N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Krait

Kapal patroli 40 m berbahan almunium alloy produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

Panser Canon 90mm

Kendaraan militer dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

PT44 Gudel

Kendaraan taktis militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Selasa, 28 April 2015

Kunjungan Kerja Komisi I DPRI RI ke PT Pindad (Persero)

Dua Prototipe Tank Medium Pindad Akan Dibuat Tahun Ini http://1.bp.blogspot.com/-VcPIt3gIVGM/VT2A32qXVXI/AAAAAAAAjsM/8pkkOIsQVcE/s1600/Medium%2BTank%2B5_Pindad.jpgRancangan Tank Medium Pindad (Windu P)

Para wakil rakyat yang tergabung dalam Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja ke PT Pindad (Persero). Rombongan yang dipimpin oleh Ketua Komisi I DPR Ri Mayor Jenderal (Purn) Supiadin Aries Saputra ini diterima oleh Direktur Utama PT Pindad (Persero) Silmy Karim di Auditorium Gedung Direktorat PT Pindad (Persero), Bandung. Acara ini dihadiri pula oleh jajaran Direksi dan pimpinan PT Pindad (Persero).

Adapun kunjungan kerja ini dilakukan untuk meminta data dan informasi dari PT Pindad (Persero) mengenai perkembangan kerjasama proyek medium tank dengan Turki. “Kunjungan ini dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi mengenai perkembangan kerjasama pertahanan antara Pindad dengan Turki, termasuk bagaimana respon dari Kementerian Pertahanan dan TNI dalam mendukung implementasi kerjasama tersebut,” ujar Mayjen TNI (Purn) Supiadin Aries Saputra mewakili para anggotanya.

Silmy Karim, menanggapi hal tersebut, mengatakan bahwa proyek bersama Indonesia – Turki mengenai medium tank sudah diinisiasi sejak lama, namun analisis kemampuan Pindad terus dilakukan. “Kerjasama ini sebenarnya sudah diinisiasi sejak lama oleh Pemerintah, bahkan penandatanganannya sudah terjadi sejak tahun 2013. Secara manufaktur dan testing Pindad sudah siap. Namun ada beberapa teknologi yang masih memerlukan bantuan dari para mitra seperti turret dan firing control system, navigation system, serta self defence system. Kami ingin membuat medium tank yang sempurna baik dari mobility, fire power, dan survivability” ujar Silmy.

Jadwal pengerjaan proyek sudah dibuat. Jika semuanya berjalan lancar, pada tahun 2015 ini akan dibuat satu unit purwarupa produk di Indonesia dan satu unit di Turki. Komunikasi yang lebih intens juga sedang dilakukan oleh Kementerian Pertahanan Indonesia dengan Savunma Sanayii Müsteşarlığı (SSM), Kementerian Pertahanan Turki. “Untuk progress B2B, sudah dikirimkan beberapa karyawan Pindad untuk mempelajari lebih jauh teknik pengelasan aluminium armored yang dipakai sebagai bahan baku medium tank,” ujar Silmy. Ia juga menyatakan rasa optimisnya bahwa proyek ini akan berjalan dengan baik di masa depan. “Kami optimis program medium tank ini akan berjalan dengan baik karena latar belakang teknologi industri pertahanan Indonesia dan Turki yang sudah cukup baik,” tutup Silmy.

Setelah diskusi panjang di auditorium selesai, rombongan Komisi I DPR RI mengunjungi beberapa fasilitas produksi PT Pindad (Persero) di Divisi Kendaraan Khusus dan Divisi Senjata untuk mencoba performa produk pertahanan dan keamanan Pindad secara langsung.

  ♆
Pindad  

Senin, 27 April 2015

RI Perlu Bantuan Asing Tapi Jangan Atur Kami

Menteri BUMN Rini Soemarno (kiri) dan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan (kanan) bersiap mengikuti sidang kabinet paripurna di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/1). Sidang tersebut membahas soal finalisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2015. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan mengakui Pemerintah Indonesia membutuhkan dukungan pendanaan asing untuk mewujudkan program ekonomi ramah lingkungan (green economy). Namun, dia menegaskan Indonesia tidak ingin diatur dan didikte oleh asing terkait pemanfaatan dana dan pelaksanaan program tersebut.

"Kami memang membutuhkan foreign funding dalam menjalankan program-program ekonomi yang berkelanjutan. Namun kami tidak mau diatur dan didikte," ujarnya di acara Tropical Landscapes Summit, Jakarta, Senin (27/4).

Mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo, Luhut mengatakan bantuan dari institusi asing bukan opsi utama pemerintah dalam menanggulangi permasalahan ekonomi Bangsa. Menurutnya, tidak ada masalah dengan bantuan asing selama tidak mendikte dan peruntukannya sesuai dengan program pemerintah.

"Namun yang dimaksud Presiden kan seperti IMF pada 1998 itu. Tidak bisa dong formatnya mendikte kita. Kalau mau bantu kita silahkan saja," jelasnya.

Menurut Luhut, dukungan finansial dari Dana Moneter INternasional (IMF) ketika krisis keungan 1998 adalah contoh keliru pemanfaatan bantuan yang sangat jelas merugikan Indonesia. Namun, Luhut mengakui negara tidak punya pilihan waktu itu selain menerima pinjaman IMF dan tidak seperti sekarang punya posisi tawar.

"Sekarang kita juga tidak menentang opsi pinjaman, dari Bank Dunia misalnya, karena bunganya terbilang rendah di kisaran 0,5 persen. Kita tidak against hal itu, selama programnya sesuai," jelas Luhut.

Lebih lanjut, Luhut menyatakan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hijau (green economy) sebesar 20 persen pada 2019. Untuk mencapai itu, semua opsi dikaji terkait dengan program-program lingkungan lintas-kementerian. (ags/gen)

  ✈️ CNN  

Indonesia Jangan Takut Kehilangan Muka soal Eksekusi Mati

Presiden Indonesia Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat mengucapkan selamat jalan kepada kepala-kepala negara Asia Afrika setelah jamuan makan siang di Balai Pakuan, Bandung, usai puncak peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika, Jumat, (24/4). ANTARA FOTO/Jerry Adiguna

Gelombang penolakan hukuman mati makin gencar dilancarkan menjelang pelaksanaan eksekusi terpidana mati kasus narkoba tahap kedua. Pemerintah Indonesia dituntut untuk tidak ragu dalam melaksanakan hukuman mati meskipun protes keras juga datang dari sejumlah kepala negara yang warganya akan dieksekusi mati di Indonesia.

Pengamat hukum pidana dari Universitas Indonesia Ganjar Laksmana menyatakan, pemerintah tidak perlu ragu untuk melanjutkan kembali eksekusi terhadap para terpidana mati kasus narkoba mesti dikecam oleh berbagai kalangan. “Tidak perlu takut kehilangan muka,” kata Ganjar saat dihubungi CNN Indonesia, Ahad malam (27/4).

Kuasa hukum Rodrigo Gularte, terpidana mati kasus narkoba asal Brasil menyatakan pemerintah Indonesia akan menanggung malu jika tetap melakukan eksekusi tanpa menunggu putusan Peninjauan Kembali (PK) yang akan diajukan Senin (27/4) ini. Sebab jika di kemudian hari terbukti kliennya mengidap gangguan jiwa, pemerintah akan dinilai dunia internasional keliru menjatuhkan hukuman yang seharusnya tidak berlaku terhadap penderita penyakit tersebut.

Selain dari pihak kuasa hukum dan aktivis hak asasi manusia, penolakan keras terhadap hukuman mati terang-terangan disampaikan oleh Presiden Perancis Francois Hollande atas rencana eksekusi mati pada Serge Atlaoui, warga Prancis yang divonis mati atas kasus narkoba di Indonesia. Francois mengancam jika eksekusi mati dilakukan maka akan merusak hubungan diplomatik kedua negara dan Perancis bakal menarik duta besarnya di Jakarta.

Penolakan juga datang dari Presiden Filipina Benigno Aquino III yang warganya yaitu Mary Jane Fiesta Veloso akan dieksekusi mati. Benigno mengajak Presiden Jokowi bertemu Senin (27/4) ini untuk membahas nasib warganya itu.

Ganjar menegaskan, pemerintah dalam hal ini Kejaksaan Agung hanya bertindak selaku eksekutor yang menjalankan perintah pengadilan. “Ini putusan hukum pengadilan yang harus dilaksanakan, suka atau tidak suka,” ujar Ganjar.

Ganjar mengingatkan, pengadilan posisinya berada di luar eksekutif atau pemerintah, dan pihak-pihak yang menentang hukuman mati terutama dari negara luar sangat memahami hal tersebut. “Mereka mengerti, ini karena mereka ingin membela warga negaranya yang akan dihukum mati,” kata dia. “Kalau ada warga Indonesia yang dihukum mati oleh negara lain pemerintah kita juga memprotes dan membela. Jadi proporsional saja,” lanjutnya.

Ganjar menyatakan bahwa hakim yang memutuskan hukuman mati tentunya sudah meyakini sebelum menjatuhkan hukuman tersebut terhadap terpidana. “Sudah terbukti dan meyakinkan di pengadilan,” tegasnya.

Menurut Ganjar, jika nanti misalnya di kemudian hari ada suatu kesalahan dalam pelaksanaan hukuman mati maka bukan pemerintah yang harus menanggung tapi pihak hakim atau pengadilan. “Pemerintah atau Kejaksaan hanya menjalankan putusan pengadilan, jadi hakim yang berurusan, urusannya berupa tanggung jawab kepada Tuhan,” tutur dia.

Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat juga mendukung penuh sikap tegas pemerintah yang akan melakukan hukuman tahap kedua terhadap para terpidana mati kasus narkoba. Anggota Komisi Hukum DPR Sarifuddin Sudding menganggap wajar adanya protes. “Biar saja, jalan terus (hukuman mati),” ucap Sarifuddin ketika dihubungi CNN Indonesia, Ahad malam (26/4).

Sarifuddin menegaskan, kalau pemerintah sampai terpengaruh oleh adanya protes berarti pemerintah tidak tegas dan malah nantinya bisa tidak dihargai oleh bangsa lain. “Ini pertaruhan kedaulatan bangsa kita dalam menegakkan hukum di negara kita, jangan ragu untuk eksekusi,” kata politikus Partai Hanura ini dengan tegas. (obs)
Tuduhan Suap Bali Nine, Intrik Politik Lokal Australia Chintu Sukumaran, adik terpidana mati Myuran Sukumaran, memberi keterangan kepada wartawan, di dermaga penyeberangan Wijayapura, Cilacap, Jateng, Rabu (11/3). Keluarga Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, dua terpidana mati asal Australia, memohon kepada pemerintah agar membatalkan hukuman mati, dan membiarkan mereka mendapatkan hukuman seumur hidup di penjara. (Antara Foto/Idhad Zakaria)

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memastikan proses pelaksanaan eksekusi mati di Indonesia sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku kendati ditengah dituduh integritas hukum dalam negeri oleh Australia.

"Hukum-hukum berbeda-beda, jangan mengukur dengan hukum yang ada di negaranya juga. Ini sudah melewati seluruh proses daripada dalam negeri, PT, MA, PK," kata JK di kantornya, Jakarta, Senin (27/4).

JK mengatakan seluruh tuduhan yang dilayangkan oleh Menteri Australia Julie Bishop harus dibuktikan. Kendati sebelumnya pernah berkomunikasi langsung dengan Bishop, JK mengatakan saat ini belum berencana mengkonfirmasi langsung dengan Bishop.

"Biasanya masalah itu lebih kepada kepentingan domestik politik," sambungnya.

Untuk diketahui, Australia mendesak penyelidikan secepatnya atas laporan yang menuduh dua warganya yang dijatuhi hukuman mati karena tertangkap tangan menyelundupkan narkoba ke Indonesia, dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan yang diwarnai dengan korupsi.

Menteri Luar Negeri Julie Bishop mengatakan tuduhan itu “sangat serius” dan mempertanyakan integritas proses hukum yang dijalani kedua warganya.

“Penyelidikan atas hal ini menjadi tanggung jawab Komisi Yudisial Indonesia dan hal ini menggarisbawahi mengapa kami terus meminta Indonesia untuk mengijinkan Komisi Yudisial menyelesaikan kajian yang dilakukan,” ujar Bishop.

Muhammad Rifan, seorang pengacara di Bali, mengatakan kepada harian Sydney Morning Herald bahwa dia menyetujui membayar US$101.647 kepada dewan hakim pengadilan Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, agar hanya dikenai hukuman penjara kurang dari 20 tahun.

Rifan mengatakan kesepakatan itu gagal ketika dewan hakim mengatakan diperintah oleh anggota senior badan yudisial dan pemerintah di Jakarta untuk menjatuhkan hukuman mati. (pit)
Jalankan Eksekusi Mati Tahap Dua Salib dan peti untuk terpidana mati narkoba sudah disiapkan untuk para terpidana mati. Peti mati serta salib yang disiapkan antara lain untu dua tersangka kasus Bali Nine Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, serta terpidana asal Brazil Rodrigo Gularte, Filipina Mary Jane Veloso, Nigeria Okwudili Oyatanze dan Sylvester Obiekwe. [tribunnews]

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Agus Hermanto mengatakan, pemerintah Indonesia harus tetap melakukan eksekusi mati tahap kedua terhadap terpindana mati kasus narkoba sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Yang kami ketahui keputusan hukuman mati standing hukumnya sudah ada, dan itu sudah diputuskan di Indonesia sendiri. Pelaksanaan hukuman mati itu juga diperbolehkan," ujar Agus di Gedung DPR, Jakarta, Senin (27/4).

Kendati demikian, ia mengimbau kepada pemerintah agar tetap melakukan pendekatan kepada para perwakilan negara terpidana mati mengenai rencana dan dasar hukuman mati di Indonesia tersebut. "Pendekatan secara kenegaraan ini perlu. Selama ini barangkali informasi belum secara menyeluruh" ujarnya.

"Sekarang informasi betul-betul ditumpahkan, sehingga negara bersangkutan sangat mengerti permasalahan ini," lanjutnya.

Hal tersebut juga disampaikannya dalam menyikapi terpidana mati kasus narkoba asal Perancis Serge Areski Atlaoui yang keluar dari daftar eksekusi gelombang kedua. Politikus Partai Demokrat ini mengaku belum mengetahui apakah pemerintah benar-benar akan menangguhkan eksekusi terhadap Serge.

"Yang saya tahu bahwa keputusan resmi itu belum, apakah ada yang tidak jadi dieksekusi, atau jadi dieksekusi," tuturnya.

Oleh sebab itu, Agus mendukung pemerintah untuk tetap melakukan eksekusi mati, walaupun sempat mendapat kecaman dari Presiden Perancis Francois Hollande, dan juga Presiden Uni Eropa Donald Tusk.

"Sekali lagi ini tentu tidak akan mengurangi, baik hari maupun pelaksanaan eksekusi," tegasnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung mengatakan penundaan eksekusi mati terhadap Serge murni karena langkah hukum yang baru diambil oleh kuasa hukumnya, bukan karena tekanan pemerintah Perancis yang mengancam akan mempersulit hubungan diplomatik dengan RI, termasuk aksi penarikan Duta Besar Perancis dari Jakarta.(obs)

  ✈️ CNN  

Dua Bandara Indonesia Masuk 10 Besar Bandara Terbaik Dunia

Sejumlah pengguna jasa menyaksikan aktivitas bandara saat menunggu keberangkatan di Terminal Keberangkatan Domestik, Bandara Ngurah Rai, Bali, Kamis (16/10). Terminal yang baru beroperasi tersebut seluas 68.000 meter persegi yaitu 4 kali lebih luas dari terminal sebelumnya yang ditargetkan dapat memberi kenyamanan dan mengakomodasi pengguna jasa hingga 9 juta orang per tahun. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

A
irport Council International (ACI) menempatkan bandara internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Juanda Surabaya dalam jajaran sepuluh besar bandara dengan tingkat layanan terbaik di dunia. Organisasi kebandarudaraan dunia yang berbasis di Montreal, Kanada ini menilai berdasarkan survei kualitas pelayanan atau Airport Service Quality (ASQ) selama periode Oktober-Desember 2014.

Tommy Soetomo, Direktur Utama PT Angkasa Pura Airports (AP I), menjelaskan untuk kategori bandara berkapasitas 15 hingga 25 juta penumpang per tahun, terdapat 31 bandara yang disurvei. Bandara Ngurah Rai dan Bandara Juanda masuk dalam kategori bandara dengan pelayanan cukup baik, mengungguli Bandara Kansai Osaka di Jepang, Bandara San Diego California di AS, Bandara Zurich di Swiss, Bandara Brisbane Queensland di Australia, dan Bandara Manchester di Inggris.

"Adapun bandara yang berada di peringkat pertama dalam survei ASQ ini adalah Bandara Wuhan Tianhe, Tiongkok," jelas Tommy seperti dikutip dari situs resmi Perseroan, Senin (27/4).

Sementara untuk kategori bandara berkapasitas 5 hinggga 15 juta penumpang per tahun, dari 79 bandara yang di survei, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan berada di peringkat ke-16. Posisi ini berada di atas ranking Bandara San Antonio Texas di AS, Bandara Penang di Malaysia, dan Bandara Bengaluru di India.

ASQ merupakan satu-satunya program benchmarking global yang mengukur tingkat kepuasan penumpang di bandara, yang dilakukan oleh ACI. Aspek yang dinilai dalam survei ASQ ini antara lain suasana bandara, fasilitas belanja, fasilitas restoran dan tempat makan, ketersediaan bank/ATM/money changer, sarana hiburan dan rekreasi di bandara, serta keramahan dan kesigapan staf bandara.

Sejak 2006, survei ASQ telah melakukan penilaian terhadap kepuasan penumpang di lebih dari 250 bandara di dunia. Metodologi ilmiah, prosedur quality control yang ketat, serta komitmen untuk tidak berpihak dalam setiap penilaian survei ASQ ini menjadikannya sebagai standar global untuk mengukur kepuasan penumpang di bandara. Setiap tahun, ACI mewawancarai sekitar 550 ribu penumpang di bandara, dan meminta mereka untuk menilai tingkat kepuasan atas layanan bandara.

"Pengelola bandara di dunia sangat selektif dan hanya mengajukan bandara terbaiknya untuk ikut survei ASQ ini," tutur Tommy.

Dari Indonesia, lanjut Tommy, pihaknya mengikutkan empat bandara, sedangkan PT Angkasa Pura II mendaftarkan lima bandara.

"Berdasarkan survei tersebut, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali berada di ranking ketujuh dunia di kategori 5-15 juta penumpang per tahun, sekaligus merupakan bandara Indonesia dengan ranking dunia terbaik di kelasnya," jelasnya. (ags/gen)

  ★ CNN  

Proyek Sodetan 'Terowongan Raksasa' Ciliwung

Proyek Sodetan Ciliwung Rp 490 Miliar Masih Terkendala Pembebasan Lahan Penyelesaian proyek sodetan Ciliwung masih terkendala pembebasan lahan seluas kurang lebih 1 hektar di wilayah Bidara China, Jakarta Timur. Proses pembebasan lahan rumit karena lokasi tersebut merupakan tanah negara, namun diduduki oleh warga.

Pembangunan terowongan air sepanjang 1,27 km yang dapat mengalirkan air dari Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur ini senilai Rp 493 miliar. Bila proyek ini selesai harapannya bisa mengurangi potensi banjir di Jakarta.

Konsekuensi status lahan yang merupakan tanah negara, sehingga pemerintah tidak punya dasar hukum mengeluarkan biaya untuk memindahkan warga dari lokasi tersebut. Namun Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane T Iskandar‎ mengatakan bahwa saat ini permasalahan tersebut sudah teratasi.

"Karena ini tanah negara, jadi akan dibayarkan melalui peraturan gubernur (Pergub). Peraturan gubernurnya sudah dikeluarkan tanggal 5 Desember 2014. Itu Pergub nomor 190 tahun 2014," katanya di lokasi proyek Sodetan Ciliwung, Sabtu malam (25/4/2015).

Pergub ini mengatur soal besaran uang kompensasi kepada warga yang disebut sebagai uang santunan sebesar 25% dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang berlaku di lokasi proyek.

"25% dikali nilai NJOP dikali luas lahan. Itu tertuang dalam Peraturan Gubernur nomor 190 dikeluarkan 5 desember 2014," katanya.

Warga yang mendapat santunan dengan nilai 25% dari NJOP tersebut adalah warga yang menempati tanah negara. Sementara bidang tanah lain yang bukan tanah negara dibuktikan dengan kepemilikian Sertifikat Hak Milik (SHM) akan diselesaikan sesuai dengan ketentuan berlaku.

Saat ini proses yang dilakukan adalah inventarisasi alias pendataan warga yang tinggal dan menetap di lokasi tersebut serta pendataan bidang-bidang tanah mana yang bukan merupakan tanah milik negara. Adapun lokasi yang dimaksudnya, berlokasi persis berseberangan dengan kawasan Gudang Peluru Asem Baris, Jakarta Timur di sisi Sungai Ciliwung.

‎Ia mengatakan, jumalah warga yang terkena dampak dari proyek ini tidak banyak karena proyek sodetan berbentuk terowongan raksasa di bawah tanah ini sebagian besar terletak di bawah badan jalan Otista Jakarta Timur.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono blusukan ke lokasi proyek pembangunan sodetan ciliwung di Cawang, Jakarta Timur, tadi malam. Dalam blusukannya kali ini, sang menteri ditemani Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane T Iskandar.

"Saya ingin lihat sudah sampai mana pekerjaan proyek ini. Karena saya sudah janji sama Pak Jokowi, target Oktober sudah bisa selesai," ujar Basuki.

‎Dari hasil kunjungannya, proyek ini cukup berjalan baik sesuai dengan perencanaan. Saat ini, dari 600 meter terowongan sodetan tahap pertama yang dibangun sudah terpasang sekitar 405 meter telah berhasil tersambung.

"Saat ini sudah sekitar 162 batang pipa yang sudah terpasang. Satu batang itu 2,5 meter. Jadi total sekitar 405 meter sudah terpasang. Target kita, yang tahap pertama ini yang bagian outlet (tempat keluar air) sudah selesai terpasang sampai tengah Otista," tutur Basuki.

Proyek sodetan ciliwung adalah proyek pembangunan terowongan raksasa dari sisi sungai Ciliwung menuju Banjir Kanal Timur (BKT) melalui Sungai Cisadane.

Bagian yang saat ini dikerjakan adalah saluran menuju Outlet alias tempat pembuangan air di sisi BKT sepanjang 600 meter. Sementara sisanya 600 meter lagi akan dilanjutkan pengerjaannya sambil menyelesaikan pembebasan lahan di bagian Inlet (tempat masuk air) yang berlokasi di sisi Sungai Ciliwung tepat berseberangan dengan kawasan Gudang Peluru Asem Baris, Jakarta Timur.
Penampakan 'Perut' Terowongan 'Raksasa' Sodetan Ciliwung Proyek penanganan banjir di Jakarta yaitu sodetan Sungai Ciliwung berbentuk terowongan air sepanjang 1,25 km ini terdiri dari bagian inlet yang ada di sisi Sungai Ciliwung dan sisi outlet yang ada di sisi KBT.

Terowongan ini akan dipasang sebanyak 988 pipa air bawah tanah, detikFinance, berkesempatan mengunjungi lokasi proyek hingga ke dalam 'perut' terowongan yang berada di bawah tanah kawasan Cawang, Jakarta Timur yang targetnya selesai Oktober 2015.

Pantauan di lokasi pengerjaan di sisi outlet alias tempat keluarnya air Sungai Ciliwung di Cawang, Jakarta Timur suasana di permukaan tanah di lokasi proyek terdengar lengang, seolah-olah tak ada proyek raksasa di dalam tanah.

Menuruni bagian pemasangan pipa sedalam 14 meter di bawah tanah, mesin hidrolik raksasa warna biru 'menyambut'. Mesin hidrolik mendorong batang-batang pipa raksasa sepanjang 2,5 meter dan berdiameter 3,5 meter ini.

Suasana tenang di bagian atas‎ proyek ternyata tak tercermin di bagian dalamnya. "Di luar kesannya sepi nggak ada apa-apa. Di dalam itu sedang kerja keras, sedang ada proyek besar," kata Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di lokasi proyek, Sabtu malam (25/4/2015).

Memasuki bagian dalam pipa yang lebih mirip terowongan ini, terlihat di dinding terowongan tulisan '162' yang artinya batang pipa yang sudah terpasang telah mencapai 162 buah atau panjangnya total mencapai 405 meter.

‎Di dinding-dinding pipa terdapat banyak selang-selang dan kabel-kabel serta lampu-lampu penerangan jalan. Selang pertama berwarna biru di sebelah kiri akan memompa air yang digunakan untuk melunakan lapisan tanah yang akan dibor.

Di bagian tengah ada pipa baja berwarna ‎abu-abu yang digunakan sebagai saluran pembuangan hasil pengeboran. Kemudian, ada lagi selang besar tipis berwarna abu-abu yang akan mengalirkan udara segar ke dalam terowongan agar para pekerja di dalam terowongan tersebut dapat bernafas.

Setelah menyusuri terowongan kurang lebih 20 menit, tampak di ujungnya adalah bagian mesin pengeboran.‎ Mesin raksasa ini adalah kunci keberhasilan pekerjaan proyek.

Di bagian ini tampak para pekerja sibuk mengawasi mesin bor teknologi Jepang ini. Cara kerjanya adalah, mata bor berbentuk lingkaran dengan diamter 3,5 meter, akan mengeruk tanah didepannya untuk dialirkan ke bagian luar.

Tanah hasil kerukan dibuang keluar menggunakan pipa baja.‎ Sementara itu pipa beton sepanjang 3,5 m akan dipasang setiap kali mesin bor maju dan didorong oleh mesin hidrolik.

Target dari selesainya proyek ini diharapkan bisa mengurangi volume air di Ciliwung sebanyak 60 meter kubik per detik. Rata-rata debit air di Ciliwung mencapai 570 meter kubik per detik. Dengan adanya sodetan maka debit air Ciliwung bisa dikurangi menjadi 510 m3 per detik.
Proyek Sodetan 'Terowongan Raksasa' Ciliwung Pakai 13 Tenaga Ahli Jepang Proyek penanganan banjir di Jakarta yaitu sodetan Sungai Ciliwung berbentuk terowongan air sepanjang 1,25 km di Cawang-Jatinegara, Jakarta Timur dikerjakan 24 jam untuk memenuhi target selesai Oktober-November 2015. Proyek ini menggunakan para tenaga ahli dan teknologi dari Jepang.

Tadi malam, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyambangi lokasi proyek pembangunan sodetan tersebut, hingga masuk ke dalam 'perut' terowongan sedalam 14 meter.

"‎Ini dikerjakan 24 Jam dalam 2 shift. Shift pertama dari jam 8.00 sampai jam 17.00. Kemudian malam juga begitu, jam 20.00 sampai jam 5.00," kata Basuki di lokasi proyek Sabtu malam (25/4/2015).

Untuk mengerjakan proyek ini, Basuki menjelaskan bahwa pihaknya melibatkan 13 orang tenaga ahli dari Jepang.

"Ada 13 tenaga ahli dari Jepang‎. Kemudian 1 orang tenaga ahli dari Indonesia. Yang dari Indonesia ini sekalian belajar supaya kalau ada proyek yang pakai teknologi seperti ini lagi kita sudah bisa sendiri," tuturnya.

Ia pun mengapresiasi pekerjaan proyek ini yang tenang dan tidak mengganggu kegiatan masyarakat. Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas konstruksi tak terdengar hingga ke permukaan tanah.

"Saya apresiasi pekerjaan di proyek ini. Kalau kita di atas itu kelihatannya rapi, bersih dan tenang. Padahal di dalam se‎dang ada pekerjaan. Nanti kalau ingin menggunakan teknologi ini lagi bisa juga untuk proyek yang lain," cerita Basuki.

Terowongan ini akan dipasang sebanyak 988 pipa air masing-masing panjang 2,5 meter dengan diameter 3,5 meter di bawah tanah di ke delaman 14 meter.

Terowongan ini terdiri dari bagian inlet yang ada di sisi Sungai Ciliwung dan sisi outlet yang ada di sisi KBT. Proyek ini menelan dana kurang lebih Rp 490 miliar yang dikerjakan oleh BUMN PT Wijaya Karya.

Target dari selesainya proyek ini diharapkan bisa mengurangi volume air di Ciliwung sebanyak 60 meter kubik per detik. Rata-rata debit air di Ciliwung mencapai 570 meter kubik per detik. Dengan adanya sodetan maka debit air Ciliwung bisa dikurangi menjadi 510 m3 per detik.
Janji ke Jokowi, Menteri Basuki Target Terowongan Ciliwung Tuntas Oktober Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berjanji akan menuntaskan seluruh pengerjaan konstruksi proyek sodetan Sungai Ciliwung pada Oktober 2015, sesuai janjinya kepada Presiden Jokowi.

Proyek penanganan banjir Jakarta yang berbentuk terowongan air 'raksasa' berdiameter 3,5 meter ini akan membentang sepanjang 1,25 km di Cawang-Jatinegara, Jakarta Timur, senilai Rp 493 miliar.

Basuki sempat blusukan ke lokasi proyek pembangunan Sodetan Ciliwung di Cawang, Jakarta Timur, tadi malam (25/4/2015). Ia sempat masuk ke dalam terowongan yang berada di kedalaman 14 meter dari permukaan tanah di kawasan Cawang, Jakarta Timur.

"Saya ingin lihat sudah sampai mana pekerjaan proyek ini. Karena saya sudah janji sama Pak Jokowi, target Oktober sudah bisa selesai," ujar Basuki, Sabtu malam (25/4/2015). ‎Dari hasil kunjungannya, proyek ini cukup berjalan baik sesuai dengan perencanaan. Saat ini, dari 600 meter terowongan sodetan tahap pertama yang dibangun sudah terpasang sekitar 405 meter telah berhasil tersambung.

"Saat ini sudah sekitar 162 batang pipa yang sudah terpasang. Satu batang itu 2,5 meter. Jadi total sekitar 405 meter sudah terpasang. Target kita, yang tahap pertama ini yang bagian outlet (tempat keluar air) sudah selesai terpasang sampai tengah Otista," tutur Basuki.

Proyek Sodetan Ciliwung adalah proyek pembangunan terowongan raksasa dari sisi sungai Ciliwung menuju Banjir Kanal Timur (BKT) melalui Sungai Cisadane.

Bagian yang saat ini dikerjakan adalah saluran menuju Outlet alias tempat pembuangan air di sisi BKT sepanjang 600 meter. Sementara sisanya 600 meter lagi akan dilanjutkan pengerjaannya sambil menyelesaikan pembebasan lahan di bagian Inlet (tempat masuk air) yang berlokasi di sisi Sungai Ciliwung tepat berseberangan dengan kawasan Gudang Peluru Asem Baris, Jakarta Timur.(dna/hen)

  ✈️ detik  

Minggu, 26 April 2015

Tiongkok Sapu Bersih Proyek Infrastruktur Indonesia

Presiden Joko Widodo bersama beberapa pemimpin Asia dan Afrika melakukan napak tilas di ruas-ruas jalan kota Bandung yang menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika 60 tahun lalu. Terlihat dalam kesempatan itu Presiden China Xi Jinping dan PM Malaysia Najib Razak yang didampingi istri masing-masing.

Konferensi Asia Afrika akhirnya selesai, Kamis (23/4/2015). Ada tiga hasil yang disepakati dalam pertemuan itu.

Pertama, penguatan kerja sama selatan-selatan untuk mendukung perdamaian dan kemakmuran ekonomi. Kedua, deklarasi penyegaran kemitraan strategis baru Asia Afrika. Terakhir, deklarasi tentang Palestina.

Yang juga menarik adalah hasil pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping di sela-sela KAA itu. Presiden Jokowi memastikan bahwa Tiongkok akan ikut berinvestasi dalam proyek infrastruktur.

Dari situs Sekretariat Kabinet disebutkan, proyek infrastruktur yang menggandeng Tiongkok antara lain pembangunan 24 pelabuhan, 15 bandar udara (bandara), pembangunan jalan sepanjang 1.000 kilometer (km), pembangunan jalan kereta api sepanjang 8.700 km, serta pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35.000 megawatt (MW).

Tak cuma itu, Tiongkok juga akan terlibat dalam pembangunan jalur kereta supercepat Jakarta-Bandung dan Jakarta-Surabaya. Sayang, pemerintah tak menyebutkan nama proyek berikut besaran nilai proyek.

Pengamat kebijakan publik Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Agung Prabowo, menilai keputusan menggandeng Tiongkok harus dipertanyakan. "China memang luar biasa. Tapi, apakah mereka unggul dalam pembangunan pelabuhan, jalan, jalur kereta, pelabuhan, dan bandara? Itu harus dijelaskan," ujarnya.

Menurut dia, selama ini, beberapa pengadaan barang dan jasa yang melibatkan China acap kali bermasalah. Salah satunya adalah proyek program percepatan pembangunan pembangkit listrik bertenaga batubara, gas, dan energi terbarukan atau fast track programme tahap I.

Pembangkit listrik yang dibangun Tiongkok dalam proyek ini tak bisa berproduksi maksimal lantaran banyak komponen usang. Selain itu, pada kasus pengadaan transjakarta, banyak unit yang rusak dan berkarat.

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dedy Priatna juga pernah mengatakan, proyek pembangkit listrik tahap I yang dikerjasamakan dengan Tiongkok hampir 90 persen rampung. Namun, kapasitas produksi listrik itu hanya 30 persen-50 persen saja. Ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan pembangkit listrik yang dibangun kontraktor Jerman, Perancis, dan Amerika yang bisa mencapai 75 persen-80 persen.

Kepala Pengkajian Energi Universitas Indonesia Iwa Garniwa menambahkan, teknologi pembangkit listrik Jerman, Jepang, dan Korea lebih mahal. Teknologi dari Tiongkok memang lebih murah, tetapi kapasitasnya tak sesuai harapan. (Agus Triyono, Asep Munazat Zatnika, Jane Aprilyani)

  ★ Kompas  

Pidato Presiden RI di KAA

Gedung Merdeka Bandung

Konferensi Asia-Afrika (KAA) digelar pertama kali tahun 1955 digagas Presiden RI pertama, Sukarno. Lima puluh tahun kemudian, KAA digelar kembali di Jakarta dan Bandung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Tahun ini di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi), peringatan 60 tahun KAA kembali digelar. Sukarno, SBY dan Jokowi menyampaikan pidato saat membuka KAA.

Pidato ketiga kepala negara mendapat apresiasi berbagai kalangan. Presiden pertama RI Soekarno berpidato selama 40 menit, tak kurang dari sepuluh kali tepuk tangan panjang memotong pidato proklamator Republik Indonesia itu.

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapatkan aplaus meriah saat berpidato d forum parlemen Konferensi Asia Afrika. Saat itu SBY berbicara dalam kapasitasnya sebagai Presiden Global Green Growth Institute (GGGI).

Sementara pidato Presiden Jokowi dinilai beberapa kalangan sangat berani karena mengkritisi beberapa lembaga dunia. Pidatonya dinilai sangat bagus oleh sejumlah kalangan. Di pidatonya, Jokowi banyak ‘menyentil’ sikap negara-negara maju dan organisasi perkumpulan negara di dunia.

Berikut perbandingan pidato mereka:
1. Bung Karno (Foto: dok Museum KAA)

Presiden Sukarno atau Bung Karno berpidato dalam bahasa Inggris. Judul pidato Bung Karno adalah "Lahirkanlah Asia Baru dan Afrika Baru" yang disuarakan pada 18 April 1955.

Pidato Bung Karno dalam bahasa Inggris itu cukup panjang, 40 menit dan diselingi tepuk tangan. Pidato Bung Karno yang disampaikan secara berapi-api itu mengajak untuk melawan kolonialisme, menjadi negara merdeka seperti kutipannya:

Dan pada hari ini di dalam gedung ini berkumpullah pemimpin-pemimpin bangsa-bangsa yang tadi itu! Mereka bukan lagi menjadi mangsa kolonialisme. Mereka bukan lagi menjadi alat perkakas orang lain dan bukan lagi alat permainan kekuasaan-kekuasaan yang tak dapat mereka pengaruhinya. Pada hari ini Tuan-tuan menjadi wakil bangsa-bangsa yang merdeka, bangsa-bangsa yang mempunyai tokoh dan martabat lain di dunia ini.

Orang sering mengatakan kepada kita, bahwa "kolonialisme sudah mati". Janganlah kita mau tertipu atau terninabobokan olehnya! Saya berkata kepada Tuan-tuan, kolonialisme belumlah mati. Bagaimana kita dapat mengatakan ia telah mati selama daerah-daerah yang luas di Asia dan Afrika belum lagi merdeka!


Pidato Bung Karno juga mengajak negara yang dulunya dianggap negara dunia ketiga itu untuk bersatu, apapun latar belakangnya:

Ya, ada sifat berlainan di antara kita. Siapa yang membantahnya! Negeri-negeri kecil dan besar mengirimkan wakilnya kemari. Negeri-negeri mana rakyatnya memeluk hampir semua agama yang ada di kolong langit,-- agama Buddha, Islam, Kristen, Konghucu, Hindu, Jainisme, agama Sikh, Zoroaster, Shinto, dan lain-lain. Hampir segala paham politik kita jumpai di sini. Demokrasi Monarchi, Theokrasi, dengan berbagai-bagai bentuk yang berbeda-beda. Dan praktis semua ajaran ekonomi ada wakilnya, di gedung ini, -- Marhaenisme, Sosialisme, Kapitalisme, Komunisme, dalam segala variasi dan kombinasi yang aneka-warna.

Tetapi apa salahnya ada perbedaan-perbedaan asal ada persatuan cita-cita? Dalam Konferensi ini kita tak hcndak saling menentang, ini adalah Konferensi persaudaraan.

Ini bukan Konferensi Islam, bukan Konferensi Kristen, pun bukan Konferensi agama Buddha. Ini bukan pertemuan bangsa Melayu, atau bangsa Arab, atau pun bangsa-bangsa Indo-Arya. Konferensi ini pun bukan perkumpulan yang menyendiri, bukan suatu blok yang hendak menentang blok yang lain. Konferensi ini adalah suatu badan yang berpendirian luas dan toleran, yang berusaha memberi kesan kepada Dunia bahwa semua orang dan semua negeri berhak mempunyai tempat sendiri di kolong langit ini. Memberi kesan kepada dunia, bahwa adalah mungkin orang hidup bersama, saling bertemu, bicara antara yang satu dengan yang lain, dengan tidak kebilangan sifat kepribadiannya; namun untuk memberi sumbangan ke arah saling mengerti yang luas dalam soal-soal yang merupakan kepentingan bersama; serta pula mengembangkan kesadaran yang sejati mengenai sifat saling bergantung antara manusia-manusia dan bangsa-bangsa untuk keselamatannya dan agar dapat mempertahankan hidupnya di dunia ini.
2. SBY (Foto: Facebook SBY)

Pidato SBY dalam peringatan emas KAA lalu disampaikan dalam bahasa Inggris tanpa teks yang disampaikan di JCC, Senayan, Jakarta pada 22 April 2005. Dalam pidatonya SBY menyampaikan tentang:

Palestina

Saya gembira karena melalui KAA ini Asia dan Afrika bersatu dalam mendukung saudara-saudara di Palestina, dalam perjuangan mereka untuk meraih kemerdekaan, negara berdaulat, hingga mereka bisa mendapatkan kebebasan, keadilan dan perdamaian

Ajak Ciptakan Good Governance

Jika dulu kita berjuang untuk kemerdekaan negara-negara di Asia dan Afrika, saat ini kita berjuang untuk kemanusiaan yang disebut dengan keinginan menciptakan good governance. Dengan good governance seperi inilah Asia dan Afrika bisa benar-benar terbebas dan menunjukkan potensi sebenarnya.

Pada penutupan KAA 24 April 2005, SBY juga berpidato yang intinya mengajak membentuk kemitraan dan kerjasama untuk menghadapi tantangan pembangunan:

Ini adalah semangat yang sama yang menginsiprasi kita kemarin, di Jakarta untuk mengembangkan Kemitraan Strategis Asia-Afrika Baru. Melalui kemitraan ini, kita akan berkumpul bersama dengan sumber daya yang luas dengan energi kreatif yang luar biasa hebat dari Asia dan Afrika, untuk menyelesaikan beberapa masalah pembangunan yang sering kita hadapi.

Melalui kemitraan ini, kita akan berkontribusi signifikan untuk menaklukkan kemiskinan, sebagai siksaan konstan atas kondisi manusia. Dan melalui kemitraan, kita akan memajukan perdamaian, kemakmuran yang seimbang, dan keadilan sosial.
3. Jokowi (Foto: Panca Syurkani/aacc2015.id)

Presiden Jokowi berpidato dalam ajang puncak KAA di JCC, Senayan, Selasa (22/4/2015) ini. Jokowi berpidato cukup singkat. Hanya 8 alinea panjang. Berikut inti pidato Jokowi:

Kritik PBB atas Palestina

Makin kentara ketika PBB tidak berdaya, mandat PBB telah menafikan keberadaan badan dunia. Bangsa-bangsa di Asia Afrika mendesak reformasi PBB agar berfungsi optimal sebagai badan dunia yang mengutakaman keadilan bagi kita semua bagi semua bangsa. Bagi saya ketidakseimbangan global semakin menyesakkan dada. Kita dan dunia masih berutang kepada rakyat Palestina. Dunia tidak berdaya menyaksikan penderitaan rakyat Palestina. Kita tidak boleh berpaling dari penderitan rakyat Palestina. Kita harus mendukung sebuah negara Palestina yang merdeka.

Kritik Lembaga Keuangan Dunia

Pandangan yang mengatakan bahwa persoalan ekonomi dunia hanya dapat diselesaikan oleh Bank Dunia, IMF, dan ADB adalah pandangan yang usang dan perlu dibuang. Saya berpendirian pengelolaan ekonomi dunia tidak bisa diserahkan pada tiga lembaga keuangan itu. Kita mendesak reformasi arsitektur keuangan global.

Saat ini butuh pimpinan global yang kolektif dan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi baru yang bangkit sebagai negara berpenduduk muslim di muka bumi dan Indonesia sebagai negara demokrasi ketiga di dunia siap memainkan peran global. Indonesia siap bekerjasama dengan berbagai pihak mewujudkan cita-cita itu.


Kerjasama untuk Pembangunan

Kita bisa melakukan itu semua dengan membumikan semangat Bandung dengan mengacu pada tiga cita-cita pertama kesejahteraan, kita harus mempererat kerjasama menghapuskan kemiskinan, mengembangankan kesehatan dan memperluas lapangan kerja. Kedua, solidaritas, kita harus tumbuh dan maju bersama dengan membangun kerjasama ekonomi, membantu menghubungkan konektivitas. Indonesia akan bekerja menjadi negara maritim.

ISIS

Ketiga, stabilitas internal dan eksternal kepada hak-hak asasi manusia. Kita harus tanya apa yang salah dengan kita. Kita harus bekerjasa sama atasi ancaman kekerasan, pertikaian dan radikalisme seperti ISIS. Kita harus nyatakan perang terhadap narkoba yang menghancurkan masa depan anak-anak kita. OKI dan Indonesia memprakarsai pertemuan informal organisasi kerjasama Islam. Kita juga harus bekerja keras menciptakan.(nwk/erd)

  ★ detik  

Len Siap Wujudkan Sistem Komunikasi Militer 3 Matra (Darat, Laut dan Udara) yang Terpadu

http://www.len.co.id/images/2015/__Len-Komisi%20I%20(2).jpgKomisi I DPR RI yang dipimpin oleh Mayjen TNI (Purn), Supiadin Aries Saputra melakukan kun-jungan spesifik ke PT Len Industri (Persero) pada hari Rabu (15/4), dalam rangka untuk mengetahui perkembangan bisnis di bidang elektronika pertahanan, khususnya kerja sama antara Len dengan Aselsan dari Turki.

Rombongan yang berjumlah 18 anggota Komisi I di sambut oleh Jajaran Direksi Len beserta manajemen mendiskusikan perkembangan kerjasama Len-Aselsan dalam penggelaran Alkom di daerah Perbatasan RI-Malaysia, serta kendala-kendala yang dihadapi perusahaan.

Dirut Len, Abraham Mose dalam kesempatan ini menyatakan kesiapannya untuk mewujudkan sistem komunikasi militer 3 matra (darat, laut dan udara) yang terpadu.

Dari hasil diskusi tersebut antara lain diharapkan semua peralatan komunikasi militer Indonesia memiliki algoritma enkripsi dan hopping frequency yang diciptakan secara mandiri di dalam negeri, sehingga sistem keamanan komunikasinya benar-benar dapat terjaga.

Selain itu tamu rombongan Komisi I juga melakukan tinjauan ke Ruang Display produk-produk Len untuk secara langsung melihat dan mencoba menggunakan alutsista yang dikembangkan oleh Len.

Secara keseluruhan anggota Komisi I merasa kagum setelah melihat kompetensi yang dimiliki Len, terutama dalam bidang elektronika pertahanan.

Dan mereka berharap Len dapat semakin maju dalam menyediakan alutsista untuk memperkokoh kekuatan militer Indonesia.

  ⚓️ LEN  

Sabtu, 25 April 2015

Sudah 55 Tahun di RI, Komponen Lokal Produk Panasonic 40%-50%

Perusahaan multinasional PT Panasonic Manufacturing Indonesia sudah 55 tahun mengoperasikan pabriknya di Indonesia. Saat ini, Panasonic mengoperasikan 7 pabrik di dalam negeri.

Produsen elektronika patungan antara perusahaan Jepang dengan perusahaan Indonesia, Gobel Group ini sudah banyak memproduksi produk-produk elektronika. Namun, separuh dari total komponen produksi masih diimpor.

Associate ‎Director PT Panasonic Manufacturing Indonesia, Daniel Suhardiman menuturkan, pasokan komponen elektronika di dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan industri elektronika, seperti Panasonic.

"Kalau kita nilai, kurang lebih kita 40%-50% itu lokal," kata Daniel ditemui di acara Mahakarya 55 Tahun Panasonic, Fairmont Hotel, Jakarta, Jumat (24/4/2015).

Daniel menjelaskan, komponen yang didapatkan perusahaan memang dipasok dari dalam negeri oleh industri komponen. Namun pada dasarnya, industri komponen itu pun mendapatkan bahan baku dari luar negeri dan diproses menjadi komponen di dalam negeri.

"TKDN (tingkat kandungan dalam negeri) ini rancu. Kalau kita bicara bahan baku, 90% itu impor, dari berbagai negara Singapura, Malaysia, China, Korea, Jepang, merata semua. Jadi bahan baku itu diimpor dan diproses di sini," tuturnya.

Dampak dari banyaknya mengimpor komponen, industri manufaktur ini pun mengaku sangat terpukul dengan melemahnya rupiah terhadap dolar beberapa waktu ini. Meski demikian, menurutnya, pertumbuhan penjualan tetap tumbuh.

‎"Saya pikir semua juga berat (karena rupiah menguat), komponen utama, TV itu panelnya, ada nggak produksi di Indonesia, AC kulkas kompresor, nggak ada kan di Indonesia, (komponen) mesin cuci juga nggak ada. Karena key component seperti itu nggak ada, impornya pasti tinggi," tutupnya.
Kalah Saing dengan Produk Korea dan Eropa, Ponsel Panasonic 'Menghilang' di Pasar Ilustrasi

Salah satu produsen elektronika asal Jepang, Panasonic pernah memproduksi ponsel dan dipasarkan di Indonesia. Namun kini ponsel merek Panasonic 'menghilang' dari pasar di dalam negeri.

Penyebabnya karena produk ponsel Panasonic kalah bersaing dengan ponsel merek lain seperti Korea Selatan (Samsung dan LG) hingga Eropa.

Associate Executive Director PT Panasonic Gobel Indonesia Heru Santoso mengatakan, Panasonic memang menghentikan peredaran produk ponselnya‎ di Indonesia. Salah satu produk Panasonic yang dulu sempat beredar di Indonesia adalah ponsel kecil sebesar korek api.

"Di Indonesia sebentar saja, sekarang sudah nggak ada lagi," kata Heru di sela acara Mahakarya Panasonic 55 Tahun di Fairmont Hotel, Jakarta, Jumat (24/4/2015).

Heru menuturkan, produk ponsel besutan Jepang tak kuat bersaing dengan produk ponsel buatan Korea Selatan, Eropa atau Amerika yang kini beredar global termasuk Indonesia. Menurutnya, ponsel Panasonic hanya laku di pasar domestik, yaitu Jepang.

"Kenyataannya demikian (sulit bersaing). Salah satu yang terkendala bukan hanya Panasonic ya, produk Jepang lainnya juga. Mungkin kalau kita lihat produk handphone yang ada di Jepang itu untuk pasar domestik," jelasnya.

Pemerintah bakal ‎menerapkan aturan ponsel-ponsel yang beredar di Indonesia harus memiliki 70% komponen lokal di 2017. Meski ini bisa menjadi pasar potensial bagi Panasonic untuk kembali bersaing di pasaran, namun Heru mengatakan, Panasonic punya cara lain.

"Panasonic lebih mengarahkan ke komputer tablet, seperti iPad begitu. Penekanannya lebih ke sana" tuturnya.(zul/hen)
Panasonic Ekspor Mesin Cuci Dua Tabung Ke Timteng Hingga Kosta Rika Produsen elektronik multinasional PT Panasonic Gobel Indonesia sudah merambah pasar ekspor. Perusahaan patungan antara pengusaha Jepang dan Indonesia ini mengekspor kulkas, mesin cuci, hingga perangkat audio ke luar negeri.

Associate Director PT Panasonic Manufacturing Indonesia, Daniel Suhardiman mengatakan, akhir tahun lalu, Panasonic meluncurkan produk mesin cuci dua tabung baru. Awalnya, produksi tersebut dimaksudkan untuk kebutuhan domestik. Namun kini, pihaknya mengekspor ke Timur Tengah hingga Afrika.

"Mesin cuci diekspor ke Timur Tengah, ke Kosta Rika, ke Panama. Itu tadinya untuk domestik," kata Daniel ditemui di hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Jumat (24/4/2015).

Dia belum bisa menyebut berapa besaran ekspor yang dilakukan, karena produk tersebut baru saja diluncurkan akhir tahun lalu. "Bulan lalu mulai ekspornya, kita masih menunggu final figurnya berapa unit," katanya.

"Selama ini kita juga ekspor audio, kulkas, dan lain-lain," tuturnya.

Di kesempatan itu, Daniel juga mengatakan, karena kondisi ekonomi global tengah bergejolak sejak 2012 lalu, daya beli masyarakat khususnya untuk peralatan rumah tangga (home appliances) pun mengalami penurunan.

"Di 2012 itu booming produk home appliances, 2013 turun, dan 2014 lebih lesu lagi. Semua produk hampir merata, kira-kira 12% (penurunannya) seingat saya. Tahun ini sudah mulai akan naik lagi," tutupnya.(zul/dnl)

  ✈️ detik  

★ Solar Campur Air Buatan Pertamina

Pertamina Bakal Luncurkan BBM Solar Campur Air PT Pertamina (Persero) saat ini sedang serius menyelesaikan uji coba Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar yang dicampur dengan air murni. Bila berhasil produk ini, maka akan segera dipasarkan ke masyarakat.

"Kita sudah tes, 5% campuran air sudah berhasil. Kita sedang menuju campuran 10% air," ungkap Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang kepada detikFinance, Jumat (24/4/2015).

Bambang mengatakan, walau sudah berhasil dalam uji coba, tetapi masih butuh proses untuk menjualnya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). BBM tersebut harus melalui uji lapangan, lolos uji Lemigas Kementerian ESDM, dan ke produsen kendaraan bermotor.

"Prosesnya hampir sama lah ketika kita mau meluncurkan Pertalite," ujarnya.

Agar Solar dan air bisa menyatu, lanjut Bambang, BBM ini ditambahkan campuran fatty acid (asam lemak) yang berasal dari minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).

"Jadi nantinya 75% Solar murni, dicampir 15% fatty acid, dan 10% air. Tapi ini masih dalam tahap uji coba. Doakan berhasil, sehingga ketergantungan negeri ini terhadap minyak bumi bisa makin berkurang, berapa pun jumlahnya," papar Bambang.(rrd/hds)
Kelebihan Solar Campur Air Buatan Pertamina PT Pertamina (Persero) sedang menguji coba bahan bakar baru, yakni solar yang dicampur air. Produk ini selain diklaim lebih murah, ada pula kelebihan lainnya dibandingkan Biosolar yang dijual di SPBU saat ini.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Ferdy Novianto mengatakan, biosolar memang bahan bakar yang bagus, apalagi di dalamnya mengandung 15% bahan bakar nabati (BBN) yakni Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang terbuat dari minyak kepala sawit atau CPO.

"Dipakai ke kendaraan, kotoran atau kerak di dalam mesin rontok semua, sehingga pemakaian pertama, pemilik kendaraan disarankan mengganti saringan, takutnya tersumbat. Tapi risikonya karet seal pada mesin termakan juga, ya kan, kerak saja rontok apalagi karet seal," kata Ferdy kepada detikFinance, Jumat (24/4/2015).

Selain itu yang patut diwaspadai, bila kendaraan sudah memakai biosolar dan tidak dipakai selama 1,5 bulan, solar yang mengandung BBN ini akan memisah dan mobil akan susah untuk dinyalakan.

"Di Pertamina saja, kalau FAME-nya tidak segera habis terjual, di tangki penampungan FAME-nya 1,5 bulan akan berlumut," katanya.

Lalu bagaimana dengan solar campur air ini?

"Kita sudah uji coba, campuran solar murni 65%, 10% air, 15% fatty acid, dalam lima tahun campurannya tidak berubah, tetap menyatu dan baik. Jadi solar ini bisa menjadi salah satu opsi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor solar," kata Ferdy.

Kalau solar campur air ini bisa menjadi program pemerintah seperti biodiesel 15%, maka sangat menghemat devisa negara lebih banyak lagi dalam pengadaan impor BBM.

"Kita sedang minta waktu ke Menteri ESDM Sudirman Said, untuk persentasi terkait solar campur air ini, kita juga sudah uji coba sejak 2008, semoga ini berjalan lancar," tutupnya.(rrd/dnl)
Pertamina Bangun Pabrik di Kalsel dan Gresik PT Pertamina (Persero) bakal meluncurkan produk solar baru, yakni solar campur air. Saat ini anak usahanya, Pertamina Parta Niaga, sedang membangun dua pabrik pembuatan solar campur air.

"Izin dagang sudah dapat, paten sudah ada, tinggal uji dari Lemigas, dan Gaikondo dan sebagainya,. Target kami dua bulan lagi bisa jalan," ungkap Direktur Utama Patra Niaga Ferdy Novianto kepada detikFinance, Jumat (24/4/2015).

Ferdy mengatakan, saat ini pihaknya sedang dalam tahap pembangunan pabrik pembuat Fash (nama produk Patra Niaga untuk solar campur air), di Kalimantan Selatan dan di Gresik, Jawa Timur.

"Kita bangun di Batulicin, Kalsel ini sedang dalam tahap pembangunan kapasitasnya 10.000 kiloliter (KL) per hari, sasaran utamanya perusahaan tambang. Kedua di Gresik yang masih dalam tahap negosiasi, di Gresik itu kita bangun pabriknya dengan kapasitas 2 x 10.000 KL per hari," ungkapnya.

Ferdy mengungkapkan, bila solar campur air ini disetujui pemerintah dan lolos uji sampai akhirnya bisa dijual di SPBU, pihaknya memastikan tidak akan terkendala bila harus memproduksi dalam jumlah besar.

"Produsennya memang baru kami yang buat, tapi fatty acid-nya tidak perlu khawatir, karena bahan dasarnya kan dari Crude Palm Oil (CPO). Kita produksi CPO besar sekali tentu tidak ada masalah," tutupnya.(rrd/dnl)
Inggris Sudah Pakai Solar Campur Air PT Pertamina (Persero) berencana meluncurkan produk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru, yakni Solar yang mengandung air hingga 10%. Solar campur air ini bukan pertama di dunia, karena di Inggris sudah menggunakannya.

"Di Inggris sudah pakai solar campur air untuk kendaraan," ungkap Direktur Utama PT Patra Niaga, Ferdy Novianto kepada detikFinance, Jumat (24/4/2015).

Ferdy mengatakan, Pertamina sendiri sudah menguji coba Solar campur air ini sejak 2008 dan sudah digunakan untuk mesin statis. Namun belum lolos uji untuk sampai ke kendaraan.

"Kita sudah pakai Solar campur air ke mesin statis dan sudah oke, sudah lulus uji. Untuk ke kendaraan sedang dalam tahap uji coba," ucapnya.

Ia menargetkan, uji coba untuk kendaraan ini selesai dalam 2 bulan lagi. Dengan begitu, diharapkan BBM jenis baru ini bisa segera diluncurkan.

"Kalau lolos uji coba untuk kendaraan 2 bulan lagi, kita pakai langsung ke mobil-mobil tangki kami yang angkut BBM. Patennya sudah ada, izin dagangnya sudah ada, tinggal tunggu uji cobanya," papar Ferdy.(rrd/hds)

  ✈️ detik  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More