Rabu, 29 September 2010

Inovasi Produk Olahan Jagung di Kabupaten Grobogan

Pada tanggal 21 – 22 September 2010, UPT Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia-LIPI bekerjasama dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan menyelenggarakan pelatihan “Teknologi Pengolahan Pasca Panen Jagung” yang bertempat di Aula Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan. Materi pelatihan meliputi pengenalan teori dan praktek teknologi pembuatan mie jagung, pembuatan tortilla snack jagung, pembuatan bubur jagung instan dan pengalengan jagung muda (baby corn). Pelatihan diikuti 20 peserta yang berasal dari UKM olahan jagung dan Kelompok wanita tani yang ada di Kabupaten Grobogan.

Selain melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan Peningkatan Diseminasi dan Spesifik Lokasi (SpekLok), Asisten Deputi Jaringan Penyedia dengan Pengguna, Wisnu S. Soenarso yang hadir pada kegiatan tersebut, berkesempatan pula menyerahkan langsung hibah berupa peralatan produksi kepada UKM-UKM olahan jagung dan Kelompok Wanita Tani melalui Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Eddy Sudaryanto untuk selanjutnya dibagikan kepada para peserta.

Pada pembukaan kegiatan, M. Kurniadi, selaku kordinator kegiatan speklok Grobogan menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan penganekaragaman olahan jagung, meningkatkan produktivitas serta inovasi produk olahan jagung dan mengurangi tingkat kegagalan produksi yang dampaknya yaitu adanya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Dalam sambutan berikutnya Kepala Dinas Pertanian TPH Kabupaten Grobogan mengharapkan agar UKM-UKM olahan jagung dan Kelompok Wanita Tani dapat menerapkan hasil pelatihan dan memanfaatkan betul peralatan produksi tersebut semaksimal mungkin serta para peserta menjalin kerjasama antar kelompok UKM sehingga bisa meningkatkan usahanya serta bisa mengejar ketinggalan dari daerah lain seperti Kota Malang yang banyak menghasilkan produk olahan jagung dalam kemasan yang menarik.

Sementara itu, Wisnu S. Soenarso dalam sambutannnya menekankan, UKM-UKM olahan jagung dapat meningkatkan inovasi produk termasuk kemasannya supaya bisa meningkatkan nilai ekonomi lebih tinggi lagi, dan meminta agar pada pihak Dinas Pertanian TPH Kabupaten Grobogan memonitor dan membina kegiatan UKM-UKM tersebut.

Para peserta pelatihan sangat terkesan dengan adanya kegiatan pelatihan ini dan mereka antusias sekali mengikuti dari awal sampai akhir pelatihan, serta mengharapkan adanya kelanjutan dari program ini. Pada akhir pelatihan telah terbentuk pula Forum Komunikasi antar UKM olahan jagung dan kelompok Wanita Unggul sebagai wadah untuk menjalin kerjasama mereka dalam meningkatkan usaha produk olahan jagung. Sebagai kordinator forum telah ditunjuk Bambang Waluyo dari UKM Aneka Snack Desa Tambirejo Kecamatan Toroh.(ad.prm/mwr/humasristek)


Ristek

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More