blog-indonesia.com

Selasa, 05 Agustus 2025

Sekar Agri, Drone Buatan Indonesia

  Dengan bahan hampir 50 persen lokal Drone Sekar Agri, produksi Frogs. (Frogs)

Frogs Indonesia yang memproduksi Drone Spreader Sekar Agri terus melakukan inovasi untuk pengembangan teknologi dibidang drone pertanian. Terbaru, Frogs Indonesia yang berasal dari Kabupaten Bantul, DIY ini membuat pesawat tanpa awak buatan dengan bahan baku pembuatannya hampir 50 persen merupakan bahan yang ada di dalam negeri.

Penggunaan bahan baku lokal ini dibuktikan dengan sertifikasi dari Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRP-Mektan). Penyerahan sertifikat ini, dilakukan langsung Pelaksana Tugas (Plt) BRMP-Mektan Agung Wibowo kepada Chief Executive Officer (CEO) Frogs Indonesia Adhitya Chandra.

Penyerahan sertifikat TKDN ini dilakukan saat Drone Spreader Sekar Agri mengikuti Inagritech 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta beberapa waktu lalu.

Pencapaian TKDN 41,98% ini bukan hanya prestasi teknis, tetapi juga kontribusi nyata dalam membangun ekosistem industri nasional yang mandiri dan berdaya saing,” kata Agung, dalam keterangan tertulis.

Agung menegaskan pencapaian kandungan lokal atau TKDN ini menjadi bukti bahwa infrastruktur di Indonesia mumpuni dalam mendukung pengembangan pesawat tanpa awak. Agung optimis perkembangan industri drone di dalam negeri ini bisa menjadi bekal bersaing dengan produksi luar negeri.

Drone Sekar Agri drone penyemprot pertanian dan perkebunan (Frogs)

Kami sangat mengapresiasi Frogs Indonesia atas komitmennya dalam mengembangkan teknologi drone pertanian dengan kandungan lokal yang tinggi. Semoga ini menjadi pertanda kebangkitan industri drone di Indonesia,” ungkap Agung.

Sementara itu CEO Frogs Indonesia Adhitya Chandra menjelaskan, pencapaian ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan Frogs Indonesia dalam membangun industri drone nasional yang tangguh.

Sertifikasi TKDN ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen Frogs Indonesia dalam menghadirkan teknologi berbasis lokal yang kompetitif. Kami meyakini bahwa pencapaian ini akan membuka lebih banyak peluang kolaborasi, baik dengan sektor swasta maupun melalui program pengadaan pemerintah,” jelas Adhitya.

Adhitya menerangkan Sertifikasi TKDN sendiri merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri dalam negeri melalui penggunaan bahan baku lokal, proses produksi dalam negeri, dan tenaga kerja lokal.

"Penilaian TKDN dilakukan secara ketat dan objektif oleh lembaga yang berwenang, dengan mengacu pada regulasi dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia," ucap Adhitya.

"Frogs Indonesia berharap capaian ini dapat menjadi awal dari pemanfaatan teknologi drone secara lebih luas di sektor pertanian Indonesia. Dengan dukungan inovasi dan kandungan lokal yang tinggi, Frogs Indonesia optimistis dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan transformasi pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan," sambung Adhitya.eredar di China.

  🛸
Vivanews  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More