Illustrasi
JAKARTA--MICOM: Pemerintah Indonesia masih sangat hati-hati dalam mengeksplorasi potensi energi tenaga nuklir karena masyarakat masih khawatir dari segi keamanannya.
"Indonesia sudah melakukan eksplorasi potensi, tetapi masih sangat hati-hati karena saat ini kekhawatiran masyarakat terletak pada masalah keamanan," kata Direktur Jenderal Amerika Eropa Kementerian Luar Negeri, Retno Marsudi, di Jakarta, Rabu (16/2) sore.
Retno menyatakan kepada Antara dalam acara Pertemuan Komunitas Diplomatik untuk mempromosikan potensi perdagangan investasi dan pariwisata Indonesia guna meningkatkan kerja sama dengan negara mitra dari kawasan Amerika dan Eropa.
Ia mengatakan bahwa masalah keamanan sebenarnya tidak memengaruhi kebijakan nasional mengenai tenaga nuklir tetapi pertama yang harus dilakukan ialah meyakinkan kepada masyarakat bahwa teknologi nuklir itu aman.
"Sementara ini, yang ingin dikembangkan oleh Indonesia ialah tenaga panas bumi," kata Retno dalam acara yang dihadiri staf ekonomi dan atase perdagangan kedutaan besar asing dari kawasan Amerika dan Eropa.
Indonesia memiliki potensi tenaga panas bumi terbesar di dunia, yaitu sekitar 40 persen panas bumi dunia berada di tanah air, namun hanya kurang dari lima persen yang baru diperdayakan, jelasnya, menekankan bahwa energi dan infrastruktur merupakan investasi yang akan banyak dikembangkan tahun ini. (OL-9)
• MediaIndonesia
Unsur KRI Koarmada II Tunjukkan Kekuatan Tempur
-
* ⚓️ Pada Puncak Latihan Operasi Laut Gabungan TA. 2026 * *KRI Sampari
tembakan rudal C705 (Dispenal)*
*U*nsur koarmada II, yakni KRI I Gusti Ngurah Rai-...
6 jam yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.