blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Kamis, 20 November 2025

Pengerjaan Kapal OPV Resmi Dimulai

 OPV ketiga Noahtu shipyard https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOE5uT3eGKt2NtHsOX7AAi_I3iaBFA04eerIuPxDd5gO7D4cQi11wGmxVuSdMav6GZ2yjjd7L0mcriTdCNrW7HcQQ4HoMsj7Li4olcT9a6g4EWWfAeuJSaPTXgBbBOdoGuAJwWd2GvijhOThtIIReV-EuTshJL0h72vy9K5PwL3UMiSi9AMf3WlrQQFwvB/s1280/OPV4_7147892663609805703_n.jpgKemenhan RI dan PT Noahtu Shipyard gelar Keel Laying Kapal OPV (Kemhan)

PT Noahtu Shipyard bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, menggelar Keel Laying Ceremony atau peletakan lunas pembangunan satu unit Kapal Offshore Patrol Vessel (OPV) H7117, Rabu (19/11).

Acara ini menandai dimulainya fase konstruksi kapal, berdasarkan Kontrak TRAK/385/PLN/V/2024 tanggal 6 Mei 2024 yang akan rampung 2028 mendatang.

Kapal OPV tersebut dirancang sebagai kapal patroli berkemampuan tempur penuh, yang akan memperkuat unsur operasi TNI Angkatan Laut.

Kapal ini memiliki fungsi utama melaksanakan operasi laut dalam lingkup Operasi Militer Perang (OMP).

Direktur PT Noahtu Shipyard, Adi Susanto, mengatakan bahwa peletakan lunas ini merupakan momen bersejarah bagi perusahaan dan industri perkapalan dalam negeri.

Acara ini bukan hanya simbol dimulainya konstruksi fisik, tetapi bukti semangat yang kuat untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan Alutsista TNI Angkatan Laut,” ujarnya.

Adi menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertahanan, TNI AL, serta seluruh pihak yang telah mendukung proses pembangunan kapal ini. Ia berharap pekerjaan dapat berjalan lancar hingga penyelesaian sesuai standar dan jadwal.

Kami siap mendukung kebijakan Presiden Republik Indonesia, Presiden Prabowo, untuk memprioritaskan pembangunan industri dalam negeri serta mewujudkan kejayaan maritim Indonesia,” tambahnya.

Sementara, Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Sosial, Mayjen TNI Rionardo, mewakili Menteri Pertahanan RI, menyampaikan bahwa peletakan lunas kapal OPV ini merupakan momentum penting dalam penguatan kemandirian industri pertahanan nasional.

Bahwa, peletakan lunas bukan sekadar ritual teknis, tetapi simbol lahirnya kekuatan baru. Kita tidak hanya meletakkan baja pertama, tetapi juga harapan dan masa depan kekuatan laut Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan OPV ini sangat strategis bagi postur TNI AL di tengah dinamika geopolitik yang terus berubah.

Kapal tersebut didesain untuk memberikan efek deteren yang kuat, sekaligus memperkuat kehadiran Indonesia di seluruh penjuru perairan Nusantara.

Kapal ini dirancang dengan kemampuan tempur penuh dan diharapkan, dapat segera dioperasikan untuk memperkuat kedaulatan maritim Indonesia,” terangnya.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara PT Noahtu Shipyard dan Satgas Yekda Kapal OPV, agar pembangunan dapat diselesaikan tepat mutu dan tepat waktu.

Kamo memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan, dalam kelancaran penyelenggaraan Keel Laying kapal ini,” ucap Rio. (hbb)


  👷 Pos Metro  

Rabu, 19 November 2025

Mahasiswa UPI Ciptakan Motor Hidrogen Ramah Lingkungan

  Tempuh 428 Km hanya dengan 2 Liter Motor ramah lingkungan karya mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). (UPI)

Di tengah pameran inovasi pendidikan vokasional yang diadakan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) beberapa hari lalu, perhatian tertuju pada sebuah sepeda motor bertuliskan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) Jawara. Ini adalah jenis kendaraan listrik yang menggunakan hidrogen sebagai bahan bakar untuk menghasilkan listrik melalui sel bahan bakar.

Listrik ini kemudian digunakan untuk menggerakkan motor listrik dengan hasil sampingan hanya uap air. Sebuah motor sport berdesain futuristik, tanpa suara mesin, tanpa asap dan berbahan bakar hidrogen karya tim mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknik Otomotif, Fakultas Pendidikan Teknik Industri (FPTI) UPI.

"Motor ini sepenuhnya digerakkan oleh energi bersih. Motor ini menggunakan bahan bakar hidrogen yang diubah menjadi listrik melalui alat bernama fuel cell. Dari hidrogen, dihasilkan energi listrik untuk menggerakkan motor," jelas salah satu anggota tim, Muhammad Zidan kemarin.

Zidan, mahasiswa angkatan 2023 yang bertugas di bidang elektrika dan wiring harness body, menceritakan bahwa proyek ini mulai dikembangkan sejak 2024 oleh 10 mahasiswa di bawah bimbingan Dosen Fakultas Pendidikan Teknologi Industri (FPTI) UPI, Sriyono. "Proses perakitan motor ini memakan waktu sekitar tiga bulan efektif, dengan tahap desain berlangsung selama lima bulan," ungkapnya.

Menurut Zidan, meski sebagian besar komponen dirakit sendiri, 80% bahan yang digunakan merupakan produk dalam negeri. Hanya fuel cell alat pengubah hidrogen menjadi listrik yang didatangkan dari Meksiko karena belum tersedia di Indonesia. Zidan berharap suatu saat bisa membuat fuel cell sendiri agar proyek seperti ini benar-benar mandiri.

"Motor ini dirancang bukan hanya untuk berfungsi, tetapi juga untuk membawa pesan besar, sustainability. Tidak ada emisi gas buang, karena satu-satunya hasil pembakaran adalah air murni. Kami ingin membuktikan bahwa kendaraan ramah lingkungan bukan sekadar konsep, tetapi bisa diwujudkan oleh mahasiswa Indonesia,” terangnya.

  Sarat teknologi pintar 
Dibalik bodinya yang ramping, lanjut Zidan, motor ini sarat dengan teknologi pintar. Terdapat sensor hidrogen untuk mendeteksi kebocoran gas dan mematikan sistem otomatis (cut-off) saat terjadi potensi bahaya. Selain itu, terdapat sistem IoT (Internet of Things) yang memungkinkan pemantauan penggunaan energi, tekanan gas dan suhu mesin melalui ponsel.

Tak berhenti di situ, motor ini juga dilengkapi GPS tracker dan fitur tap card RFID sebagai sistem pengaman layaknya kendaraan Tesla. Bahkan, saat motor hilang, pemilik dapat mematikan mesin dari jarak jauh hanya dengan mengirimkan pesan singkat (SMS).

"Motor sport satu jok ini mampu melaju dengan kecepatan maksimum 80 km/jam dan hanya memerlukan dua liter hidrogen untuk menempuh 428 kilometer. Ketika bahan bakar habis, motor tetap dapat berjalan menggunakan baterai cadangan serta dilengkapi regenerative braking sistem yang mengubah energi pengereman menjadi daya listrik tambahan," tambahnya.

Zidan mengatakan cikal bakal motor hidrogen ini bermula dari ajang PLN ICE 2024, lomba rancang bangun motor hidrogen tingkat nasional yang diikuti oleh 30 kampus. Tim UPI berhasil menjadi salah satu dari dua tim terpilih di Indonesia yang mendapat dukungan pendanaan untuk merealisasikan rancangan menjadi unit nyata.

Waktu itu kami memulai dari konsep café racer yang dipadukan dengan desain motor sport. Sekarang, motor ini menjadi kebanggaan karena satu dari dua unit yang ada di Indonesia, satunya lagi di ITS,” kenangnya.

  Dukungan pihak Universitas 
Dukungan dari pihak universitas lanjut Zidan, menjadi faktor penting. UPI memberikan akses laboratorium selama 24 jam penuh bagi tim, serta dispensasi akademik agar mereka dapat fokus menyelesaikan proyek ini tepat waktu. UPI memberi ruang untuk berinovasi. Itu yang membuat proyek ini bisa terwujud.

Melalui inovasi ini, UPI menegaskan komitmennya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-7 (Energi Bersih dan Terjangkau) serta poin ke-13 (Penanganan Perubahan Iklim), dengan mendorong pengembangan kendaraan tanpa emisi yang ramah lingkungan dan siap bersaing di era transportasi hijau masa depan.

UPI dalam mendukung inovasi teknologi mahasiswa di bidang teknologi hijau sangat luar biasa besar dan komprehensif dari tingkat program studi, fakultas khususnya FPTI, sampai manajemen tingkat universitas.

Hal ini dibuktikan keberhasilan mahasiswa dalam memenangkan lomba inovasi di tingkat nasional (ICE PLN, KMHE) juara 1 kategori sepeda bambu listrik dan kendaraan roda tiga, runner-up sepeda motor FCEV maupun event tingkat internasional (Shell Eco Marathon Asia Pacific and Middle East), juga runner-up kategori prototype hydrogen.

"Dengan dukungan universitas tim diagendakan untuk mengikuti lomba kendaraan hemat energi di Timur Tengah pada awal tahun depan atas dukungan universitas juga kami akan mengikuti final lomba kendaraan hemat energi dengan kategori urban concept hydrogen pada ajang Shell Eco Marathon Asia and Middle East 2026," kata Dosen FPTI UPI, Sriyono.

  Profil singkat Motor Hidrogen UPI  
🏍 Jenis bahan bakar : Hidrogen (Fuel Cell)
🏍 Kecepatan maksimum : 80 km/jam
🏍 Kapasitas tabung : 1 liter
🏍 Jarak tempuh : 428 km / 2 liter hidrogen
🏍 Persentase komponen lokal : ± 80%
🏍 Fitur utama : IoT Monitoring, GPS Tracker, RFID Security, Regenerative Braking, Safety Cut-Off
🏍 Jumlah tim pengembang : 10 mahasiswa FPTK UPI
🏍 Dosen pembimbing : Sriyono, S.Pd., M.Pd., dkk. (E-2)

  🏍  
Media Indonesia  

Selasa, 18 November 2025

Kerja Sama Maritim Jadi Fokus Pertemuan 2+2 RI-Jepang

Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono menyampaikan pidato pembukaan kepada Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi (kanan) dan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi (kedua dari kanan) pada awal pertemuan antara menteri atau 2+2 yang ketiga di Iikura Guest House, Tokyo, Jepang, Senin (17/11/2025). (AFP)


Di tengah ketidakpastian global, Indonesia dan Jepang berkomitmen untuk memperkuat kemitraan komprehensif strategis. Kedua negara sepakat memperluas kerja sama di sejumlah bidang, khususnya maritim.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi memberi perhatian khusus pada kerja sama maritim RI-Jepang. Kala menerima Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Selasa (18/11/2025), PM Takaichi juga menegaskan siap mendukung berbagai program prioritas Indonesia.

Takaichi menerima Sugiono-Sjafrie sehari selepas pertemuan Menlu-Menhan RI-Jepang di Tokyo, Jepang. Dalam pertemuan 2+2 putaran III itu, RI-Jepang memandang penting untuk semakin mengintensifkan kerja sama di bidang politik, pertahanan, dan keamanan.

Kedua negara perlu menjalin kerja sama konkret yang saling menguntungkan serta berkontribusi kepada perdamaian di kawasan dan global. Pertemuan mempertegas komitmen kedua negara memperdalam kemitraan strategis di bidang pertahanan, modernisasi alutsista, dan penguatan stabilitas Indo-Pasifik.

Pertemuan bilateral Indonesia dan Jepang kali ini sangat strategis, terutama melihat situasi kawasan dan global yang diwarnai berbagai macam isu, mulai dari persaingan ekonomi hingga rivalitas politik”, tutur Sugiono melalui pernyataan pers tertulis di Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Menurut Japan Times, RI-Jepang membahas keamanan kawasan dan kerja sama bilateral bidang pertahanan. Indonesia juga berminat untuk membeli kapal perang berukuran sedang (fregat) dan kapal selam Jepang.

Sebelum pertemuan itu, Koizumi dan Sjafrie berkunjung ke Pangkalan Angkatan Laut Yokosuka di Prefektur Kanagawa. Mereka memeriksa beberapa kapal Pasukan Bela Diri Maritim (JMSDF), fregat Kumano kelas Mogami, kapal perusak Murasame, serta kapal selam kelas Taigei.

Indonesia memandang Jepang sebagai mitra strategis dalam memperkuat keamanan maritim regional. Kunjungan ke Pangkalan AL Yokosuka mencerminkan komitmen bersama untuk membangun stabilitas Indo-Pasifik melalui kolaborasi konkret, interoperabilitas, dan peningkatan kapabilitas pertahanan kedua negara,” ujar Sjafrie.

Sebelumnya, Indonesia berminat untuk membeli kapal selam kelas Soryu bekas Jepang. Namun, kunjungan terbaru itu menunjukkan Jakarta mengincar kapal selam kelas Taigei terbaru yang dilengkapi baterai lithium-ion, bukan baterai timbal-asam tradisional. Baterai lithium-ion meningkatkan daya tahan dan kecepatan di bawah air.

Saya yakin ini telah meletakkan fondasi yang sangat baik bagi kedua negara untuk lebih memperdalam kerja sama mereka di bidang keamanan maritim. Transfer militer merupakan alat kebijakan penting bagi Jepang untuk menciptakan lingkungan keamanan yang diinginkan,” tutur Koizumi.

 Produksi Bersama 
Pada Januari 2025, RI-Jepang telah meluncurkan mekanisme konsultasi pertahanan. Mekanisme ini tidak hanya fokus pada isu keamanan maritim, tetapi juga kolaborasi alutsista dan transfer teknologi.

Kedua pihak masih berunding tentang potensi pengembangan dan produksi bersama fregat canggih untuk AL Indonesia. Presiden RI Prabowo Subianto pertama kali menyampaikan minat untuk bekerja sama ketika masih menjabat sebagai Menhan pada tahun 2021. Indonesia tampak berminat terhadap fregat kelas Mogami yang dimodifikasi.

Menurut beberapa sumber, proposal Tokyo bernilai 1,94 miliar dollar AS. Proyek ini akan melibatkan pembangunan empat fregat di Jepang dengan jumlah yang sama akan dibangun di Indonesia oleh galangan kapal milik negara, yakni PT PAL Indonesia.

Suasana bagian depan kapal perang angkatan laut Jepang JS Samidare saat sandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (8/5/2019). Kapal perang Angaktan Laut Jepang JS Samidare ini melakukan lawatan persahabatan ke Indonesia untuk memperingati 61 Tahun hubungan Indonesia-Jepang. Sebagai kapal tempur, kapal perang buatan tahun 2000 ini juga dilengkapi pertahanan serangan udara dan pertahanan serangan kapal selam.

Suasana bagian depan kapal perang Angkatan Laut Jepang, JS Samidare, saat sandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, 8 Mei 2019. Kapal JS Samidare ini melakukan lawatan persahabatan ke Indonesia untuk memperingati 61 tahun hubungan Indonesia-Jepang.

Di samping ekspor dan transfer teknologi, kedua negara dalam pertemuan 2+2 turut menyepakati kelanjutan kerja sama dalam program Official Security Assistance (OSA). OSA bertujuan agar Jepang menyediakan peralatan dan bantuan pembangunan infrastruktur kepada militer negara mitra dalam bentuk hibah.

Dengan demikian, Jepang akan lanjut menghibahkan kapal patroli cepat ke Indonesia untuk tahun kedua. Kapal-kapal ini akan memacu kapasitas keamanan maritim Indonesia. Pada awal tahun ini, Tokyo sudah menyediakan dua kapal patroli berkecepatan tinggi.

Selain itu, meski bukan bagian dari OSA, Mitsubishi Heavy Industries sedang membangun kapal patroli lepas pantai untuk Badan Keamanan Laut Indonesia (Bakamla). Kapal ini akan dikirim pada Maret 2028.

Kerja sama pertahanan RI-Jepang meneguhkan posisi Indonesia sebagai negara non-blok. Indonesia telah memiliki beberapa aset AL dari Korea Selatan serta memesan dari Italia, Perancis, dan Inggris. Baru-baru ini, Jakarta berencana membeli 42 jet tempur Chengdu J-10C buatan China, kesepakatan pesawat tempur pertama dari negara non-Barat.

  Ekonomi maritim 
Selain pertahanan, RI-Jepang menyoroti kerja sama ekonomi maritim. Sebagai sesama negara kepulauan, Indonesia dan Jepang berpandangan serupa mengenai nilai strategis di bidang tersebut.

Oleh sebab itu, penting bagi kedua negara untuk terus mendukung kesejahteraan nelayan, meningkatkan ketahanan pangan, dan memperkuat keterlibatan hasil laut Indonesia dalam rantai suplai global. Dalam pertemuan 2+2 itu, RI-Jepang turut membahas rencana pembangunan Pasar Ikan Natuna pada awal Desember 2025. Pasar itu akan menjadi salah satu Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu. Pembangunan pasar ini bernilai sekitar 5,6 juta dollar AS (sekitar Rp 93,87 miliar). Sugiono dan Motegi turut mendiskusikan isu kerja sama ekonomi yang lain, termasuk prospek pengembangan ekonomi hijau. Secara khusus, Motegi mendorong kerja sama di sektor dekarbonisasi dan energi, mineral kritis, penanggulangan bencana dan infrastruktur, serta penataan iklim bisnis.

Koizumi mengapresiasi meningkatnya peran aktif Indonesia dalam memperkuat keamanan kawasan ASEAN. Ia menegaskan, Indonesia merupakan mitra strategis dalam menjaga stabilitas regional, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan di domain maritim dan dinamika keamanan Indo-Pasifik.

Sjafrie mengatakan, komitmen Indonesia sejalan dengan sentralitas ASEAN serta prinsip Indo-Pasifik yang damai, stabil, dan terbuka. Ia dan Koizumi membahas peningkatan keamanan maritim dan modernisasi pertahanan Indonesia. Pembahasan termasuk termasuk dukungan Jepang dalam pengawasan maritim, transfer peralatan pertahanan, kolaborasi radar pantai, hingga peluang kerja sama fregat masa depan.

Sjafrie menyambut inisiatif Jepang. Ia menyebut, peningkatan kapabilitas maritim, baik melalui platform, sensor, maupun pelatihan yang merupakan prioritas strategis Indonesia untuk memperkuat kesiapan TNI AL dalam mengamankan jalur laut vital dan mengatasi ancaman non-tradisional di kawasan.

Sjafrie dan Koizumi sepakat memperluas latihan gabungan, meningkatkan interoperabilitas. RI-Jepang sepakat memperkuat hubungan antarsatuan melalui latihan Super Garuda Shield, kerja sama pasukan khusus, dan pertukaran operasi serta taktik tingkat satuan.

Sjafrie menegaskan, jalur komunikasi yang erat dan kolaborasi praktis menjadi kunci kemitraan strategis kedua negara. “Pertemuan ini berlangsung terbuka dan konstruktif. Indonesia dan Jepang sepakat memperkuat kerja sama pertahanan secara nyata dan terukur, sehingga memberikan kontribusi signifikan bagi perdamaian dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik,” kata dia.

  ⚓️ 
Kompas  

Senin, 17 November 2025

Menhan RI Sjafrie Bersama Wartawan Selama 7 jam

A 400M A-4001 TNI AU, tiba di Indonesia (@spotting)

Pada Minggu (16/11/2025) pagi sekitar pukul 05.30, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyapa para pemimpin redaksi dan wartawan senior di ruang tamu Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Ia tersenyum dalam balutan jaket hitam dan menyapa wartawan satu demi satu.

Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita dan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Letjen M Saleh Mustafa, yang memakai seragam militer, ikut mendampingi.

Di landasan, dihiasi udara segar matahari pagi, tidak jauh dari ruang tamu, telah menunggu pesawat terbaru, berbaling-baling, mirip Hercules C130, pesawat angkut militer TNI AU yang selama ini menjadi andalan. Dia adalah Airbus A400M.

Pesawat berbadan gemuk ini akan terbang perdana menuju Lanud Iskandar Muda di Aceh. Jarak tempuh sekitar 2,5 jam.

"Ini pesawat Airbus, military," jelas Sjafrie dalam penerbangan.

Suara pesawat bising sehingga Sjafrie harus dibantu dua pengeras suara.

Ini merupakan momen kebersamaan Menhan RI Sjafrie bersama wartawan selama 7 jam.

  Pilot langsung dari Airbus 
Butuh waktu bagi pilot Indonesia untuk menerbangkannya langsung, kendati sudah ada pilot TNI yang dilatih.

Ruang dalam pesawat, yang begitu tinggi dan memungkinkan untuk di-setting dua lantai, di-custom menjadi pesawat VIP militer.

Kursi VVIP, tempat Menhan Sjafrie duduk, dilengkapi meja di depannya.

Hercules C130, yang bisa mengangkut 92 penerjun untuk deploy pasukan, adalah buatan Amerika Serikat.

Pembelian Airbus A400M sebagai pesawat angkut militer mengubah arah: Airbus, yang bisa mengangkut 100-an penerjun, buatan Eropa. Kiblat berpindah.

Indonesia juga memperkuat armada pesawat tempur. Bukan dari Amerika Serikat, melainkan dari Perancis, Turki, dan China.

Dari Perancis, Indonesia akan membeli Dassault Rafale (42 unit, akan tiba bertahap awal 2026), dari China pesawat tempur J-10C, dan pesawat siluman dari Turki, KAAN. Indonesia sedang memperbanyak teman.

  Ditelpon Presiden Prabowo  
Ketika Sjafrie sedang asyik berbincang-bincang dengan wartawan di Lanud Iskandar Muda, Aceh, ajudan mendekat. Ia menyerahkan handphone. Sjafrie menerima panggilan, menekan speaker. Semua yang hadir mendengar percakapan.

Di seberang sana, terdengar suara Presiden Prabowo. "Siap, Pak. Dilaksanakan," begitu Sjafrie berkali-kali menjawab.

Sjafrie tetap duduk di kursinya, santai, sambil sesekali tersenyum.

Percakapan, lebih tepatnya mendengar instruksi Prabowo, berlangsung sekitar lima menit.

Dari suara telepon terdengar, Prabowo menjelaskan ke Sjafrie bagaimana posisi Indonesia menghadapi isu-isu strategis seperti Laut China Selatan, Taiwan, dan Papua.

Isu-isu tersebut mencakup masalah keamanan dalam negeri Indonesia seperti Papua, isu sengketa perbatasan di Laut China Selatan, dan isu kemerdekaan Taiwan, sesuatu yang sangat sensitif terkait hubungan Indonesia dengan China.

Indonesia, seperti terdengar dari arahan Prabowo, ingin menghormati masalah dalam negeri semua negara sahabat, termasuk China --sikap yang diharapkan dari negara lain terhadap bagaimana Indonesia mengelola isu Papua.

Dari perspektif defensif aktif, China adalah mitra strategis Indonesia -- di Selat Malaka, Laut China Selatan, maupun geopolitik global.

Mengapa Indonesia mengurangi fokus ketergantungan kepada Amerika Serikat?

Sjafrie tidak menjelaskan secara detail.

Ia hanya mengungkapkan, dalam suatu pertemuan, delegasi AS menawarkan pembelian pesawat tempur.

"Ah, hargamu terlalu mahal," kata Sjafrie, sambil tertawa.

Maksudnya, harga peralatan militer AS sangat mahal, memaksa Indonesia mencari mitra strategis lain.

Yang lebih strategis, itu juga memaksa Indonesia untuk melihat dinamika global dengan cara yang berbeda.

Tidak lagi berporos ke satu pusat, melainkan berpencar.

  Soal Masa Depan Bangsa Indonesia 
Di tengah tantangan geografis yang luas dan kompleks, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto merancang strategi pertahanan yang bukan hanya soal kekuatan militer, tapi juga soal masa depan bangsa.

Ambisi besar untuk menjaga kedaulatan dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sjafrie membuka tabir strategi pertahanan Indonesia yang tengah bergeliat. "Ini bukan sekadar soal membeli alat perang," ujar Sjafrie. "Tapi soal membangun kekuatan yang mampu menjaga kedaulatan dan mendukung ekonomi kita."

Pesawat yang mampu mengangkut lebih banyak pasukan dan perlengkapan dibandingkan Hercules C130 ini menjadi simbol perubahan arah alutsista Indonesia, yang kini mengandalkan mitra dari Eropa, China, dan Turki.

  Tantangan Geografis dan Blank Spot yang Mengancam 
Indonesia, dengan luas wilayah daratan dan laut yang mencapai 13,5 juta km2, menghadapi tantangan pengawasan yang sangat besar. Selat Malaka, salah satu chokepoint terpenting dunia, menjadi jalur vital yang harus dijaga ketat.

Namun, masih banyak area yang menjadi "blank spot" radar, tempat di mana pesawat atau kapal asing bisa melintas tanpa terdeteksi.

Sjafrie mengungkapkan, dalam sebuah pertemuan dengan delegasi Amerika Serikat, bahkan mereka mengakui sulitnya melewati wilayah Indonesia tanpa terdeteksi.

"Kalau kuat, kita bisa menjaga kedaulatan ekonomi kita," tegas Sjafrie, menegaskan filosofi "defence supporting economy" yang menjadi dasar strategi Prabowo.

  Modernisasi Militer untuk Melindungi Kekayaan Bangsa 
Strategi defensif aktif yang diusung bukan untuk menyerang, melainkan untuk melindungi.

Indonesia berinvestasi besar-besaran dalam alutsista, dari pesawat tempur Rafale asal Perancis, pesawat siluman Turki KAAN, hingga pesawat tempur J-10C dari China.

Selain itu, pembangunan kapal selam tanpa awak dan drone produksi dalam negeri menjadi bagian dari upaya mengisi celah pengawasan dan memperkuat pertahanan laut dan udara.

Sjafrie juga menyoroti pentingnya mencegah penyelundupan sumber daya alam, seperti timah di Bangka dan nikel di Morowali, yang selama ini merugikan negara triliunan rupiah setiap tahunnya.

  Kehidupan Prajurit di Garis Terdepan 
Di Mane, Pidie, Aceh, kehidupan prajurit Yonif TP 857/GG menjadi gambaran nyata dari visi pertahanan ini.

Dengan jumlah senjata yang masih terbatas dan aktivitas swasembada pangan yang dijalankan, prajurit tidak hanya bertugas menjaga wilayah, tapi juga membangun ketahanan pangan lokal.

Sjafrie yang teliti memeriksa setiap detail, dari jumlah potong tempe hingga kualitas minyak goreng di dapur, menunjukkan komitmen untuk memastikan kesejahteraan prajurit dan integritas anggaran.

  Menuju 514 Batalion untuk Menjaga Setiap Kabupaten 
Visi besar Prabowo dan Sjafrie adalah membangun 514 batalion TNI yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

Dengan target pembangunan 150 batalion setiap tahun, dalam lima tahun ke depan, seluruh wilayah akan memiliki kekuatan pertahanan yang siap menjaga dan mendukung swasembada nasional.

"Ini bukan untuk ofensif, tapi untuk menjaga kedaulatan kita," kata Sjafrie.

  ✈️ 
Tribunnews  

Minggu, 16 November 2025

HP Buatan RI Diam-diam Sudah Mendunia

  Produksi di Indonesia UP Phone, diproduksi di Indonesia (Unplugged)

Banyak yang belum tahu kalau ternyata bangsa kita sudah memproduksi HP untuk dijual di pasar global. Merek HP itu adalah Unplugged, yakni startup asal Limassol, Siprus.

Unplugged menghadirkan ponsel bernama 'UP Phone' yang fokus pada keamanan privasi pengguna.

Sepintas UP Phone memiliki desain mirip iPhone dengan panel kamera bergaya 'boba'. Sisiannya juga melengkung dengan bezel layar tipis, hanya saja tak memiliki Dynamic Island seperti iPhone.

Unplugged mengklaim UP Phone jauh lebih aman ketimbang iPhone 16 Pro dan Galaxy S25. UP Phone disebut tak memiliki permintaan DNS pihak ketiga, dikutip di laman resminya, Sabtu (15/11/2025). Sementara iPhone 16 Pro dan Galaxy S25 masing-masing disebut memiliki 3.181 dan 1.368 permintaan DNS pihak ketiga.

Ponsel ini ditenagai chip MediaTek Dimensity 1200. Ukuran layarnya cukup besar 6,67-inci berjenis AMOLED. RAM-nya berkapasitas standar 8GB dengan kapasitas penyimpanan 256GB yang bisa diperluas hingga 1TB.

Sektor fotografi juga diperhatikan. Kamera utamanya memiliki lensa beresolusi 108MP, ditemani kamera makro 5MP dan wide 8MP. Kebutuhan selfie dan video call mengandalkan kamera depan 32MP.

UP Phone mengandalkan baterai berkapasitas 4.300 mAh dengan pengisian daya 33W (kabel) dan 15W (tanpa kabel). Fitur lainnya meliputi sertifikasi IP53, koneksi Wi-Fi 6, NFC, eSIM dan SIM Nano, jaringan 5G, slot USB Type-C 2.0, serta speaker ganda.

Sejauh ini, berdasarkan informasi yang beredar, UP Phone dipasarkan di negara-negara seperti AS dan Kanada.

Informasi soal UP Phone yang diproduksi di Indonesia diketahui dari laporan Reuters pada Agustus 2025 lalu, berdasarkan keterangan CEO Unplugged Joe Well.

  Ditekan Trump Bikin Pabrik di Amerika  
Reuters memuat laporan yang menyebut Unplugged berencana memproduksi UP Phone di Nevada, Amerika Serikat (AS), setelah selama ini mengandalkan manufaktur di Indonesia.

Meskipun produksi di AS akan menambah biaya tenaga kerja, Unplugged berupaya merakit di Nevada dan bertujuan mempertahankan harga jualnya di bawah US$ 1.000 (Rp 16,2 jutaan). Sebagai perbandingan, ponsel hasil produksi di Indonesia dijual US$ 989 (Rp 16 juta).

Tak hanya memproduksi ponsel saja di Nevada, CEO Unplugged Joe Weil mengungkapkan langkah berikut perusahaan adalah melakukan pengadaan komponen perangkat.

"Langkah pertama yang dilakukan adalah perakitan, bertahap melakukan pengadaan komponen," jelasnya dikutip dari Reuters.

Sayang, ia tak berbicara banyak soal informasi lain terkait jumlah perangkat yang dirakit dan mitra kerjanya di Nevada. Begitu juga jumlah dana yang dikumpulkan untuk bisa memulai upaya barunya.

Biaya perakitan smartphone di AS sangat mahal. Ada beberapa alasannya, seperti rantai pasok yang masih berada di Asia dan harga tenaga kerja dalam negerinya yang tinggi.

Unplugged nampaknya telah memikirkan tantangan ini. Perusahaan berencana melakukan perakitan dengan jumlah yang lebih kecil dan stabil, bukan dengan merilis model baru setiap tahunnya.

Sementara itu, presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus berupaya agar lebih banyak produsen smartphone bisa merakit langsung perangkatnya di negaranya. Salah satu yang jadi sasaran adalah raksasa asal AS, Apple.

Trump mendorong inisiatif itu dengan menerapkan beberapa langkah, termasuk dengan ancaman tarif tinggi bagi perusahaan yang menjual barang di AS dan memproduksinya di negara lain. (fab/fab)

  📱 
CNBC  

Sabtu, 15 November 2025

Republikorp Dan Colt Perkuat Pertahanan Di Asia Tenggara

  Teken kerjasama & produksi lokal di Indonesia Republikorp bersama Colt menandatangani Framework Agreement strategis di ajang Defense Security 2025 di IMPACT Challenger di Bangkok, Rabu (12/11/2025). (Dok. Republikorps).

Republikorp, perusahaan induk swasta nasional yang berperan sebagai mitra strategis Pemerintah dalam mendorong kemandirian industri pertahanan Indonesia.

Kali ini, Republikorp bersama Colt, produsen senjata dan solusi pertahanan global asal Amerika Serikat (AS), menandatangani Framework Agreement strategis di ajang Defense & Security 2025 di IMPACT Challenger, di Bangkok, Rabu (12/11/2025).

Vice President (VP) Global Military & Law Enforcement Sales Colt Jens Heider mengatakan, penandatanganan ini menjadi tonggak penting dan menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kemampuan pertahanan kawasan.

Jens Heider menambahkan, membangun dasar kemitraan industri yang berkelanjutan di Asia Tenggara antara Republikorp dan Colt.

"Kami berkolaborasi dalam riset dan pengembangan sistem senjata ringan generasi berikutnya, perakitan dan produksi lokal di Indonesia, serta transfer teknologi dan program pelatihan teknis," ujar Jens Heider, dalam keterangan resminya, Kamis (13/11/2025).

Selain itu, kolaborasi ini juga membuka peluang bagi pembangunan lini produksi dalam negeri, melalui skema joint venture, dengan PT Republik Armamen Industri (RAI) sebagai pelaksana utama di bawah grup Republikorp.

Ia meyakini, kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam strategi ekspansi global Colt, sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap modernisasi pertahanan Indonesia.

Memadukan keahlian manufaktur kelas dunia dari Colt dengan kapasitas lokal dan visi strategis Republikorp, kami membangun fondasi industri pertahanan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan," katanya.

Di kesempatan yang sama, Chairman Republikorp Norman Joesoef menegaskan, kerja sama ini mencerminkan kepercayaan dunia terhadap kematangan industri pertahanan Indonesia.

Untuk itu, lewat kerja sama dengan Colt, pihaknya ingin memastikan transfer teknologi dan produksi lokal benar-benar memberi nilai tambah bagi ekosistem pertahanan nasional.

"Ini bukan sekadar tentang membuat produk, melainkan membangun kapasitas dan kemitraan jangka panjang yang memperkuat kawasan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesepakatan ini sejalan dengan visi strategis Indonesia dan Republikorp untuk memperkuat industri pertahanan nasional.

"Serta, memperluas kemitraan internasional yang berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas kawasan," katanya.

Adapun, penandatanganan dilakukan Vice President Global MIL/LE Sales Colt’s Manufacturing Company LLC Jens Heider dan Director PT Republik Armamen Industri Raden Baskoro Gondokusumo, disaksikan Chairman Group Republikorp Norman Joesoef, serta Direktur Teknologi dan Industri Pertahanan (Dir Tekindhan) Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia (RI) Marsma TNI Dedy Laksmono, yang hadir mewakili Kemhan RI.

  🤝 
RM  

Menhan Pastikan RI Kembangkan Drone dengan Yordania

Ilustrasi drone Republikorp (Republikorp)

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memastikan Indonesia memperluas langkah modernisasi alutsista melalui pengembangan drone bersama industri pertahanan Yordania, Deep Element, yang akan bekerja sama dengan PT Pindad. Kepastian ini disampaikan usai pertemuan dengan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yordania, Major General Pilot Yousef Ahmed Al-Hunaity, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Jumat.

Sjafrie menyebut Deep Element merupakan salah satu industri pertahanan yang telah maju dalam pengembangan teknologi drone, baik untuk kebutuhan intelijen maupun operasi tempur.

Deep Element itu suatu industri pertahanan yang sangat maju. Ini akan bekerja sama dengan Pindad untuk joint manufacturing,” ujar Sjafrie.

Ia menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan rangkaian kerja sama militer antara Indonesia dan Yordania, khususnya dalam sektor penguatan kemampuan teknologi pertahanan. Selain pengembangan produk, kerja sama ini juga mencakup transfer pengetahuan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Menurutnya, pengalaman dan keunggulan Deep Element dalam merancang drone canggih dapat menjadi pembelajaran penting bagi Pindad maupun TNI ke depan.

Kita sudah mengirim prajurit kita ke sana, dan besok akan dilihat hasil kerja sama latihan antara Yordania dengan Indonesia,” kata Sjafrie.

Meski demikian, Menhan belum membeberkan detail teknis mengenai proyek kolaborasi tersebut. Sjafrie tidak menjelaskan model drone apa yang akan diproduksi maupun spesifikasi teknologi yang disiapkan Deep Element dan Pindad. (*)

  🛩
  Times  

Jumat, 14 November 2025

Bahan Bakar Nabati Bobibos

  Energi alternatif ramah lingkungan karya anak bangsa  BOBIBOS: Inovasi Bahan Bakar Nabati Karya Anak Bangsa yang Setara RON 98. (Ist)

Bahan bakar nabati bernama Bobibos resmi diperkenalkan setelah melalui riset selama 10 tahun. Nama bahan bakar nabatib Bobibos pastinya masih terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia.

Simak penjelasan rinci tentang bahan bakar nabati Bobibos yang telah menjalani riset selama 10 tahun. Inovasi ini diklaim sebagai energi alternatif ramah lingkungan karya anak bangsa.

Founder Bobibos, Ikhlas Thamrin, menyebut bahan bakar ini merupakan hasil riset mandiri berbasis tanaman lokal. Ia menilai, Indonesia mampu mandiri energi melalui riset dan teknologi.

"Kami ingin membuktikan bahwa bangsa ini mampu berdiri di atas kaki sendiri melalui ilmu pengetahuan. Setelah lebih dari 10 tahun riset mandiri, akhirnya kami menghadirkan bahan bakar yang murah, aman, dan beremisi rendah,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (2/11/2025).

Bobibos merupakan akronim dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, terdiri atas dua varian yakni bensin dan solar. Produk ini dihasilkan dari tanaman yang tumbuh subur di berbagai wilayah tanah air.

Menurut Ikhlas, konsep tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional. Namun juga mendukung upaya menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Kita ingin sawah tidak hanya menghasilkan pangan. Lahan pertanian juga dapat menjadi sumber energi hijau," katanya.

Hasil uji laboratorium menunjukkan, Bobibos memiliki angka oktan mendekati 98. Daya jelajahnya diklaim lebih efisien dibanding bahan bakar konvensional yang ada di pasaran.

Anggota DPR RI Mulyadi menyebut, Bobibos sebagai langkah nyata menuju kemandirian energi nasional. Ia menilai inovasi tersebut membuktikan keberanian bangsa bertransformasi dari konsumen menjadi produsen.

Dulu kita berjuang menolak kenaikan harga BBM, kini saatnya kita melahirkan solusi. Indonesia harus berani bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi produsen energi terbarukan,” ujarnya.

Peluncuran Bobibos diharapkan menjadi tonggak baru bagi energi terbarukan Indonesia. Inovasi ini tidak hanya menghadirkan alternatif bahan bakar ramah lingkungan, tetapi juga memperkuat kemandirian energi nasional di masa depan.

  💡 
RRI  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More