Rabu, 01 Juli 2015

2016, Menteri Susi Siapkan Rp 6 Triliun untuk Beli Kapal

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Dirut BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Massasya, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dan Menko PMK Puan Maharani berbincang dengan nelayan di Pantai Teluk Penyu, Cilacap, Jateng, Selasa (30/6). (Antara Foto/Idhad Zakaria)

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menganggarkan Rp 6 triliun pada tahun depan untuk membeli sejumlah kapal produksi dalam negeri.

"Sebenarnya penggunaan kapal dalam negeri itu tidak wajib, tapi konsensus nasional ingin kita gunakan kapal dalam negeri. Kita inginnya, kebutuhan kapal angkut nelayan bisa dipenuhi dari dalam negeri," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti di Jakarta, (1/7).

Menurutnya, kebutuhan dana untuk membeli kapal-kapal tersebut sekitar Rp 6 triliun dan itu akan diupayakan masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016. Susi mengatakan sebagian besar dari dana tersebut atau sekitar Rp 4 triliun dikhususkan untuk membeli kapal angkut nelayan.

Secara total, KKP merencanakan belanja sebesar Rp 30 triliun pada tahun depan, di mana 20 persennya untuk penyediaan kapal. Susi memperkirakan sedikitnya dibutuhkan 5 ribu kapal angkut nelayan dengan kapasitas mulai dari 5 Gross Ton (GT), 500 GT, hingga 1.000 GT. Ribuan kapal tersebut, katanya, bisa diproduksi dari industri galangan kapal dalam negeri.

"Kapal sebanyak itu akan kita ambil dari industri galangan kapal dalam negeri dari Batam, Jakarta, dan Surabaya. Kita nanti juga minta tolong PT PAL Indonesia untuk bangun kapal karena kapasitas mereka cukup besar, bahkan mereka sudah bisa ekspor kapal ke Filipina," tuturnya.

Permintaan Susi ini setidaknya bisa menyerap 0,41 persen dari total kapasitas industri galangan kapal nasional.

Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) mencatat produksi industri galangan kapal Indonesia pada 2014 mencapai 600 ribu kapal, meski kapasitas pabriknya bisa mencapai 1,2 juta unit per tahun.

Apabila dikonversi, maka Indonesia mampu menghasilkan kapal sebesar 200 hingga 300 dead weight ton (DWT) atau menyumbang 0,3 persen dari total penyediaan kapal dunia.

Di samping itu, Indonesia sendiri memiliki 250 perusahaan galangan kapal dimana 43 persennya berlokasi di Batam, Kepulauan Riau dan sebanyak 39 persen berlokasi di pulau Jawa. (ags/ded)

  ⚓️ CNN  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More