N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Krait

Kapal patroli 40 m berbahan almunium alloy produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

Panser Canon 90mm

Kendaraan militer dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

PT44 Gudel

Kendaraan taktis militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Rabu, 26 November 2014

★ Panser Anoa Amphibious

Upaya keras demi meningkatkan kemampuan produksinya Ujicoba Anoa

P
rodusen alat persenjataan asli Indonesia PT Pindad (Persero) melakukan upaya keras demi meningkatkan kemampuan produksinya. Berbagai produk dengan teknologi baru coba dikembangkan, salah satunya adalah Panser jenis Anoa Amphibious.

Produksi panser masih dalam tahap uji coba ditargetkan bisa rampung dan diluncurkan tahun depan. Masih ada beberapa tahap uji yang harus dilewati sebelum akhirnya ditetapkan laik oleh kementerian pertahanan.

Saat Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berkunjung ke Pindad, prototype Anoa Amphibious sempat unjuk kebolehan. Menhan pun menyambut baik pembuatan panser yang bisa berputar 360 derajat di atas permukaan air ini.

Panser ini memang dibuat agar bisa tangguh di perairan dan kokoh di daratan. Meskipun sebenarnya yang sempurna di kedua medan tersebut tidak akan pernah bisa diciptakan. Tetapi Pindad mencoba mengatasi kelemahan Anoa yang saat ini belum bisa tangguh di laut.

“Kalau mau jago di darat, panser harus ceper. Sebaliknya, kalau mau jago di laut, panser harus tinggi. Bahkan bodinya mirip perahu. Anoa termasuk panser ceper yang jago di darat,” ungkap Kepala Humas Pindad Sena Maulana.

Progress pembuatan prototype Anoa Amphibious ini sendiri masih dalam tahap uji internal yang dimaksimalkan. Uji ngambang, tes maju di air (maju, mundur, ngerem), berputar 360 derajat. Belum lagi uji ketahanan terhadap ombaknya, hingga kedalaman berapa bisa bertahan, medan apa saja yang bisa dilalui, dan lain-lain.

Dengan baling-baling yang agak besar, Anoa Amphibious memiliki kecepatan 10 knot atau 18,52 km/jam. Berat panser ini dengan disertai peralatan lengkap tanpa orang sekitar 12 ton. Harga jualnya belum keluar. Namun, jika melihat harga jual Anoa standar saja sekitar Rp 12 miliar/unit.

“Anoa Amphibious lebih dari itu. Karena spesifikasinya juga lebih. Apalagi beberapa komponen masih didatangkan dari luar seperti mesin dan baling-baling,” terangnya.

Meskipun beberapa komponen masih didatangkan dari luar negeri, kita patut berbangga pada industri pertahanan dalam negeri yang terus berupaya meningkatkan kapasitas produksinya.(dol)

  ☆ sindonews  

Selasa, 25 November 2014

LAPAN siapkan citra satelit 24 pelabuhan

Ada 24 pelabuhan yang mau dikembangkan, 22 pelabuhan citra satelitnya sudah ada... http://res.cloudinary.com/cepot/image/upload/v1415898044/lapan_logo_ijxy0p.jpgLAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyiapkan citra satelit resolusi tinggi di 24 pelabuhan yang akan dikembangkan untuk Program Tol Laut.

"Ada 24 pelabuhan yang mau dikembangkan, 22 pelabuhan citra satelitnya sudah ada, tinggal dua pelabuhan lagi yang sedang kita kerjakan," kata Deputi Bidang Penginderaan Jauh LAPAN, Orbita Roswintiarti, di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, hasil citra satelit di dua pelabuhan yang dipersiapkan untuk menunjang Program Tol Laut terkendala karena lokasinya yang sering tertutup awan saat penginderaan dilakukan.

Program Tol Laut merupakan sistem logistik kelautan dengan nama lain Pendulum Nusantara.

Konsep ini memungkinkan kapal-kapal besar membawa logistik dari barat ke timur dan sebaliknya. Selain itu juga mendorong keberadaan pelabuhan laut dalam dapat disinggahi kapal-kapal besar.

Selain untuk menunjang rencana pembangunan 24 pelabuhan, ia mengatakan pihaknya juga membantu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperoleh data dan informasi terkait potensi sumber daya maritim dengan citra satelit, sehingga mempermudah dalam perencanaan zonasi wilayah pesisir.

"Mereka (KKP) mau memperbarui data dan informasi pulau-pulau kecil terdepan, ini termasuk untuk melihat biota, rumput laut, dan beberapa variabel lain yang ingin diketahui. Kita serahkan citra satelitnya, tapi validasinya ya KKP, kalau kita terbatas anggarannya," ujar dia.

LAPAN, menurut dia, giat lakukan kerja sama internasional untuk mendapatkan citra satelit yang dimaksud.

"Datanya yang diterima sangat internasional. Jadi LAPAN lakukan kerja sama internasional untuk bisa memperoleh citra satelit yang diminta KKP," pungkas dia.(V002)

  ★ Antara  

WhatsApp Juara di Indonesia

Perang Pesan Instan http://images.cnnindonesia.com/visual/2014/10/07/7c3c75a8-ef7b-4b10-8220-a26444c27748_169.jpg?w=650Berdasarkan hasil survei GlobalWebIndex, WhatsApp menempati posisi teratas dengan angka 54 persen dari total keseluruhan pengguna aplikasi pesan instan di Indonesia (Ilustrasi/CNN Indonesia/Kiky Makkiah)

Indonesia merupakan pasar potensial bagi para pengembang aplikasi pesan instan, dan WhatsApp adalah aplikasi yang paling banyak digunakan di Indonesia.

Berdasarkan hasil survei GlobalWebIndex, WhatsApp menempati posisi teratas dengan angka 54 persen dari total keseluruhan pengguna aplikasi pesan instan di Indonesia.

Menurut Jason Mender, Head of Trends GlobalWebIndex, angka ini dipicu oleh kualitas dan kecepatan internet di Indonesia yang belum maksimal.

"WhatsApp lebih ringan dalam penggunaan data dibandingkan dengan yang lain," ujar Mender.

Meskipun memimpin pasar pesan instan di Indonesia, secara global WhatsApp tersisihkan oleh WeChat sebagai penyedia layanan terbesar.

Di Indonesia sejak tahun 2013, WhatsApp mengalami kenaikan jumlah pengguna hingga 133 persen sehingga menempati posisi pertama dengan angka 54 persen.

Sedangkan Facebook Messenger menempati posisi kedua sebagai pesan instan terbanyak yang digunakan di Indonesia dengan angka 45 persen.

Secara global, penggunaan aplikasi pesan instan kian meningkat. Penggunaan aplikasi ini terus tumbuh pada setiap kuartal sejak Q4 2012 dan kawasan Asia Pasifik menjadi pengguna terbesar dengan angka 36 persen, mewakili lebih dari dua pertiga pengguna di dunia.(eno/eno)

  ★ CNN  

Penemu Tongsis Komentari Penghargaan TIME

Fenomena Tongsis http://images.cnnindonesia.com/visual/2014/11/22/4a6e44fe-6b67-4465-acf1-370dcfc45549_169.jpg?w=650Sejumlah pengunjung berfoto selfi karya foto seri karya saat pembukaan pameran foto Kilas Balik 2013-2014 di Galeri House of Sampoerna, Surabaya, Jatim, Jumat (21/11) (Antara foto/Adhitya Hendra)

Majalah TIME menyebut tongkat untuk membantu selfie sebagai salah satu temuan terbaik di 2014, hal ini tentu menjadi perhatian penemu tongsis di Indonesia.

Selfie stick, demikian alat yang dimaksud TIME sebagai salah satu dari 25 temuan terbaik di 2014. Di Indonesia tongkat seperti itu lebih akrab disebut tongsis, alias tongkat narsis.

Di Indonesia, nama tongsis dipopulerkan oleh penggiat fotografi bernama Anindito Respati pada 2013 silam. Bahkan pria pemilik akun @bababdito itu sudah mematenkan nama 'tongsis' sebagai merek dagang.

Meski berbeda nama, namun tongsis dan selfie stick punya fungsi yang sama. Jadi wajar jika keputusan TIME mendapat perhatian dari penemu tongsis di Indonesia.

"Saya enggak tahu kalo TIME mengeluarkan berita tersebut, baru tahu setelah ada yang mention di Twitter," ujar Anindito saat dihubungi CNN Indonesia melalui surel, Selasa (25/11).

"Senang banget, karena nama itu (tongsis) memang pertama saya yang populerkan," tambah Anindito.

Lebih lanjut Anindito menceritakan perihal hak paten tongsis. Awalnya ia mengira tongsis adalah gabungan barang yang sudah ada di pasaran sebelumnya, sehingga ia hanya mematenkan brand tongsis pada bulan September 2013.

Brand tongsis yang dipatenkan Anindito diakuinya sebagai kategori aksesoris ponsel dan online shop, sehingga tidak ada izin bagi penjualan bentuk serupa dengan nama tongsis.

Namun, ia sudah memiliki rencana untuk mendaftarkan paten desain tongsis.

"Setelah bertemu Yoris Sebastian saya tahu kalau sebenarnya ini (tongsis) bisa didaftarkan juga sebagai desain industri. Sayangnya karena sudah ramai di pasaran jadi tidak bisa lagi di daftarkan," jelasnya.

TIME menyebut selfie stick telah membantu banyak pengguna ponsel, salah satunya untuk mengakomodir tren penggunaan ponsel kamera yang sedang digandrungi dua tahun terakhir.

Selain selfie stick, TIME menobatkan temuan terbaik 2014 kepada 25 perangkat lainnya, salah satu di antaranya Apple Watch, Printer 3D, Hooverboard, Wanaha antariksa, smartphone Android Blackphone, dan beberapa alat lainnya.

Menurut salah satu analis dari Gartner, selfie stick memang pantas masuk dalam jajaran inovasi terbaik di 2014. Karena tongkat ini memang dapat membantu mengambil gambar dengan sudut pandang yang lebih baik.(eno)

  ★ CNN  

ssst ... Juara umum udah didepan mata

AARM 2014 di Hanoi Hasil sementara perolehan mendali [Leomar]

Memasuki beberapa hari pertandingan kontingen Indonesia menunjukan tajinya dengan meemperoleh 34 mendali (17 Emas, 12 Perunggu, 5 Perak)

Kembali Pasukan TNI menunjukan kebolehannya, dengan menggunakan senjata standar NATO, SS2 produksi PT Pindad, Kontingen Indonesia meraih banyak mendali.

Tak hanya si Arjuna, Srikandi kita seolah tak mau kalah sambil menggunakan pistol produksi Pindad tentunya, menunjukan keahliannya dengan menambahkan beberapa mendali.  Malah ada satu sesi Srikandi Indonesia menyapu bersih mendali untuk bumi pertiwi tercinta .. Bravo ...

Berikut penampakan foto peralihan mendali diposkan Leomar :



  ☆ Garuda Militer  

Pindad Dilematis Dinaungi Dua Lembaga

Kepala Divisi Munisi Pindad I Wayan Sutama mengatakan perusahaan pembuat alat utama sistem persenjataan pelat merah itu mengalami dualisme. Ini karena Pindad memiliki dua lembaga yang menaungi dan mengatur kebijakan mereka.

"Maksud saya ada dua kementerian yang menaungi kami, yakni Kementerian BUMN dan Kementerian Pertahanan," kata Wayan kepada wartawan di kantornya di Turen, Malang, Jawa Timur, Rabu, 19 November 2014.

Sebagai perusahaan milik pemerintah, dia melanjutkan, sudah tentu Pindad diatur oleh kementerian yang kini dipimpin oleh Rini M. Soemarno itu.

Di sisi lain, produk yang dihasilkan Pindad bukan barang sembarangan melainkan persenjataan, sehingga Kementerian Pertahanan ikut andil memberikan regulasi. "Ditambah lagi ada Undang-Undang Industri Pertahanan sehingga hubungan kami (Pindad dan Kementerian Pertahanan) semakin erat," kata dia.

Menurut Wayan kedua kementerian memberikan instruksi yang bertentangan. Kementerian BUMN meminta Pindad mengoptimalkan produksi, penjualan hingga pemasaran mereka hingga ke luar negeri. Singkat kata, Kementerian BUMN ingin Pindad bekerja demi memperoleh keuntungan sebanyak mungkin.

Sayangnya Kementerian Pertahanan meminta Pindad fokus memenuhi kebutuhan dalam negeri, TNI. Sebab saat ini TNI sedang menjalani proses modernisasi kekuatan. Selain itu Kementerian Pertahanan memperingatkan Pindad untuk tidak menjual alutsista dengan harga mahal ke pemerintah. Hal tersebut dianggap mulia oleh Wayan, sebab tujuannya bagus agar alutsista yang didapat TNI lebih banyak.

"Lagi pula doktrin kami dari dulu memang bekerja untuk Merah Putih," kata dia. Namun di sisi lain, setiap bulan wayan harus menyiapkan uang sebesar Rp 5 miliar untuk menggaji 1200 karyawan di divisinya.

Wayan pun mengaku sedang memutar otak untuk mendapatkan tambahan pemasukan. Salah satu caranya dengan mengembangkan bisnis komersil yaitu kembang api. Namun yang dimaksud Wayan bukan sekadar mainan anak-anak melainkan kembang api ukuran besar untuk perayaan resmi.

Menurut Wayan bisnis kembang api ini sangat menggiurkan. Permintaan kembang api di Indonesia dalam satu tahun dapat mencapai Rp 600 miliar. "Itu pun impor semua, lumayan kalau kami bisa masuk," kata dia. "Investor yang ajak kerja sama sudah ada, lokasi juga kami punya, harapannya satu bulan lagi jalan."

Wayan pun ingin memaksimalkan produksi amunisi di divisinya. Dia ingin mengembangkan produksi amunisi kelas berat seperti meriam howitzer berkaliber di atas 120 milimeter.

Serbab sampai saat ini kebutuhan peluru meriam untuk TNI didatangkan melalui impor dengan nilai sekitar Rp 400 miliar per tahun. "Kalau kami bisa (produksi amunisi kaliber besar) maka rencana penjualan kami akan dinaikkan. Dari Rp 665 miliar (untuk tahun ini), bisa bertambah jadi Rp 1,1 triliun," kata dia.

  Tempo  

Senin, 24 November 2014

Siapa Sebenarnya 'Manusia Perahu'?

Foto: Ilustrasi

Teka-teki siapa 'manusia perahu' yang ditangkap di Perairan Derawan, Kalimantan Timur, akhirnya terjawab. Wakil Bupati Berau Ahmad Rivai menjelaskan 'manusia perahu' adalah warga tak beridentitas yang berasal dari Pulau Semporna Sabah, Malaysia.

"Ada yang bilang manusia perahu, nelayan asing, sekarang ini belum bisa identifikasi pengertiannya apa. Yang jelas kami anggap orang-orang dari Filipina dan Malaysia yang selama ini di laut dan merapat di Laut Berau," kata Rivai saat ditemui di kantor pusat Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (24/11/2014).

Namun, diakui Rivai bukan berarti 'manusia perahu' yang berasal dari Pulau Semporna otomatis adalah warga Malaysia. Justru aparat setempat menemukan fakta di lapangan, fisik 'manusia perahu' mirip dengan orang Filipina dan berbahasa Tagalog.

"Faktanya mereka ini adalah nelayan asing dari luar. Identitas belum bisa teridentifikasi karena tidak punya kartu identitas. Dari bahasa Filipina, menetapnya di Pulau Malaysia di Semporna atau di daerah Derawan," paparnya.

Dijelaskan Rivai, proses masuknya 'manusia perahu' sudah mulai tampak sejak 2010 lalu. Bahkan saat itu, pemerintah Kabupaten Berau telah menangkap 153 'manusia perahu'.

Rivai menambahkan, di tempatnya Pulau Semporna, 'manusia perahu' juga terusir oleh Kepolisian Malaysia. Dengan alasan ingin dikembangkan sebagai resor pariwisata di Pulau Semporna, akhirnya 'manusia perahu' menyingkir hingga masuk ke perairan Derawan.

Rivai menegaskan konsep 'manusia perahu' di sini bukanlah warga negara yang meminta suaka atau perlindungan dari negara lain. Ini murni nelayan asing yang menangkap ikan di laut Indonesia.

"Mereka ini dikatakan manusia perahu. Tetapi faktanya mereka ini adalah nelayan asing," katanya.
'Manusia Perahu' Tangkap Ikan di Laut Indonesia, Jual ke Malaysia Para 'manusia perahu' alias nelayan asing tanpa identitas yang masuk ke perairan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, biasa menangkap ikan secara ilegal. Hasil tangkapan itu kemudian dijual ke negara terdekat, yaitu Malaysia.

"Mereka ini tidak tahu hukum dan mereka hidup di laut. Mereka ini juga tangkap ikan lumba-lumba dan ikan pari kecil lalu mereka jual ke Malaysia karena harganya mahal. Ini kan jelek," ungkap Wakil Bupati Berau Ahmad Rivai saat ditemui di kantor pusat Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (24/11/2014).

Selain menangkap ikan secara ilegal, lanjut Rivai, 'manusia perahu' juga kerap merusak terumbu karang di Perairan Derawan. Dia mengungkapkan potensi perikanan di perairan Derawan memang cukup besar. Di tempat itu banyak dijumpai berbagai jenis ikan dari ukuran kecil hingga besar salah satunya adalah kumpulan kelompok tuna dan ikan pari manta (Manta Spp).

"Luas lautnya 12.000 km persegi, potensi lautnya sangat besar. Spesies ikan tunanya juga cukup banyak. Tidak hanya tuna, di sana juga banyak ikan pari manta," jelasnya.

Rivai mengakui potensi sektor kelautan Derawan belum dieksploitasi secara luas oleh nelayan lokal. Hal ini juga dibuktikan dengan rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor kelautan. Selama ini, pendapatan tertinggi Kabupaten Berau datang dari pertambangan batu bara dan pariwisata.

"Potensi kelautan kita belum tergarap oleh nelayan tradisional. Nelayan asing lebih pintar cari ikan dibandingkan nelayan kita. Pendapatan utama kita masih didominasi dari batu bara," paparnya.
Tangkap dan Rawat 526 'Manusia Perahu', Pemda Sudah Gelontorkan Rp 150 Juta Menangkap dan menahan 526 'manusia perahu' alias nelayan asing yang melakukan illegal fishing di perairan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, membutuhkan biaya. Sejak proses pengejaran dengan menggunakan speedboat hingga menampung mereka di Tanjung Batu selama 8 hari, pemerintah Berau telah menggelontorkan dana Rp 150 juta.

"Angka sudah Rp 100 juta, mungkin Rp 150 juta dari mobilisasi (pengerahan) speedboat yang disewa ada tagihan masuk ke saya Rp 65 juta. BBM (Bahan Bakar Minyak) kan mahal," kata Wakil Bupati Berau Ahmad Rivai saat ditemui di kantor pusat Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (24/11/2014).

Selain bahan bakar, lanjut Rivai, alokasi penggelontoran dana Rp 150 juta digunakan untuk pemenuhan kebutuhan kehidupan sehari-hari 526 'manusia perahu' yang ditampung di Tanjung Batu, seperti makan 3 kali sehari. Tidak hanya itu, bentuk operasional lain seperti pembayaran aparat keamanan, petugas kesehatan, dan dinas sosial menjadi tanggung jawab Pemda.

"Kemudian aparat petugas honor dan makanannya ada di cash bank. Yang masyarakat ibu-ibu yang bantu di dapur umum juga kita berikan," katanya.

Dari 526 'manusia perahu' yang ditangkap, separuhnya adalah anak-anak. Kemudian 128 adalah perempuan dewasa sisanya adalah laki-laki dewasa. Dengan jumlah tanggungan yang cukup besar, Rivai meminta perhatian lebih dari Pemerintah Pusat.

"Sampai kapan? Kita tidak tahan ini. Mereka mandi kita siapkan, baju kita beri, tenaga medis kita sudah berikan semua sudah kita layani mereka. Mudah-mudahan besok ada solusinya," tegas Rivai.
'Manusia Perahu' Disebut Tak Berniat Ambil Alih Pulau di RI Pemerintah daerah Berau memastikan tidak ada niat 'manusia perahu' asal Malaysia dan Filipina merebut pulau terluar Indonesia. Hal ini sekaligus menepis ketakutan Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo yang khawatir kejadian lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan terulang.

"Indikasi itu tidak ada. Ini murni mereka orang-orang yang hidupnya tidak menentu dan terdesak," ungkap Wakil Bupati Berau Ahmad Rivai saat ditemui di kantor pusat Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (24/11/2014).

Rivai mengatakan meskipun 'manusia perahu' tergolong nelayan asing yang menangkap ikan secara ilegal di laut Indonesia, tetapi keberadaannya murni karena desakan hidup. Diperkirakan 'manusia perahu' berasal dari Filipina yang menetap di Pulau Semporna Sabah, Malaysia. Karena desakan aparat kepolisian Malaysia, 'manusia perahu' akhirnya menyingkir hingga lautan Indonesia.

"Mereka ini orang tersudut dan akhirnya masuk ke Malaysia. Tapi di Malaysia sedang gencar sektor pariwisata akhirnya diusir mereka ini, terdesaklah mereka dan hanyut masuk ke wilayah kita. Mereka ini tidak punya warga negara, bahasanya Tagalog. Mereka bilang dari Pulau Semporna," paparnya.

Oleh karena itu, tambah Rivai, harus ada penyelesaian kongkret untuk menyelesaikan masalah 'manusia perahu' yang melibatkan 3 negara sekaligus yaitu Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Karena tidak punya hubungan budaya maupun kesamaan fisik, ratusan 'manusia perahu' mau tidak mau harus dideportasi dari Indonesia.

"Saya minta di dalam rapat tadi, saya minta mereka ini didorong ke perbatasan negara antara Indonesia dan Malaysia. Kemudian ada tindak lanjut dari TNI AL untuk menjaga wilayah kita jangan sampai mereka datang lagi," jelasnya.(wij/hds)

  detik  

Jalur Sutra Maritim Xi Jinping dan Poros Maritim Jokowi

Rencana pembangunan infrastruktur Jokowi mencakup pembangunan 15 bandara dan 24 pelabuhan baru. Data Bappenas. (Astari Kusumawardhani)

Menghidupkan kembali rute perdagangan jalur sutra menjadi ambisi jangka panjang Presiden Tiongkok Xi Jinping yang telah dimulai tahun lalu.

Xi membagi jalur sutra menjadi dua, darat dan maritim. Jalur darat akan menghungkan Tiongkok ke Asia Tengah, Asia Timur hingga Eropa. Sementara Jalur Sutra Maritim akan menghubungkan pelabuhan Tiongkok ke perairan Samudra Hindia, Teluk Persia, Laut Merah hingga Teluk Aden.

Di Indonesia, Jalur Sutra Maritim Tiongkok akan melewati Selat Sunda yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera serta menghubungkan Samudera Hindia dan Laut Jawa, dan Selat Karimata diantara Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera yang juga menghubungkan Laut Jawa dan Laut China Selatan.

Program Jalur Sutra Maritim Tiongkok itu sejalan dengan ambisi Presiden Joko Widodo yang ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

"Tahun lalu Tiongkok juga sudah membahas mengenai jalur sutra maritim. Oleh karena itu, Tiongkok ingin mengadakan kerja sama dengan negara-negara yang dilalui oleh jalur perairan tersebut," ujar Philips Vermonte, pengamat dari CSIS kepada CNN Indonesia.

Dalam pidatonya di pertemuan KTT APEC Beijing pekan lalu, Jokowi mengundang investor dari luar untuk berinvestasi dalam program infrastruktur Indonesia, salah satunya pembangunan pelabuhan.
Jalur Sutra Tiongkok

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo, minat asing untuk terlibat pada proyek-proyek maritim Indonesia memang muncul setelah Presiden Joko Widodo menyampaikan gagasannya itu pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean, APEC dan G20.

"Semua negara sangat mengapresiasi pembangunan maritim Indonesia. Oleh karena itu kami dapat tugas untuk langsung mengimpelementasi segera," kata Indroyono di Istana Negara pada Selasa (20/11) malam.

Pemerintah, lanjut Indroyono, akan mempercepat pembangunan infrastruktur pelabuhan dengan prioritas utama pengerjaan di Makassar dan Surabaya pada penghujung tahun ini.

Dalam rencana pembangunan infrastruktur Jokowi pada 2015-2019, pemerintah akan membangun 24 pelabuhan baru, pengadaan 26 kapal barang perintis, 2 kapal ternak serta pengadaan 500 unit kapal rakyat.(ike)

  CNN  

Minggu, 23 November 2014

★ Bus Listrik ITS

Telkomsel Kucurkan Rp 1,5 Miliar untuk Bus Listrik http://statik.tempo.co/data/2013/12/01/id_242441/242441_620.jpgPengunjung melihat bus listrik "executive Mobile Meeting" buatan LIPI di Indonesia Electric Vehicle Exhibition di Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/12). Harga mobil listrik bisa ditekan jauh lebih murah jika pemerintah berkomitmen untuk memproduksi secara massal. TEMPO/Prima Mulia

PT Telkomsel dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bekerja sama dalam pengembangan bus listrik untuk alat transportasi kampus. Direktur Utama Telkomsel Alex J. Sinaga mengatakan telah mengucurkan dana Rp 1,5 miliar untuk pembuatan purwarupa bus listrik pertama buatan ITS.

"Kami merasa perlu mendukung inovasi anak bangsa demi kemandirian energi seiring dengan tren negara-negara maju dalam mengembangkan kendaraan listrik," kata Alex di kawasan Surapati, Surabaya, Ahad, 23 November 2014.

Bus listrik itu merupakan karya kelima ITS setelah meluncurkan serangkaian mobil listrik nasional, yakni Ezzy ITS 1, Ezzy ITS 2, Braja Wahana, dan Sapu Angin Surya pada Mei 2014.

Rektor ITS Triyogi Yuwono mengatakan produksi bus listrik ini menjadi cara ITS untuk menjawab krisis energi dan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi. "Bukan dengan demonstrasi anarkistis," ujarnya. Triyogi mengatakan, lewat inovasi teknologi, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa lebih cepat.

Menurut Triyogi, dalam waktu dekat ITS bakal kembali bekerja sama dengan Telkomsel untuk mengembangkan kapal pesiar tenaga listrik dan surya. Kapal buatan Fakultas Teknik Kelautan dan Perkapalan itu akan digunakan untuk berlayar di Sungai Kalimas. "Insya Allah, dalam enam bulan ke depan." Pertamina juga tengah menjajaki kerja sama serupa dengan ITS.

Pada 2015, ITS mulai membangun tempat pengisian listrik atau charging station. Setelah uji coba selama dua-tiga hari, bus listrik ITS akan dioperasikan pertama kali pada 30 November 2014.
Bus Listrik ITS Hemat Biaya Operasional 40 Persen http://statik.tempo.co/data/2013/11/26/id_240875/240875_620.jpgSebuah bus listrik akan dilakukan uji coba di Bandung, Jawa Barat, (26/11). Uji coba 6 mobil listrik ini dilakukan oleh Kementerian Riset & Teknologi. TEMPO/Prima Mulia

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meluncurkan bus inovatif dengan bahan bakar listrik. Bus yang dilengkapi dengan panel surya sebagai pemanen energi dari sinar matahari itu rencananya akan dioperasikan di dalam lingkungan kampus per Januari 2015.

"Bus listrik ini menghemat biaya operasional hingga 40 persen dibanding bus konvensional (berbahan bakar minyak)," kata Rektor ITS Prof Dr Triyogi Yuwono di Grapari Telkomsel Surabaya, Ahad, 23 November 2014.

Digunakan sebagai kendaraan operasional kampus, bus listrik ini membutuhkan 8-10 jam untuk mengisi penuh daya. Daya jelajahnya sejauh 160 kilometer. Adapun sumber energinya sinar matahari yang ditangkap lewat panel surya. Energi yang dipanen disimpan di dalam baterai.

"Listrik dari baterai menyuplai 20 persen total kebutuhan tenaga listrik bus. Sisanya masih bergantung dari listrik PLN," kata Ketua Tim Pengembangan Mobil Listrik ITS Muhammad Nur Yuniarto. Dia menambahkan, kapasitas panel solar yang terpasang di bus sebesar 2 kilowatt-hour (kWh) dengan maksimal kapasitas total 20 kWh.

Nur menjelaskan, bus dikerjakan selama dua bulan penuh. Adapun timnya terdiri atas lima dosen, tujuh mekanik, dan 40 mahasiswa. "Ada yang dari teknik elektro, fisika, dan mesin," katanya.

Bus tersebut mampu mengangkut 26 penumpang dengan rincian 9 orang duduk dan 17 berdiri. Bus berukurang 6 x 2,1 meter itu memiliki bobot tanpa penumpang 4 ton. "Maksimal mampu mengangkut beban 6-7 ton."

Sebagian besar komponen bus listrik itu, kata Triyogi, dibuat ITS. Namun baterai dan motor utama masih diimpor dari China. "Kami optimistis dua atau tiga tahun lagi bisa membuat seluruh komponennya sendiri," katanya.

Uji coba rute pertama akan dilakukan pada 30 November mendatang sebelum bus itu dioperasikan secara rutin mulai Januari 2015. Pada tahun depan pula ITS akan mulai membangun satu stasiun pengisian daya dan panel surya di kampusnya.

Bus listrik itu merupakan karya kelima ITS setelah meluncurkan serangkaian mobil listrik nasional, yakni Ezzy ITS 1, Ezzy ITS 2, Braja Wahana, dan Sapu Angin Surya pada Mei 2014.
Surabaya Mencatat Sejarah Peluncuran Bus Listrik Pertama di Indonesia http://images.detik.com/content/2014/11/23/475/buslistrik1d.jpgSurabaya kembali menorehkan 'sejarah'. Setelah sukses membuat mobil listrik, kini Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, meluncurkan bus listrik yang pertama kali di Indonesia.

Bus listrik yang didominasi warna merah, berkapasitas 25-30 orang ini diluncurkan di depan GraPARI Telkomsel, Taman Bungkul, Raya Darmo, Surabaya, Minggu (23/11/2014).

Peluncuran tersebut dihadiri Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Direktur Utama Telkomsel Alex J Sinaga, Rektor ITS Prof Dr Triyogi Yuwono, Mantan Menteri Pendidikan yang juga mantan Rektor ITS M Nuh serta Direktur Sales Telkomsel Mas'ud Khamid.

"Bus ini nantinya digunakan sebagai moda transportasi di kawasan kampus ITS," ujar Dirut Telkomsel Alex J Sinaga di sela acara peluncuran bus listrik yang bersamaan dengan Car Free Day Raya Darmo.

Kesuksesan ITS membuat bus listrik tak lepas dari sokongan dana sekitar Rp 1,5 miliar dari Telkomsel. Dana tersebut digunakan untuk melakukan penelitian hingga mendatangkan motor penggerak dan baterai dari Tiongkok, sampai menjadi produk yang siap dioperasionalkan.

Kata Alex, bus listrik ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan mahasiswa ITS. Dan keunggulan bus listrik ini adalah mampu menghemat biaya operasional hingga 50 persen dibandingkan dengan bus konvensional.

"Kehadiran bus listrik karya ITS ini menunjukkan bahwa sebenarnya sumber daya manusia Indonesia tidak kalah dengan sumber daya manusia dari luar negeri," ujarnya.

"Kita harus bangga sebagai bangsa Indonesia, sekaligus ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak perlu impor bus listrik dari China, karena kita mampu memproduksi bus listrik sendiri," tandasnya.

Sementara itu, Walikota Surabaya Tri Rismaharini dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada ITS dan Telkomsel yang mewujudkan bus listrik. Kehadiran bus listrik tersebut juga mendukung upaya Kota Surabaya sebagai Eco City.

"Terima kasih kehadiran bus listrik ini mewujudkan misi kota Surabaya sebagai eco city. Di depan ini (Jalan Raya Darmo depan GraPARI) akan ada trem dan monorel, maka lengkap Surabaya menjadi Eco City," ujarnya.
Risma Ingin Punya Mobil Dinas Tenaga Listrik Buatan ITS http://images.detik.com/content/2014/11/23/475/105111_buslistrik2d.jpgWalikota Surabaya Tri Rismaharini bangga atas peluncuran bus listrik pertama kali di Indonesia. Risma pun tertarik dengan bus listrik tersebut. Bahkan dia berangan-angan ingin mengendarai mobil dinas dengan tenaga listrik.

"Terima kasih telah mewujudkan misi kota Surabaya sebagai Eco City," kata Wali Kota Risma di sela acara peluncuran bus listrik pertama di Indonesia di depan GraPARI Telkomsel, Taman Bungkul, Jalan Raya Darmo, Surabaya, Minggu (23/11/2014).

Walikota perempuan pertama di Surabaya mengaku tertarik bus listrik karya mahasiswa ITS, dan work shop (bengkel) Lowo Ireng dari Surabaya yang mendapatkan bantuan pendanaan sekitar Rp 1,5 miliar dari Telkomsel.

Usai ikut merasakan menumpang bus listrik tersebut, Risma berencana akan memesan bus listrik untuk angkutan pariwisata di Surabaya. "Nanti bisa menjadi bus wisata kita. Kita lihat nanti lah," terangnya.

Walikota alumnus ITS ini menerangkan, misi Kota Surabaya sebagai Eco City. Ke depan moda transportasi Surabaya akan dilengkapi dengan trem dan monorel. Bahkan, rencananya trem tersebut bentuk seperti bus listrik karya mahasiswa ITS.

Bahkan, dirinya sempat memesan mobil listrik dari ITS untuk kendaraan dinasnya. Namun, tidak jadi, karena desain mobil listrik tersebut seperti mobil film Batman.

"ITS belum siap, karena desainnya seperti mobil Batman. Mungkin suatu saat mobil dinas saya pakai mobil listrik," jelasnya sambil menambahkan, sehari-harinya dirinya beraktivitas dengan mobil dinasnya rata-rata perjalanannya sampai 80 kilometer.
Bus Listrik Buatan ITS Mampu Tempuh Jarak 200 Km Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya berhasil membuat bus listrik. Untuk jarak tempuh, sekali mengisi tenaga, bus bisa menempuh hingga 200 Km.

Bus listrik ITS yang didominasi warna merah ini memiliki panjang 5 meter dan lebar 2,3 meter, dan tinggi 2,8 meter. Untuk kapasitas penumpang 25-30 orang, terdiri dari 9 orang duduk, dan sisanya berdiri dan disediakan tali gantungan.

"Kecepatannya 8-100 Km/jam. Daya jelajahnya 180-200 kilometer per 1 kali charge. Sekali charge waktunya atara 4-5 jam," tutur Agus Muklisin, mahasiswa Teknik Mesin ITS semester 9 sambil menunjukkan lokasi alat untuk charge baterai, Minggu (23/11/2014).

Energi bus listrik ini menggunakan solar cell (pengubah sinar matahari menjadi energi listrik) berkapasitas 2 KW, serta baterai berkapasitas 120 Ah/320 volt.

Metode pengisian baterai bisa dilakukan dengan 2 cara yakni, dicolokkan ke saluran listrik di rumah, atau menggunakan genset. "Kalau genset 4-5 Kw. Nge-chargenya 5 jam penuh," terangnya sambil menambahkan, untuk mengetahui persediaan energi dapat dilihat di monitor yang dipasang di dashboard bus.

Pembuatan bus listrik yang memakan waktu 3 bulan ini melibatkan 25 mahasiswa dan 7 dosen Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Lokasi pengerjaan berada di work shop (bengkel) milik Lowo Ireng di Sukolilo, Surabaya.

Rektor ITS Prof Ir Triyogi Yowono DEA menerangkan, semuanya buatan anak negeri. Bahkan body busnya tidak menggunakan dempul.

"Hanya Motor dan baterainya saja yang impor dari China," kata Triyogi.

Ia menambahkan, dengan adanya dukungan dana untuk pengembangan mobil listrik, tahun depan diperkirakan mobil listrik murni buatan dalam negeri.

"InsyaAllah tahun depan sudah punya mobil listrik made in kita sendiri," jelasnya.
Baru Diluncurkan, Bus Listrik ITS Sudah Ada yang Pesan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya menciptakan bus listrik pertama di Indonesia. Meski baru diluncurkan, namun sudah ada perusahaan yang memesan.

"Perguruan tinggi nggak mampu memproduksi besar. Tapi kalau pesananan 1-2 (unit) itu bisa," ujar Rektor ITS Prof Ir Triyogi Yuwono, di sela acara peluncuran bus listrik di GraPARI Telkomsel, Taman Bungkul, Raya Darmo, Surabaya, Minggu (23/11/2014).

Berapa biaya total yang dihabiskan untuk membuat 1 unit bus listrik ini? Triyogo mengaku tidak paham perincian biayanya. Menurut dia, ongkos yang paling besar adalah mendatangkan motor dan baterai yang diimpor dari China.

"Untuk mendatangkan motor dan baterainya dari China melalui pesawat," terangnya.

Ia mengatakan, sudah ada pihak yang tertarik memesan bus listrik ITS ini seperti dari PT Pertamina.

"Nada-nadanya jadi dengan Pertamina. Mereka minta bus ini (bus listrik) untuk transport side mereka," tuturnya.

"Ini kerjasama bagus. Pemerintah mensupport, perguruan tinggi me-riset dan perusahaan membeli," terangnya sambil menambahkan, kehadiran bus listrik adalah jawaban dari ITS terhadap masalah krisis ennergi dan kenaikan BBM.

  ★ Tempo | detik  

Mewujudkan gagasan tol laut

ilustrasi--Pengembangan Pelabuhan Laut. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Gegap-gempita kampanye pemilihan presiden pada Juni hingga Juli 2014 bertambah gempar ketika Calon Presiden Joko Widodo-Wapres Jusuf Kalla waktu itu mengemukakan gagasan pembangunan tol laut dan poros maritim yang menghubungkan pulau-pulau di Indonesia.

Gagasan yang disampaikan dalam debat capres yang disiarkan radio dan televisi secara langsung itu mendapat beragam tanggapan dari publik. Ada yang sangat mendukung, ada yang sinis dan ada pula menganggap sebagai kemustahilan. Pro-kontra pun mengiringi hari-hari karena memang waktu itu sedang kampanye politik sehingga gagasan bisa ditanggapi dengan berbagai argumentasi.

Pihak yang mendukung tentu orang atau siapapun yang mendukung pasangan Joko Widodo (Jokowi)-JK serta kalangan yang memahami perlunya era baru dalam pengelolaan potensi laut. Pihak yang sinis dan menganggap gagasan ini sebagai kemustahilan, tentunya pendukung lawan politik pasangan ini.

Berbagai pertanyaan dan pernyataan publik berseliweran di hari-hari kampanye politik. Ingatan sebagian publik tertuju kepada gagasan tol laut yang pernah diwacanakan Kementerian BUMN dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebelum kampanye pemilihan presiden mengenai tol laut yang menghubungkan Jakarta ke arah timur Pulau Jawa melintasi pantai.

Apalagi saat itu juga ada pembangunan tol laut di Bali yang sedang memasuki babak akhir sebelum diresmikan penggunaannya. Ataukah seperti Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu)? Apalagi saat itu bertepatan pula dengan upaya untuk mewujudkan Jembatan Selat Sunda (JSS) yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Sumatera melintasi Selat Sunda.

Gagasan pembangunan tol laut itu menggelegar. Tetapi akan seperti apa dan bagaimana mewujudkannya? Sampai terpilihan Jokowi-JK pada 9 Juli dan pelantikan sebagai presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2014, gagasan tol laut terus menggema dan publik mengejar akan seperti apa gagasan itu. Itulah keingintahuan publik dan janji yang belum tunai.

Itulah sebabnya Direktur Archipelago Solidarity Foundation Engelina Pattiasina dalam diskusi "Kemandirian Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia" di Jakarta mengemukakan, pemerintah perlu lebih mengelaborasi atau menjelaskan kepada publik mengenai arah dan implementasi gagasan tersebut.

Setidaknya ada tiga fakta yang patut menjadi acuan penting dan menjadi peluang besar dalam upaya pengembangan maritim.

Pertama, kata Engelina, keberadaan sebagai negara kepulauan menjadikan Indonesia sebagai surga keaneragaman atau biodiversity terbesar dunia.

Dalam kaitan ini, Indonesia patut berbangga karena merupakan negara kepulauan terbesar dengan 17.504 pulau.

Kedua, sebagian besar wilayah Indonesia merupakan lautan dan mengandung posisi strategis, baik aspek pertahanan, keamanan, politik, ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan. Selain itu, Indonesia berada di persimpangan dunia, di antara dunia benua dan dua samudra.

"Letak strategis ini menjadikan Indonesia penting bagi negara mana pun yang hendak membangun hubungan internasional dan regional," katanya.

Ketiga, Indonesia bukan hanya diapit dua samudra dan dua benua, tetapi juga berbatasan dengan 10 negara. Hal ini, berarti ada 10 negara yang mengelilingi Indonesia, mulai dari Malaysia, Singapura, India, Thailand, Vietnam, Filipina, Palau, Papua Nugini, Timor Leste dan Australia.

 Pelabuhan 

Perlahan namun tampak pasti, pemerintah mulai membuka penjelasan mengenai gagasan tol laut dan poros maritim. Dengan demikian membuka mata hati pemahaman publik maksud dan tujuan gagasan tersebut.

Ternyata, tol laut dan poros maritim berbeda sama sekali dengan prediksi dan pemahaman bahwa seolah-olah seperti jembangunan jembatan Suramadu, JSS dan tol laut yang pernah digagas Kementerian BUMN dan Kementerian Pekerjaan Umum. Dalam bahasa yang sederhana tol laut diwujudkan dengan menyiapkan infrastruktur pelabuhan dan penyeberangan.

Dengan infrastruktur pelabuhan dan penyeberangan yang memadai dan terkelola dengan manjemen yang efisien, maka nantinya arus barang dan jasa serta orang akan lebih baik. Langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mewujudkan gagasan tersebut mulai disampaikan dan publik mulai terbuka pemahamannya.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas telah mendesain konsep tol laut yang dicetuskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan 24 pelabuhan. Pelabuhan sebanyak itu terbagi atas pelabuhan yang menjadi hubungan internasional, pelabuhan utama dan pelabuhan pengumpul.

Sebanyak 24 pelabuhan itu, antara lain, Pelabuhan Banda Aceh, Belawan, Kuala Tanjung, Dumai, Batam, Padang, Pangkal Pinang, Pelabuhan Panjang. Selanjutnya, Pelabuhan Tanjung Priok, Cilacap, Tanjung Perak, Lombok, Kupang, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Maloy, Makassar, Bitung, Halmahera, Ambon, Sorong, Merauke dan Jayapura.

Seperti telah diberitakan berbagai media, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas, Dedy S Priatna mengatakan, hanya Pelabuhan Kuala Tanjung, Bitung dan Sorong yang akan dibangun baru. Sedangkan sisanya hanya perluasan atau pengembangan.

Dari 24 pelabuhan itu terbagi dua hubungan internasional, yaitu Kuala Tanjung dan Bitung yang akan menjadi ruang tamu bagi kapal-kapal asing dari berbagai negara. Selanjutnya pemerintah menyiapkan enam pelabuhan utama yang dapat dilalui kapal-kapal besar berbobot 3.000 hingga 10 ribu TeUS. Enam pelabuhan itu adalah Pelabuhan Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Makassar dan Sorong.

Nantinya, pelabuhan utama akan menjadi jalur utama atau tol laut. Sedangkan 24 pelabuhan dari Belawan sampai Jayapura disebut pelabuhan pengumpul.

Sebanyak 24 pelabuhan tersebut merupakan bagian dari 110 pelabuhan milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Sementara total pelabuhan di Tanah Air sekitar 1.230 pelabuhan. Sebanyak 110 pelabuhan dari total 1.230 pelabuhan dikelola oleh Satuan Kerja Perhubungan, Provinsi dan lainnya.

 Januari 

Meski Bappenas sudah memiliki konsep untuk implementasi gagasan tol laut, namun bisa saja ada perubahan. Konsep untuk implementasi itu akan ada titik terang pada 15 Januari saat Peraturan Presiden tentang Rencana Rembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) terbit.

Menurut dia, desain tol laut ini adalah konsep dari Pelindo dan McKansey. Perubahan sangat dimungkinkan terjadi karena melihat 86 pelabuhan lain yang dioperasikan Pelindo memiliki IRR tinggi. Dalam draf RPJMN teknokratik, pihaknya sudah mengestimasi kebutuhan investasi pelabuhan tersebut sekira Rp 424 triliun.

Namun Presiden Jokowi dalam presentasinya memproyeksikan dananya Rp 700 triliun lebih. Perbedaan angka itu, menurut Dedy S Priatna, kemungkinan karena belum termasuk pengadaan kapal. Menurut kalkulasi Bappenas, pengadaan kapal untuk tol laut tersebut sektar Rp 100 triliun sampai Rp 150 triliun. Sedangkan biaya investasi untuk membangun pelabuhan terintegrasi lengkap dengan pembangkit listrik dan sebagainya sekitar Rp 70 triliun.

Publik masih menanti implementasi dari rencana-rencana itu karena--diakui atau tidak--belumlah banyak yang bisa diperbuat pemerintah saat ini mengingat baru sebulan bekerja. Apalagi untuk mengimplementasikan sebuah gagasan atau program, harus dihadapkan pada koordinasi antarkementerian dan pemahaman, komitmen serta konsistensi para pemegang kebijakan. Di sisi lain, anggaran merupakan salah satu komponen terpenting dalam pembangunan infrasruktur.

Pemerintah bukanlah tukang sulap. Karena itu, bijak apabila publik memberi waktu kepada seluruh jajaran pemerintahan untuk mengeksploitasi dan mengeksplorasi kemampuan dan seluruh daya upayanya dalam mewujudkan gagasan tersebut.

  Antara  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More