Harry Sasongko (rou/inet)
Jakarta - Presiden Direktur Indosat Harry Sasongko mengakui, kondisi industri telekomunikasi sedang mengalami transisi dan turbulensi. Sehingga operator dituntut untuk memiliki inisiatif portofolio yang baik agar dapat mengoptimumkan sumber daya dalam meraih peluang yang ada.
"Industri telekomunikasi masih menjadi bread and butter untuk operator," ujarnya dalam seminar Outlook Telekomunikasi 2011: Mengubah Kejenuhan Menjadi Peluang, di Gran Melia, Jakarta, Rabu (16/3/2011).
"Dengan kondisi red ocean (pasar jenuh), operator dituntut untuk menjalankan berbagai upaya seperti Micro Segmentation, Loyalty & Retention, Assets Utilization, Operational Excellence," paparnya lebih lanjut.
Namun, di sisi lain, operator juga perlu masuk ke dalam bisnis broadband di mana potensinya masih sangat besar, namun banyak pemain yang mulai agresif masuk ke sini sehingga bisnis ini mulai masuk ke 'purple ocean' alias pasar yang mulai diperebutkan.
"Operator juga perlu terus mencoba menciptakan inovasi 'blue ocean' (inovasi baru) untuk membangun landasan yang kuat bagi pertumbuhan dalam industri yang konvergensi," tuturnya.
( rou / ash )
• detikInet
India Menandatangani Kesepakatam Rudal BrahMos dengan Vietnam
-
* Indonesia dalam tahap akhir kesepakatan serupa* *Rudal jelajah supersonik
BrahMos (Kamal Kishor/REUTERS) *
*I*ndia telah menandatangani kesepakatan den...
2 hari yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.