Minggu, 29 Maret 2015

Awasi Pergerakan Pesawat, Susi Air Gunakan Satelit Canggih

http://images.detik.com/content/2015/03/28/4/132257_susiairblusky.jpgAplikasi Blue Sky milik Susi Air (Wiji-detikFinance)

Untuk memonitor pergerakan seluruh pesawat miliknya, maskapai penerbangan Susi Air punya cara khusus. Susi Air menggunakan sistem aplikasi Blue Sky dan menjadi maskapai satu-satunya di Indonesia yang menggunakan sistem terbaru buatan Amerika Serikat (AS).

"Dengan sistem Blue Sky asal AS ini, kita bisa lihat seluruh pergerakan pesawat kita," ungkap Business Commercial Susi Air, Drajat Mulyanto sambil menunjukan aplikasi tersebut di ruang kerja Susi Air, Jalan Merdeka No. 312, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (28/3/2015).

Drajat mengatakan, pada dasarnya sistem ini seperti alat Vessel Monitoring System (VMS) yang ditempatkan di kapal laut. Sistem Blue Sky ini mampu mengetahui di mana saja pergerakan pesawat Susi Air di seluruh Indonesia pada waktu yang bersamaan. Sistem ini juga terkoneksi dengan sistem Google Earth.

"Bisa monitor seluruh pesawat Susi Air mulai dari take off hingga landing. Kecepatan juga bisa dimonitor, dengan sistem ini semua pergerakan pesawat Susi Air kita bisa lihat termasuk saat jatuh," paparnya.

Alat ini dioperasikan oleh petugas khusus yang dinamakan Flight Following atau semacam petugas Air Traffic Control (ATC) di bandara. Petugas Flight Following akan mencari tahu bila pesawat diam atau tidak terbang dan akan diteruskan ke petugas Flight Following lokasi terdekat.

"Setiap distrik ada manager sendiri. Kalau ada warning atau tanda, kita bisa tahu dengan hanya melihat aplikasi ini," tuturnya.

Drajat mengungkapkan lagi, saat ini Susi Air mengoperasi berbagai macam jenis/tipe pesawat. Seperti tiga unit pesawat jenis Avanti dengan kapasitas angkut 8 penumpang/ pesawat atau disebut pesawat carter VIP. Kemudian ada 32 pesawat Grand Cessna Caravan 208 dengan kapasitas daya angkut 12 penumpang/pesawat.

Lalu ada 9 pesawat jenis Pilatus Porter dengan mayoritas penggunaan ada di Papua dan Kalimantan. Kemudian ada juga 2 unit helikopter jenis Agusta Grand dan Agusta Quala serta 1 pesawat jenis Dornier 228.

"Gambar pesawat berwarna putih itu untuk Cessna Grand Caravan, warna kuning untuk Avantie, Merah Muda Pilatus Porter," tandas Drajat sambil menunjuk citra satelit.(wij/rrd)




  ★ detik  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More