Minggu, 28 Juni 2015

★ Excava 200

Ekskavator Pertama Produksi Dalam NegeriEkskavator produksi PT Pindad, Bandung [vivanews]

Excava 200 produksi PT Pindad menjadi ekskavator (alat berat untuk mengeruk tanah) pertama yang diproduksi di dalam negeri oleh BUMN tersebut.

"Produk ini tinggal menunggu sertifikasi saja, Insya Allah sertifikasi dilakukan pada September hingga Oktober tahun ini, setelah itu kita siap untuk produksi," kata Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim di Kantor Pindad saat Menteri BUMN Rini Soemarno mengunjungi kantor Pindad di Bandung, Sabtu (27/6).

Pindad sengaja mewarnai ekskavator tersebut dengan warna merah dan putih seperti warna bendera Indonesia untuk melambangkan produk itu buatan anak bangsa.

Dia mengatakan, Pindad memproduksi alat berat itu sesuai instruksi Presiden agar Pindad juga memproduksi alat diluar alat utama sistem pertahanan (alutsista) sebesar 25 persen dari total produksi mereka.

Lebih lanjut Silmy menjelaskan teknologi yang dipakai untuk Excava 200 itu adalah gabungan dari kompetensi hidrolik yang biasa dipakai untuk Anoa Recovery dan Crane serta kompetensi kendaraan roda rantai.

"Malah sebenarnya lebih gampang membuat ekskavator ini, tapi masalah estetika akan diperbaiki secara bertahap," kata dia.

Alat ini sudah diuji coba dan dapat berjalan dengan baik, menurut dia hal yang perlu dibenahi adalah menjaga kualitas produk tersebut dan purna jual produk tersebut.

Dia berharap alat berat itu dapat memperoleh 10 persen pasar industri alat berat. Satu unit Excava 200 akan dijual sekitar 90 ribu hingga 110 ribu dolar AS, atau sekitar Rp 1,17 miliar sampai Rp 1,43 miliar.

Menteri BUMN Rini Soemarno dalam kunjungannya menyempatkan untuk mencoba ekskavator tersebut, setelah mencoba dia merasa bangga karena Pindad berhasil membuat alat berat itu.

"Saya bangga, dengan alat diproduksi di dalam negri kita harapkan ketergantungan kita dengan barang impor akan berkurang," kaya Rini.

Dia mengaku awalnya sempat tidak percaya saat Direktur Utama Pindad mengabarkan bahwa pihaknya dapat memproduksi alat tersebut, untuk itu dia menyempatkan diri berkunjung ke perusahaan BUMN tersebut. Rini pun langsung menandatangani untuk menggunakan 100 ekskavator milik Pindad untuk BUMN Karya.

"Saya harap sertifikasinya jangan lama-lama, agar tahun ini sudah bisa mulai produksi," kata Rini.


 ★ Berita satu  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More