Senin, 06 Oktober 2014

Peneliti UGM Ciptakan Varietas Melon Granat

Melon itu mengandung beta karoten yang berguna untuk kesehatan. Melon granat, melon varietas baru seukuran granat hasil penelitian Dr Budi Daryono, peneliti Fakultas Biologi Universita Gadjah Mada Yogyakarta.

Granat lebih dikenal sebagai salah satu senjata prajurit untuk bertempur. Namun granat hasil penelitian dari peneliti Fakultas Biologi Universita Gadjah Mada Yogyakarta, Dr Budi Daryono, menjadi suatu varietas baru buah melon, yang biasanya ukurannya cukup besar.

Melon berukuran sebesar granat hasil penelitian Budi adalah satu varietas melon baru dari tiga varietas melon yang ditemukan. Bentuknya seukuran granat yang bisa digenggam dengan satu tangan. Dua jenis melon lain adalah melon hikadi (melon aromatik) dan hikapel (mirip apel).

Budi mengatakan, melon granat adalah hasil persilangan melon hikadi dengan galur PI. Melon hikadi adalah hasil persilangan dari gama melon parfum yang pernah dikembangkan sebelumnya. Melon granat itu, selain rasanya yang manis, juga menghasilkan aroma harum yang segar.

“Kita sengaja membuat melon dalam ukuran kecil sehingga praktis bisa dibawa ke mana saja untuk tiap saat dikonsumsi,” kata Dr Budi di Yogyakarta, Senin 6 Oktober 2014.

Melon itu, menurut Budi, penelitiannya dilakukan selama satu tahun. Melalui pendanaan riset produksi LPDP Kementerian Keuangan, Budi berhasil membuat melon seberat 200 gram sampai 400 gram.

Meski kecil, tidak menghilangkan rasa melon pada umumnya. Bahkan, melon itu mengandung senyawa beta karoten yang sangat berguna untuk kesehatan mata dan antikanker. Beta karoten merupakan prekursor vitamin A dan antioksidan. Satu buah melon mengandung 706,6 microgram senyawa beta karoten.

“80 persen kandungan beta karotennya setara dengan kandungan beta karoten pada wortel,” katanya.

 Vitamin C 

Buah melon itu, katanya, cocok untuk mengatasi anak yang sulit mengkonsumsi wortel. Tentu saja dengan rasanya yang manis dengan tekstur yang lembut, melon itu akan disukai anak-anak. Selain kandungan beta karoten, melon granat juga mengandung vitamin C dan beberapa mineral.

Budi menuturkan, ketiga kultivar baru melon itu bisa diandalkan untuk produk ekspor buah-buahan dari Indonesia. Ia pun menggandeng lima kelompok tani di Kebumen, Blitar, Gunungkidul, Sleman dan Magetan. ”Ada lima kelompok tani yang kita libatkan dan mereka tertarik untuk menanam.”

Meski telah menghasilkan tujuh varietas melon jenis baru, Budi mengatakan bahwa ia tidak berhenti berinovasi untuk menghasilkan melon dengan varietas baru. Dia bermimpi suatu saat bisa menciptakan melon mirip buah apel yang kulitnya bisa langsung dikonsumsi.

“Tapi itu membutuhkan transfer genetik agar bisa menghasilkan kulit melon yang lebih lembut dan bisa dimakan,” kata Budi.(ren)

  VIVA  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More