Selasa, 22 Maret 2016

Ditjen Hubla Beli 7 Kapal dari Batam

Sesuai perjanjian kontrak, proyek pembuatan 2 kapal dilaksanakan PT.Citra Shipyard seharga Rp 233,77 miliar. Sedangkan 5 lagi dibuat oleh PT.Palindo Marine Shipyard di pinggiran pantai Sagulung-Batam, dengan nilai anggaran Rp 618,25 miliar.Total 20 kapal yang dipesan pada 2016/2017. Ada 13 unit lagi, dipesan dari Surabaya, kata Umar Plt.Dirjen Hubla.

Selama ini baru 63 kapal yang dioperasikan, tidak cukup dipakai petugas navigasi. Idealnya, harus ada 120 kapal untuk dipakai mengontrol navigasi di seluruh perairan Indonesia.

Dengan bertambahnya 33 kapal lagi buatan Batam dan Surabaya, jumlahnya menjadi 96 kapal, akan semakin membantu tugas patroli navigasi di laut. Untuk menjaga kepercayaan pemerintah, pengerjaan kapal diusahakan lebih cepat dari 660 hari kontrak kerja. Dua kapal dulu, diperkirakan, bisa diserahkan bulan Agustus 2017 ke Ditjen Hubla.

Sesuai order, panjang 60 meter dengan lebar body 12 meter dan tinggi 3,5 meter. Kecepatan mesin VS maksimal 15 knot dengan daya jelajah kapal 4.000 nautical mile.

Dirjen Hubla akan menugaskan 2 unit kapal buatan PT.Citra Shipyard, menjaga navigasi di peraiaran Belawan-Sumut. Lima lagi buatan PT.Palindo Marine akan ditempatkan di Benoa-Bali, Ambon, Merauke dan di wilayah perairan Surabaya-Jawatimur.
 

  netralitas  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More