blog-indonesia.com

Selasa, 23 November 2010

RI Ingin Samai China Jadi Raksasa Ekonomi

Kedua negara memiliki keunggulan yang saling melengkapi satu sama lain.

Buruh mengangkut semen di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta. (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Indonesia berharap bisa menjadi mitra sejajar dengan China sebagai raksasa ekonomi dari Asia. Memiliki jalur perairan yang strategis, Indonesia berpotensi meningkatkan pengaruh dan hubungan dagang dengan China, yang telah menjadi kekuatan nomor dua ekonomi dunia.

Demikian menurut pejabat Indonesia dan China dalam suatu diskusi di Jakarta, Selasa 23 November 2010. “Kedua negara akan segera memiliki ketahanan pangan dan menjadi raksasa perdagangan dunia,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Industri dan Perdagangan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edy Putra Irawadi.

Dia menjelaskan bahwa perdagangan Indonesia dan China berpotensi memiliki keuntungan yang besar, apalagi setelah diterapkannya Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-China (ACFTA) sejak 1 Januari 2010.

Menurut Irawadi, Indonesia dan China memiliki keunggulan yang saling melengkapi satu sama lain. Keunggulan inilah yang membuat hubungan kedua negara bisa semakin erat dan semakin menguntungkan.

“Indonesia memiliki beberapa keunggulan, diantaranya sumber daya yang lengkap serta letak geografis yang memadai,” ujar Irawadi. Dia mengatakan bahwa letak Indonesia yang strategis bagi pelayaran perdagangan menjadikan hubungannya dengan China memiliki tingkat konektivitas yang tinggi.

Sebagai salah satu negara pesisir selat Malaka, perairan Indonesia rutin dilalui banyak kapal dagang. “Ribuan kargo dari Asia Timur menuju pelabuhan di timur Indonesia, ini sangat menguntungkan,” ujar Irawadi.

Inilah yang membuat Indonesia sebagai pangsa pasar strategis dan menguntungkan bagi China yang memiliki tingkat produksi yang luar biasa. Hal ini, ujar Irawadi, dikarenakan oleh pembiayaan China yang kuat pada sektor perekonomiannya.

Sementara itu, Duta Besar China untuk Indonesia, Zhang Qiyue, mengatakan volume perdagangan kedua negara dari Januari-Oktober 2010 telah mencapai US$33,75 miliar. "Meningkat 53,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata Zhang dalam seminar yang sama. Zhang menargetkan, total perdagangan kedua negara mencapai US$40 miliar pada 2010. (umi)


VIVAnews

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More