Selasa, 21 Oktober 2014

Lomba Mobil Irit

Indonesia Energy Marathon Challenge 2014Lomba Mobil Irit  INSTITUT Teknologi 10 November Surabaya (ITS) menargetkan cetak "hattrick" dalam lomba mobil hemat energi bertajuk "Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC) 2014" di Sirkuit Kenjeran, Surabaya, 16-19 Oktober 2014, setelah menjadi Juara Umum pada 2012 dan 2013.

"ITS dalam IEMC 2014 menurunkan delapan tim yang bermain dalam semua kelas dan kategori dengan target mempertahankan gelar Juara Umum seperti dua kali IEMC sebelumnya," kata dosen Teknik Mesin ITS, Dr Bambang Arip Dwiyantoro ST MEng, di sela-sela uji coba lapangan oleh 68 tim di Sirkuit Kenjeran, Surabaya, Kamis (16/10) seperti dilansir Antara.

Dosen ITS yang juga Ketua Panitia IEMC 2014 itu menjelaskan, 68 tim dari 48 universitas se-Indonesia sebenarnya sudah mengalami perkembangan cukup bagus, bahkan tim dari Universitas Brawijaya (UB) Malang sudah berlatih di Sirkuit Kenjeran, Surabaya.

"Saat panitia melakukan geladi bersih di Kenjeran, ternyata mereka (tim UB Malang) sudah berlatih di Sirkuit Kenjeran, tapi tim lain yang berlatih di daerah juga tidak boleh diremehkan, seperti tim UI, ITB, UGM, USU, UMM," katanya.

Namun, katanya pula, tim ITS juga sudah melakukan persiapan maksimal, bahkan tim ITS menargetkan pemecahan rekor tahun lalu oleh UI yakni 1.000 kilometer per-liter untuk kelas bensin pada kategori prototipe.

"Yang membanggakan kami adalah peserta juga sudah menyebar hampir pada semua pulau di Tanah Air, di antaranya ada pendatang baru seperti Universitas Tadulako di Sulawesi dan Politeknik Madura," katanya.

Selain itu, pihaknya juga sudah melibatkan universitas lain dalam kepanitiaan pada tahun ini, seperti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Institut Teknologi Medan (ITM).

"Juri juga bukan cuma dari ITS, tapi ada dari ITB dan UB," katanya.

Pada hari pertama, Kamis (16/10), peserta hanya melakukan tur sirkuit lebih dulu, serta scrutinering and practice untuk uji coba kendaraan di lapangan. Selain itu, juga dilakukan technical meeting untuk seluruh peserta.

"Baru pada hari ke-2 (17/10) hingga hari ke-4 (19/10) akan dilakukan race untuk semua kategori dan kelas. Pemenang lomba akan diumumkan pada hari terakhir, yakni Minggu (19/10) mendatang," katanya.

Setiap peserta akan melakukan pengecekan dan uji coba lapangan sesuai dengan standar internasional "Shell Eco Marathon (SEM) Asia".

"Misalnya, lebar ban harus 8 sentimeter, sabuk pengaman harus ada lima pasang, ukuran tinggi dan panjang juga sudah diatur, lalu mereka melakukan uji coba lapangan yang berjarak 12 kilometer," katanya.

Pada saat lomba, katanya, setiap peserta diberi kesempatan melakukan lima kali race pada kategori dan kelas yang diikuti. Panitia berharap semua tim sebanyak 68 mobil dapat memanfaatkan kesempatan race yang ada, meski tahun lalu ada 20 persen yang gagal.

"Pada hari terakhir, panitia akan menghitung hasil dari lima kali race, nanti panitia akan memakai hasil paling tinggi, lalu dibandingkan dengan tim lain, maka peserta dengan nilai tertinggi akan menjadi pemenang," katanya.

IEMC 2014 diikuti 68 tim dari 48 universitas se-Indonesia yang beradu hemat energi di Sirkuit Kenjeran, Surabaya, 16-19 Oktober 2014. Selain ITS, peserta berasal dari ITB, UGM, UI, UPI, UNJ, PNJ, UB, Unnes, Unesa, USU, Unram, Unej, UMM, dan lainnya.

Rekor tahun lalu terpecahkan pada kategori prototipe untuk kelas bensin dari UI dengan hemat bensin hingga 1.000 kilometer per-liter, sedangkan kategori urban concept untuk kelas solar/diesel dari ITS dengan hemat hingga 200 kilometer per-liter.

Selain rekor kelas bensin dan solar/diesel, rekor kategori urban concept untuk kelas listrik dipecahkan mobil "Nogogeni" dari D3 Teknik Mesin ITS dengan penghematan hingga 150 kilometer per-kwh.


  Jurnas  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More