Sabtu, 25 April 2015

★ Solar Campur Air Buatan Pertamina

Pertamina Bakal Luncurkan BBM Solar Campur Air PT Pertamina (Persero) saat ini sedang serius menyelesaikan uji coba Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar yang dicampur dengan air murni. Bila berhasil produk ini, maka akan segera dipasarkan ke masyarakat.

"Kita sudah tes, 5% campuran air sudah berhasil. Kita sedang menuju campuran 10% air," ungkap Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang kepada detikFinance, Jumat (24/4/2015).

Bambang mengatakan, walau sudah berhasil dalam uji coba, tetapi masih butuh proses untuk menjualnya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). BBM tersebut harus melalui uji lapangan, lolos uji Lemigas Kementerian ESDM, dan ke produsen kendaraan bermotor.

"Prosesnya hampir sama lah ketika kita mau meluncurkan Pertalite," ujarnya.

Agar Solar dan air bisa menyatu, lanjut Bambang, BBM ini ditambahkan campuran fatty acid (asam lemak) yang berasal dari minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).

"Jadi nantinya 75% Solar murni, dicampir 15% fatty acid, dan 10% air. Tapi ini masih dalam tahap uji coba. Doakan berhasil, sehingga ketergantungan negeri ini terhadap minyak bumi bisa makin berkurang, berapa pun jumlahnya," papar Bambang.(rrd/hds)
Kelebihan Solar Campur Air Buatan Pertamina PT Pertamina (Persero) sedang menguji coba bahan bakar baru, yakni solar yang dicampur air. Produk ini selain diklaim lebih murah, ada pula kelebihan lainnya dibandingkan Biosolar yang dijual di SPBU saat ini.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Ferdy Novianto mengatakan, biosolar memang bahan bakar yang bagus, apalagi di dalamnya mengandung 15% bahan bakar nabati (BBN) yakni Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang terbuat dari minyak kepala sawit atau CPO.

"Dipakai ke kendaraan, kotoran atau kerak di dalam mesin rontok semua, sehingga pemakaian pertama, pemilik kendaraan disarankan mengganti saringan, takutnya tersumbat. Tapi risikonya karet seal pada mesin termakan juga, ya kan, kerak saja rontok apalagi karet seal," kata Ferdy kepada detikFinance, Jumat (24/4/2015).

Selain itu yang patut diwaspadai, bila kendaraan sudah memakai biosolar dan tidak dipakai selama 1,5 bulan, solar yang mengandung BBN ini akan memisah dan mobil akan susah untuk dinyalakan.

"Di Pertamina saja, kalau FAME-nya tidak segera habis terjual, di tangki penampungan FAME-nya 1,5 bulan akan berlumut," katanya.

Lalu bagaimana dengan solar campur air ini?

"Kita sudah uji coba, campuran solar murni 65%, 10% air, 15% fatty acid, dalam lima tahun campurannya tidak berubah, tetap menyatu dan baik. Jadi solar ini bisa menjadi salah satu opsi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor solar," kata Ferdy.

Kalau solar campur air ini bisa menjadi program pemerintah seperti biodiesel 15%, maka sangat menghemat devisa negara lebih banyak lagi dalam pengadaan impor BBM.

"Kita sedang minta waktu ke Menteri ESDM Sudirman Said, untuk persentasi terkait solar campur air ini, kita juga sudah uji coba sejak 2008, semoga ini berjalan lancar," tutupnya.(rrd/dnl)
Pertamina Bangun Pabrik di Kalsel dan Gresik PT Pertamina (Persero) bakal meluncurkan produk solar baru, yakni solar campur air. Saat ini anak usahanya, Pertamina Parta Niaga, sedang membangun dua pabrik pembuatan solar campur air.

"Izin dagang sudah dapat, paten sudah ada, tinggal uji dari Lemigas, dan Gaikondo dan sebagainya,. Target kami dua bulan lagi bisa jalan," ungkap Direktur Utama Patra Niaga Ferdy Novianto kepada detikFinance, Jumat (24/4/2015).

Ferdy mengatakan, saat ini pihaknya sedang dalam tahap pembangunan pabrik pembuat Fash (nama produk Patra Niaga untuk solar campur air), di Kalimantan Selatan dan di Gresik, Jawa Timur.

"Kita bangun di Batulicin, Kalsel ini sedang dalam tahap pembangunan kapasitasnya 10.000 kiloliter (KL) per hari, sasaran utamanya perusahaan tambang. Kedua di Gresik yang masih dalam tahap negosiasi, di Gresik itu kita bangun pabriknya dengan kapasitas 2 x 10.000 KL per hari," ungkapnya.

Ferdy mengungkapkan, bila solar campur air ini disetujui pemerintah dan lolos uji sampai akhirnya bisa dijual di SPBU, pihaknya memastikan tidak akan terkendala bila harus memproduksi dalam jumlah besar.

"Produsennya memang baru kami yang buat, tapi fatty acid-nya tidak perlu khawatir, karena bahan dasarnya kan dari Crude Palm Oil (CPO). Kita produksi CPO besar sekali tentu tidak ada masalah," tutupnya.(rrd/dnl)
Inggris Sudah Pakai Solar Campur Air PT Pertamina (Persero) berencana meluncurkan produk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru, yakni Solar yang mengandung air hingga 10%. Solar campur air ini bukan pertama di dunia, karena di Inggris sudah menggunakannya.

"Di Inggris sudah pakai solar campur air untuk kendaraan," ungkap Direktur Utama PT Patra Niaga, Ferdy Novianto kepada detikFinance, Jumat (24/4/2015).

Ferdy mengatakan, Pertamina sendiri sudah menguji coba Solar campur air ini sejak 2008 dan sudah digunakan untuk mesin statis. Namun belum lolos uji untuk sampai ke kendaraan.

"Kita sudah pakai Solar campur air ke mesin statis dan sudah oke, sudah lulus uji. Untuk ke kendaraan sedang dalam tahap uji coba," ucapnya.

Ia menargetkan, uji coba untuk kendaraan ini selesai dalam 2 bulan lagi. Dengan begitu, diharapkan BBM jenis baru ini bisa segera diluncurkan.

"Kalau lolos uji coba untuk kendaraan 2 bulan lagi, kita pakai langsung ke mobil-mobil tangki kami yang angkut BBM. Patennya sudah ada, izin dagangnya sudah ada, tinggal tunggu uji cobanya," papar Ferdy.(rrd/hds)

  ✈️ detik  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More