Senin, 20 April 2015

BUMN Pamer Batik Sampai Kendaraan Tempur Made In Indonesia di KAA

Konferensi Asia Afrika (KAA) 2015 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) menghadirkan sejumlah stan pameran. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun ikut ambil bagian di dalamnya.

Berdasarkan pantauan detikFinance, berikut sejumlah BUMN yang turut meramaikan KAA di JCC, Jakarta, Minggu (19/4/2015):

 1. PT Sarinah (Persero) 

BUMN ini mendapat satu area untuk memperkenalkan beberapa produknya. Seperti batik, tenun, dan hasil kerajian asli Indonesia yang hampir keseluruhan dari UMKM.

"Kami promosikan produk-produk UKM yang unik dan asli Indonesia untuk dijual kepada tamu yang hadir di KAA," kata staf perusahaan, Handriani Tjatur, kepada detikFinance.

Untuk penjualan, pihak Sarinah juga menyediakan tempat khusus. Para penjaga stan juga mengantarkan tamu ke toko pusat untuk memperlihatkan produk-produk lainnya.

"Intinya kita memberikan pelayanan lebih untuk sekaligus promosikan produk asli Indonesia. Sosialisasikan dulu yang penting," ujarnya.

 2. PT Dirgantara Indonesia (Persero) 

Produk yang dipamerkan adalah miniatur pesawat CN 235-220 MPA, NC212i, dan N219 yang dilengkapi dengan data-data seputar kecanggihannya.
3. PT Len Industri (Persero) 

Produk yang ditampilkan adalah Combat Management System (CMS) Mandala yang biasanya digunakan di kapal jenis KCR (Kapal Cepat Rudal) dan KCT (Kapal Cepat Torpedo).

 4. PT Pindad (Persero) 

Produk yang dipamerkan adalah miniatur 6x6 Armored Vehicle Cannon 90 mm atau Badak, 4x4 Tactical Vehicle atau Komodo, dan 6x6 Amored Vehicle atau Anoa 2 Generation. Seluruhnya adalah karya putra-putri Indonesia.

 5. PT Dok Kodja Bahari (Persero) 

BUMN perkapalan ini memperlihatkan miniatur kapal bernama Gotland dengan jenis Ro-ro Trailer Vessel.

 6. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) 

Bank pelat merah ini memberi kesempatan para wirausaha untuk menawarkan produknya. Seperti kayu, tekstil, dan hasil pengolahan limbah.

Salah satunya adalah Reza, pemilik Taru Woodworks. Ia menjual hasil kerajinan kayu untuk menjadi kacamata, tempat kartu nama, tempat minuman, dan sebagainya.

"Target saya adalah supaya orang lebih aware dengan produk ini. Apalagi kan banyak tamu internasional," kata Reza kepada detikFinance.

  ★ detik  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More