PEKANBARU--MICOM: Empat Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) milik PT PLN yang akan direlokasi dari Jawa ke Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau, belum mendapat kepastian pasokan gas untuk bahan bakar.
Perusahaan gas PT Kalila Energy yang sebelumnya dikabarkan akan memasok gas untuk pembangkit berdaya optimal 82 megawatt (mw) itu membantah telah membuat komitmen tersebut. "Tidak ada itu kesepakatan gas untuk pembangkit di Duri," kata Manager Communication Kalila Energy Dahrul Hidayat di Pekanbaru, Jumat (4/2).
Dahrul mengatakan hal itu untuk menanggapi pernyataan Manajer SDM dan Humas PLN Wilayah Riau-Kepri Suhatman, bahwa PLN sudah mendapat kepastian bahan bakar PLTG dari Kalila.
Kebutuhan pasokan gas untuk empat pembangkit 82 MW tersebut diperkirakan mencapai 32,8 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dengan asumsi umumnya penggunaan 1 MMSCFD bisa menghasilkan tenaga listrik 2,5 mw.
Hingga kini belum ada proses negosiasi dari PLN mengenai jual-beli gas untuk empat pembangkit di Duri. Perusahaan gas milik grup Bakrie itu baru terikat kontrak dengan PLN untuk pasokan dari lapangan gas di Kabupaten Pelalawan ke PLTG Teluk Lembu di Pekanbaru sejak 2005.
"Coba lihat di peta lokasi lapangan gas kami di Pelalawan ke Duri, jaraknya jauh," ujarnya. (Ant/OL-5)
• MediaIndonesia
Kemhan Ajukan Tambahan Anggaran Rp 195 T untuk 2027
-
💰 Kebutuhan Rp 667 T
*Pesawat tempur SU30 TS 3006 (antara)*
*K*ementerian Pertahanan (Kemhan) mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp
195 triliun unt...
15 jam yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.