Rabu, 01 April 2015

Indonesia Bangun Laboratorium PLTN di Serpong

Ilustrasi PLTN

Indonesia akan mengembangkan Laboratorium Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Serpong, Provinsi Banten. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir, di sela kunjungannya di Universitas Negeri Semarang.

“Di Serpong (laboratorium PLTN, red) ini sudah DED (detail engineering design), uji tapak sudah, visibilitas juga sudah. Pada 2016 mendatang, sudah mulai pembangunan,” kata Nasir, Senin (30/3). Pembangunan laboratorium PLTN di Serpong, menurut dia untuk memberikan edukasi dan tahap awal pemahaman terhadap masyarakat akan pentingnya tenaga nuklir sebagai energi alternatif yang aman dan efisien.

“Kami ingin berinovasi melalui laboratorium PLTN untuk memberikan edukasi pada masyarakat. Ini sudah masuk anggaran. Harapannya, bisa memberikan pemahaman bahwa nuklir itu aman dan efisien,” papar dia.

Jika ada penolakan dari masyarakat, dikatakan Nasir, ia mengaku siap menjelaskan kepada masyarakat bahwa nuklir sudah menjadi kebutuhan pokok negara-negara lainnya. Tidak hanya negara maju, tetapi juga negara berkembang. “Nuklir sudah menjadi kebutuhan pokok dunia, bukan hanya Indonesia. Bangladesh sudah membangun, Vietnam juga sudah. Kalau kita tidak cepat, Indonesia akan jadi negara terbelakang.”

Ia menjelaskan, nuklir bisa menjadi sumber energi alternatif yang aman dan efisien bagi masyarakat. Apalagi, menurut dia, di tengah naiknya harga bahan bakar minyak sebagai energi yang bersumber dari fosil.

Nasir menegaskan akan akan segera berkoordinasi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian PPN/Bappenas untuk meninjau ulang lokasi di Bangka Belitung dan Jepara. “Kami akan berkoordinasi dengan Menteri ESDM dan Bappenas untuk mengecek di Babel dan Jepara. Yang di Jepara, kami akan berkoordinasi dengan gubernur untuk sosialisasi pada masyarakat,” pungkas Nasir.[ANDRI]

  JMOL  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More