatkan.

Berdasarkan data PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) anak usaha PT Pertamina (Persero), yang dikutip detikFinance, Senin (6/7/2015), Indonesia yang terletak dalam jalur tumbukan antara lempeng Samudera Australia dan lempeng Benua Asia, membuat potensi panas bumi besar.

Jalur magma ini didapat dari gunung-gunung api yang berjejer, dari ujung Sumatera, Jawa, NTT, dan Sulawesi.

Tidak mengherankan, sejak puluhan tahun lalu, sudah muncul data dan fakta bahwa Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia. Berikut daftarnya:

Indonesia punya potesi panas bumi untuk listrik sebesar 28.000 megawatt (MW). Tapi baru termanfaatkan sekitar 1.300 MW.
Amerika Serikat, punya potensi panas bumi hingga 23.000 MW tapi baru dimanfaatkan 3.000 MW lebih.
Jepang, punya potensi panas bumi 20.000 MW, yang baru dimanfaatkan 1.000 MW.
Sisanya potensi panas bumi tersebar di berbagai negara dengan potensi 20.000 MW.
Namun, negara yang paling banyak memanfaatkan potensi panas bumi, yakni:

Filipina, walau hanya memiliki potensi 6.000 MW, negara ini sudah memanfaatkan panas bumi untuk listrik sebesar 2.000 MW
Meksiko, dari potensi 6.000 MW yang sudah dimanfaatkan sebanyak 1.000 MW
Islandia, dari potensi 6.000 MW, yang sudah dimanfaatkan sebanyak 1.000 MW(rrd/dnl)
Lokasi Harta Karun Energi RI yang Belum Terjamah http://images.detik.com/content/2015/07/06/1034/potensipanasbumi.jpgPresiden Joko Widodo (Jokowi) ingin dimasa pemerintahannya, pemanfaatan pembangkit listrik ramah lingkungan menjadi prioritas. Salah satunya panas bumi, harta karun energi milik Indonesia yang jumlahnya berlimpah. Berdasarkan data Badan Geologi Kementerian ESDM, yang dikutip detikFinance, Senin (6/7/2015), Indonesia memiliki panas bumi tersebar dari Sumatera hingga Papua.

Berikut sebaran potensi panas bumi Indonesia:

Sumatera, ada 93 lokasi, potensi mencapai 12.837 megawatt (MW), tapi baru termanfaatkan 122 MW.
Jawa, ada 71 lokasi dengan potensi 9.757 MW, baru termanfaatkan 1.189 MW,
Bali-Nusa Tenggara, ada 33 lokasi, dengan potensi 1.872 MW, tapi baru termanfaatkan 12,5 MW,
Kalimantan, ada 12 lokasi dengan potensi 145 MW tapi belum termanfaatkan,
Sulawesi ada 70 lokasi, dengan potensi 3.153 MW, tapi baru termanfaatkan 80 MW,
Maluku, ada 30 lokasi dengan potensi 1.071 MW, tapi belum termanfaatkan,
Papua, ada 3 lokasi dengan potensi 75 MW, tapi belum termanfaatkan.

Sehingga total potensi panas bumi ada sekitar 28.910 MW, tapi baru termanfaatkan 1.403,5 MW.

Dari 1.403,5 MW yang sudah termanfaatkan, berikut daftar Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang sudah beroperasi:

Sibayak, kapasitas 12 MW, Brastagi, Sumatera Utara
Salak kapasitas 377 MW, Sukabumi, Jabar
Wayang Windu kapasitas 227 MW di Pengalengan, Jabar
Patuha kapasitas 55 MW, di Pengalengan, Jabar
Kamojang kapasitas 200 MW, Garut, Jawa Barat + tambahan 35 MW dari unit 5 yang diresmikan kemarin oleh Presiden

Darajat kapasitas 270 MW, di Garut, Jawa Barat
Dieng kapasitas 60 MW di Banjarnegara, Jawa Tengah
Lahendong kapasitas 80 MW di Tomohon, Sulawesi Utara
Ulubelu kapasitas 110 MW di Lampung
Ulumbu kapasitas 10 MW di desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai Tengah, NTT
Mataloko kapasitas 2,5 MW di Kupang.(rrd/dnl)
Jokowi Pun Berkicau Soal Harta Karun Energi RI http://images.detik.com/content/2015/07/06/1034/pltpkamojang6.jpgPresiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti minimnya pemanfaatan energi panas bumi untuk listrik, padahal potensi yang dimiliki Indonesia sangat berlimpah. Sayang, harta karun energi yang sangat besar ini banyak menganggur tak digunakan.

Jokowi melalui akunnya @Jokowi, berkicau tentang harta karun energi Indonesia yakni panas bumi dengan hastag #EnergiKita.

Ia mengungkapkan, panas bumi merupakan berkah yang tersembuyi, dan Jokowi ingin berkah tersebut segera dimanfaatkan.

"Kita harus melakukan percepatan bauran energi terbarukan. Energi fosil harus mulai dikurangi #Energikita. Kita punya panas bumi, angin, air, biomasa, dan bioenergi yang belum tergarap maksimal," kicau Jokowi dalam akun @Jokowi yang dikutip detikFinance, Senin (6/7/2015).

Jokowi menyebut, Indonesia masuk dalam negara cincin api sehingga memiliki potensi panas bumi yang melimpah. Studi dan penelitian terkait energi terbarukan juga telah dilakukan sehingga faktor keamanan sudah diperhitungkan.

"Bahkan sampah dan kotoran ternak juga merupakan potensi energi. Sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan. Kandungan CO2 hasil pembakaran sangat kecil. Aman," imbuh dia.

Selain itu, ada pula gas yang berasal dari rawa gambut yang juga bisa diolah menjadi sumber energi. Potensi itu sangat mungkin dikembangkan di luar pulau Jawa.

"Tugas kita semua: pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk mengeksplorasinya sambil menjaga kelestarian lingkungan. Semoga negeri kita selalu diberkati Allah, makin maju dan kemandirian energi nasional terwujud," kata Jokowi. (rrd/dnl)
Harta Karun Energi RI Ini Tak Terjamah Karena Birokrasi http://images.detik.com/content/2015/07/06/1034/143737_pltpkamojang3.jpgPresiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan perintah agar para menterinya memprioritaskan proyek pembangkit listrik ramah lingkungan, salah satunya panas bumi.

Mengapa panas bumi? Karena ini merupakan harta karun energi yang dimiliki Indonesia, potensinya besar, namun masih minim dimanfaatkan.

Bahkan Jokowi menyebut, panas bumi sebagai berkah yang tersembunyi.

Namun, sebenarnya untuk memanfaatkan potensi panas bumi ini tidaklah mudah dan murah, serta perlu waktu yang panjang. Salah satu yang buat lamanya proses pemanfaatan panas bumi ini adalah banyak dan panjangnya rantai birokrasi.

Berdasarkan data PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) anak usaha Pertamina yang dikutip detikFinance, Senin (6/7/2015), proses bisnis utama Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) paling cepat memakan waktu 10 tahun, hingga uap bisa 'jadi' listrik.

Proses pertama yakni proses head of agrrement dan notice of resources confirmation. Di mana untuk mengelola suatu wilayah kerja panas bumi harus menang lelang terlebih dahulu.

Kemudian setelah wilayah kerja didapat, perusahaan melakukan uji potensi panas bumi, survei, uji geologi, dan lainnya, proses ini memakan waktu 6 bulan-2 tahun.

Setelah proses tersebut, kemudian dilanjutkan pada tahap eksplorasi, melakukan pengeboran sumur panas bumi. Proses ini yang paling sulit adalah mengurusi izin. Tanpa pegang izin, pengeboran tidak mungkin dilakukan.

Izin yang minimal harus dipenuhi adalah izin AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup) atau UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan). Kemudian izin lokasi, izin penggunaan lahan untuk kegiatan kesplorasi dari Kementerian Kehutanan (karena sebagian besar wilayah panas bumi ada di hutan).

Selanjutnya harus memenuhi Surat Izin Pengambilan dan Pemanfaatan Air, sampai Izin Mendirikan Bangunan. Tahap eksplorasi ini memakan waktu 2-3 tahun lamanya.

Tahap selanjutnya, proses negosiasi harga uap/listrik, bila 'deal' dengan PLN, maka perusahaan akan melakukan eksploitasi.

Dalam proses ini, juga wajib memenuhi berbagai izin, termasuk izin Amdal kembali. Izin Amdal ini tidak termasuk izin Amdal pertama pada saat eksplorasi.

Kemudian juga harus izin lokasi, IPPKH, IMB, sampai SIPPA kembali. Lalu menyiapkan lahan (pembebasan lahan yang tidak mudah), baru melakukan pengeboran sumur eksploitasi.

Proses eksploitasi ini memakan yakni paling tidak 3-5 tahun lamanya. Termasuk dalam tahap Front End Engineering and Design (FEED) dan engineering, procurement and construction (EPC).

Apalagi, walau potensi panas bumi besar, tapi setiap pengeboran sumur kadang kali tidak ketemu uap yang dibutuhkan, bahkan sumur menghasilkan uap tetap panasnya tak cukup untuk pembangkit listrik. Padahal modal untuk satu kali pengeboran sumur panas bumi, biayanya sama dengan mengebor sumur minyak yang menghabiskan dana sekitar US$ 10 juta. Kalau tak dapat uap, maka risiko ditanggung sendiri oleh investor.
Tarif Panas Bumi Sudah Menarik Bagi Investor http://images.detik.com/content/2015/07/06/1034/172636_pltpkamojang5.jpgPresiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan para menterinya khususnya Menko Maritim Indroyono Soesilo, untuk memprioritaskan proyek listrik ramah lingkungan, salah satunya panas bumi. Walaupun sebenarnya biaya investasi dan tarifnya jauh lebih mahal daripada pembangkit listrik lainnya.

"Sebenarnya tahun lalu sudah ada Permen ESDM yang mematok harga tarif listrik panas bumi. Dengan tarif yang ditentukan tersebut sudah cocok, itu swasta bisa masuk," kata Indroyono di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/7/2015).

Berdasarkan Permen ESDM Nomor 17 Tahun 2014, harga patokan tertinggi pembelian listrik dari PLTP oleh PT PLN (Persero), bila proyek listriknya beroperasi atau commercial operation date (COD) pada Tahun:

2015, tarif dari US$ 11,8-US$ 25,4 per kWh
2016, tarif listrik US$ 12,2-US$ 25,8 per kWh
2017, tarif dari US$ 12,6-US$ 26,2 per kWh
2018, tarif US$ 13-US$ 26,2 per kWh
2019, tarif US$ 13,4-US$ 27 per kWh
2020, tarif US$ 13,8-US$ 27,4 per kWh
2021, tarif US$ 14,2-US$ 27,8 per kWh
2022, tarif US$ 14,2-US$ 28,3 per kWh
2023, tarif US$ 15-US$ 28,7 per kWh
2024, tarif US$ 15,5-US$ 29,2 per kWh
2025, tarif US$ 15,9-US$ 29,6 per kWh.

Berdasarkan ketentuan tersebut, bagi investor sudah menguntungkan untuk investasi PLTP di Indonesia. Tapi, ia mengakui bila harga pembelian listrik PLTP oleh PLN ini memang lebih mahal dibandingkan dengan listrik yang menggunakan energi batubara (PLTU). Akan tetapi energi panas bumi lebih ramah lingkungan.

"Karena kalau harganya batubara hanya US$ 4-5 sen/kWh. Tapi kan emisi ‎polusinya gede," ujarnya.

Menurutnya, energi panas bumi akan menjadi prioritas pemerintah dalam tahun depan dan selanjutnya. Termasuk juga di dalamnya energi angin, matahari, biomas dan lainnya.

"Jadi permintaan presiden adalah angin, panas bumi, biomas, surya. Harus didorong. Karena dr potensi 28 ribu mw baru terpakai 5%," terang Indroyono. (mkl/rrd)

  ★ detik  

Perancis Ingin Tingkatkan Kerjasama Industri Pertahanan Dengan Indonesia

Alih Teknologi Radar Thales http://1.bp.blogspot.com/-ObXNYNtQBbg/T2-zeKqL9BI/AAAAAAAAM1I/4TU8isb-0rk/s400/Northrop%2BGrumman_TPS-78.jpgMenteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Kamis (2/7), menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Perancis untuk Indonesia Mrs Corinne Breuze dan Delegasi Thales Group di Kantor Kemhan, Jakarta. Dubes Perancis menemui Menhan untuk menindaklanjuti kunjungan Menhan ke Perusahaan Thales saat melakukan kunjungan ke Perancis beberapa waktu lalu.

Perancis berharap dapat meningkatkan kerjasama pertahanan dengan Indonesia salah satunya melalui pengadaan alutsista dan kerjasama industri pertahanan. Perusahaan Thales Group juga menekankan bahwa sudah dilakukan pembicaraan dengan industri pertahanan dalam negeri mengenai alih teknologi radar produksi thales yang digunakan oleh TNI selama ini.

   Kemhan  

Minggu, 05 Juli 2015

PLTP Kamojang 35 MW

Kita Punya Panas Bumi Tapi Belum Tergarap Maksimal http://images.detik.com/content/2015/07/05/1034/panasbumi.jpgPresiden Jokowi akan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang Unit V di Garut, Jawa Barat. Di saat bersamaan dirinya dijadwalkan akan melakukan teleconference untuk sekaligus meresmikan PLTP Ulubelu Unit III dan IV di Lampung.

Jokowi dijadwalkan tiba di PLTP Kamojang, Garut, Jawa Barat, Minggu (5/7/2015) pada pukul 09.00 WIB. Dia akan didampingi oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dan disambut direksi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) selaku pihak yang membangun PLTP.

Sebelum meresmikan PLTP, pagi ini Jokowi pun berkicau di akun twitter miliknya. Dia menyatakan bahwa Indonesia harus beralih ke energi terbarukan.

"Kita harus melakukan percepatan bauran energi terbarukan. Energi fosil harus mulai dikurangi #Energikita. Kita punya panas bumi, angin, air, biomasa, dan bioenergi yang belum tergarap maksimal," tutur Jokowi dalam akun @Jokowi dan pada setiap kicauan diberi tagar #EnergiKita.

Dia menyebut bahwa Indonesia masuk dalam negara cincin api sehingga memiliki potensi panas bumi yang melimpah. Studi dan penelitian terkait energi terbarukan juga telah dilakukan sehingga faktor keamanan sudah diperhitungkan.

"Bahkan sampah dan kotoran ternak juga merupakan potensi energi. Sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan. Kandungan CO2 hasil pembakaran sangat kecil. Aman," imbuh dia.

Selain itu ada pula gas yang berasal dari rawa gambut yang juga bisa diolah menjadi sumber energi. Potensi itu sangat mungkin dikembangkan di luar pulau Jawa.

"Tugas kita semua: pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk mengeksplorasinya sambil menjaga kelestarian lingkungan. Semoga negeri kita selalu diberkati Allah, makin maju dan kemandirian energi nasional terwujud," kata dia. (bag/rrd)
Jokowi Resmikan PLTP Kamojang 35 MW Rp 1,35 T https://3.bp.blogspot.com/-lLIrCMVW_SY/VDKX7Xhpe3I/AAAAAAAAFeg/FIXTLz6RhU0/s1600/10251380_1529172483992950_1388659462_vitawulandari.jpgPresiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang Unit 5 kapasitas 1x35 megawatt (MW), di Garut, Jawa Barat.

Hadir dalam peresmian PLTP tersebut, Menko Maritim Indroyono Soesilo, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Menteri BUMN Rini Soemarno, Wakil Gubernur Deddy Mizwar, dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto.

Jokowi hadir sekitar pukul 09.15 WIB menggunakan helikopter. Lokasi PLTP Kamojang ini berada 1.500 meter di atas permukaan laut.

"Kita ada kapasitas 28.000 MW di seluruh Indonesia untuk potensi geothermal (panas bumi), ini sangat ramah lingkungan, tapi kita tidak pernah fokus ke sini," kata Jokowi dalam sambutannya di acara peresmian PLTP Kamojang Unit 5, di Garut, Jawa Barat, Minggu (5/7/2015).

Jokowi mengatakan, Indonesia tidak hanya punya potensi panas bumi yang tercatat terbesar di dunia, tapi juga memiliki potensi energi baru terbarukan lainnya, seperti energi angin, ombak, matahari, hingga biomassa. Namun pemanfaatannya masih minim, salah satunya karena investasi yang dibutuhkan lebih mahal, daripada membangun dan memanfaatkan pembangkit listrik menggunakan bahan bakar batu bara, dan gas bumi yang berbahan bakar fosil.

"Meski biaya mahal, tidak ada masalah. Dan kita harus beri insentif khusus ke pembangkit listrik ramah lingkungan. Rate (tarif jual-beli listrik antara investor dengan PLN) tidak apa-apa, biar orang berbondong-bondong investasi ke sini," tutupnya.

Seperti diketahui, PLTP Kamojang Unit 5 telah beroperasi secara komersial dengan mengalirkan listrik kepada PT PLN (Persero) pada 29 Juni 2015 pukul 00.00 WIB.

Proyek ini menjadi salah satu milestone penting Pertamina untuk masuk ke era bisnis total project panas bumi, di mana Pertamina menggarap panas bumi dari uap hingga menjadi listrik.

Pembangkit ini dioperasikan dan dikelola anak usaha Pertamina yakni PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

PLTP Kamojang Unit 5 dirancang berkapasitas 35 MW dengan nilai investasi sekitar US$ 104 juta atau sekitar Rp 1,35 triliun. (rrd/drk)
RI Minim Manfaatkan Panas Bumi, Ini Perintah Jokowi ke Para Menteri http://images.detik.com/content/2015/07/05/1034/jokowipltpperesmian.jpgIndonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia mencapai 28.000 megawatt (MW). Tapi, sampai saat ini yang baru dimanfaatkan menjadi listrik hanya sekitar 5%.

Melihat kondisi tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi), langsung memerintahkan para menterinya, mulai dari Menko Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri ESDM Sudirman Said, untuk memprioritaskan pembangunan pembangkit listrik yang ramah lingkungan.

"Secara khusus pada hari ini, memerintahkan ke Menko (Maritim) dan Menteri BUMN, dan Menteri ESDM, agar ke depan pembangkit listrik yang ramah lingkungan lebih diberikan prioritas, karena kita punya kekuatan dan potensi," tegas Jokowi di acara peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Garut, Jawa Barat, Minggu (5/7/2015).

Jokowi mengatakan, dari mega proyek 35.000 MW yang ditargetkan selesai dibangun dalam lima tahun ke depan, sebagian besar mengandalkan bahan bakar batu bara. Walau lebih murah investasinya, namun batu bara suatu saat akan habis.

"Dari target 35.000 MW, hampir 90% lebih masih bertumpu pada batu bara, ini harus digeser dan diubah, kita punya kekuatan geothermal (panas bumi) 28.000 MW, belum ditambah lagi dari energi listrik dari angin, ombak, matahari, dan biomassa," tutup Jokowi. (rrd/drk)
Manfaatkan Uap Jadi Listrik, Pertamina Siapkan Rp 32,5 T Hingga 2019 http://images.detik.com/content/2015/07/05/1034/pltpkamojang6.jpgPT Pertamina (Persero) akan terus menggenjot pertumbuhan kapasitas pembangkit listrik panas bumi (PLTP) hingga 1.026 megawatt (MW) hingga 2019, dengan menyiapkan dana investasi sekitar US$ 2,5 miliar atau mencapai Rp 32,5 triliun.

PLTP yang memanfaatkan uap menjadi listrik di Indonesia saat ini masih minim sekitar 5% dari total potensi panas bumi yang dimiliki sekitar 28.000 MW.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, pada saat peresmian PLTP Kamojang Unit 5 yang berkapasitas 1 x 35 MW. Peresmian proyek tersebut dilakukan oleh Presiden RI didampingi oleh jajaran menteri Kabinet Kerja.

"Mengembangkan panas bumi memang tidak mudah dan terbukti kendati Indonesia memiliki potensi terbesar di dunia dengan 28.000 MW, baru kisaran 5% yang termanfaatkan," kata Dwi, dalam peresmian PLTP Kamojang Unit 5, Garut, Jawa Barat, Minggu (5/7/2015).

Dwi mengatakan, Pertamina komit mempercepat pemanfaatan panas bumi dan konsisten menjadi yang terdepan dalam melaksanakan pengembangan panas bumi di Indonesia. Bahkan, di saat investor lain pun tidak banyak tergerak karena berbagai hambatan yang dialami, Pertamina terus berinvestasi di sektor panas bumi salah satunya PLTP Kamojang 5 yang diresmikan oleh Presiden Jokowi hari ini.

"Lalu kita juga membangun PLTP Karaha, Lumut Balai, Sibayak dan banyak lagi, total tambahan kapasitas listrik mencapai 505 MW hingga 2019 dengan investasi sekitar US$ 2,5 miliar," ungkap Dwi.

Proyek PLTP yang dibangun akan mulai beroperasi komersial secara bertahap mulai 2015 hingga 2019.

Sebagai wujud komitmen Pertamina terhadap optimalisasi local content, dan memperkuat sinergi di antara perusahaan milik negara, hampir seluruh proyek panas bumi yang dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dilaksanakan oleh PT Rekayasa Industri. Proyek-proyek tersebut diharapkan dapat menyerap tenaga kerja sekitar 7 ribu orang selama proyek berlangsung.

  ✈️ detik  

Sabtu, 04 Juli 2015

[Foto] AMX Retrofit Pindad

Atas permintaan Kemenhan, Pindad mendapat orderan retrofit beberapa unit Tank AMX. Gambar retrofit AMX [Pindad]

M
enurut berita lawas media Tempo, Perubahan yang paling mencolok dilakukan PT Pindad, Bandung terletak pada meriam yang terpasang di kubah putar (turret). Ukuran meriam ini lebih besar dari bawaan pabrik setelah dimodifikasi oleh PT Pindad sejak 2011 sampai 2014.

Kini Pindad menggantinya dengan meriam kaliber 105 milimeter.

Perubahan lain, sistem penembakan dari manual menjadi elektronik. Dapur pacu tank ini juga sukses diganti, dari mesin bensin menjadi diesel.

Modifikasi tank AMX-13 ini memakan biaya sekitar  Rp 7-10 miliar.

Berikut dibawah foto yang diposkan pr1v4t33r.

AMX APC retrofit PT Pindad, Bandung
Tampak belakang AMX APC retrofit.
AMX APC retrofit sedang uji tampil di Bandung.
AMX APC bersama Tank AMX retrofit.
AMX APC bersama Tank AMX hasil retrofit Pindad
Tampak depan AMX retrofit dengan meriam kaliber 105 mm.

  Garuda Militer  

[Foto] Kendaraan Militer Pindad

Binatang Pindad tampil dilayar dengan fungsi yang berbeda
Kendaraan militer APC Anoa untuk Polisi produksi PT Pindad, Bandung. [Pr1v4t33r]
Sejumlah kendaraan militer PT Pindad siap uji tampil. [Pr1v4t33r]
Kendaraan militer Badak versi awal dengan persenjataan kaliber 20mm. [Pr1v4t33r]
IFV Badak versi awal dengan senjata kaliber 20 mm. [Pr1v4t33r]
IFV Badak dengan kanon kaliber 90 mm. [Pr1v4t33r]
IFV Badak produksi PT Pindad, Bandung. [Pr1v4t33r]
IFV Badak dengan kubah senjata 'Tarantula' melakukan aksi manuever. [Pr1v4t33r]
APC Anoa produksi PT PIndad dengan background AMX retrofit. [Pr1v4t33r]

  ★ Garuda Militer  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More