N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Krait

Kapal patroli 40 m berbahan almunium alloy produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

Gambar Photoshop KRI Trimaran

Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

Panser Canon 90mm

Kendaraan militer dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

PT44 Gudel

Kendaraan taktis militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Jumat, 01 Juni 2012

"Geopark" Merangin ladang riset bagi geolog dunia

ilustrasi Hutan Penyangga Foto udara sebuah kawasan penambangan di kawasan hutan penyangga dekat Taman Nasional Bukit Tigapuluh di sekitar perbatasan provinsi Riau dan Jambi. (FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Jambi (ANTARA News) - Koordinator Divisi Geologi tim peneliti "Geopark" Merangin Prof Fauzi Hasibuan dari Badan Geologi Kementerian ESDM mengatakan, keberadaan Geopark Merangin akan menjadi ladang riset utama para geolog dunia dalam mempelajari evolusi bumi.

"Dengan melihat perkiraan umur geopark Merangin yang berusia 300 juta tahun, ke depannya dipastikan geopark itu akan menjadi objek riset utama para geolog dunia," katanya di Jambi, Kamis.

Apalagi, keberadaan geodversity di kawasan Geopark Merangin tersebut terbilang paling lengkap dibandingkan dua calon geopark lainnya di China dan Amerika.

Di Merangin tinggalan fosil kayu dan tumbuhan yang membatu juga fosil kerang-kerangan yang tercetak membatu di batu endapan lava dan abu vulkanik gunung purba tersedia cukup banyak dan lengkap.

Di kedua negara itu, keberadaan tinggalan geologinya sudah banyak yang rusak akibat tangan-tangan jahil manusia dan industri, sementara di Merangin kawasan geoparknya yang berada dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) hingga saat ini terbilang relatif lebih lestari dan terjaga.

Menurut dia, penelitian yang telah dilakukan tim geologi dari Badan Geologi Kementerian ESDM selama ini belum sepenuhnya tuntas karena dunia riset tidak pernah berhenti pada satu titik kesimpulan melainkan akan terus berkembangan atau dikembangkan menuju temuan-temuan baru.

Fauzi juga berkeyakinan, tinggalan geologi di Geopark Merangin masih tersedia cukup banyak karena diprediksi selain tinggalan yang berada di permukaan tanah atau singkapan alam yang terbuka seperti di sepanjang sungai Batang Merangin dan Mengkarang, fosil-fosil tersebut juga masih banyak terdapat di bawah tanah yang kini menyerupai pebukitan dan hutan.

"Peneliti di masa depan bisa saja melakukan ekskavasi kalau memang membutuhkan informasi dan materi riset yang lebih lengkap, karena di Geopark Merangin ini diyakini masih banyak fosil geologi lainnya yang terpendam dalam tanah," kata Fauzi.

Oleh karena itu, ia yakin dengan perjuangan penelitian dan promosi yang dilakukan Badan Geologi Kementerian ESDM, Pemprov Jambi melalui Disbudpar, dan Pemkab Merangin nantinya akan membuat optimistis timnya bahwa keberadaan Gepark Merangin dapat segera diakui oleh Unesco pada 2015.

Dengan demikian Geopark Merangin akan masuk dalam jaringan geopark dunia atau Global Geopark Network (GGN).(ANT-144/E003) 


KUNJUNGAN DELEGASI MALAYSIA KE LAPAN

Jakarta, Lapan.go.id – Senin (21/05), Delegasi Kementerian Sains, Teknologi dan Inovasi Malaysia mengunjungi Lapan selama dua hari. Dipimpin Direktur Jenderal - Agency remote Sensing Malaysia (ARSM), Dato’ Hj. Darus Bin Ahmad, kelima anggota delegasi diterima Kepala Lapan, Drs. Bambang S. Tejasukmana, Dipl. Ing. beserta jajarannya. Kunjungan ini merupakan penjajakan potensi kerja sama antara ARSM dengan Lapan.

Kepala Lapan menyambut baik kunjungan ini. Ia tertarik dengan Malaysia mengenai positioning farming Malaysia. Bertempat di Ruang Antariksa, kantor pusat Lapan, Jakarta, Kepala Lapan menjelaskan bahwa Indonesia berencana akan membangun Ground Station di Jawa menggunakan SPOT 6, SPOT 7, dan Medium Resolution Landsat yang mampu mencakup wilayah Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Selama lima tahun, Lapan sudah mempersiapkan data MVP. Dari segi biaya tidak terlalu besar karena bersifat open source software. Antena sudah dipersiapkan untuk bisa share dengan SPOT dan MODIS. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa teknologi penginderaan jauh berpotensi tinggi pemafaatannya untuk pembangunan.

ATAS - Kepala Lapan menyambut baik kunjungan delegasi ARSM di ruang Antariksa Lapan.
BAWAH - anggota delegasi ARSM (tengah)sedang melihat prototipe pesawat ringan.

Kunjungan ke Rumpin

Dipimpin Direktur Pengarah Bagian Pembangunan Aplikasi Remose Sensing – ARSM, Zuraimi Bin Suleiman, melanjutkan kunjungan ke Lapan di Rumpin, Bogor, Jawa Barat, Selasa (22/05). Kunjungan bermaksud untuk mengetahui sistem kerja stasiun bumi satelit mikro di Rumpin, serta rencana jangka panjang tentang kerja sama di bidang kehutanan dan mitigasi bencana.

Delegasi diterima langsung oleh Kepala Pusat Teknologi Penerbangan (Ka Pustekbang) Lapan, Dr. Rika Andiarti dan Kepala Pusat Teknologi Satelit (Ka Pusteksat) Lapan, Ir. Suhermanto, MT. di ruang rapat Pustekbang, Rumpin.

Ka Pustekbang menjelaskan mengenai program pengembangan pesawat ringan untuk misi pemantauan (surveillance air craft), mendukung program pesawat komuter N-219, Operasionalisasi PK PLN sebagai flying lab (Cessna 206), air bone remote sensing, serta pengembangan fasilitas dan infrastruktur. Sedangkan, Ka Pusteksat menerangkan secara teknis fungsi-fungsi dari ground station, serta perkembangan satelit Lapan.

Mobil "hijau" diproduksi dua tahun lagi

Ilustrasi mobil "hijau" (ANTARA/Rosa Panggabean)
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah menargetkan produksi mobil murah dan ramah lingkungan atau "low cost and green car" (LCGC) dapat dilakukan sekitar satu hingga dua tahun ke depan.

"Saya rasa satu sampai dua tahun lagi mobil LCGC sudah siap dibuat dan dipasarkan di Indonesia," kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo usai pertemuan dengan pihak Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Jakarta, Rabu.

Sedangkan Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin, Budi Darmadi mengatakan pemerintah akan mempercepat regulasi bagi mobil LCGC.

"Proses legalnya akan dipercepat dan memberikan insentif berupa pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). Beberapa prinsipal seperti Honda akan mempercepat pembangunan pabrik untuk mendukung program LCGC ini," katanya.

Menurutnya, investor otomotif akan menanamkan modalnya pada program LCGC ketika regulasinya sudah keluar.

"Saat ini, lima prinsipal menyatakan ketertarikannya untuk memproduksi mobil LCGC," ujarnya(ANT-IAZ)


Kamis, 31 Mei 2012

Habibie: tak perlu ragukan SDM Indonesia

Jakarta (ANTARA News) - Mantan Presiden RI, BJ Habibie menegaskan bangsa Indonesia memiliki kemampuan tinggi dalam mengembangkan teknologi dan tidak perlu diragukan lagi.

"Kita tak perlu sangsikan SDM (sumber daya manusia) Indonesia, tidak perlu debat, beri mereka kesempatan," kata Habibie saat berpidato pada pelantikan 119 auditor teknologi anggota Ikatan Audit Teknologi Indonesia (IATI) di Jakarta, Kamis.

Ia pun mengimbau para penentu kebijakan agar memberi kepercayaan dan kesempatan kepada anak bangsa untuk mengembangkan teknologi.

"Kita sudah didik mereka tinggi-tinggi, buat apa kalau pekerjaan akhirnya diberikan kepada anak-anak orang lain. Berikan kepada anak kita sendiri," kritik Habibie terhadap kebijakan pemerintah yang selalu pro impor.

Dalam pidatonya, Habibie mengungkit kembali tentang pesawat canggih rancangan bangsa Indonesia N-250 yang diluncurkan dan sempat diterbangkan pada 10 Agustus 1995. Namun program pengembangan N-250 dihentikan, dan pesawat yang ada sekedar prototipe.

Ia bercerita tentang pertemuan dengan Louis Gallois, Chief Executive Officer Airbus perusahaan European Aeronautic Defence and Space (EADS) dan bagaimana Gallois terkejut ketika Habibie memperlihatkan film tinggal landas dan terbangnya N-250 pada 1995.

"Gallois menyebut pesawat terbang pertama yang menggunakan sistem canggih fly-by wire adalah Airbus, yang itu pun membutuhkan waktu 10 tahun untuk merekayasanya. Padahal Habibie membuat itu mulai 1983. Jadi setelah Airbus meluncurkan pesawat fly-by wire, tak sampai setahun N-250 menjadi pesawat kedua dengan sistem fly-by wire," katanya.

Sementara ATR, perusahaan pembuat pesawat milik Perancis dan Italia, disebutkan, baru dua tahun lagi akan menggunakan sistem fly-by wire, yang sudah dilakukan bangsa Indonesia pada 1995.

"Tapi sayangnya kita dibubarkan. Anak-anak kita yang dididik akhirnya mereka terdepak, ada yang ke Brazil. Janganlah kita ramai-ramai mengorbankan kepentingan rakyat dengan alasan globalisasi," kata mantan Menristek di era Soeharto itu.

Dalam kesempatan itu, Habibie mengatakan pertumbuhan kebutuhan akan pesawat terbang di Indonesia cukup tinggi yakni 20 persen per tahun, tetap sama seperti prediksinya.(D009)


Erajaya Akuisisi iBox

Erajaya Akuisisi iBox
outlet erajaya
REPUBLIKA.CO.ID, PT Erajaya Swasembada Tbk (Erajaya) melalui anak usahanya yakni PT Data Citra Mandiri tandatangani perjanjian bersyarat dengan Grandoff International Limited untuk membeli hak atas merek "iBox" senilai 18 juta dolar AS.

"Kepemilikan saham Erajaya di Daya Citra Mandiri sebesar 99,8 persen. Anak usaha perseroan mengakuisisi iBox senilai 18 juta dolar AS," kata Direktur Erajaya, Sim Chee Ping usai RUPS Tahunan di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan, dalam perjanjian itu juga menyepakati hak opsi untuk membeli sistem dan bisnis ritel. Transaksi dilakukan dengan Grandoff International Limited Singapore dan PT Hidup Gaya Digital selaku pemegang hak usaha iBox.

Ia mengatakan, akuisisi dilakukan dengan tujuan untuk memperluas bisnis ritel perseroan. iBox merupakan toko ritel produk Apple terbesar di Indonesia.

"Dengan menguasai bisnis ritel iBox kami bisa meningkatkan jumlah outlet dan jaringan untuk memperkuat portofolio usaha kami di bidang distribusi seluler di Indonesia," ujarnya.

Saat ini, kata dia, iBox tercatat memiliki 20 outlet yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Setelah rencana akuisisi terlaksana, perseroan dalam waktu 1-2 bulan akan membuka empat outlet IBox baru.

"Rencananya ada empat outlet yang akan kita buka antara lain di Kemang dan Casablanca (Jakarta Selatan), dua lagi masih kita pertimbangkan lokasinya," ujar Sim Chee Ping.

Setelah empat outlet tersebut berdiri, lanjut dia, perseroan akan menambah hingga enam outlet lagi hingga akhir 2012. Dengan demikian, ada sepuluh outlet iBox baru yang akan dikembangkan perseroan pada tahun ini.

"Nilai investasiya sekitar Rp ,2 miliar per outlet jadi total Rp 12 miliar yang dialokasikan untuk gerai iBox. Itu sudah termasuk dalam rencana belanja modal yang sebesar Rp 90 miliar pada tahun ini," ujarnya.

Perseroan mengharapkan, dari bisnis ritel produk Apple ini dapat memberikan kontribusi ke penjualan konsolidasi sebesar 10-15 persen pada 2012.

Pada kuartal tiga 2012, Sim Chee Ping mengatakan, penjualan produk ini akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Erajaya. Sementara, target penjualan Erajaya secara total diperkirakan naik 60 persen menjadi Rp 11,04 triliun dibanding Rp 6,9 triliun pada 2011.

Sementara, dalam RUPS Tahunan, pemegang saham Erajaya telah menyetujui usulan tidak ada pembagian dividen tahun buku 2011. Laba bersih sebesar 2011 sebesar Rp 255,4 miliar.

"Laba bersih sebesar Rp1 miliar ditempatkan sebagai cadangan dan seluruh sisa laba sebesar Rp 254,4 miliar untuk kebutuhan pengembangan usaha perseroan," kata dia.


Mandiri dengan R-Han 122

 ☮ Roket Pertahanan

Memiliki wilayah luas dengan belasan ribu pulau yang terpencar, Indonesia mengembangkan sistem pertahanan yang strategis untuk mengamankannya. Salah satu sarananya adalah roket. Kemandirian di bidang peroketan mulai dibangun dengan merintis pembuatan roket pertahanan R-Han 122.

Rancang bangun dan rekayasa roket pertahanan merupakan upaya Indonesia membangun kemandirian dalam pengadaan alat utama sistem pertahanan. Rintisan dimulai lewat prototipe roket pertahanan sistem balistik berdiameter 122 milimeter disebut R-Han 122.

Roket pertahanan ini merupakan derivasi roket eksperimen rancangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), D230 tipe Rx 1210.

Roket eksperimen (Rx) dikembangkan untuk misi nonmiliter, seperti pemantauan cuaca, pemantauan pelayaran, pertanian, bencana, dan observasi untuk perencanaan tata ruang. Roket dimuati radio, kamera, dan sensor. Adapun roket untuk pertahanan (R-Han) dipasang bahan peledak, demikian paparan Hari Purwanto, Staf Ahli Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bidang Hankam.

Sebagai sarana yang dapat digunakan untuk tujuan militer, penguasaan teknologi peroketan tak mudah. Penyebarannya dipagari dengan beberapa aturan, antara lain, missile technology control regime dan center for information on security trade control.

Saat ini teknologi hankam tersebut hanya dimiliki negara tertentu. Di Asia negara yang tergolong maju dalam teknologi ini antara lain China, India, Korea Selatan, dan Korea Utara.

Kemampuan rekayasa dan rancang bangun peroketan sampai batas tertentu dimiliki oleh BPPT, Balitbang Kemhan, dan PT LEN Industri. Dengan kemampuan masing-masing lembaga, kata Gunawan Wibisono, Asisten Deputi Menristek Bidang Produktivitas Riset Iptek Strategis, terbentuk Konsorsium Roket Nasional tahun 2007.

Konsorsium terdiri dari Kementerian Ristek, Kementerian Pertahanan, TNI AL, lembaga riset (BPPT dan Lapan), perguruan tinggi (ITB, ITS, UI, UGM, dan Undip), serta industri strategis PT DI, Krakatau Steel, LEN Industri, Pindad, dan Perum Dahana. Konsorsium inti terdiri atas beberapa plasma yang menangani riset material, mekatronika, dan sistem kontrol atau kendali.

Kementerian Ristek menyediakan dana insentif untuk pembuatan prototipe roket. PT DI melaksanakan pengembangan struktur dan desain roket. PT Krakatau Steel menyediakan material untuk tabung dan struktur roket. Bahan bakar roket, yakni propelan, disediakan PT Dahana.

Bagian PT DI adalah membangun sarana peluncur roket dan sistem penembaknya dengan laras sebanyak 16. Kendaraan yang digunakan sebagai anjungan untuk peluncuran adalah jip GAZ buatan Rusia, Nissan Jepang, dan Perkasa buatan Tata, India.
 ☮ Muatan teknologi

Meski bentuk roket sederhana, tabung bermoncong lancip, pembuatannya tidak sederhana. Di dalamnya termuat berbagai komponen berteknologi mutakhir, seperti material maju, mekatronika, dan propulsi.

Dibandingkan roket generasi lama, R-Han 122 mengalami beberapa pengembangan desain dan material. Pada roket eksperimen menggunakan baja. Pada R-Han digunakan aluminium dan karbon yang dua kali lebih ringan. Bahan itu lebih tahan panas. Untuk menjaga kestabilan dan daya jangkau yang tinggi, material yang digunakan harus tahan terhadap suhu 3.000 derajat celsius, kata Ketua Program Penggabungan Roket Nasional Sutrisno.

Pengembangan lain pada konstruksi roket, pada versi terdahulu, roket menggunakan sirip tetap. Untuk meluncurkan, roket harus ditumpangkan pada peluncur dilengkapi rel. Pada roket generasi baru dipasang sirip lipat yang dilengkapi pegas yang akan menegakkan sirip secara otomatis setelah keluar dari tabung peluncur.

Pada roket terdahulu, tabung propelan diisi langsung dan terikat permanen di tabung roket. Kini tabung propelan dibuat terpisah dan diberi lapisan isolasi termal. Saat ini bahan propelan masih diimpor. Untuk membangun kemandirian, pabrik propelan akan dibangun PT Dahana.

Untuk wahana peluncur, dilakukan modifikasi kendaraan jip berbobot 2,5 ton dan truk berkapasitas 5 ton. Dirancang pula bangun unit peluncur yang memuat 16 roket dan mampu meluncurkan secara otomatis sejumlah roket tersebut dengan hanya menekan satu tombol.
 ☮ Uji peluncuran

Adi Indra Hermanu, Kepala Subbidang Analis Teknologi Hankam Kementerian Ristek, menyatakan, uji coba peluncuran roket R-Han 122 dilaksanakan akhir Maret di Baturaja, Sumatera Selatan. Sebanyak 50 roket diluncurkan di hutan lindung itu. ”Roket R-Han 122 yang diluncurkan rata-rata mampu melesat dengan kecepatan 1,8 mach atau 2.205 km per jam,” ujarnya.

Pada tahap peluncuran, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berperan mengoperasikan sistem radar untuk memantau posisi jatuh roket. ITB memasang sistem kamera nirkabel untuk merekam gambar saat roket meluncur sampai di lokasi sasaran.

Dalam penggunaannya, R-Han 122 pada tahap awal akan menjadi senjata dengan sasaran target di darat yang berjarak tembak 15 km. Roket ini akan digunakan TNI AL untuk pengamanan pantai.

Menurut Sonny S Ibrahim, Asisten Direktur Utama PTDI, tahun ini tahap pengembangan teknis selesai. Persiapan industrialisasi saat ini sudah 80 persen.

(Kompas, 31 Mei 2012/ humasristek)

Rabu, 30 Mei 2012

Alex : "Sumsel free WiFi, Jakarta menyusul"

Jakarta (ANTARA News) - Sumatera Selatan Cyber City merupakan konsep kota modern yang berbasis teknologi, sehingga konsep itu di  masa depan akan memudahkan masyarakat mengakses layanan informasi tanpa batas melalui internet.

Siaran pers Humas Pemprov Sumsel yang diterima di Jakarta, Selasa, menyebutkan Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin akan meluncurkan program cyber city (kota modern berbasis teknologi informasi) di Palembang pada Kamis, 1 Juni 2012.

Sebuah kota dengan konsep cyber city yang telah mapan akan menjadi sebuah kota yang terkoneksi di seluruh bidang. Berbagai kebutuhan masyarakat kota dalam berbagai bidang ekonomi, sosial, politik, pendidikan akan tersaji dalam satu konsep saling berhubungan, sehingga konsep cyber city akan dapat meningkatkan kualitas masyarakat Sumsel.

Sementera itu, Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Sumsel, Ir Sarimuda MT menjelaskan tujuan program itu merupakan salah satu cara Pemprov Sumsel untuk mencerdaskan masyarakat agar melek teknologi.

"Ini juga merupakan konsep logis dari meningkatnya kebutuhan masyarakat yang ingin mengakses internet secara luas dan tidak lagi terbatas pada kalangan tertentu saja. Konsep ini juga sudah diterapkan di sejumlah kota besar di dunia," katanya.

Menurut dia, pemasangan hot spot WiFi (wireless fidelity) di sejumlah tempat terbuka seperti taman kota, tempat olahraga, bandara, pelabuhan, terminal, pusat perbelanjaan modern dan tempat wisata akan semakin memudahkan masyarakat untuk beraktivitas secara lebih leluasa dalam satu yang bersamaan.

Di samping itu, keberadaan layanan akses internet akan memancing minat wisatawan, baik mancanegara maupun domestik untuk berdatangan ke lokasi hot spot layanan internet.

Demikian juga para pebisnis dapat memanfaatkan internet di ruang publik, sehingga Palembang dan Sumsel akan menjadi salah satu daerah tujuan bisnis dan objek wisata yang diharapkan bisa semakin terkenal dalam skala nasional maupun internasional.

Pengguna laptop, "Windows Mobile" atau "Smart Phone" dapat berinternet dari mobil yang melaju di jalan raya, rumah, kantor, kafe, bahkan di pinggiran Kota Palembang.

"Berwisata sambil mengirim email, menyantap makanan sambil mengerjakan tugas kantor, sekolah atau kuliah adalah contoh aktivitas yang bisa dilakuka secara bersamaan dengan program cyber city ini. Model kerja dinamis ini akan menjadi tren di Palembang, Juni nanti," katanya. (*)


Misteri Alien di Candi Sukuh

Berikut video Candi Sukuh Vivanews

Siswa SD Kediri juarai kompetisi robot internasional

Tim Robot SD Plus Rahmat, Kediri, melakukan persiapan selama tiga bulan sebelum mengikuti kompetisi robot internasional, termasuk belajar ke Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya.(ANTARA/Teresia May)

Kediri (ANTARA News) - Tim Robot Rahmat dari Sekolah Dasar (SD) Plus Rahmat Kediri, Jawa Timur, berhasil menjuarai kompetisi robot pada ajang International Islamic School Robot Olympiad (IISRO) di Kuala Lumpur, Malaysia, tanggal 22-27 Mei lalu.

Guru pembimbing tim robot sekolah tersebut, Bambang Dwi Setiawan, pada Rabu mengatakan bahwa dari sembilan kategori yang dipertandingkan tim sekolahnya mengikuti kompetisi pada lima kategori dan menang pada tiga kategori.

Menurut dia, tim berhasil meraih gelar juara pada kompetisi Robot Run, Indoor Aero Robot, dan Robot Transporter.

"Kami akan mengikuti kompetisi selanjutnya. Saat ini, kami juga sedang siapkan," kata pengajar ilmu komputer itu.

Salah satu anggota tim robot, Damarjati Bagus Satrio, mengaku sempat grogi melihat kecanggihan alat yang digunakan para pesaing.

"Alat mereka lebih canggih. Mereka juga berpengalaman, sedangkan kami masih baru. Kami sempat grogi," kata dia.(ANT)


ANTARA News

AIPI: Indonesia butuh pendanaan riset yang fleksibel

Ilustrasi
Jakarta (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Prof. Budi Suyitno mengatakan Indonesia membutuhkan mekanisme pendanaan riset yang lebih fleksibel untuk mendukung kemanjuan bangsa pada masa mendatang.

"Selama ini pembiayaan riset melalui APBN masih banyak mengalami hambatan sehingga berpengaruh pada kinerja riset," kata Budi saat memberikan sambutan dalam seminar "National Science and Innovation Funding Mechanism" di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, kegiatan riset mempunyai sifat yang berbeda dengan kegiatan proyek Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lain yang pencairan dananya mengikuti jadwal fiskal pemerintah.

Dana riset, lanjut dia, harus bisa dicairkan tanpa mengikuti jadwal fiskal yang berlaku dimana dana cair pada Maret-April dan pada November laporan sudah harus masuk.

Ia menambahkan, proses penelitian membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencapai hasil karenanya pendanaan riset harus berjangka panjang atau multi years.

Keberadaan lembaga pendanaan riset seperti yang dimiliki Amerika Serikat dan Thailand, kata dia, juga akan memacu kegiatan riset berkesinambungan sesuai kebutuhan nasional.

Ia mencontohkan, beberapa dekade setelah membentuk National Science Foundation (NSF) pada 1950 Amerika Serikat melahirkan inovasi-inovasi revolusioner dan melahirkan 180 peneliti penerima hadiah Nobel.

Menurut dia, dana riset nasional pada 2010 hanya 0,08 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan tersebar di Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta lembaga-lembaga penelitian pemerintah.(D009) 



ANTARA News

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More