Rabu, 07 September 2016

Mahasiswa Undip Jajal Kapal Canggih

Perkuat Riset KRI Spica 934 kapal survei hidro-oseanografi TNI AL (Michel Floch)

Mahasiswa Oseanografi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Dipenogoro (Undip) melakukan perjalanan dari Semarang menuju ke Sulawesi menggunakan KRI Spica-934 yang diklaim sebagai kapal tercanggih di ASEAN dan kedua di Asia.

Perjalanan oleh Fareza Andre Pahlevi Panjaitan ini bukan jalan-jalan semata, melainkan bertujuan melakukan persiapan survei hidrooseanografi.

Penelitian ini turut melibatkan Dinas Hidro-Oseanografi (Dishidros) TNI AL di Laut Sulawesi. Adapun tujuan dari penelitian menggunakan KRI Spica-934 adalah untuk mengetahui identifikasi massa air (alat CTD model 606) dan pemetaan batimetri di Laut Sulawesi.

Ini kapal tercanggih di Asia dalam kemampuan melaksanakan hidrooseanografi,” ucap KSAL Laksamana Ade Supandi, dilansir dari laman Undip, Rabu (7/9/2016).

Dia menjelaskan, KRI Spica memiliki keistimewaaan dibandingkan dengan kapal lainnya. Sebab, kapal ini memliki autonomous underawater vehicle, yaitu kapal selam tanpa awak yang dapat bergerak secara otomatis menyusuri dasar laut.

Sedangkan fungsi dari kapal selam tanpa awak tersebut, yakni sebagai pengukur kedalaman, pencitraan dasar laut, dan pengukuran lapisan dasar laut.

Data suvei penelitian yang sudah didapatkan akan dimasukkan ke dalam buku panduan Bahari,” tutur Komandan KRI Spica-934, Mayor Anom.

Dengan kecanggihan yang dimiliki, KRI Spica-934 juga dimanfaatkan untuk mengumpulkan data-data maritim terkait dengan kebutuhan untuk memberikan sumbangan informasi terhadap pengembangan maritim.

KRI Spica 934 bukan untuk patroli, kapal ini digunakan untuk hidrografi lebih mendetail mendalami dan mendapatkan data mengenai kontur -kontur untuk kepentingan negoisasi perbatasan,” pungkas Anom.

  Okezone  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More