Kamis, 12 Maret 2015

Gunakan Sistem Slipway, Galangan Kapal Berstandar Kelas Dunia

UNTUK mendukung industri Maritim Indonesia, PT Kayan Marine Shipyard (KMSh), selaku anak perusahaan Kayan Patria Pratama (KPP) Group mengembangkan usaha bisnis terbaru berupa galangan kapal di Juata Laut Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).http://kaltim.tribunnews.com/foto/bank/images/irianto-resmikan-galangan-kapal.jpgPj Gubernur Kaltara Irianto Lambrie menandatangani prasasti sebagai tanda diresmikannya Galangan Kapal PT Kayan Marine Shipyard. Irianto didampingi CEO KPP Grup Juanda Lesmana dan CEO PT Kayan Marine Shipyard Hendri Lesmana

PERESMIAN galangan kapal yang terbesar di Kalimantan dan Indonesia ini dilakukan oleh Penjabat Gubenur Kaltara Irianto Lambrie, Minggu (8/3/2015). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penekanan tombol.

Peresmian dihadiri sejumlah kepala daerah dari Kaltim dan Kaltara, yakni Walikota Tarakan Sofian Raga, Penjabat Bupati Kabupaten Tana Tidung Bey Yasin, Bupati Berau Makmur, pengusaha, dan sejumlah tokoh masyarakat.

Galangan kapal ini menggunakan system slipway dengan menerapkan standar operasi kelas dunia dan peralatan yang berteknologi modern.

Galangan kapal ini siap melayani perbaikan dan perawatan 4 kapal secara bersamaan dan kedepannya akan dibangun kembali 4 buah slipway.

Galangan kapal yang menyediakan produk berkualitas tinggi dan ramah lingkungan ini memiliki sarana dan prasarana pendukung terbaik.

Di antaranya, dua slipway untuk docking barge atau tongkang dengan kapasitas 2.000 ton per slipway. Dua carriage/boogie untuk mengangkat naik tongkat ke darat dengan kapasitas 2.500 ton per carriage dan satu winch untuk menarik tongkang dan carriage-nya dengan kapasitas 2230 ton.

Tak hanya itu, untuk mendukung pekerjaan perbaikan kapal ini, disediakan pula gudang perkantoran yang modern dan nyaman, serta gudang perlengkapan berukuran 42 x12 m dan gudang cat berukuran 12x12 m. Ada pula gedung workhshop dengan ukuran 84x30 m dilengkapi dengan OH crane 10 ton dan mesin-mesin pendukung lainnya untuk melakukan fabrikasi komponen-komponen kapal yang dibutuhkan.


Pengerjaan perbaikan kapal di galangan kapal KMSh ini langsung ditangani oleh karyawan KMSh dan bukan seperti perusahan sejenis dan pada umumnya menggunakan jasa sub-kontraktor.

Untuk saat ini jumlah karyawan yang dimiliki ada 200 orang dan rencananya akhir tahun 2015 mencapai 200 orang dan tahun 2016 lebih dari 300 orang. Komitmen perusahaan ini pun menyerap tenaga lokal sebanyak 70 persen dan tenaga luar 30 persen.

Irianto Lambrie mengungkapkan, dengan peresmian kapal ini akan menjadi catatan sejarah baru tidak hanya bagi Kota Tarakan, namun juga Provinsi Kaltara dan Indonesia.

"Mengapa saya mengatakan demikian. Sebab ini sebuah industri yang relatif baru di Indonesia dan berani dilakukan oleh pengusaha lokal dari Kaltara yang telah saya kenal," ucapnya.

Menurut Irianto, usaha bisnis galangan kapal ini termasuk investasi yang sangat besar untuk ukuran Kalimantan. Pasalnya investasi galangan kapal ini mencapai Rp 300 miliar dan berani dilakukan oleh Juanda Lesmana seorang pengusaha Kalimantan.

"Tentunya ini sangat menarik dan patut dicontoh pengusaha lokal atau pengusaha lain. Sebab saya belum pernah dengar media memberitakan ada seorang investor yang menanamkan invetasi di industri galangan kapal atau perbaikan kapal seperti ini," ujarnya.

Hendri Lesmana, selaku CEO PT KMSh mengatakan, mengucapkan terimaksih kepada Irianto Lambrie dan para tamu undangan yang berasal dari Kaltim dan Kaltara telah menghadiri peresmian galangan kapal ini.

"Dengan atas izin dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa serta semangat dan kerja keras kita semua dengan subkontraktor, akhirnya di hari istimewa ini peresmian galangan kapal dapat kita dilaksanakan PT KMSh, selaku anak perusahaan dari Kayan Patria Pratama (KPP) Group," ucapnya.

Anak pertama dari Juanda Lesmana ini mengungkapkan, industri galagan kapal dalam negeri merupakan salah satu komponen industri kelautan yang harus mendapatkan perhatian serius, agar menjadi industri yang kompetitif. Pasalnya kapabilitas galangan kapal yang dimiliki Indonesia, tidak kalah dengan negara asing.

"Usaha bisnis galangan kapal ini diperlukan pengembangan yang lebih lanjut, karena mengingat pada kenyataanya armada kapal dan pabrikasinya masih tergantung dengan pihak galangan kapal asing. Oleh karena itu kami bersama manajemen menggunakan kesempatan baik ini untuk menjalankan galangan kapal ini," ungkapnya.

Menurut Hendri, keberadaan galangan kapal ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah Kota Tarakan. "Sehingga kami bangga untuk menanamkan invetasi besar di Kota Tarakan agar dapat meningkatkan pendapatan Kota Tarakan, dan membantu roda perekonimian di Kota Tarakan tercinta ini," ucapnya.

Dikatakan Hendri, dalam kegiatan operasionalnya, PT KMSh merekrut tenaga kerja lokal dan sekitarnya. Hal ini dilakukan untuk dapat mengurangi angka pengangguran dan sekaligus meningkatkan perekonomian dan kejahteran masyarakat Kaltara. (*)

  Tribunnews  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More