Edward Snowden melakukan telekonferensi dari Rusia kepada hadirin acara South by Southwest (SXSW) 2014 di Austin, Texas
Apa
julukan yang tepat untuk Edward Snowden, mantan kontraktor Badan
Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat yang mengungkap praktik
Pemerintah Amerika memata-matai warga negaranya, negara lain, dan tokoh
internasional? Pengkhianat atau pahlawan? Analis sistem kelas rendah
atau malah mata-mata yang terlatih?
Mempermalukan para petinggi pemerintahan Amerika dan kemudian berhadapan
dengan tuduhan spionase, Snowden menggambarkan dirinya sendiri dalam
sebuah wawancara di NBC, yang tayang pada Rabu (28/5/2014). Dia
berkeyakinan bahwa langkahnya membuka dokumen praktik intelijen
Pemerintah Amerika Serikat tersebut sebagai tindakan benar.
Wawancara dilakukan jarak jauh dengan Snowden berada di sebuah hotel di
Moskwa, Rusia. Meski beberapa kali melakukan wawancara serupa, Snowden
baru kali ini tampil di jaringan televisi yang berbasis di Amerika
Serikat.
Berikut ini adalah 10 poin penting dari wawancara dengan mantan
kontraktor NSA berusia 30 tahun tersebut sebagaimana dikutip dari CNN.
1. Arti pahlawan menurut Snowden
"Menjadi pahlawan bukan berarti memberikan prioritas layanan kepada pemerintah di atas segalanya," kata Snowden.
"Menjadi pahlawan adalah tahu kapan harus melindungi negara Anda, tahu
kapan harus melindungi konstitusi Anda, tahu kapan harus melindungi
semua warga negara Anda, dari pelanggaran dan gangguan musuh. Lawan yang
dihadapi juga tidak harus negara lain."
Jawaban ini merupakan tanggapan tajam atas pernyataan Menteri Luar
Negeri Amerika Serikat John Kerry yang lebih dulu bicara di NBC pada
Rabu pagi.
Kerry menyatakan dalam wawancara itu, "Pahlawan tidak kabur ke Rusia.
Mereka tidak mencari suaka ke Kuba. Mereka tidak mencari suaka ke
Venezuela. Mereka berjuang di sini."
Dalam wawancara soal Snowden tersebut, Kerry menyebut mantan kontraktor
NSA itu sebagai pengecut. "Dia adalah pengkhianat. Dia mengkhianati
negaranya."
2. Snowden mengatakan dia dilatih sebagai mata-mata
Presiden AS Barack Obama pada tahun lalu menyebut Snowden sebagai
peretas. Pejabat lain di pemerintahan Obama menyebut Snowden sebagai
analis rendahan. "Itu menyesatkan," kata Snowden.
"Saya dilatih sebagai mata-mata dalam semacam pengertian kata itu secara
tradisional," ujar Snowden. "Kadang aku bekerja menyamar di luar
negeri, berpura-pura bekerja di bidang selain pekerjaan saya, bahkan
menggunakan nama orang lain."
Menurut Snowden, pemerintahnya bisa jadi sekarang membantah hal
tersebut. "Mereka mungkin membingkainya dengan cara tertentu, seperti
"Oh, Anda tahu, dia cuma analis rendahan".
3. Rusia bukan tempat tujuan Snowden
Snowden mengaku dia sendiri pun terkejut sekarang "terdampar" di Rusia.
"Saya tak pernah berniat berakhir di Rusia," kata dia. Snowden mengakui
rencananya adalah pergi ke Kuba lalu ke kawasan Amerika Latin.
Namun, kata Snowden, perjalanannya dari Hongkong dicegat Pemerintah
Amerika Serikat. Pencegatan dilakukan dengan pencabutan paspor yang
membuatnya terjebak di Bandara di Moskwa.
Selama tinggal di Rusia, Snowden mengakui ada kesenjangan budaya tetapi
dia bisa menyesuaikan diri. "Aku bisa beradaptasi," kata dia.
Menurut Snowden, gaya hidupnya pun tak banyak berbeda dengan saat
tinggal di Amerika. "Inilah indahnya internet. Kita tak lagi terikat
dengan masyarakat dalam koneksi fisik."
4. The Wire, tontonan waktu luang Snowden
Untuk mengisi waktu luang, Snowden mengaku menonton serial lama The
Wire. "Aku benar-benar menikmatinya." Namun, menurut dia, season 2 dari
serial itu tak terlalu hebat.
5. Snowden tak suka dengan beberapa kebijakan Rusia
Meski tinggal dan mendapat izin dari Pemerintah Rusia, Snowden mengaku
tak punya hubungan khusus dengan pemerintah Vladimir Putin. Dia juga
mengaku tak suka dengan beberapa kebijakan Rusia.
"Kadang-kadang membuat frustrasi menjadi seseorang yang bekerja keras
memperluas domain hak dan privasi perorangan tetapi kemudian terjebak di
tempat yang menentang hak-hak itu dengan cara yang menurut saya sangat
tidak adil."
Snowden memberi contoh hukum di Rusia yang tak dimengertinya adalah
aturan baru yang mengharuskan bloger untuk mendaftarkan diri. "Apa dasar
hukum untuk itu? Pemerintah seharusnya tidak mengatur kebebasan pers."
Menurut Snowden ada banyak hal yang karenanya ingin dia lakukan di
Rusia. Namun, kendala bahasa membatasinya. "Ini terasa mengisolasi dan
membuat frustrasi."
6. Mata-mata hanya butuh telepon genggam
Snowden mengatakan, seorang agen mata-mata Amerika Serikat dan negara
lain hanya butuh sebuah telepon genggam untuk tahu banyak tentang
seseorang bila memang menginginkannya.
"NSA, dinas intelijen Rusia, dinas intelijen China, setiap dinas
intelijen di dunia yang memiliki dana yang signifikan dan tim riset yang
ditunjang teknologi dapat masuk ke jaringan mana pun dalam hitungan
menit."
Bahkan, kata Snowden, dinas intelijen itu bisa mengaktifkan telepon di
mana pun dari jarak jauh. Menurut dia, aktivitas seseorang mencari
informasi lewan mesin pencarian Google dapat mengungkapkan banyak hal.
Informasi yang bisa didapat dari aktivitas "googling" itu, sebut
Snowden, mulai dari kewarganegaraan, bahasa yang dipakai, lokasi, pola
hidup, aktivitas harian, jadwal harian, jumlah telepon genggam yang
dimiliki, hingga relasi selingkuh.
7. Arti rumah bagi Snowden
"Jika aku bisa bepergian ke mana pun di seluruh dunia, tempat itu akan
menjadi 'rumah'," kata Snowden. Ketika ditanya lokasi yang benar-benar
bisa dia sebut sebagai "rumah", Snowden justru menjawab dengan
serangkaian pertanyaan retoris.
"Apa yang tidak saya rindukan? Apa yang akan Anda rindukan? Apa tidak
akan Anda rindukan?" sebut Snowden. "Saya merindukan keluarga saya. Saya
merindukan rumah saya. Saya merindukan teman-teman saya. Saya rindu
pekerjaan saya."
8. Kenapa Snowden tidak kembali ke Amerika ?
Saat ditanya tentang alasannya tak kembali saja ke Amerika untuk
menghadapi tuduhan yang dikenakan padanya, Snowden berkomentar
pertanyaan itu wajar tetapi bodoh.
Menurut Snowden, dia didakwa menggunakan Undang-undang Spionase. Dengan
delik itu, dia mengatakan tak bakal punya kesempatan untuk melakukan
pembelaan publik atas kasusnya.
"Anda tidak diizinkan untuk berdebat berdasarkan semua bukti untuk
mendukung Anda karena bukti tersebut masuk klasifikasi rahasia."
"Bila seseorang bertanya, 'Mengapa Anda tidak menghadapi tuntutan itu?',
saya akan berkata 'Anda harus memahami bahwa tuntutan ini bukan
diajukan di pengadilan terbuka dengan peradilan yang adil'," papar dia.
9. Snowden membocorkan rahasia karena sudah tak ada pilihan lain
"Situasi yang ada memaksa bahwa dokumen tersebut harus diberitahukan ke
publik," kata Snowden. "Konstitusi Amerika Serikat sudah dilanggar dan
dalam skala besar."
Pemerintah Amerika Serikat telah menggunakan dalih ancaman terorisme
untuk pembenar bagi program yang membuat kita aman tetapi harus dibayar
dengan kebebasan, harga yang tak seharusnya dibayarkan untuk itu.
10. Sudah berupaya dulu memakai jalur resmi
Sebelum akhirnya memilih mengungkapkan dokumen NSA kepada publik,
Snowden mengaku sudah berupaya menempuh jalur resmi untuk menghentikan
program pengawasan bekas institusinya tersebut.
"Saya melaporkan ada masalah nyata dengan cara NSA menafsirkan otoritas
hukumnya," kata Snowden. "Responsnya, dalam bahasa birokrasi kurang
lebih, 'Anda harus berhenti bertanya'," ujar dia.
Infoglobal Dapatkan Kontrak Ekspor Avionik C-130 Hercules AU Bangladesh
-
*Infoglobal berhasil mendapatkan pesanan 6 unit EFD-5.5 ke Bangladesh (
Infoglobal))*
*P*ada 11 Juni 2026 di Dhaka, Bangladesh, Infoglobal resmi menanda...
1 hari yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.