Situbondo ★
Banongan hanyalah sebuah desa kecil di ujung timur Kabupaten Situbondo,
Jawa Timur. Desa di Kecamatan Asembagus itu tidak terkenal.
Kalau ada yang terkenal dari wilayah itu hanya sebuah pondok pesantren
yang pernah diasuh oleh ulama terkemuka negeri ini almarhum KH As'ad
Syamsul Arifin, yakni Pesantren Salafiyah Syafiiyah.
Kini, Banongan yang terletak di perlintasan utama jalur Surabaya-Bali
itu ramai, khususnya kendaraan-kendaraan militer, baik angkut maupun
satuan-satuan tempur.
Truk tentara hilir, kendaraan dinas juga demikian. Kendaraan-kendaraan
berkode bintang yang pemiliknya menunjukkan seorang jenderal tiap hari
hilir mudik di desa gersang yang penduduknya mayoritas bertani itu.
Selain itu dentuman-dentuman meriam dari yang ringan hingga berat yang
memekakkan telinga mulai terdengar menyalak-nyalak. Helikopter
berputar-putar di udara dan pesawat tempur melintas cepat.
Ya, Banongan menjadi tuan rumah para prajurit dari pangkat terendah
hingga para jenderal karena menjadi lokasi pertempuran pada Latihan
Gabungan (Latgab) yang dipimpin oleh Dirlat Letjen TNI Lodewijk F Paulus
itu.
Konon, medan di areal Pusat Latihan Tempur Marinir itu sangat ideal
untuk latihan tempur gabungan. Semua matra bisa "bermain" dengan leluasa
karena ada unsur laut dan pantai, darat dan serangan udara.
Kontur lahan yang berbukit-bukit juga cukup bagus sehingga pergerakan
prajurit infanteri maupun kavaleri meyerupai peperangan sebenarnya.
Konon prajurit negara asing juga menyukai medan latihan ini.
Pada Latgab 2014 yang puncaknya akan dilaksanakan 4 Juni itu melibatkaan
15.000 lebih prajurit TNI AD, TNI AL dan TNI. Ratusan jenis alat utama
sistem senjata (alutsista) dikerahkan untuk menyukseskan latihan ini.
Mereka adalah prajurit-prajurit penjaga kedaulatan negeri yang kini
berjibaku dengan peralatan. Bagi yang berkeluarga, sudah berhari-hari
mereka tidak jumpa anak istri.
Sejumlah prajurit Armed Marinir tidur menggunakan alas tidur lapangan di
pinggir Pantai Banongan bersama senjata peluncur meriam Howittzer dan
RM 70 Grad. Mereka bercerita, harus "bertempur" dengan nyamuk
besar-besar saat petang dan pagi hari.
Latihan gabungan tidak sekadar membuat Desa Banongan menjadi ramai.
Masyarakat juga merasakan dampaknya. Dari sisi "hiburan", aksi pasukan,
khususnya helikopter menjadi tontonan warga. Dari sisi ekonomi, menambah
penghasilan sejumlah warga. Ada pemilik laundry, warung makan, penjual
makanan keliling dan lainnya mengaku penghasilannya bertambah.
Latihan dengan penggunaan senjata-senjata berat penuh risiko. Karena itu
Dirlatgab Letjen Lodewijk terus menerus melakukan pengecekan hingga
detil terhadap persiapan latihan ini. Komandan Komando Pendidikan dan
Latihan TNI AD meminta komunikasi dan koordinasi antarkomando satuan
harus betul-betul diperhatikan untuk menghindari adanya kecelakaan.
Lodewijk mengemukakan bahwa Latgab TNI ini untuk menguji doktrin TNI,
yakni kampanye militer. Kita juga ingin melihat kemampuan prajurit dalam
melaksanakan operasi gabungan dengan tiga matra," kata Lodewijk.
Kepada seluruh prajurit yang ikut dalam latgab Lodewijk meminta agar
melaksanakan latihan dengan sungguh-sungguh. "Lakukan latihan dengan
prosedur tetap latgab. Jangan melakukan overlaping, sehingga dapat
menimbulkan masalah," ujarnya.
Lodewijk mengurai secara ringkas skenario latihan terbesar TNI yang
pernah digelar sejak Latihan Gabungan TNI pada 1983 di Pantai Cilegon,
Banten, itu. Diasumsikan ada kekuatan asing dari negara Musang yang
mencoba merebut sebagian wilayah Indonesia.
Mereka berpangkalan di Pulau Paju, sebelah barat Bengkulu. Mereka juga
mengerahkan kekuatan laut dan udara mereka sebelum akhirnya melakukan
pendudukan di Pantai Asembagus kompleks itu.
Sesuai doktrin pertahanan dan penyerbuan yang dianut TNI sampai saat
ini, kekuatan penangkal yang harus dikerahkan adalah tiga kali kekuatan
penyerbu/agresor. "Karena yang menyerbu berkekuatan satu brigade, maka
kami siapkan kekuatan satu divisi," katanya.
Bukan hanya aspek teknis yang ditekankan dalam latihan ini, tapi juga
spiritual untuk menjaga keselamatan prajurit dan alutsista serta
suksesnya gawe besar itu.
Panglima Komando Tugas Darat Latgab TNI 2014 Mayjen TNI Fransen Siahaan
menjelaskan bahwa kegiatan spiritual dilakukan oleh prajurit unsur darat
dengan kegiatan doa bersama masyarakat sekitar dan ulama sebelum
pelaksanaan latihan.
"Kami semalam mengadakan kegiatan doa bersama dipimpin oleh kiai yang
santrinya 20.000-an orang. Kami juga melibatkan masyarakat untuk ikut
mendoakan kelancaran kegiatan latihan ini. Kita berdoa agar Tuhan
merestui semua kegiatan kami," kata jenderal berbintang dua itu,
beberapa waktu lalu.
Ia mengemukakan, meskipun pihaknya sudah merencanakan semua kegiatan
latihan dengan penuh perhitungan, namun aspek kekuatan di luar manusia
harus diperhitungkan. Dengan carra pendekatan spiritual ini pihaknya
membina pasukannya agar tidak takabur.
"Kita hanya merencanakan, tapi Tuhan yang menentukan lancar atau
tidaknya. Aktivitas doa bersama ini kan juga merupakan pembinaan menntal
prajurit, yakni membina mereka agar memiliki mental bagus, tidak
takabur," katanya.
Masih untuk keamanan, saat latihan puncak, masyarakat yang bekerja di
dekat Banongan diimbau untuk tidak bekerja. Hal itu termasuk juga bagi
nelayan. Sejumlah warga mengaku terbiasa dengan imbauan itu dan tidak
merasa keberatan.
Infoglobal Dapatkan Kontrak Ekspor Avionik C-130 Hercules AU Bangladesh
-
*Infoglobal berhasil mendapatkan pesanan 6 unit EFD-5.5 ke Bangladesh (
Infoglobal))*
*P*ada 11 Juni 2026 di Dhaka, Bangladesh, Infoglobal resmi menanda...
1 hari yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.