Rabu, 05 April 2017

5 MoU Ditandatangani Presiden Jokowi dengan Presiden Afghanista

https://img.okezone.com/content/2017/04/05/18/1659684/ini-suasana-penyambutan-presiden-afghanistan-di-istana-merdeka-mLB3bscCZQ.jpgFoto Presiden Joko Widodo bersama Presiden Ashraf Ghani [Humas Sekretaris Kabinet RI] 

Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) kembali mendapatkan kunjungan bersejarah. Kali ini, Presiden Republik Islam Afghanistan Ashraf Ghani akan berkunjung ke Indonesia pada 5-6 April. Kunjungan tersebut merupakan yang pertama dilakukan seorang Presiden Afghanistan ke Tanah Air.

Indonesia diketahui sebagai negara Asia Tenggara pertama yang dikunjungi oleh Ashraf Ghani. Afghanistan merupakat mitra Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dan keamanan melalui penyebaran nilai Islam yang moderat.

Kerjasama pembangunan perdamaian (peace building); komitmen Indonesia untuk mendukung pembangunan, rekonsiliasi dan perdamaian di Afghanistan; kerjasama pengembangan kapasitas (capacity building); dan peningkatan kerjasama perdagangan dan investasi, menjadi fokus utama kerjasama kedua negara kali ini.

Dalam keterangan pers yang diterima Okezone, Rabu (5/4/2017), Presiden Jokowi dan Presiden Ashraf Ghani direncanakan menandatangani lima nota kesepahaman (MoU) dalam berbagai bidang, yakni pendidikan, pertanian, statistik, reformasi administrasi publik, dan kebijakan fiskal. Penandatanganan direncanakan berlangsung pada sore hari di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani akan menggunakan kunjungannya kali ini untuk mencoba meniru dan belajar cara-cara deradikalisasi yang digunakan di Indonesia. Afghanistan menilai Indonesia berhasil menjalankan program deradikalisasi terhadap para tersangka teroris.

Masalah kontra-terorisme, ada pelatihan keamanan dengan negara lain. Jadi, mereka sebenarnya sudah punya kerjasama dengan yang lain. Afghanistan lihat Indonesia itu maju dibandingkan negara manapun dalam bidang deradikalisasi,” tutur Direktur Asia Selatan dan Tengah Kementerian Luar Negeri Indonesia Ferdy Piay.

Ia menambahkan, Afghanistan ingin mengetahui formulasi bagaimana mengubah mereka yang tadinya radikal bisa masuk ke masyarakat. Sebab, di negara tersebut banyak tersangka teroris yang sudah ditangkap tetapi tidak tahu cara menjalankan deradikalisasi.

Sebagai informasi, Afghanistan adalah salah satu negara pertama yang mengakui kedaulatan RI. Afghanistan adalah tujuan ekspor terbesar Indonesia dan mitra dagang terbesar ke Indonesia setelah Iran di kawasan Asia Tengah. Indonesia adalah mitra dagang (impor) terbesar ke-14 bagi Afghanistan.

Terdapat sekira 27 orang warga negara Indonesia (WNI) di Afghanistan 27 orang sesuai data Kedutaan Besar RI di Kabul hingga Maret 2016. Sementara, jumlah pengungsi dan pencari suaka asal Afghanistan di Indonesia mencapai 3.056 dan 3.859 orang. (war)


  Okezone  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More