Minggu, 08 Maret 2015

Diduga Disadap Selandia Baru, Telkomsel: Kami Sedang Cek

http://images.cnnindonesia.com/visual/2014/10/01/7a8ed15e-9264-491c-aa38-62b4c599fee4_169.jpg?w=650Edward Snowden mengatakan bahwa Telkomsel disadap oleh Selandia Baru (REUTERS/Glenn Greenwald/Laura Poitras)

Telkomsel langsung melakukan tindakan setelah ada kabar yang dihembuskan Edward Snowden bahwa Biro Keamanan Komunikasi Pemerintah Selandia Baru (GSCB) bersama Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) melakukan penyadapan ke operator tersebut.

"Di internal kita sedang melakukan pengecekan. Nanti segera kita akan memberikan pernyataan resmi," kata Manager Media Relation Telkomsel, Aldin Hasyim.

Sementara itu, salah satu anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono, sudah melayangkan surat kepada Telkomsel agar melakukan pengecekan dan kemudian dilaporkan kepada pihaknya.

Menurut Nonot, ada banyak sebetulnya metode yang bisa dilakukan untuk melakukan penyadapan. Namun bukan itu menjadi permasalahan utamanya, melainkan apa tujuannya.

"Sekarang kepentingan penyadapannya buat apa? karena kalau intelejen ya biasanya yang disadap rapat-rapat kenegaraan. Kalau pelanggan biasa mungkin mereka ingin mengetahui karakteristik konsumen Indonesia," katanya.


Seperti diberitakan sebelumnya, Snowden dalam dokumennya itu menyebutkan bahwa badan intelijen elektronik Selandia Baru meretas email, saluran telepon seluler dan telepon rumah, serta pesan di media sosial dan komunikasi elektronik lainnya.

Dokumen ini dikumpulkan oleh GCSB bersama dengan NSA, dan lembaga intel lainnya di negara yang terkenal dengan sebutan "Five Eyes" atau Lima Mata, termasuk Australia, Inggris, Kanada, dan Amerika Serikat.

"Mereka menyasar beberapa target dari negara-negara Pasifik Selatan dan target lain dan meretas segalanya," kata penulis investigasi, Nicky Hager, kepada Radio Selandia Baru, dikutip dari Reuters.

Ini bukan pertama kalinya Snowden mengumbar dokumen soal penyadapan melalui operator. Sebelumnya, dia pernah mengatakan bahwa, produsen kartu SIM terbesar di dunia, Gemalto, sempat diretas dan kemudian dimata-matai oleh NSA.

Telkomsel dan Indosat adalah operator di Indonesia yang salah satu kartu SIM miliknya dibuat oleh perusahaan Gemalto tersebut. Walaupun demikian, kedua operator ini yakin, Gemalto akan memberi jaminan soal perlindungan keamanan.(tyo)

  CNN  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More