blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Jumat, 20 Oktober 2023

PT Dirgantara Indonesia Jajal Pasar Cina

Gandeng Linkfield TechnologiesN219 PTDI

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) menggandeng Linkfield Technologies untuk menjajal pasar ekspor produk pesawat ke Cina.

Kerja sama tersebut tertuang dalam dokumen Reseller Agreement yang ditandatangani Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI Moh. Arif Faisal dengan Direktur Linkfield Technologies Patrick Goh.

Penandatanganan tersebut dilaksanakan di Gedung Pusat Manajemen PT DI di Bandung, disaksikan Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan hari ini, Kamis, 19 Oktober 2023.

Cina merupakan partner yang sangat baik terutama dari segi teknologi, kemampuan manufacturing dan ada potensi pasar yang besar. Kita akan kembangkan strategi bisnis bersama yang dimulai melalui kerja sama reseller dengan Linkfield Technologies,” kata Direktur Utama PT DI Gita Amperiawan dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 19 Oktober 2023.

Dalam kerja sama tersebut, Linkfield Technologies yang akan bertindak sebagai reseller untuk melakukan kegiatan pemasaran dan penjualan pesawat produksi PTDI seperti CN235-220, NC212i dan N219. Pesawat produksi PTDI tersebut akan ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan pesawat militer dan komersial di wilayah Cina.

Gita mengatakan, salah satu yang ingin didorong adalah penjualan sekaligus pengembangan pesawat N219 lewat kerja sama tersebut. “Dengan demikian, pengembangan teknologi maupun pasar pesawat N219 dapat kita push, sehingga nantinya N219 dapat menjadi produk yang high competitive di Cina,” kata dia.

Gita mengatakan, tantangan dari kerja sama tersebut ada pada kapasitas produksi N219. “Hal ini juga akan menjadi tantangan kita kedepan untuk bisa meningkatkan kapasitas produksi N219. Bersama dengan Cina, kemampuan supply chain dan manufacturing-nya juga akan kita optimalkan untuk arah pengembangan N219 ke depan,” kata dia.

Direktur Linkfield Technologies, Patrick Goh mengatakan, PT DI akan hadir dan berpartisipasi The Aero Asia (Zhuhai Airshow) pada 23-26 November 2023 di Cina sebagai langkah awal penetrasi produk pesawat PTDI di Cina.

Kami sangat bangga dengan produk pesawat dari Indonesia, karena selama 50 tahun terakhir semua orang mencoba membangun pesawat besar untuk rute dari kota-kota besar maupun internasional, namun mereka lupa bahwa kita masih punya permasalahan konektivitas bagi penduduk yang tinggal di wilayah pedesaan, belum berkembang dan ada masalah akses, tidak ada kereta api, jalan raya, kecuali Anda memiliki pesawat seperti N219, yang kemudian dapat meningkatkan pembangunan ekonomi di pedesaan,” kata Patrick Goh, dikutip dari keterangannya, Kamis, 19 Oktober 2023.
 

  🛩
Tempo  

Republikorp Teken Kontrak Strategis dengan LIG Nex1

🚀  Berkomitmen memproduksi dan alih teknologi beragam jenis rudal Acara penandatanganan kontrak kerjasama strategis tersebut diadakan di Pangkalan Udara Seoul di Seongnam, Provinsi Gyeonggi. (Istimewa)

The Seoul International Aerospace and Defense Exhibition, atau dikenal dengan Seoul ADEX 2023, merupakan pameran peralatan pertahanan yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali di Seoul, Korea Selatan.

Tahun ini, penyelenggaraan diadakan sejak 17 hingga 22 Oktober 2023. Terdapat lebih dari 500 perusahaan internasional dari 34 negara yang berpartisipasi dalam event akbar tersebut.

Perusahaan asal Indonesia, Republikorp, turut berpartisipasi dalam ADEX 2023 dan sukses menjalin kontrak kerjasama strategis pada hari pertama pameran dengan perusahaan asal Korea Selatan LIG Nex1. Kedua pihak berkomitmen untuk memproduksi dan alih teknologi untuk beragam jenis rudal, seperti rudal Raybolt buatan negara ginseng tersebut.

Acara penandatanganan kontrak kerjasama strategis tersebut diadakan di Pangkalan Udara Seoul di Seongnam, Provinsi Gyeonggi, di mana ADEX 2023 diadakan.

Norman Joesoef, pendiri Republikorp, menyampaikan, kerjasama tersebut merupakan bukti kepercayaan dari level internasional terhadap perusahaan asli Indonesia terkait industri pertahanan. Menurutnya, industri militer di Indonesia sudah sangat maju dan mayoritas menggunakan tenaga ahli anak bangsa sendiri.

"Ini sangat membanggakan dan suatu kehormatan bagi kami pada khususnya, dan bagi masyarakat Indonesia pada umumnya, bahwa untuk kesekian kalinya kita dipercaya oleh perusahaan teknologi pertahanan dari negara lain yang ingin bekerjasama dengan kita," ujar Norman Joesoef dalam keterannya kepada BATAMTODAY.COM, Selasa (17/10/2023).

"Sebelumnya pun kita sudah menjalin kontrak jangka panjang dengan perusahaan dari negara-negara lain. Apa yang kami dapatkan hari ini merupakan rangkaian dari kepercayaan-kepercayaan yang telah kami terima sebelumnya dari pemain industri internasional," imbuhnya.

LIG Nex1 adalah perusahaan pertahanan asal Korsel yang bergerak di bidang riset, pengembangan, dan produksi berbagai macam alat sistim pertahanan seperti rudal ground-to-ground, ground-to-air, dan sea-to-sea yang telah diadopsi oleh berbagai angkatan bersenjata di dunia.

"Kami sangat antusias untuk memulai kerja sama ini dengan LIG Nex1 untuk meningkatkan kemampuan produksi dalam negeri pada peralatan teknologi bernilai tinggi, seperti peluru kendali. Kami berharap kerja sama ini akan semakin meningkatkan hubungan baik kedua negara."

Menurut Presiden LIG Nex1 Lee Hyeon- kata Soo, perjanjian yang baru ditandatangani ini bertujuan untuk meresmikan kerja sama antara kedua belah pihak di bidang pertukaran teknologi strategis, termasuk yang terkait dengan sistem peluru kendali anti-tank (ATGM) Raybolt Korea. Kolaborasi mengenai sistem ATGM akan berjumlah sekitar 35 miliar won ($ 26 juta).

"LIG Nex1 menantikan kemitraan strategis dengan Republikorp, dan perusahaan kami akan melakukan upaya terbaik untuk mencapai hasil yang lebih positif dalam waktu dekat dengan tujuan untuk memperkuat angkatan bersenjata Indonesia dan kemampuan industri pertahanan," tuturnya.

Pemerintah Korea Selatan telah menetapkan target untuk mencapai USD 20 Miliar Dolar AS dalam ekspor pertahanan tahun ini, setelah tahun lalu mencatat rekor tertinggi USD 17,3 Miliar yang didukung oleh kesepakatan besar-besaran untuk mengirimkan berbagai sistem persenjataan ke Polandia, seperti Tank K2, Self-propelled Howitzer K9, peluncur roket multisiber Chunmoo, dan Pesawat Tempur Ringan FA-50.

LIG Nex1 adalah produsen kedirgantaraan dan pertahanan domestik dengan rangkaian produk termasuk rudal, amunisi berpemandu, sistem radar pengawasan dan pengintaian. Korea Selatan adalah salah satu pemasok sistem senjata terbesar bagi militer Korea dan eksportir senjata internasional.

Di bawah slogan 'Smarter Together', perusahaan pertahanan ini memamerkan serangkaian teknologi mutakhir di ADEX, termasuk Korean GPS Guided Bomb (KGGB) dan Korean Air-Launched Cruise Missile (KALCM), serta sistem senjata berbasis darat. termasuk Raybol, serta sistem drone.

Selain pameran persenjataan, Seoul ADEX 2023 juga menghadiri demo dari pesawat tempur berbagai negara baik Solo-Demo Flight, Aerial Acrobatic maupun Search & Rescue. Terdapat pula outdoor exhibitions yang meliputi aircraft, amunisi dan ground equipment. Aircraft meliputi fixed-wing, rotary-wing, UAV dan Civil Space Launch Vehicle.

  🚀 Batam Today  

Kamis, 19 Oktober 2023

Kasau Hadiri Pembukaan Seoul International Aerospace and Defense Exhibition

(Dispenau)

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., CSFA, menghadiri pembukaan Seoul International Aerospace and Defense Exhibition (Seoul ADEX) yang diselenggarakan di Seoul Airport, Selasa, (17/10/2023).

Seoul ADEX merupakan sebuah event dua tahunan yang menjadi ajang prestisius bagi industri dirgantara dan pertahanan internasional.

Salah satu momen penting dalam kunjungan ini adalah penampilan perdana pesawat prototipe Korea Aerospace Industries (KAI) KF-21 di acara pameran pertahanan Seoul ADEX.

KF-21 (Freesky)
Sebuah KF-21 model single-seat terbang sebagai bagian dari upacara pembukaan, bersama dengan armada Angkatan Udara Republik Korea yang mencakup pesawat KAI FA-50, Boeing F-15K, Lockheed Martin F-16, Lockheed F-35, serta berbagai jenis pesawat pendukung seperti helikopter KAI Surion dan Airbus Defence & Space A330 multi-role tanker transport.

Tak hanya itu, sebuah KF-21 model twin-seat yang merupakan prototipe keenam dan kedua dengan kursi ganda juga tampil dalam pameran ini.

Pesawat tersebut menampilkan bendera Indonesia dan Korea Selatan, mencerminkan kolaborasi yang kuat antara kedua negara dalam pengembangan pesawat ini.

KF-21 (Freesky)
Selain menyaksikan pameran, Kasau juga melaksanakan Courtesy Call kepada Kasau (Chief of Staff of the Air Force) Korea Selatan, General Jung Sang-hwa, untuk memperkuat hubungan antara kedua Angkatan Udara.

Selama kunjungannya, Kasau juga mengunjungi Chalet KAI, di mana ia berkesempatan untuk mendalami lebih lanjut perkembangan terkini dalam industri dirgantara.

Kunjungan Kasau ke Seoul ADEX 2023 menjadi bukti bahwa kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan dalam mengembangkan teknologi pertahanan canggih, serta memperkuat hubungan bilateral di bidang pertahanan, khususnya teknologi alutsista kedirgantaraan.

  ★
TNI AU  

Rabu, 18 Oktober 2023

Sekjen Kemhan Kunjungi Pusat Riset Pengembangan Rudal Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

 “Rudal Merapi” 
https://www.kemhan.go.id/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231017-WA0067-768x512.jpg(Kemhan) 🚀

S
ekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto didampingi Direktur Utama PT Dahana (Persero) Wildan Widarman melakukan kunjungan ke Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Selasa (17/10) di Yogyakarta.

Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau Fasilitas Laboratorium Riset dan Pengembangan Rudal di Pusat Riset dan Inovasi Terpadu (Center for Intregated Research and Innovation) Universitas Ahmad Dahlan atau CIRNOV UAD.

Sekjen Kemhan disambut oleh Rektor UAD Dr. Muchlas, M.T. beserta jajarannya. Sebelum peninjauan, Sekjen Kemhan berkesempatan menerima paparan tentang visi dan misi, serta keterlibatan CIRNOV UAD bersama PT Dahana (Persero) dalam riset dan pengembangan rudal.

Sekjen Kemhan juga berkesempatan meninjau laboratorium pengembangan “Rudal Merapi” yang merupakan jenis rudal panggul program kerjasama riset dan pengembangan bersama dengan PT. Dahana (Persero).

CIRNOV UAD adalah pusat riset di Universitas Ahmad Dahlan yang secara kelembagaan berada langsung di bawah Rektor sebagaimana pusat-pusat lain di UAD.

Kegiatan utama CIRNOV UAD adalah melakukan riset yang terukur dan menghasilkan karya riset yang berdampak bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Bidang riset dibagi dua yaitu Non-Hankam dan Hankam. (Biro Humas Setjen Kemhan)

  🚀 Kemhan  

Selasa, 17 Oktober 2023

Kemandirian Industri Senjata Udara Sangat Penting

 Wakasau Tinjau Uji Coba Operasional Bom TAG 82 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhS4rvitlDebRwOvZPXfzj7vh8Q0Ss4hgVkAhZ54c8H2ARZWbMrUbulxcOlD9Cd-Fai2DrgxQG0-L20qufRhNiuAyY-74yTwvaVJU6IloD8qvCWbC-SNCTxwg34iX0pywW32r76VChrKXqNR1g5efbmpGP55yT0hyphenhyphenwLC7iQOPmxhyKgsYRaaml0GZ1Roc-P/s713/Uji%20Coba%20Operasional%20Bom%20TAG%2082%20TNI%20AU.pngBom TAG 82, hasil kreasi mandiri (Dispenau) 💣

W
akil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI A.Gustaf Brugman, M.Si (Han) meninjau uji coba operasional bom Tactical Air to Ground (TAG) 82 practice, secara live streaming dari gedung ACMI, Lanud Iswahjudi, Magetan, Senin (16/10/2023).

Bom TAG 82 yang diujikan, merupakan hasil penelitian dan pengembangan material (Litbangmat) mandiri, antara Dislitbangau dengan PT. Tiarangkasa. Bom sudah melewati serangkaian proses desain, analisis, simulasi, fabrikasi, integrasi dan verifikasi berbasis system engineering.

Wakasau mengingatkan semua yang terlibat dalam uji coba operasional bom TAG 82 untuk memperhatikan safety dan selalu awarness terhadap situasi yang bakal terjadi.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUdH3dQu0CVBOS6ZyGCpfUDxw7FtWr_7Ze6UbwHAmaSfvLlKu1EYPc4G8sbx7F1cMgskKzJzlKhXXxuKIZUDYf3qBJSWxMdUaq1_JyZHDQYJnJqwN0mhN2Aw9FO1eAjtMme_wz7CYCGlxSEzS2BROkvhhGinZxNZr0fMwzHuV6fBoRh0yIITkmZHWXGFE7/s703/Screenshot%202023-10-17%20at%2015-40-34%20JATOSINT%20on%20X.pngWakasau juga berterima kasih kepada Dislitbangau dan PT. Tiarangkasa yang telah berkolaborasi melakukan Litbang untuk pemenuhan kebutuhan Alutsista secara mandiri.

Sementara Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Wastum, menyampaikan ucapan terimakasih dan rasa bangga, Lanud Iswahjudi diberi kehormatan melakukan uji coba operasional Bom TAG 82.

"Mudah-mudahan dengan berhasilnya uji coba operasional ini, kesiapan dalam melaksanakan air to ground semakin baik," ujar Danlanud Iswahjudi.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQgnJ8n4Pvu8p6SugAl7GtS2DLEAfweQssb2BA5NFILIkdPDkGHy7HN_vj55dxkb5kuuHND49BqNFPCgUepQKG4csrEA2tPPUfXPD4dmw_axfthLRKwZMPW9fsX9yT1-donB64CHb94clC5rKRvBCiG0Twa6gdHvL6N6DEFa5nb6OH7SBbDOdZ1EDoV1Jj/s761/Uji%20Coba%20Operasional%20Bom%20TAG%2082%20F8oB4S0aEAA.pngSementara, Kadislitbangau Marsma TNI Wahyu Laksito mengharapkan setiap senjata hasil Litbangmat Dislitbangau bisa digunakan untuk menjadi dasar industri senjata udara untuk mendukung kegiatan operasional alutsista TNI AU.

"Hasil yang kita capai harus sesuai dengan kaidah dan parameter yang ditentukan," harap Kadislitbangau.

Pada Hari pertama, berhasil ditembakan dari pesawat tempur F-16, sebanyak 12 Bom ke sasaran di AWR Pandanwangi untuk dimasukan dalam penilaian kemampuannya.

Disela kunjungannya ini Wakasau juga berkesempatan mengunjungi Sathar 81 Depohar 80 dan juga Skatek 042 Lanud Iswahjudi.

  💣
MIliter Udara  

Senin, 16 Oktober 2023

RI-China Teken Proyek Rp 197,8 T

 Sepakati penandatanganan 11 dokumen 
https://pbs.twimg.com/media/F8kR89HboAEnfAf?format=jpg&name=largePresiden Joko Widodo tiba di Beijing (Setneg)

P
residen Joko Widodo (Jokowi) hari ini terbang ke Beijing, China untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping dan menghadiri sederet pertemuan penting.

Salah satu acara yang dimaksud adalah Indonesia-China Business Forum. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menciptakan kerja sama antar kedua negara, baik pemerintah, BUMN maupun swasta.

Turut hadir mendampingi Jokowi, yakni Erick Thohir Menko Marves Ad Interim, juga sebagai Menteri BUMN, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

"Salah satu agenda yang kami jajaki adalah Indonesia-China Business Forum yang menyepakati penandatanganan 11 dokumen," kata Erick melalui akun Instagram yang dikutip CNBC Indonesia, Senin (16/10/2023).

Erick menyampaikan, nilai dari kesepakatan tersebut mencapai US$ 12,6 miliar atau Rp 197,8 triliun (kurs Rp 15.700/US$). Terdiri dari sektor energi hingga teknologi kesehatan.

"Kerja sama senilai USD 12,6 miliar ini terjalin antara perusahaan swasta-swasta, BUMN-swasta, maupun BUMN-BUMN. Ini untuk memperkuat pengembangan industri baterai listrik, energi hijau, dan teknologi kesehatan di tanah air, agar bisa meningkatkan pembukaan lapangan pekerjaan," paparnya.

Jokowi akan berada di Beijing selama 16-18 Oktober 2023. Setelah 18 Oktober Jokowi nantinya akan melanjutkan perjalanannya ke Riyadh, Arab Saudi. Jokowi akan bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) membahas sejumlah kerja sama dan menghadiri KTT Gulf Cooperation Council. (mij/mij)

  ★ CNBC  

Sabtu, 14 Oktober 2023

Naval Group Tawarkan ‘Scorpene Evolved’

 Kapal Selam Berteknologi Full Lithium-Ion Batteries Ilustrasi 'Scorpene Evolved' (Naval Group]

Meski pengadaan kapal selam Scorpene class telah tertuang dalam nota kesepahaman, bahkan antar manufaktur, yakni Naval Group dan PT PAL Indonesia, telah menyepakati kerja sama pembangunan unit kapal selam di Surabaya.

Namun, kontrak efektif untuk pengadaan dua unit Scorpene class belum juga berjalan, apakah yang membuat akuisisi kapal selam Perancis ini terasa alot?

Nah, sembari menanti kelanjutan dari kontrak efektif Scorpene class, Naval Group belum lama ini merilis penawaran varian Scorpene class untuk Indonesia, yang disebut ‘Scorpene Evolved.’

Dalam proposal terbarunya kepada TNI AL, Naval Group Perancis mengusulkan varian baru kapal selam Scorpene yang dilengkapi teknologi baterai Lithium-Ion.

Dikutip dari navalnews.com, disebut Naval Group baru-baru ini memperbarui proposal kapal selam Scorpene ke Indonesia.

Dijuluki ‘Scorpene Evolved’, sistem propulsi kapal selam akan dipasang dengan konfigurasi full Lithium-Ion Batteries (LIB), sehingga memberikan daya tahan paling lama dibandingkan varian lain dalam keluarga Scorpene.

Sebagai catatan, pada Februari 2022, Perancis dan Indonesia sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk dua kapal selam Scorpene yang akan dibangun secara lokal.

Menurut sumber resmi, berkat konfigurasi full LIB, Scorpene Evolved akan memiliki endurance total 80 hari (dengan 78 hari di antaranya menyelam).

Jangkauan operasional lebih dari 8.000 mil laut, lower indiscretion rate, dan mempertahankan kecepatan tertinggi lebih lama.

Hal ini dapat dicapai karena LIB dapat menyimpan dan menyalurkan lebih banyak energi dengan waktu pengisian yang lebih singkat dibandingkan baterai timbal-asam (lead-acid batteries)

Kapal selam full LIB untuk TNI AL dipandang ideal, karena lebih mudah dan lebih murah untuk memelihara dan mengoperasikannya dibandingkan dengan kapal selam air-independent propulsion (AIP).

Yang mengharuskannya membangun fasilitas lepas pantai yang kompleks untuk memasok sistem karena tidak memungkinkan untuk memasok kembali sistem AIP di laut.

Selain itu, pelatihan ekstra untuk awak kapal selam dan personel lain yang akan terlibat dalam memasok sistem AIP juga diperlukan.

Selain itu, TNI AL harus menemukan rantai pasokan lokal dan perusahaan yang memiliki kapasitas dan kemampuan untuk menyediakan hidrogen murni.

Oksigen cair, dan/atau bahan kimia lain yang ‘berkelas AIP’ dalam jumlah yang cukup yang dibutuhkan sistem AIP tepat waktu.

Bahkan di masa damai, hal ini dapat menjadi tantangan logistik yang besar terutama jika kita mempertimbangkan aspirasi TNI AL untuk mengerahkan armada kapal selamnya di masa depan di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Selain itu, konfigurasi full LIB lebih konsisten dengan rencana Naval Group dan PT PAL Indonesia, untuk mendirikan Lab Penelitian Energi (Energy Research Lab) di Indonesia dengan fokus pada pengembangan teknologi energi bawah laut di masa depan.

Jika semuanya berjalan lancar, LIB untuk Scorpene Evolved batch kedua dan selanjutnya yang mungkin dibeli dan dibuat oleh Indonesia di masa depan akan berasal dari laboratorium ini.

Laboratorium ini dapat digunakan untuk mengembangkan teknologi terkait energi lainnya untuk pasar militer dan komersial.(*)

 ⚓️  Pagara Lampos  

Jumat, 13 Oktober 2023

Bos Holding BUMN Pertahanan Buka-bukaan Soal Proyek Jet Tempur RI & Korea

KF-21 Boramae [ROKArmed Forces]

Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) tengah mengembangkan jet tempur Korean Fighter Experimental/Indonesian Fighter Experimental (KFX/IFX) atau KF-21 Boromae.

Proyek ini cukup lama tidak terdengar, namun kabar terakhir Indonesia belum membayar cost share untuk pengembangan jet tempur ini.

 Bagaimana perkembangannya ?

Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Bobby Rasyidin menjelaskan, program KFX/IFX merupakan program pemerintah Indonesia dan pemerintah Korsel. Perjanjian pengembangan jet tempur ini dilakukan pemerintah kedua negara yang meliputi empat hal. Pertama yakni technology development (TD) di mana hal itu telah dilewati.

"Kedua itu yang kita sebut EMD engineering manufacturing development-nya, jadi bagaimana tadinya kita desain teknologi produknya, teknologi si KFX/IFX, setelah itu kita desain bagaimana alur dan fasilitas produksinya," katanya di Kementerian BUMN Jakarta, Selasa (10/10/2023).

Ketiga, kerja sama dalam bidang produksi. Jadi, kata dia, ada komponen yang diproduksi Korea dan ada yang diproduksi di Indonesia. Terakhir, kerja sama dalam pemasaran produk ini ke depannya.

Kembali, dia mengatakan, pihak yang melakukan perjanjian kerja sama adalah pemerintah Indonesia dan Korea. Sementara, anggota holding BUMN industri pertahanan yakni PT Dirgantara Indonesia (PTDI) ialah sebagai pelaku industri Indonesia. Lalu, pelaku industri Korea ialah Korea Aerospace Industries (KAI).

"Kami ini adalah pelaku dari perjanjian yang Indonesia dengan Korea tadi. Nah bagaimana rencana ke depannya, rencana ke depannya itu kalau disesuaikan dengan kontrak kerjanya atau perjanjian yang ada saat ini tentunya adalah yang saya sampaikan tadi," katanya.

"Ada bagian komponen yang akan diproduksi oleh PTDI, ada bagian komponen yang diproduksi oleh KAI. Ada yang nanti akan final assembly oleh PTDI, ada yang di final assembly di KAI sendiri. Sehingga boleh kita bilang KFX/IFX adalah joint product antara Indonesia dengan Korea," sambungnya.

Proses assembling pesawat tempur KF-21 (K-Force)
Meski begitu, dia tak bisa menjawab mengenai persoalan cost share dalam pengembangan jet tempur ini. Sebab, masalah cost share merupakan kewenangan pemerintah.

"Kalau masalah utang perutangan karena yang membuat perjanjian pemerintah Indonesia dengan pemerintah Korea, kami hanya pelakunya, bukan domain saya menjawab itu. Itu domainnya Kementerian Pertahanan, domainnya Kementerian Keuangan dalam menjawab itu," katanya.

Sebelumnya, dikutip dari detikNews, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto memberi penjelasan soal Indonesia yang belum membayar cost share untuk proyek jet tempur siluman KFX/IFX. Prabowo mengatakan akan melakukan negosiasi ulang terkait hal itu.

"Ya itu memang akan kita negosiasi terus sama mereka," kata Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (26/6/2023) lalu.

Prabowo juga berjanji akan memenuhi komitmen Indonesia kepada Korea Selatan terkait iuran proyek KF-21 itu. "Pokoknya kita akan penuhi komitmen-komitmen kita," ujarnya.

Untuk diketahui, persoalan Indonesia yang belum membayar cost share untuk proyek KF-21 Boromae ini sudah berlangsung sejak 2020 lalu. Kala itu, Indonesia dilaporkan menunda pembayaran ratusan juta dolar Amerika Serikat (AS) untuk iuran proyek pengembangan jet tempur dengan Korea.

Indonesia bergabung dengan proyek KF-X itu dalam upaya pengadaan pesawat untuk angkatan udaranya dan untuk memajukan industri kedirgantaraan. Indonesia disebut setuju menanggung 20% dari biaya pengembangan proyek 8,8 triliun won (US$ 7,3 miliar) atau sekitar 1,7 triliun won. Tetapi Indonesia dilaporkan gagal membayar sekitar 500 miliar won.

  ★ detik  

Kamis, 12 Oktober 2023

Pesawat NC212i Buatan Indonesia Dilengkapi Baling-Baling Baru

✈ Resmi Mengudara ✈ Pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia, NC212i dilengkapi baling-baling baru produksi MT Propeller, MTV-27. (Foto: Dirgantara Indonesia)

PESAWAT NC212i generasi terbaru buatan PT Dirgantara Indonesia (PDTI) resmi mengudara di langit Nusantara, pada Rabu 11 Oktober 2023. Pesawat yang diproduksi sejak 2014 ini dilengkapi baling-baling baru buatan MT Propeller yakni MTV-27.

"Ini saatnya era baru NC212i dengan MT Propeller," tulis akun X resmi PT Dirgantara Indonesia.

Diketahui baling-baling buatan MT Propeller itu menggantikan baling-baling yang sebelumnya digunakan NC212i buatan Dowty Rotol Propeller. Baling-baling tersebut telah lama menemani mesin turboprop Honeyewll TPE-331-12JR-701C.

Beberapa kelebihan baling-baling MTV-27 buatan MT Propeller berdasarkan penelusuran MNC Portal Indonesia adalah sertifikasi yang dimiliki baling-baling tersebut. Model baling-baling MTV-27 merupakan baling-baling yang telah disertifikasi oleh EASA dengan nomor TCDS P.104.

Untuk mendapatkan sertifikasi tersebut baling-baling MTV-27 harus terlebih dulu lolos uji kecepatan, kekuatan, instalasi, serta kemampuan angkat.

"Beberapa model baling-baling ini dapat dilengkapi start pitch lock yang dapat mencegah baling-baling bergerak di bawah kecepatan ideal," tulis sertifikasi yang dirilis EASA mengenai kemampuan MTV-27.

Untuk diketahui, Perjanjian Pembelian Umum (IPK) Propeller MTV-27 antara PTDI dan MT Propeller dilaksanakan bertepatan dengan pameran Indo Defence 2022, pada 3 November 2022. Saat itu Senior Vice President (SVP) Material & Supply Chain Management PTDI Iwan Krisnanto dan GM MT Propeller Dave Marone menandatangani General Purchase Agreement (GPA) Pengadaan Propeller MTV-27 untuk pesawat NC212i.

Dikutip dari situs resmi PTDI, setiap pesawat NC212i memerlukan dua set lengkap (shipset) Propeller MTV-27. Harga satu shipset tahun 2023 adalah 152.940 Euro atau setara Rp 2,54 miliar.

Dengan sisa Propeller MTV-27 yang perlu pengadaannya sesuai kebutuhan PTDI sebanyak 15 shipset, maka perkiraan nilai total kontrak ini mencapai 2.401.158 Euro atau mencapai Rp 39,9 miliar.

Diketahui NC212i merupakan pesawat yang bikin masyarakat Indonesia bangga. Pesawat ini kerap digunakan untuk kebutuhan mengangkut pasukan, patroli dan pengintaian udara, juga evakuasi. Oleh karena itu, NC212i juga punya kemampuan lepas landas dan mendarat dari landasan pacu yang pendek dan tak beraspal.

Panjang NC212i adalah sekitar 18 meter, tinggi 7 meter, dan lebar sayap 20 meter, dan tinggi 7 meter. Dengan kapasitas hingga 28 penumpang, pesawat ini bisa menanggung bobot maksimum hingga 80 ton.

Soal tenaga, NC212i dibekali mesin turboprop Pratt & Whitney Canada PT6A-65B. Kekuatan yang dihasilkan mencapai 1.100 tenaga kuda yang membuat pesawat bisa melaju dengan kecepatan maksimum sekitar 346 km/jam.

Sebagai pesawat militer, NC212i punya sejumlah fitur pendukung. Sebut saja radar dan sistem navigasi canggih, juga senjata yang dapat dipasang sesuai kebutuhan operasi. (sal)

  Okezone  

Rabu, 11 Oktober 2023

Menteri DAPA Korea Selatan Kunjungi Menhan

 Bahas Kerja Sama Industri Pertahanan 
https://static.promediateknologi.id/crop/0x0:0x0/750x500/webp/photo/p1/358/2023/10/07/FotoJet-99-3549667683.jpg(Kemhan)

M
enteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menerima courtesy call Menteri DAPA Korea Selatan H.E. Mr. Eom Donghwan di kantor Kemhan, Jakarta Jumat (6/10).

Terima kasih dan penghargaan kepada Mr. H.E. Eom Donghwan yang telah hadir mengunjungi kantor Kementerian Pertahanan,” kata Menhan Prabowo di awal pertemuan.

Indonesia merasa puas dengan kerja sama yang telah terjalin dengan Korea di bidang industri pertahanan dan mengakui kemajuan yang dicapai sejauh ini. Pertukaran keahlian dan pengalaman bersama telah terbukti sangat berharga dalam meningkatkan kemampuan pertahanan kedua negara.

Indonesia juga mengapresiasi minat Korea dalam memajukan kerja sama industri pertahanan kedua negara. Indonesia tetap berkomitmen untuk menjajaki peluang baru dalam memperkuat kolaborasi dan terbuka untuk mendiskusikan cara-cara memfasilitasi transfer teknologi yang lebih kuat.

Turut hadir mendampingi Menhan RI yaitu Sekjen Kemhan, Dirjen Renhan Kemhan, Kabalitbang Kemhan dan Dirut PT Dirgantara Indonesia.

  ★ Kemhan  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More