blog-indonesia.com

Kamis, 02 Februari 2012

Pertamina Temukan Migas di Tiung Biru

RASDIAN A VADIN / Jurnal Nasional
Penemuan ini merupakan penemuan eksplorasi pertama di Indonesia pada awal tahun 2012.


Jurnas.com | PT PERTAMINA EP telah berhasil menemukan minyak dan gas dari kegiatan eksplorasi struktur Tiung Biru sebesar 2.546 barel minyak per hari (BOPD) dan 2,75 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Ini merupakan penemuan eksplorasi pertama di Indonesia pada awal tahun 2012.

Penemuan minyak dan gas bumi tersebut dibuktikan melalui uji kandungan lapisan (UKL)-1B pada sumur Tiung Biru (TBR)-2ST dengan interval 2174 – 2179 m dan 2169 – 2172 di Formasi Kujung pada jepitan 48/64 inchi. Uji kandungan lapisan ini merupakan salah satu dari enam UKL yang telah disetujui oleh BP Migas.

Menurut Presiden Direktur Pertamina EP Syamsu Alam, melalui keberhasilan ini diharapkan dapat serta membantu upaya pencapaian target penemuan minyak dan gas di Indonesia. “Kami bersyukur minyak dan gas bumi yang cukup besar berhasil ditemukan di Tiung Biru. Semoga penemuan ini bisa menambah optimisme kegiatan eksplorasi migas di Indonesia,” ujar dia, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/2).

Lebih lanjut dia menjelaskan, struktur Tiung Biru terletak sekitar 15 km sebelah tenggara kota Cepu, Jawa Tengah, atau sekitar 28 km sebelah barat daya kota Bojonegoro, Jawa Timur. Proyek Area Fokus Eksplorasi (PAFE) Tiung Biru mengelola struktur Tiung Biru yang secara struktural merupakan satu kesatuan struktur dengan struktur Jambaran yang dikelola oleh Mobil Cepu Ltd.

“Untuk mendorong peningkatan produksi minyak Pertamina EP, maka Pertamina EP mempercepat pengembangan struktur Tiung Biru melalui program POP (Put on Production) dari sumur TBR-1ST, dengan target produksi 210 BOPD, yang akan dicapai pada Q2/2012, serta mengajukan sumur TBR-2ST untuk dapat diproduksikan dengan skema produksi yang sama melalui POP, dengan target produksi 1000 BOPD,” kata dia.

Dari hasil Pemboran sumur eksplorasi TBR-1ST, yang telah dilakukan pada tahun 2009 yang lalu, lanjutnya, diperoleh temuan minyak, kondensat dan gas. Selanjutnya, guna menilai keberadaan hidrokarbon di struktur Tiung Biru, BP Migas telah menyetujui pemboran 2 sumur penilaian (appraisal wells), yaitu TBR-2ST dan TBR-3. Pemboran sumur Tiung Biru-2ST yang merupakan sumur miring (deviated well) dibor pada sisi utara dari struktur Tiung Biru, ditajak pada 7 Oktober 2011, hingga kedalaman akhir 2206 mMD, dengan hasil temuan minyak dan gas.

Kegiatan Eksplorasi PAFE Tiung Biru bertujuan untuk membuktikan keberadaan hidrokarbon di struktur Tiung Biru yang akan menjadi landasan dalam proses Unitisasi Tiung Biru-Jambaran antara PT Pertamina EP dan Mobil Cepu Ltd. Dari hasil uji lapisan minyak yang berhasil pada Formasi Kujung membuktikan bahwa selain gas, cadangan minyak yang ada juga dapat memberikan hasil yang signifikan.


Jurnas.com

3 komentar:

udah pak , jangan di lelang lagi... dikelola pertamina aja.... buat kemaslahatan umat bangsa indonesia... biar nggak terlalu bak impor.... u
trus kalau bisa ... nggak perlu di ekspor... buat cadangan dalam negeri aja... ngak perlu ikut masuk jadi negara OPEC segala... biar pas jual kerakyat tidak terpengaruh dengan harga pasar minyak... dunia.... saya abi darda....

gbesarin aja pasar dalam negeri.... tuuuh papua...kan belum banyak kilang.... denger-denger harganya masih mahal tuhhh gara2 sedikitnya infrastruktur.....

Setuju .. Harusnya Pertamina bisa produksi sendiri BBM bukan hanya bisa jual bahan mentah saja dan menjualnya di dalam negeri ini .

Smoga pemimpin kita sadar .. SDA bukan untuk dijual keluar tapi lebih prioritaskan kebutuhan bangsa ini ... kita bisa kalau ada keinginan dari pemimpin kita , masalah biaya mahal itu pasti .

Petronas saja bisa , masa Pertamina yg banyak SDA kalah ...

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More