Sabtu, 25 April 2015

Proyek 'Saingan' Jembatan Suramadu

Foto:Panajam Paser Utara

BUMN konstruksi, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) masih mempersiapkan detil teknis proyek jembatan atas laut di Kalimantan Timur (Kaltim) senilai Rp 6 triliun sepanjang 12 Km. Jembatan yang menghubungkan Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara ini akan dibuat seperti Jembatan Suramadu di Jawa Timur, kini masih tahap persiapan proyek.

Direktur Operasional I PT Waskita Karya Desi Arryani mengatakan proyek ini merupakan inisiasi atau gagasan dari perseroan. Usulan proyek sudah disetujui oleh pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun lalu.

Desi mengatakan setelah mendapat restu dari Kementerian PUPR, pihaknya masih menunggu kajian dari tim kementerian perhubungan. Hal ini terkait kajian teknis soal rekomendasi tinggi jembatan dan hal teknis lainnya. Alasannya jembatan ini akan memotong lalu lintas di Teluk Balikpapan.

"Saat ini masih ada beberapa hal teknis terutama soal clearance jembatan, masih butuh penjejalan dari kemenhub," katanya di kantor pusat Waskita Karya, Jakarta, Jumat (24/4/2015).

Desi mengatakan, tim dari kemenhub sudah membentuk tim teknis soal kesiapan kajian perhubungan di lintasan proyek yang akan dikerjakan.

"Terakhir beliau (Menteri Perhubungan Ignasius Jonan) masih membentuk tim teknis membahas soal jembatan itu, jadi kami masih menunggu itu saja," katanya.

Jembatan tol atas laut di Kalimantan akan dibangun sepanjang 12 km, sebagian dominan akan di atas laut. Jembatan ini akan terhubung dengan coastal road project atau tol atas laut.

Jembatan tol laut lainnya yang sudah ada di Indonesia, memang lebih panjang namun yang membentang langsung di atas laut relatif lebih pendek.

Total panjang jalan Tol Suramadu 21 km, termasuk di antaranya panjang bentang jembatan 5,5 km, ditambah jalan penunjang sisi Madura sepanjang 11,5 km, dan 4,5 km untuk ruas Surabaya.

Sedangkan total panjang Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa atau Tol Bali Mandara sepanjang 12,7 km, bukan sebagai jembatan murni karena tak memiliki bentang tengah.(hen/hds)

  ✈️ detik  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More