blog-indonesia.com

Kamis, 10 Juni 2021

Peta Ancaman Siber RI Kuartal I 2021

👹 Ada 9 Juta Serangan Ilustrasi ancaman siber. (Istockphoto/ Undefined) 🖥

Salah satu perusahaan keamanan siber, Kaspersky membeberkan lanskap ancaman siber di Indonesia pada kuartal I tahun 2021. Lebih dari 9 juta ancaman siber ditularkan kepada pengguna internet di Indonesia.

General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky, Yeo Siang Tiong menyebut para pelaku kejahatan siber menjadikan momentum pandemi Covid-19 untuk mencari peluang menargetkan korbannya.

"Semakin banyak pengguna menjelajah online, semakin besar kesempatan bagi mereka untuk masuk dan meluncurkan upaya berbahaya," ujarnya lewat keterangan tertulis, Senin (7/6).

Berdasarkan laporan pada kuartal pertama tahun 2021 menunjukkan, sebanyak 25,7 persen pengguna komputer di Indonesia hampir terkena serangan berbasis web, dan lebih dari sepertiganya menjadi target ancaman lokal.

Lebih lanjut dijelaskan pada Januari-Maret 2021, pihaknya mendeteksi dan memblokir sebanyak 9.639.740 ancaman siber berbeda yang ditularkan melalui Internet pada komputer pengguna.

Secara keseluruhan, sebanyak 25,8 persen pengguna menjadi sasaran ancaman yang ditransmisikan lewat web selama periode tersebut. Hal ini membuat Indonesia berada di posisi ke 56 dunia dalam risiko yang muncul saat berselancar di dunia maya.

Metode yang paling umum digunakan untuk ancaman web dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, dengan memanfaatkan kerentanan di browser dan plug in-nya.

Dijelaskan bahwa infeksi dalam serangan ini terjadi saat mengunjungi situs web yang terinfeksi, tanpa intervensi apa pun dari pengguna dan tanpa sepengetahuan yang sah.

Kedua, menggunakan metode rekayasa sosial, di mana pengguna harus mengunduh file berbahaya ke komputer mereka. Hal ini akan melibatkan psikologis pengguna dan para pelaku kejahatan siber berperan untuk membuat korban percaya bahwa mereka mengunduh file yang resmi.

 Penurunan Ancaman Lokal 

Kuartal pertama tahun ini, pihaknya mendeteksi sebanyak 23.594.930 insiden di lokal komputer pengguna produknya di Indonesia. Secara keseluruhan, 27,7 persen pengguna di Indonesia hampir terinfeksi oleh ancaman lokal selama periode tersebut.

Meski begitu, hal ini disebut sebagai penurunan sebanyak 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan 28.885.114 insiden.

Untuk terhindar dari ancaman siber tersebut, ada beberapa saran yang dapat dilakukan. Berikut cara yang dibeberkan untuk terlindung dari kejahatan di dunia maya.

 ðŸ‘¹ Memeriksa setiap tautan dengan cermat sebelum mengunjungi situs, terutama untuk kesalahan ejaan atau penyimpangan lainnya.

 ðŸ‘¹ Jangan mempercayai email dari pengirim yang tidak dikenal sampai Anda dapat memverifikasi keasliannya.

 ðŸ‘¹ Jangan menginstal aplikasi dari sumber yang tidak terpercaya, meskipun diiklankan secara aktif, dan memblokir instalasi program dari sumber yang tidak dikenal di pengaturan ponsel cerdas Anda.

 ðŸ‘¹ Jangan memberikan izin aksesibilitas ke aplikasi apa pun yang memintanya. Pada dasarnya sangat sedikit program yang benar-benar membutuhkan akses untuk ini.

 ðŸ‘¹ Menggunakan koneksi yang aman, terutama saat Anda mengunjungi situs web sensitif. Disarankan tidak menggunakan Wi-Fi publik atau layanan internet gratis yang tidak dikenal, tanpa perlindungan kata sandi. (can/DAL)

  💻 CNN  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More