blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Senin, 28 Mei 2012

IPB diminta siapkan ahli silvikultur handal

Bogor (ANTARA News) - Institut Pertanian Bogor diminta semaksimal mungkin untuk mempersiapkan ahli-ahli silvikultur yang handal.

"Usulan menanam kembali agar hutan kita lestari, budi daya bagaimana membangun hutan secara `well manage` menjadi tantangan tersendiri bagi para ahli silvikultur," kata staf pengajar Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB Dr Ir Supriyanto melalui kantor Humas IPB, Minggu.

Menurut dia, hutan di Indonesia terbagi pada hutan negara dan hutan rakyat, di mana keduanya membutuhkan ahli silvikultur dimaksud.

Ia mengemukakan, mengapa Indonesia perlu banyak tenaga ahli silvikultur, karena tenaga mereka dibutuhkan untuk dapat membangun hutan-hutan di Indonesia dengan manajemen yang baik.

Supriyanto memberi contoh bahwa luas hutan negara yang mencapai 130 juta hektare, ternyata 43 juta hektare di antaranya belum terjamah.

Di samping itu, kata dia, praktik pembalakan liar (ilegal logging), juta telah mengakibatkan rusaknya hutan-hutan yang ada.

"Karena itulah ahli silvikultur sangat dibutuhkan," katanya.

Sementara itu, staf pengajar Fahutan IPB lainnya Dr Ir Ricky Avensora MScF mengatakan, pengembangan "integrated silvopastural" diyakini mampu menekan laju kerusakan hutan hingga 30 persen per tahun, serta mampu pula merehabilitasi hutan ataupun lahan secara mudah dan mandiri.

"Dalam konteks teknis, jika saja ada satu kabupaten di provinsi yang kaya seperti di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Kalimantan Timur, dalam tiga tahun mau fokus menggunakan Rp500 juta/tahun dari anggaran belanja mereka untuk mengembangkan `integrated silvopastural` misalnya, akan mampu menekan laju kerusakan hutan hingga 30 per tahun," katanya.

Dalam pandangan Ricky Avenzora, dengan pengembangan "integrated silvopastural" tersebut, maka secara matematis mudah dihitung dan diyakini bahwa pada akhir tahun ketiga di sebuah kabupaten tersebut, akan mampu mempunyai industri peternakan.

Ia mengemukakan, berbagai turunan industri hilirnya setidak-tidaknya mampu mengurangi 20 persen angka pengangguran, nyata ataupun terselubung, di kabupaten tersebut per tahun.

Selain itu, juga akan mampu menekan laju kerusakan hutan hingga 30 per tahun serta mampu pula merehabilitasi hutan ataupun lahan secara mudah dan mandiri pada akhir tahun keenam.(A035/N005) 
 
 

Mahasiswa UPI Juarai Tiga Kategori Kontes Robot

Ilustrasi
BANDUNG--MICOM : Universitas Pendidikan Indonesia berhasil memenangi tiga penghargaan sekaligus Kontes Robot Indonesia dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRI KRCI) 2012, tingkat regional wilayah 2 yang berlangsung 26 Mei di kampus ITB Jatinangor, Bandung.

UPI menyebet juara satu kategori Robo Soccer Humanoid League, juara tiga kategori KRI, dan Desain Terbaik KRI.

"Alhamdulillah senang banget," ujar Ruly Anggriawan, 23 tahun, salah satu peserta KRI KRCI dari UPI. Ruly mengaku tidak menyangka tim robot dari kampusnya bisa menang, terutama di kategori Robo Soccer Humanoid League.

"Tadi pas robot Isola dari kampuska lagi tanding, dia berhasil menggiring bola mendekati gawang, sayang banget cuma nyentuh mistar gawang, jadi deg-degan," ujarnya.

Kini Ruly dan teman-temannya punya waktu satu bulan untuk melakukan persiapan menjelang kontes tingkat nasional pada 30 Juni dan 1 Juli mendatang yang rencananya akan digelar di Sasana Budaya Ganesha Bandung.

"Lumayan masih ada waktu buat memperbaiki kekurangan dari robot biar mendapat poin lebih besar," kata Ruly. (*/X-13) 

Berikut Video Ketangkasan Robot di ITB


Minggu, 27 Mei 2012

Empat Universitas Perbarui Teknologi Mobil Listrik

PURWKERTO--MICOM : Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menegristek) Gusti Muhammad Hatta menyatakan mobil listrik yang diusung menjadi mobil nasional sangat dibutuhkan karena bisa menjadi solusi terhadap permasalahan krisis energi yang dihadapi Indonesia.

"Saya, selaku Menteri Negara Riset dan Teknologi selalu mengimbau agar produk yang dibuat anak bangsa harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini," kata Gusti dalam pers rilis, Sabtu (26/5).

Selain menjadi solusi, kata dia, mobil listrik karya anak bangsa dari empat perguruan tinggi juga dinyatakan sebagai mobil yang ramah lingkungan.

Ia mengatakan, mobil listrik juga sangat dibutuhkan karena sangat efektif dan efisien menggantikan mobil yang berbahan bakar fosil (BBM) yang semakin hari semakin berkurang.

"Oleh karena itu, kenapa mobil listrik ini sangat dibutuhkan? Karena bisa menjadi solusi terhadap krisis energi, ramah lingkungan, dan efisien. Semoga dengan adanya dukungan dari Presiden mobil ini cepat terealisasi," kata Menegristek.

Marmut LIPI terlupakan
Menurut dia, produksi massal mobil bertenaga listrik tersebut akan disusun bersama pakar mobil listrik dari empat perguruan tinggi, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Surabaya (ITS), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kementerian Riset dan Teknologi juga akan mengadakan penelitian yang komprehensif agar mobil listrik tersebut siap digunakan, termasuk bagaimana memroduksi baterai dan infrastruktur pengisian listrik yang mesti tersedia dengan baik.

"Infrastruktur stasiun isi ulang baterai harus dibuat. Kalau tidak, bagaimana mobil bisa jalan jauh," kata Gusti. (Ant/OL-9)


Mulai 31 Mei, tidak Ada Lagi SMS Gratisan

JAKARTA--MICOM : Kementerian Kominfo dan BRTI mengubah skema interkoneksi SMS yang sebelumnya Sender Keep All (SKA) menjadi berbasis biaya (cost-based). Adapun biaya interkoneksi SMS mengikuti hasil perhitungan biaya interkoneksi tahun 2010, yaitu sebesar Rp 23 per SMS.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S Dewa Broto mengatakan, implementasi interkoneksi SMS berbasis biaya ini akan berlaku mulai 31 Mei 2012 pukul 23:59:59 WIB.

Perubahan skema ini bukanlah peraturan baru di industri telekomunikasi Indonesia dan sudah sesuai dengan amanah dari Peraturan Menteri Kominfo No 08/PER/M.KOMINFO/02/2006 tentang Interkoneksi, dimana penyelenggaraan interkoneksi harus berdasarkan biaya.

"Selama ini skema SKA untuk interkoneksi SMS dilakukan dengan pertimbangan, bahwa trafik SMS antarpenyelenggara akan berimbang karena proses balas-berbalas pengiriman SMS. Akan tetapi, dalam perkembangannya terdapat ketidakseimbangan trafik sehingga penyelenggara yang kebanjiran SMS dari penyelenggara lain merasa dirugikan," kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S. Dewa Broto dalam siaran pers yang diterima MediaIndonesia.com, Jakarta, Sabtu (26/5).

Perubahan skema interkoneksi bertujuan untuk memberikan keadilan bagi jaringan telekomunikasi yang digunakan untuk menyalurkan trafik SMS. "Sehingga iklim kompetisi industri telekomunikasi dapat menjadi lebih baik," lanjut Gatot.

Skema interkoneksi SMS berbasis biaya juga diharapkan akan dapat mengurangi SMS yang tidak diinginkan (Spam), yang terbukti telah banyak merugikan masyarakat banyak.

"Kualitas layanan yang kurang prima serta maraknya SMS Broadcast (penyebaran SMS ke banyak pengguna telepon bergerak) dan SMS spamming, disinyalir juga sebagai dampak dari promosi para penyelenggara yang disalahgunakan atau akibat dari penerapan skema SKA," kata Gatot.

Dengan berubahnya lingkungan industri telekomunikasi, kata Gatot, pertumbuhan investasi dan pembangunan infrastruktur jaringan baru akan terdorong.

Rencana penerapan SMS berbasis biaya bukan berarti memperkecil kemungkinan masyarakat untuk memperoleh tarif SMS gratis, yang ujung-ujungnya ternyata menimbulkan dampak negatif yang tidak kecil.

Upaya larangan penerapan SMS gratis, lanjut Gatot, sesungguhnya pernah diinstruksikan pada bulan April tahun 2010. Namun tidak efektif, karena agak lemah dasar hukumnya.

"Kini dasar hukumnya kuat, dan tidak ada pilihan bagi penyelenggara telekomunikasi untuk taat mematuhinya. Karena jika terbukti ada pelanggaran, baik Kementerian Kominfo maupun BRTI akan melakukan evaluasi untuk menilai tingkat pelanggarannya sebelum dilayangkannya surat peringatan secara terbuka," kata Gatot. (OX/OL-9) 


MediaIndonesia

Berita ini telah dibantah Kemkominfo .... (lebih lanjut baca Menkominfo Bantah Ada Kenaikan Tarif SMS)

Pertamina Jajaki Kerja Sama di Kazakhstan

JAKARTA - PT Pertamina dan Korea National Oil Corporation (KNOC) meneken nota kesepahaman untuk mempelajari kemungkinan kerja sama bisnis hulu migas di wilayah kerja kedua perusahaan maupun wilayah potensial yang diminati keduanya, termasuk di Kazakhstan.

Penandatangan MoU dilakukan Kamis (24/5) oleh President Director & CEO PT Pertamina Karen Agustiawan dan President Director & CEO KNOC Young Won Kang. "Pertamina dan KNOC akan mengkaji kemungkinan untuk eksplorasi, pengembangan, dan produksi hidrokarbon di berbagai wilayah baik domestik maupun global, termasuk di Kazakhstan," kata Karen.

Pertamina dan KNOC juga berencana melakukan studi geologi, geofisika, dan studi-studi terkait di wilayah kerja terbuka di Indonesia. Di samping itu, kedua perusahaan akan melakukan kerja sama dalam pengembangan kemampuan professional antara kedua perusahaan melalui pertukaran ekspertis dengan mekanisme secondmen.

Dalam kerja sama itu, Pertamina dan KNOC akan membentuk working group yang beranggotakan perwakilan dari masing-masing perusahaan. "Terkait dengan kebijakan ketahanan energi nasional masa depan, Pertamina akan terus menggalakkan kerja sama sejenis dengan berbagai perusahaan migas, khususnya dengan NOC mancanegara," ujar dia. (lum)
 
 
Jpnn

Sabtu, 26 Mei 2012

Menristek: Mengapa RI Butuh Mobil Listrik

Empat perguruan tinggi yakni UGM, UI, ITS dan ITB akan memproduksi massal mobil ini.

VIVAnews - Pemerintah mengusung mobil listrik karya anak bangsa dari 4 universitas yakni Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh November dan Institut Teknologi Bandung menjadi mobil nasional.

Mobil ini diharapkan bisa menjadi solusi krisis energi yang dihadapi Indonesia saat ini. Selain menjadi solusi, mobil tersebut juga dinyatakan sebagai mobil yang ramah lingkungan.

“Saya, selaku Menteri Negara Riset dan Teknologi selalu mengimbau agar produk yang dibuat anak bangsa harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini," kata Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta, dalam siaran pers yang diterima VIVAnews, Sabtu 26 Mei 2012.

"Kenapa mobil listrik ini sangat dibutuhkan? Pertama, karena bisa menjadi solusi terhadap krisis energi. Kedua, ramah lingkungan, dan ketiga, efisien," kata Gusti. "Semoga dengan adanya dukungan dari Presiden mobil ini cepat terealisasi,” kata Gusti Muhammad Hatta.

Menurut Gusti produksi massal mobil bertenaga listrik tersebut akan disusun bersama pakar mobil listrik dari empat perguruan tinggi.

“Agar mobil itu siap digunakan, kami juga akan mengadakan penelitian yang komprehensif, termasuk bagaimana memproduksi baterai dan insfrastruktur pengisian listrik yang mesti tersedia dengan baik. Infrastruktur stasiun isi ulang baterai harus dibuat. Kalau tidak, bagaimana mobil bisa jalan jauh," kata Menristek.

Mobil listrik yang efektif dan efisien ini diharapkan menggantikan mobil yang berbahan bakar fosil (BBM) yang semakin hari semakin berkurang. “ Yang dibutuhkan Indonesia saat ini dan ke depannya adalah mobil bertenaga listrik. Karena efisien dan ramah lingkungan jika dibandingkan dengan mobil bermesin pembakaran dalam biasa. Dan, yang paling utama adalah mobil listrik tidak menghasilkan emisi kendaraan bermotor,” kata Gusti. (umi)


VIVAnews

Hari Ini Industri Game Berkumpul di Serpong


Game Developers Gathering 2012 di Tangerang ini terbuka untuk publik dan gratis.

Ilustrasi
VIVAnews - Universitas Multimedia Nasional (UMN), Serpong, Tangerang, Banten menjadi tuan rumah penyelenggaraan Game Developers Gathering (GDG) 2012 pada Sabtu 26 Mei 2012. Gelaran tahunan ini menjadi wadah berkumpulnya pemuka industri game.

Pengembang game profesional, investor, dan pemerhati game berkumpul untuk saling membagi ilmu, pengalaman, pendapat, dan peluang usaha. Menurut pernyataan tertulisnya, GDG bertujuan untuk mengembangkan industri kreatif, khususnya industri game di Indonesia.

Acara yang digelar dengan kerjasama UMN bersama pengembang game terkemuka di Indonesia, Toge Productions ini terbuka untuk publik dan gratis. Para pakar game turut berbicara dalam seminar yang disebutkan mulai pada pukul 09.30 WIB.

Ajang perkumpulan industri game ini menghadirkan pembicara Noritaka Kobayashi (VP GREE Singapore), Toshihiko Suyama (Direktur Pengembangan Pemasaran DeNA), Hironao Kunimitsu (CEO Gumi) pada sesi pertama acara.

Acara dilanjutkan dengan diskusi bersama Ronald Widjaja (Penghasil Game Faunia Rancher), Anton Soehary (CEO Touchten), dan Wilson Tjandra (Penata Artistik Mintsphere). Usai makan siang, Toshi Namba (Wakil Presiden Eksekutif CyberAgent America, Inc Amoeba Pico), Eric Chen (Pemimpin Mochi Media), dan Gregorius Martinus (Pemimpin Artistik BoomZap) akan melanjutkan seminar.

Diskusi yang berlangsung di Function Hall UMN Serpong ini berlangsung hingga pukul 17.30 WIB. Pembicara pada sore hari ini terdiri dari Yusup (Dosen Teknologi UMN), Abianingrum (Manager Pemasaran Mobile Game Altermyth), dan Arief Widhiyasa (CEO Agate Studio).

Acara ini ditutup dengan Perayaan Penghargaan Tantangan Game, door prize, dan foto bersama. Para pelajar dan pekerja game profesional mendapat kesempatan yang sama untuk memamerkan hasil karyanya di sini. GDG berharap dapat membuka jejaring industri game dalam gelaran rutinnya ini. (umi)


VIVAnews

Stop Ekspor Mineral, Indonesia Ditekan Asing

Ilustrasi
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian, Muhammad Sulaeman Hidayat, mengatakan Indonesia menerima tekanan dari beberapa negara lain saat mengeluarkan aturan yang membatasi ekspor bahan mentah.

"Ada tekanan diplomatik, seperti dari Cina dan Jepang. Sebenarnya mereka marah tetapi membutuhkan," kata dia dalam acara Rapat Koordinator Wilayah Tengah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Jumat 25 Mei 2012.

Pembatasan ekspor bahan tambang mentah mulai 2014 diatur melalui Undang-Undang tentang mineral dan batubara yang diterbitkan pada 2009. Selain membatasi ekspor, pemerintah juga mewajibkan pebisnis mineral untuk membangun instalasi pemurnian dan pengolahan (smelter).

Beleid itu diterbitkan untuk menjaga ketersediaan pasokan di dalam negeri serta memberi nilai tambah pada produk mineral nasional. "Nanti tak ada lagi ekspor barang tambang mentah," kata Hidayat.

Karena aturan ini, negara-negara konsumen seperti Jepang dan Cina meradang. Hidayat mengatakan saat ini ratusan smelter di Cina mangkrak karena menunggu bahan baku dari Indonesia.

Untuk menyelesaikan masalah, saat ini Hidayat dan Menteri Perdagangan Gita wirjawan meminta Cina dan Jepang merelokasi industri milik mereka ke Indonesia. Indonesia, kata Hidayat, menjamin ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan dan akan memberi fasilitas dan kemudahan dalam berbisnis. "Jepang sudah setuju." ujarnya.[MUH SYAIFULLAH]


Tim Riset: Ada Dua Peradaban di Gunung Padang

Ada struktur bangunan batu yang berbeda di lapisan terbawah. Peradaban berbeda.



Situs megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat (Antara/ Agus Bebeng)

VIVAnews - Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan sistem pemindaian dengan menggunakan georadar, geolistrik dan geomagnet, tim riset di bawah koordinasi Tim Katastrofi Purba menemukan adanya konstruksi berbeda di bawah konstruksi situs Gunung Padang saat ini.

“Kami menduga struktur dan konstruksi yang baru kami temukan (berasal) dari peradaban yang berbeda,” kata Ketua Tim Penelitan Gunung Padang, Danny Hilman Natawijaya, usai pertemuan dengan Bupati Cianjur dan tokoh masyarakat Cianjur, Jumat 25 Mei 2012.

Kepada VIVAnews, geolog ini menjelaskan penemuan dari riset yang dilakukan minggu lalu ini sedang diteliti lebih lanjut. Dari perkiraan sementara, struktur yang berada di bawah Gunung Padang ini berusia lebih tua dan berbeda peradabannya dengan yang di atas.

“Asumsi lebih tua terlihat dari jenis batuan dan struktur yang ada di bawah bangunan yang ada saat ini. Pada struktur yang terlihat saat ini peradabannya lebih modern terlihat dari pola penyusunan batuan yang ada dan dapat dilihat di permukaan,” katanya.

Saat ditanya mengenai kedalaman struktur baru yang ditemukan, Danny mengatakan ini masih rahasia. “Kami masih menelitinya lebih lanjut, nanti akan kami publikasikan setelah beberapa tahapan risetnya sudah diketahui,” katanya.

Minggu lalu, tim melakukan tiga bentuk riset di kawasan Gunung Padang. Selain pemindaian, tim melakukan penelusuran struktur bangunan dan batuan. Dari penelusuran struktur dan batuan tim menemukan sebuah bentuk baru di wilayah Sungai Cimanggu. Temuan ini bentuknya seperti sebuah teras yang berjarak sekitar 100 meter dari bagian bawah Gunung Padang. Namun Danny enggan menceritakan detil dari temuan baru ini.

Untuk penggalian yang dilakukan di dekat bangunan utama situs, tim menemukan pecahan berbagai tembikar dan mengambil sampel karbon baru termasuk melihat struktur permukaan. Semua itu didapat dari penggalian di teras ke empat dari lima teras yang ada. Tim membuat enam buah lubang dengan diameter 1x1 meter dengan kedalaman bervariatif antara 20-30 CM. Hasil temuan ini sekarang berada di Arkeologi Nasional Jakarta dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia untuk dilakukan penelitian lebh lanjut. (eh)


VIVAnews

Basarnas Beli 2 Hovercraft Seharga Rp 5 Miliar/Unit

Jakarta Badan SAR Nasional (Basarnas) membeli dua kendaraan hovercraft dari Inggris. Kendaraan yang bisa dioperasikan di darat dan air ini diharapkan bisa memudahkan operasi SAR.

"Kita beli melalui APBN Basarnas, harganya Rp 5 miliar per 1 unit, kita beli dua unit. Alat ini bisa di darat dan air terutama di lumpur dan tambak-tambak, sungai, jadi cocok sekali," kata Sekretaris Utama Basarnas Max Ruland di Pantai Karnaval, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (25/5/2012). Di pantai itu Basarnas mendemonstrasikan hovercraft yang baru disimpan.

Max mengatakan, pembelian hovercraft disesuaikan dengan kondisi keuangan Basarnas. Jika hovercraft ini efektif untuk penanganan bencana maka Basarnas akan membeli yang ukurannya lebih besar.

"Ini yang paling kecil ukurannya, ke depan kalau dinilai efektif ya lebih besarlah," katanya.

Max mengatakan, Basarnas masih mengkaji penempatan hovercraft tersebut, apakah akan ditempatkan di atas kapal atau di darat. Saat ini Basarnas sedang membangun kapal.

"Kapal itu sedang kita bangun, kapal itu panjangnya 59 meter ini dan anggarannya multiyears tahun 2012 dan 2013. Kapal itu dibuat di Batam. Basarnas akan buat satgas tim elitenya, apa ini menunjang mereka tentunya butuh evaluasi," katanya.

Hovercraft ini berkapasitas 6 sampai 10 orang dan bermesin ganda di depan dan di belakang. Kendaraan ini dilengkapi alat navigasi dan komunikasi yang canggih. Hovercraft memiliki lebar 3,8 meter dan panjang 6,2 meter dengan kecepatan maksimal 35 knot.

Saat diuji di Pantai Karnaval Ancol, hovercraft ini membuat putaran 180 derajat di laut. Kendaraan ini lalu berjalan di pinggir pantai yang perpasir dan bermanuver di pantai.(nal/nrl)


detik

Produk lokal yang lebih besar aja banyak, kenapa musti ambil punya luar yang kapasitasnya terbatas ... cintai barang lokal dong pak ... 

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More