Selasa, 07 April 2015

Pembuatan 6 Stasiun Bawah Tanah MRT di Jl Sudirman

Pengerjaan Proyek MRT (Lamhot Aritonang/detikFoto)

6 Stasiun MRT akan dibuat di bawah tanah di sepanjang Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. Jalur di bawah tanah ini akan melibatkan bor raksasa untuk melubangi perut Jl Sudirman. Lalu bagaimana cara pembuatan stasiun di bawah tanah ini ?

PT MRT Jakarta sempat merilis video ilustrasi pembuatan stasiun bawah tanah MRT di YouTube. Pembuatan stasiun-stasiun ini membutuhkan proses yang rumit dan panjang. Hal ini disebabkan di ruas Jl Sudirman merupakan salah satu jalur lalu lintas tersibuk di Jakarta.

Menurut video tersebut langkah awal pembuatan stasiun ini dimulai dengan tahap pra konstruksi. Pada tahap ini dilakukan pengupasan jalur hijau yang ada di sepanjang Jl Sudirman. Lalu berbagai utilitas di bawah tanah di Jl Sudirman seperti pipa gas, pipa PDAM, kabel fiber optik, dan juga saluran limbah rumah tangga direlokasi.

Selain utilitas yang ada di bawah tanah, utilitas di atas tanah serti gardu PLN, kabel PLN dan juga tower komunikasi juga ikut direlokasi. Pemindahan sarana umum seperti pemindahan halte TransJ, jembatan penyeberangan dan juga halte reguler juga dilakukan.

Setelah semua bisa dikerjakan, dilakukan pelebaran jalan di sekitar lokasi pembuatan stasiun MRT. Pelebaran jalan ini perlu dilakukan karena jika tidak dilakukan maka akan menimbulkan kemacetan parah. Setelah pelebaran jalan ini selesai dilaksanakan, dilakukan juga rekayasa lalu lintas. Pelebaran dan juga rekayasa lalu lintas ini sudah bisa dilihat di sepanjang Jl Sudirman.

Setelah langkah-langkah ini kelar dilakukan, baru pembuatan stasiun bawah tanah MRT bisa dilaksanakan. Langkah awal yang dilakukan para pekerja adalah dengan pemasangan secant pile di sekitar lokasi pembuatan MRT. Pemasangan secant pile ini diperlukan untuk memperkuat lapisan tanah agar proses konstruksi selanjutnya memiliki alas kerja yang kuat.

Setelah kelar, lalu dibuatlah dinding stasiun. Pembangunan dinding stasiun ini diawali dengan pembuatan guide wall. Hal ini diperlukan agar pembangunan Diaphragm wall atau D-wall bisa dilakukan dengan presisi. Setelah itu baru bisa dimulai penggalian stasiun bawah tanah. Penggalian stasiun ini dilakukan dengan menggunakan metode top down. Setelah konstruksi utama stasiun bawah tanah ini selesai pengerjaan bisa dilakukan dengan pengerjaan kelistrikan dan juga proses arsektural stasiun tersebut.

Ada 6 Stasiun MRT yang berada di bawah tanah ini adalah Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas dan Bundaran HI. Rencananya untuk menghubungkan stasiun-stasiun tersebut akan dikerahkan 4 bor raksasa untuk mengbor Jl Sudirman. Dua bor akan mengebor dari bawah Patung Pemuda Senayan arah HI. Sedangkan dua bor lainnya akan mengebor dari HI arah ke Patung Pemuda Senayan.(nal/mad)


  ★ detik  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More