blog-indonesia.com

Minggu, 02 Agustus 2026

Indonesia Menjadi 10 Negara Pelopor Pembuat Kapal Selam Tanpa Awak

  KSOT hasil rancangan & produk PT  PAL KSOT-001 dalam ujicoba di Laut (Sekpres)

Perang bawah laut memasuki babak baru. Kapal selam tidak lagi selalu membutuhkan awak manusia untuk menjalankan misi. Sejumlah negara kini mengembangkan Unmanned Underwater Vehicle (UUV), Autonomous Underwater Vehicle (AUV) hingga Extra-Large Uncrewed Underwater Vehicle (XLUUV) yang mampu beroperasi secara mandiri dalam waktu lama.

Teknologi tersebut dikembangkan untuk berbagai keperluan, mulai dari pengintaian, pemetaan dasar laut, perang antikapal selam, perlindungan infrastruktur bawah laut hingga misi serang.

Perkembangan paling menarik terjadi pada kendaraan berukuran besar yang bentuk dan kemampuan operasinya semakin menyerupai kapal selam mini. Beberapa di antaranya dirancang memiliki ruang muatan modular yang dapat digunakan untuk berbagai sensor maupun sistem misi.

Indonesia juga mulai memasuki bidang ini melalui Kapal Selam Otonom (KSOT) yang dikembangkan PT PAL Indonesia. Pada Oktober 2025, PT PAL untuk pertama kalinya melakukan uji penembakan torpedo dari KSOT di perairan Koarmada II, Surabaya. PT PAL menyebut pengujian tersebut sebagai bagian dari penguasaan teknologi pertahanan bawah laut nasional.

 Kapal Selam Otonom (KSOT)

Infogradis KSOT PAL (PAL)
Indonesia menjadi salah satu perkembangan paling menarik dalam perlombaan teknologi ini.

PT PAL Indonesia mengembangkan Kapal Selam Otonom (KSOT) untuk memenuhi kebutuhan pertahanan bawah laut nasional.

Pada Indo Defence 2025, PT PAL mengungkap desain KSOT dengan panjang sekitar 15 meter, lebar 2,2 meter dan bobot sekitar 37 ton saat menyelam.

PT PAL menjelaskan KSOT dirancang dalam beberapa konfigurasi, antara lain surveillance, one-way attack dan varian torpedo. Varian torpedo dirancang membawa hingga dua torpedo berat menurut paparan perusahaan pada 2025.

Perkembangan paling penting terjadi pada 30 Oktober 2025.

PT PAL dan TNI AL melakukan uji penembakan torpedo dari KSOT di perairan Koarmada II Surabaya. PT PAL menyatakan pengujian tersebut berhasil dan menjadi bagian dari penguasaan teknologi bawah laut nasional.

Naval News melaporkan pengujian tersebut menggunakan torpedo ringan yang diluncurkan dari tabung eksternal KSOT.

Perkembangan terbaru yang patut dicatat adalah PT PAL kemudian mengonfirmasi kepada Janes bahwa perusahaan telah memperoleh kontrak dari Kementerian Pertahanan untuk KSOT, meskipun jumlah unit tidak dipublikasikan. Menurut keterangan Dirut PT PAL Kaharuddin Djenod, varian yang dipesan akan berukuran lebih besar daripada prototipe dan direncanakan membawa delapan torpedo ringan. Rincian lebih lanjut dijadwalkan diungkap pada Oktober 2026.

Jika terealisasi, perkembangan ini akan membawa KSOT dari tahap demonstrator menuju program produksi dan evaluasi operasional.

Namun, penting untuk menyebut Indonesia sebagai salah satu negara yang sedang mengembangkan kemampuan UUV bersenjata, bukan mengklaim sebagai negara pertama atau satu-satunya pelopor dunia.

Status: prototipe telah diuji; kontrak pengadaan telah dikonfirmasi PT PAL; pengembangan berlanjut.

   👷  Indonesia Inside  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More