N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

KRI Teluk Bitung 520

Kapal Landing Ship Tank (LST) produksi PT DRU, Lampung, merupakan kapal angkut tank pertama terbesar buatan Indonesia - Indonesia Teknologi

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Krait

Kapal patroli 40 m berbahan almunium alloy produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

Panser Canon 90mm

Kendaraan militer dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

PT44 Gudel

Kendaraan taktis militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Kamis, 30 Juli 2015

Presiden Turki Akan Sambangi Indonesia

Erdogan dikabarkan akan tiba di tanah air pada Kamis malam di Jakarta, dan akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Indonsia Joko Widodo. (Reuters)

Presiden Turki Tayyip Erdogan dipastikan akan melakukan kunjungan ke Indonesia. Dirinya dikabarkan akan tiba di tanah air pada Kamis (30/7/2015) malam di Jakarta, dan akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Indonsia Joko Widodo.

Presiden (Tayyip) Erdogan tiba malam ini di Jakarta, dan akan melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo besok,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanantha Nassir dalam briefing mingguan.

Arrmanantha menuturkan, bahwa hubungan antara Turki dan Indonesia tidak hanya sebatas pada masalah keamanan. Seperti diketahui, hubungan kedua negara banyak diekspos pada bidang keamanan dalam beberapa bulan terakhir, setelah ditangkapnya belasan warga Indonesia (WN) di Turki, karena diduga hendak menyeberang ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Hubungan antara Turki dan Indonesia sudah berlangsung 65 tahun, yang dimulai sejak tahun 1950,” sambung diplomat yang kerap disapa Tata tersebut.

Selain melakukan pertemuan dengan Jokowi, Tata menuturkan, Erdogan juga akan memiliki agenda lain selama melakukan kunjungan ke Indonesia. Salah satunya adalah memberikan kuliah umum, dan pemimpin Turki itu juga akan melakukan kunjungan ke Masjid istiqlal.

Erdogan datang ke Indonesia setelah sebelumnya melakukan kunjungan ke China. Di Negeri Tirai Bambu itu Erdogan membahas mengenai kerjasama anti-terorisme, dan membahas mengenai Muslim Uighur. (esn)

   sindonews  

★ Turbo Jet Rudal Jelajah Karya Indonesia

Ilustrasi penembakan rudal dari KRI Oswald Siahaan (354)

Perkembangan teknologi militer di Indonesia saat ini belum setara dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Rusia. Namun bukan berarti Indonesia tidak memiliki kemampuan untuk menciptakan peralatan untuk keperluan militer atau alat tempur sendiri.

Penelitian yang dilakukan Dr. Firman Hartono, S.T, M.T., salah satu dosen Teknik Penerbangan Institut Teknologi Bandung, telah membuktikan bahwa Indonesia juga mampu mengembangkan teknologi di bidang kemiliteran, yaitu teknologi mesin turbojet untuk misil jenis cruise.

Berbeda dengan misil balistik yang langsung diluncurkan dengan proyektil parabola dan jarak yang terbatas, misil jenis cruise adalah misil yang mampu terbang dengan jarak tempuh yang cukup jauh untuk mengejar target dan dengan ketinggian hanya kurang lebih dua puluh meter di atas permukaan laut.

Kemampuan ini membuat misil jenis cruise mampu menghindar dari radar dan menjadikannya sebagai misil yang efektif. Misil ini terdiri atas bagian navigasi yang terkomputerisasi, bagian bahan bakar, dan bagian mesin penggerak misil. Mesin yang menggerakkan misil tersebut adalah mesin turbojet.
Mesin turbojet yang dikembangkan Dr. Firman Hartono dinamai Mesin Turbojet 500 N. Mesin ini merupakan hasil kerjasama dengan rekan-rekan lain di berbagai bidang, seperti: aerodinamika, termodinamika, perpindahan panas, teknik produksi, dan material.

Kerjasama ini dilakukan karena mesin turbojet misil adalah aplikasi dari banyak fokus keilmuan. Dr. Firman Hartono menjelaskan bahwa alasan beliau memilih untuk melakukan penelitian terhadap mesin misil turbojet adalah karena kriteria pembuatan misil sendiri tergolong relatif tidak berat. “Pengoperasian mesin misil yang biasanya hanya selama satu hingga dua jam membuat material dasar mesin mudah dicari di dalam negeri tanpa perlu impor dari luar. Kebetulan di Indonesia juga belum dikembangkan,” ujar Dr. Firman Hartono.

Layaknya semua perjalanan yang sukses, penelitian ini juga menghadapi kendala dalam keberjalannya. Riset dan pembuatan mesin membutuhkan waktu yang cukup lama sedangkan pembiayaan riset dari pemerintah terbatasi oleh waktu.

Bergantinya periode pemerintahan membuat birokrasi-birokrasi baru dalam pendanaan riset menjadi sedikit berbeda dan lebih sulit. Selain bekerjasama dengan berbagai bidang lain, penelitian mesin turbojet ini juga bekerjasama dengan Kementrian Pertahanan dan Keamanan (KEMHAN) dalam hal pendanaan. Sayangnya KEMHAN baru bisa mengusahakan bantuan dana internal untuk riset ini pada tahun 2016.
Dr. Firman Hartono

Akan tetapi, kendala ini tidak serta merta membuat riset terhenti. Dr. Firman menjelaskan bahwa masih ada komponen-komponen lain dari mesin turbojet tersebut yang bisa dijadikan bahan penelitian dan dikaji lebih dalam terlebih dahulu seperti efisiensi bahan bakar atau kompresor mesin. “Kalau pendanaan lagi macet seperti ini kita melakukan penelitian berbasis perhitungan dan komputasi, soalnya tidak perlu biaya besar,” tambah beliau.

Mesin turbojet 500 N yang dikembangkan Dr. Firman Hartono ini sebenarnya adalah mesin turbojet yang sederhana. Namun dengan modifikasi dan riset-riset lanjutan, akan terus dilakukan perbaikan-perbaikan pada mesin turbojet tersebut.

Pembuatan mesin turbojet yang berkualitas dengan biaya produksi yang rendah menjadi tantangan tersendiri di masa yang akan datang. Dari mesin turbojet misil ini, diharapkan dapat lahir karya cipta teknologi lain yang lebih besar dari anak bangsa. “Kita harus memakai produk anak bangsa, yang dimulai dari keinginan untuk menciptakan karya dalam negeri seperti ini,” tutup Dr. Firman Hartono.

itb.ac.id

Peliput :
Fatimah Larassaty Putri Pratami (Fakultas Teknologi Pertambangan dan Perminyakan 2014)
Irfaan Taufiiqul R. (Teknik Kimia 2013)
Nur Huda Arif Indiarto (Teknik Kimia 2012)

Peserta ITB Journalist Apprentice 2015

  ♔ JKGR  

★ Mahasiswa Surabaya Lombakan Kapal Cepat Tak Berawak di Amerika

Tim Penship dari PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) ketika menunjukkan Kapal Cepat Tak Berawak, Selasa (28/7).

Tak mudah bagi Tim Penship dari PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) untuk bisa sampai maju ke semi final dalam Roboboat Competition International 2015.

Mereka menciptakan Kapal Cepat Tak Berawak di Virginia, Amerika Serikat pada 6 Juli hingga 12 Juli.

Butuh perjuangan bagi tim yang terdiri dari lima orang itu. Mereka berlima yaitu Irwan Privasa Baraputra, Ahmad Zurkoni, Rachmat Faizal Ajie, Mochammad Ardhy Windhy Saputra, dan Muhammad Sholahuddin Al-Ayyubi.

Walau pada akhirnya harus menerima kekalahan dan meraih kategori juara Best Compact Design Award. Tim Penship ini, membuat robot kapal tak berawak dan dilombakan pada 6 Juli hingga 12 Juli.

Untuk bisa mengikuti lomba itu, mereka harus mencari bantuan yang bisa membawa keperlombaan bergengsi itu. Hal ini karena tidak adanya dana dari pihak kampus, sehingga apresisasi kampus serta pemerintah yang kurang untuk mendukung prestasi di kalangan mahasiswa ini.

Sebenarnya bukan kali ini saja tim Penship meraih juara. Tim yang dibimbing oleh Iwan Kurnianto ini sudah tiga kali berturut-turut meraih jawara di tingkat nasional untuk katagori Kontes kapal Cepat Tak Berawak Indonesia (KKCTBI).

Namun, tim kebanggan PENS ini belum pernah memiliki kesempatan untuk bertanding di tingkat internasional. Hal itu lantaran Kementrian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti) tidak memiliki anggaran internasional untuk kategori robot kapal sehingga tim jawara tidak bisa bertanding di tingkat internasional.

Pada 2015 kami menang lagi. Meski tidak ada anggaran dari Dikti kita nekat ke Virginia dengan minta bantuan ke sponsor,” kata Irwan yang juga tim yang ahli dalam programmer hardware.

Salah satu perusahaan penerbangan ternama akhirnya mau memberi tiket gratis hanya sampai Tokyo Jepang. Nah untuk sampai ke Virginia, pihak PENS dan mahasiswa mengumpulkan dana. “Untuk kehidupan sehari-hari di Virginia kami dibantu oleh WNI dan Kedubes,” jelas Irwan.

Namun perjuangan tim Penship tidaklah sia-sia. Pada 11 Juli, tim Penship berhasil lolos kualifikasi yang diadakan di danau Swan, Regent University. Dalam babak pertama ini, tim Penship berhasil mengalahkan 15 tim dari negara ternama, seperti Inggris, Jepang, Prancis, Jerman dan lainnya.

Kompetisi awal yang membuat tim ini lolos ke babak selanjutnya yakni pada kecepatan robot atau speed test. Sedangkan, misi selanjutnya adalah menghindari rintangan yang ditata secara acak atau dikenal dengan misi obstancles. Selain itu juga harus mampu mendeteksi blackbox yang biasanya ada di dalam pesawat atau kapal.

Juri bilang kapal kami punya poin plus. Dengan hanya berat 7,8 kg dan daya dorong kapal mencapai 12,8 Lbs, kecepatan kapal mencapai 7 detik untuk menempuh jarak 15 meter kita sudah mampu membuat penonton dan dewan juri terpukau,” tambah dosen pembimbing tim Penship, Iwan Kurnianto.

Poin plus lainnya yakni hampir seluruh awak robot kapal dibuat secara handmade oleh tim Penship. Berbeda dengan robot kapal tim mahasiswa asing yang awak kapalnya rakitan.

Sayang perjuangan mereka terhenti di misi atau pada babak ketiga. Ketika misi ketiga robot kapal menguji kemampuan kapal dalam mendeteksi gambar dan sasaran atau automatic docking.

Robot kapal ini gagal melewati misi ketiga akibat permasalahan jaringan. Hal itu membuat tim Penship tidak melanjutkan misi keempat yakni deteksi frekuensi untuk kembali ke dermaga.

Tapi, kami bersyukur masuk final. Dari tujuh tim yang masuk final, enam tim dari amerika dan satu dari Indonesia. Karena kualitas robot kapal yang cepat dan bagus kami meraih Compact Design Award,” tegas Iwan.

Apalagi, meski sudah berkali-kali jawara di tingkat internasional, kompetisi robot tingkat internasional ini baru pertama kali diikuti. “Pengalaman lomba tingkat internasional ini sangat penting untuk riset-riset robot kapal kami selanjutnya,” harap Iwan.

  ♔ Tribunnews  

[Viedo] FlyingBoat OS-WIFANUSA

Pesawat Tanpa Awak produksi anak negeriFlyingBoat OS-WIFANUSA

Berikut ini penampakan video pembuatan pesawat tanpa awak (UAV) Flyingboat OS Wifanusa produksi Indonesia Maritim Institute.

Produk ini sudah berhasil mengangkasa di Bandung baru baru ini dengan hasil melewati uji sertifikasi TNI AL.

Pesawat tanpa awak tersebut berhasil take off dengan mulus dilandasan yang hanya berjarak 30 meter.

Kemampuan kendali jarak jauh bisa mencapai lebih dari 100 km dan menerima real time video untuk keperluan surveillance. Selain itu juga dilengkap kamera multispektral untuk remote sensing.

Ketinggian terbang pesawat ini bisa mencapai 5000 meter dengan jarak tempuh sampai 500 -600 km dengan kecepata 100 km/jam. Berikut penampilan video diposkan Aris suhendra dari Youtube:



  ★ Indonesia Teknologi  

Dubes Australia Temui JK untuk Perbaiki Hubungan dengan Indonesia

Wakil Presiden Jusuf Kalla Menerima Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson. Keduanya membicarakan peningkatan hubungan Indonesia-Australia yang sempat tegang dalam 6 bulan terakhir.

"Tentu selama enam bulan terkahir kan hubungan kita jelek, lalu bagaimana semester kedua ini menjadi lebih baik," ujar JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2015).

Keduanya juga berbincang soal hubungan ekonomi kedua negara dan rencana Australia mendirikan konsulat jenderal di Makassar, Sulawesi Selatan. "Dan juga program-program dia di Indonesia," kata JK.

"Banyak hal lah yang kita bicarakan," sambung JK.

Hubungan Indonesia-Australia sempat tegang menyusul eksekusi kelompok Bali Nine oleh Indonesia. Selepas itu, Hubungan kedua juga memburuk soal masalah manusia perahu yang dipulangkan kembali ke wilayah Indonesia. (tfq/faj)

   detik  

Rabu, 29 Juli 2015

★ Pesawat tanpa Awak Terbang di Langit Bandung

Pesawat OS-Wifanusa

Pesawat OS-Wifanusa yang tergabung di Indonesia Maritime Institute bekerjasama dengan PT. Trimitra Wisesa Abadi berhasil terbang dari landasan darat. Hal tersebut terjadi saat demo terbang dari darat yang dilakukan di Lanud Sulaiman Bandung.

Pesawat tanpa awak tersebut berhasil take off dengan mulus dilandasan yang hanya berjarak 30 meter. "Jika take off di air, OS-Wifanusa butuh landasan pacu sepanjang 50 meter" kata Dr. Paonganan sang inventor sekaligus salah satu desainer OS-Wifanusa melalui siaran persnya yang diterima Republika, Rabu (29/7).

Dijelaskan spesifikasi pesawat tanpa awak OS-Wifanusa tak kalah dengan produk dari negara lain. Kemampuan kendali jarak jauh bisa mencapai lebih dari 100 km dan menerima real time video untuk keperluan surveillance. Selain itu juga dilengkap kamera multispektral untuk remote sensing.

"Endurance OS-Wifanusa bisa mencapai 6-7 jam terbang nonstop, enginenya sudah gunakan fuel injection, jadi lebih efisien apalagi jika terbang dikketinggian diatas 1000 meter lebih aman daripada mesin yang masih gunakan karburator biasa," lanjut Ongen panggilan akrabnya.

Masih kata Ongen, ketinggian terbang pesawat ini bisa mencapai 5000 meter dengan jarak tempuh sampai 500 -600 km dengan kecepata 100 km/jam. Pesawat ini juga sudah berhasil melewati uji sertifikasi TNI AL di Waduk Jatiluhur belum lama ini.

   republika  

★ Alat Komunikasi Daerah Perbatasan RI-Malaysia di Kaltim Gunakan PLTS dari PT Len Industri

PLTS LEN

Ada yang menarik dari kisah Sriyanto, Pimpinan Proyek Alkom Pamtas RI-Malaysia di Kalimantan Timur (Kaltim), yang baru saja menjadi Pimpinan Proyek Alkom Pengamanan Perbatasan. Tugas utama proyek ini adalah instalasi radio – radio komunikasi di daerah perbatasan. Proyek jenis ini baru pertama kali ditangani PT Len Industri, walaupun sebenarnya Len sudah sangat akrab dengan radio. Radio tersebut juga menggunakan Sistem tenaga surya yang diproduksi oleh Len. PLTS tersebut digunakan sebagai sumber energi pemancar dan antena radio-radio untuk berkomunikasi.

Pemasangan radio di daerah perbatasan merupakan hal yang baru dari Len. Tetapi bagi kami ini sama sekali bukan masalah untuk mewujudkannya. Alhamdulilah proyek ini selesai pada Oktober 2014, tim bisa menyelesaikan proyek ini tepat waktu,” katanya di Bandung, baru-baru ini.

Alkom tersebut nantinya akan digunakan oleh Mabes TNI untuk operasional di Kaltim, daerah perbatasan dengan Malaysia. Untuk penggarapan alkom perbatasan Len bekerjasama dengan Aselsan dari Turki, yakni berupa kerjasama produksi.

Daerah yang akan ter-cover baru 14 titik, dari total ± 36 lokasi di Pulau Kalimantan. Keempat belas titik lokasi yaitu: Kodam VI/MLW – Balikpapan, Korem 091/ASN – Samarinda, Poskotis – Nunukan, Pos Aji Kuning, Pos Gabma Simanggaris, Pos Simanggaris Lama, Pos Simantobol, Pos Simantipal, Pos Labang, Pos Tembalang, Pos Long Midang, Pos Long Apari, Pos Long Bawan, dan Pos Long Betaoh.

Menurut Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Among Margono, perbatasan menjadi program prioritas Mabes TNI. Indonesia memiliki tiga wilayah perbatasan di darat, yakni di Kalimantan (berbatasan dengan Malaysia), Papua (berbatasan dengan PNG), dan Timor (berbatasan dengan Timor Leste).

Pembangunan di perbatasan harus meliputi aspek pertahanan dan kesejahteraan. Sarana dan prasarana keduanya harus terintegrasi. Dia menyebut, pihaknya sudah membagikan 600 solar cell untuk pengamanan perbatasan (pamtas) di pulau-pulau terluar, terkecil, dan pamtas di darat berkat dukungan dari Kementerian ESDM. (Len/HER)

   LEN  

Industri perkapalan nasional tumbuh signifikan

Kapal Basarnas produksi galangan kapal Indonesia

Dalam satu dekade terakhir perkembangan industri perkapalan di Indonesia barjalan cukup signifikan, karena selain didukung sebagai negara kepulauan terbesar didunia, pemerintah juga memberi keberpihakan melalui berbagai program dan kebijakan strategis dalam pengembangan industri maritim nasional.

Demikian disampaikan Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam sambutannya pada acara Forum Saudagar Bugis Makassar ke XV di Makassar, Selasa (28/7).

"Program prioritas Nawa Cita diharapkan mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat, memiliki sumber daya yang berkelanjutan, serta mensejahterakan segenap rakyat Indonesia," kata Menperin.

Pada forum tersebut, selain Menperin, narasumber yang hadir adalah Bupati Takalar-Sulawesi Selatan Burhanuddin Baharuddin, Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Penguatan Struktur Industri, Ngakan Timur Antara, Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Muchlis Patahna, serta Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan, Sattar Taba selaku moderator.

Menperin menjelaskan, sebagai negara kepulauan terbesar didunia, Indonesia memiliki potensi sumber daya kelautan yang kaya diantaranya memiliki cadangan minyak bumi mencapai 9,1 milliar barel di laut, 8500 species ikan, 555 species rumput laut, dan 950 species biota terumbu karang hidup di perairan Indonesia.

Menurut Menperin, industri perkapalan memiliki beberapa karakter khusus antara lain proses produksi yang komplek dan simultan, berdasarkan pesanan, struktur organisasi jaringan dengan mengandalkan outsourcing untuk penyediaan komponen dan tenaga kerja, serta aktifitas utamanya adalah pembangunan kapal baru dan reparasi.

Dari karakter-karakter tersebut dapat disimpulkan bahwa "stakeholder" industri terdiri dari berbagai pihak, diantaranya industri pelayaran, industri komponen, pemerintah, biro klasifikasi, perbankan dan asuransi.

"Bahkan sejak diterapkannya Instruksi Presiden No. 5 tahun 2005 tentang azas cabotage, terjadi peningkatan jumlah armada kapal berbendera Indonesia dari 6.041 unit pada Juni 2005 menjadi 13.224 pada Februari 2014," kata Menperin.

Peningkatan jumlah armada kapal nasional itu berdampak pada peningkatan utilisasi fasilitas reparasi kapal.

Saat ini jumlah galangan kapal di Indonesia mencapai 250 perusahaan, dimana 5 perusahaan berstatus BUMN.

Selanjutnya, galangan kapal nasional saat ini telah mampu membangun berbagai jenis dan ukuran kapal sampai dengan 50.000 DWT dan mereparasi kapal sampai dengan kapasitas 150.000 DWT.

Namun demikian, 250 galangan kapal nasional, hanya sekitar 10 perusahaan yang memiliki kapasitas produksi diatas 10.000 DWT dengan fasilitas "graving dock" terbesar yaitu 300.000 DWT yang berlokasi di Batam dan Banten.

"Oleh karena itu, dalam roadmap yang telah kami susun, pada tahun 2025 industri perkapalan nasional ditargetkan akan mampu membangun berbagai jenis kapal sampai dengan ukuran 200.000 DWT dan didukung dengan industri komponen kapal yang tangguh dan berdaya saing tinggi," tegas Menperin.

Sementara itu, strategi yang dilakukan Kementerian Perindustrian dalam mencapai roadmap tersebut, antara lain; peningkatan daya saing industri perkapalan nasional melalui pemberian insentif fiskal; peningkatan kemampuan desain dan rekayasa kapal melalui pemberdayaan Pusat Desain dan Rekayasa Kapal Nasional (PDRKN).

Selain itu, penguatan struktur industri perkapalan melalui program bimbingan teknis dan sertifikasi untuk industri komponen kapal; pengembangan kemampuan SDM perkapalan melalui pelatihan dan sertifikasi; serta peningkatan kapasitas produksi melalui pengembangan kawasan khusus industri maritim.

Hingga lima tahun terakhir, kinerja Industri perkapalan nasional terus mengalami peningkatan. Tercatat pada tahun 2013, pembangunan kapal baru mecapai 859,9 ribu DWT dan reparasi kapal mencapai 8,437 juta DWT. Menperin mengharapkan, strategi pembangunan industri perkapalan nasional mampu mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Seusai forum, Menperin melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (BBIHP) untuk meninjau laboratorium uji dan unit pelayanan publik di BBIHP Makassar.

   antara  

Pengguna Facebook Banyak Tak Sadar Kena "Hack", Begini Cara Mengeceknya

Menu Facebook Security

Sering kali, pengguna Facebook tidak sadar apabila akun miliknya sedang diretas. Namun, sebenarnya, ada sebuah cara untuk mengetahui apakah sebuah akun telah diretas atau belum.

Caranya sangat mudah dan sederhana. Anda hanya perlu masuk ke bagian Settings, kemudian pilih Security. Pilihan menu Security terletak di bagian kiri layar, tepat di bawah General atau di atas Privacy.

Di menu Security, pilih menu Where You're Logged In. Dalam menu tersebut, bisa dilihat melalui perangkat apa dan di mana saja akun milik Anda telah diakses. Nah, apabila ada sebuah aktivitas yang mencurigakan, langsung saja tekan tombol End All Activity.

Menggunakan tombol tersebut, si peretas akan langsung log-out dari akun milik Anda. Langkah selanjutnya adalah dengan mengganti password atau kata sandi untuk mencegah peretas masuk kembali ke akun milik Anda.

Selain itu, Anda juga bisa meminta sistem Facebook untuk memberikan peringatan setiap kali ada login ke akun di perangkat atau browser baru. Notifikasi tersebut bakal diberikan di tiga tempat sekaligus, yakni melalui Facebook itu sendiri, e-mail, atau pesan SMS ke nomor yang sudah didaftarkan pengguna.

Cara menggunakan fitur tersebut juga cukup mudah. Masih melalui menu Security, langsung pilih saja menu Login Alerts. Dalam menu tersebut, pengguna bisa mengatur sendiri ke mana notifikasi akan diberikan.

Jika memilih mengirim notifikasi lewat e-mail, setiap ada login baru, Facebook akan mengirimkan notifikasi ke alamat yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Selamat mencoba!

  ⚓️ Kompas  

Selasa, 28 Juli 2015

Kereta Made in Madiun

Jonan Sindir Kualitas Kereta Made in Madiun, Ini Kata INKAKualitas dan standar keselamatan Kereta Rel Listrik (KRL) produksi dalam negeri disindir oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan. KRL yang disindir tersebut dibuat dan dikembangkan oleh PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA di Madiun, Jawa Timur.

Lantas bagaimana penjelasan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) produsen kereta api tersebut?

General Manager Perencanaan dan Afffair INKA, I Ketut Astika membenarkan bila KRL yang dipesan oleh Kemenhub mengalami masalah teknis. Kereta yang dioperasikan untuk KRL Commuter Jabodetabek itu, kini sedang menjalani proses investigasi di Jerman.

"Sedang proses investigasi dan perbaikan," kata Ketut kepada detikFinance, Selasa (28/7/2015).

KRL yang dipermasalahkan berjenis KRL KFW. KRL tersebut diproduksi atas kerjasama antara INKA dengan produsen kereta dunia asal Jerman, Bombardier. Permasalahan terjadi pada gearbox.

Fungsi gearbox pada kereta, ujar Ketut, sama dengan fungsi gardan pada mobil yakni sebagai penerus gaya. Lanjut Ketut, permasalahan gearbox yang menimpa KRL produksi bersama tersebut hanya terjadi di Indonesia.

"Masalah utama yang terjadi saat ini, ada pada gearbox yang disuplai oleh Bombardier. Bombardier tetap bertanggung jawab atas masalah ini," ujarnya.

Ketut meminta maaf karena proses investigasi dan perbaikan memakan waktu relatif lama. Gearbox harus dibawa ke Jerman, akibatnya proses perbaikan KRL memakan waktu.

"Untuk proses investigasi dan perbaikannya, gearbox harus dikirim ke Jerman. Itu yang membuat masalah ini belum bisa diatasi langsung," ujarnya.

Seperti diketahui, Kemenhub membeli 9 trainset atau rangkaian KRL produksi lokal dari INKA. 1 trainset terdiri dari 4 unit kereta.

Kemudian, Kemenhub menghibahkan KRL made in Madiun tersebut kepada anak usaha PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ). Beberapa unit rangkaian KRL KFW kini dipakai untuk melayani warga Jabodetabek.
Pertama di ASEAN, KRL Made in Madiun Dirancang Sejak 1990PT Industri Kereta Api (Persero) atau disingkat INKA merupakan satu-satunya produsen kereta di tanah air, bahkan di Asia Tenggara. Salah satu produk yang dihasilkan ialah Kereta Rel Listrik (KRL).

KRL produksi anak bangsa tersebut kini telah dioperasikan oleh PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) untuk melayani warga Jabodetabek. KCJ mengoperasikan 2 jenis KRL, yakni KRL produksi INKA dan KRL bekas dari Jepang.

Meski masih disorot soal kualitas, tapi KRL anak bangsa yang memiliki sejarah relatif panjang itu patut diapresiasi.

General Manager Perencanaan Perusahaan dan General Affair INKA, I Ketut Astika menyebut proses pengembangan KRL oleh insinyur INKA dimulai sejak tahun 1990-an.

"Pengembangan KRL di INKA dimulai sejak tahun 1990-an bekerjasama dengan Hyundai," kata Ketut kepada detikFinance, Selasa (28/7/2015).

Setelah keduanya melakukan kerja sama pengembangan KRL. INKA selanjutnya melakukan kerja sama transfer of technology untuk pengembangan KRL dengan BN-Holec PAK, perusahaan gabungan asal Jerman dan Belanda.

Kerjasama dengan BN-Holec PAK ini kemudian melahirkan KRL non AC pertama produksi lokal bernama KRL BN-Holec. KRL tipe ini telah diproduksi puluhan trainset.

Kerjasama pengembangan KRL tidak berhenti sampai di situ. INKA lalu menggandeng produsen kereta asal Jepang yakni Hitachi.

Baru pada tahun 2000, INKA mampu secara mandiri memproduksi KRL buatan sendiri. KRL ini selanjutnya diberi nama KRL-I.

"Kerjasama dengan Hitachi sampai akhirnya tahun 2000 kita mengembangkan KRL sendiri disebut KRL-I. Sejak itu belum ada order lagi dari Kemenhub," ujarnya.

INKA baru menerima order pembuatan KRL pada periode tahun 2010. Kementerian Perhubungan memesan kereta jenis KRL KFW yang diproduksi oleh INKA bersama Bombardier, Jerman. Selanjutnya, KRL jenis inilah yang disindir oleh Menhub Ignasius Jonan.

"Sampai dengan tahun 2010 baru ada order yang disebut KRL KFW. Di sini kita bekerjasama dengan Bombardier Jerman," ujarnya.

Kemampuan INKA memproduksi kereta bisa menjadi angin segar bagi kemajuan teknologi transportasi tanah air meskipun masih ada tantangan.

Produk kereta INKA seperti: Kereta Rel Diesel Electric (KRDE), Kereta Diesel Indonesia (KRD-I), Kereta Diesel, KRL, Rail Bus, Lokomotif Diesel Hidraulic (Loko DH), kereta penumpang dan barang, monorel hingga bus gandeng (TransJakarta).

"INKA adalah satu-satunya industri kereta api di Asia Tenggara. Bukan hanya produksi KRL, termasuk kereta lain masih satu-satunya di Asia Tenggara," ujarnya.
Penampakan Kereta Listrik Made in MadiunPT Industri Kereta Api (Persero) atau disingkat INKA merupakan satu-satunya produsen kereta di tanah air, bahkan di Asia Tenggara atau ASEAN. Salah satu produk yang dihasilkan dari pabrik mereka di Madiun Jawa Timur ialah Kereta Rel Listrik (KRL) yang kini dipakai di dalam negeri yaitu KRL KFW.

KRL produksi anak bangsa tersebut kini telah dioperasikan oleh PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) untuk melayani warga Jabodetabek. KCJ mengoperasikan 2 jenis KRL, yakni KRL produksi INKA dan KRL bekas dari Jepang.

Meski masih disorot soal kualitas oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan, tapi KRL anak bangsa yang memiliki sejarah relatif panjang itu patut diapresiasi.

Proses pengembangan KRL oleh insinyur INKA dimulai sejak tahun 1990-an bekerjasama dengan Hyundai.

Setelah keduanya melakukan kerja sama pengembangan KRL. INKA selanjutnya melakukan kerja sama transfer of technology untuk pengembangan KRL dengan BN-Holec PAK, perusahaan gabungan asal Jerman dan Belanda.

Kerjasama dengan BN-Holec PAK ini kemudian melahirkan KRL non AC pertama produksi lokal bernama KRL BN-Holec. KRL tipe ini telah diproduksi puluhan trainset.

Kerjasama pengembangan KRL tidak berhenti sampai di situ. INKA lalu menggandeng produsen kereta asal Jepang yakni Hitachi. Baru pada tahun 2000, INKA mampu secara mandiri memproduksi KRL buatan sendiri. KRL ini selanjutnya diberi nama KRL-I.

INKA baru menerima order pembuatan KRL pada periode tahun 2010. Kementerian Perhubungan memesan kereta jenis KRL KFW yang diproduksi oleh INKA bersama Bombardier, Jerman.

Produk kereta INKA antara lain Kereta Rel Diesel Electric (KRDE), Kereta Diesel Indonesia (KRD-I), Kereta Diesel, KRL, Rail Bus, Lokomotif Diesel Hidraulic (Loko DH), kereta penumpang dan barang, monorel hingga bus gandeng (TransJakarta).

Berikut penampakan kereta listrik buatan PT INKA (Foto: PT INKA, jenis KRL KfW), antara lain:


   detik  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More