Selasa, 10 Februari 2015

Indonesia-Filipina Sepakat Jalin Kerja Sama Berbagai Bidang

Kunjungan kenegaraan ke Manila, Filipina

Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kenegaraan ke Manila, Filipina, Ahad (8/2) hingga Senin (9/2). Dalam pertemuan itu, pemerintah Indonesia dengan Filipina sepakat untuk menjalin kerja sama dalam berbagai bidang.

"Di bidang kerja sama ekonomi, kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen untuk mencapai target peningkatan dua kali lipat perdagangan Indonesia dengan Filipina pada tahun 2016," ujar pernyataan Kementerian Luar Negeri Indonesia seperti dalam keterangan tertulis yang diterima ROL, Senin malam.

Kedua kepala negara itu kemudian sepakat untuk segera memulai perundingan penetapan batas landas kontingen Indonesia-Filipina. Kedua negara telah menyelesaikan batas zona ekonomi ekslusif (ZEE) kedua negara.

Selain itu, untuk menyesuaikan dengan tantangan yang dihadapi di perbatasan saat ini, juga disepakati peninjauan kembali Perjanjian Lintas Batas dan Perjanjian Patroli Perbatasan Indonesia-Filipina pada 1975.

Dalam bidang kerja sama keamanan dan industri pertahanan, Jokowi menyambut baik rencana Filipina untuk membeli dua pesawat N212i dari PT Dirgantara Indonesia dan dua kapal Landing Platform Dock dari PT PAL. Kedua presiden juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama maritim dibidang penanggulangan dan pencegahan Illegal, unreported and unregulated (IUU) Fishing.

Guna meningkatkan konektivitas, kedua kepala negara itu juga sepakat untuk membuka rute-rute penerbangan baru dan operasionalisasi kapal container. Dalam kaitan ini kedua Presiden sambut baik rencana pembukaan jalur penerbangan Garuda, Jakarta-Manila-Jakarta, yang akan dimulai Mei 2015.

Di bidang pendidikan, kedua Kepala Negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama melalui sister school, antar universitas, pemberian beasiswa, pertukaran guru dan siswa termasuk siswa dan guru pesantren di Filipina Selatan. Salah satu tujuan kerja sama di bidang pendidikan tersebut adalah untuk mendorong gerakan moderat.

Presiden Jokowi dan Presiden Filipina Benigno Aquino III juga menyaksikan penanda tangan empat kerangka kerja sama yaitu Joint Declaration of the Government of the Republic of the Philippines and the Government of the Republic of Indonesia on the Protection of Migrants and Migrant Workers; Memorandum of Understanding for Cooperation in the Field of Technical Vocational Education and Training Between the Government of the Republic of the Philippines and the Government of the Republic of Indonesia.

Kemudian Memorandum of Understanding Between the National Narcotics Board (BNN) and the Philippine Drug Enforcement Agency (PDEA) of the Republic of the Philippines on Cooperation in Combating Illicit Trafficking in Narcotic Drugs, Psychotropic Substances and Their Precursors; Memorandum of Understanding Between the National Resilience Institute of the Republic of Indonesia and the National Defense College of the Philippines on Cooperation in Education, Training, and Research in Areas of Defense and Security.

Pada kesempatan ini, Jokowi juga menyampaikan rasa solidaritas dan simpati bagi keluarga korban insiden baku tembak yang terjadi di Filipina Selatan beberapa saat lalu. Pemerintah Indonesia tegaskan komitmen untuk terus mendukung proses perdamaian di Filipina Selatan dan juga upaya dalam mendorong gerakan moderat.

Indonesia-Filipina memiliki Plan of Action untuk memperkuat hubungan bilateral dalam 11 area termasuk kerja sama perdagangan dan investasi. Filipina merupakan mitra dagang Indonesia nomor 5 di ASEAN dengan total perdagangan bilateral tahun 2013 mencapai 4,59 miliar dplar AS dengan surplus sebesar 3,04 miliar dolar AS bagi Indonesia. Dibidang Investasi Filipina merupakan investor nomor empat di ASEAN yang pada tahun 2014 (Q1-Q3) investasinya di Indonesia mencapai 11,5 juta dolar AS, naik dari 5,8 juta dolar AS (2013).

  ✈️ Republika  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More