blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Senin, 05 Mei 2014

RI-Austria Kerjasama Kembangkan Transportasi Massal

Melalui kerja sama ini diharapkan sistem transportasi nasional bisa lebih maju dengan memanfaatkan pengalaman Austria dalam mengembangkan sistem transportasi di EropaMonorel jadi salah satu moda transportasi massalJakarta Kementerian Perhubungan RI dan Kementerian Transportasi, Inovasi dan Teknologi Republik Austria sepakat menjalin kerja sama sektor transportasi, infrastruktur transportasi, dan pengembangan teknologi transportasi di Tanah Air.

"Kerja sama dengan Austria merupakan bagian dari upaya Pemerintah dalam mengembangkan sistem transportasi massal," kata Menhub EE Mangindaan, usai acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan Menteri Transportasi Inovasi dan Teknologi Austria, Doris Bures di Gedung Kemenhub, Jakarta, Senin.

Menurut Mangindaan, melalui kerja sama ini diharapkan sistem transportasi nasional bisa lebih maju dengan memanfaatkan pengalaman Austria dalam mengembangkan sistem transportasi di Eropa. Proyek yang memungkinkan untuk segera digarap adalah pengembangan moda transportasi kereta api.

"Kita sedang dan terus mengembangkan jalur 'double track' KA. Termasuk pengembangan infrastruktur kereta api di wilayah Sumatera, dan Kalimantan yang pada tahun ini memasuki tahap 'ground breaking'," ujar Mangindaan.

Austria negara yang sarat pengalaman dalam mengintegrasikan transportasi mulai dari kereta api, angkutan darat dan laut yang bisa saling terkoneksi satu sama lain. Bahkan, Austria merupakan negara yang menjadi basis dan persilangan sistem transportasi kereta api di Eropa, tuturnya.

Meski begitu, Mangindaan tidak merinci lebih lanjut berapa besar nilai investasi yang akan dikerjasamakan, karena masih dalam tahap pembentukan Kelompok Kerja Bersama Forum Kerja sama Infrastruktur dan Transportasi Austria-Indonesia.

"Kelompok Kerja Bersama ini nanti akan mengawasi setiap pelaksanaan proyek-proyek dan menghilangkan hambatan yang ada," tegas Mangindaan.

Sementara itu, Menteri Transportasi Inovasi dan Teknologi Austria, Doris Bures menuturkan, Indonesia merupakan negara besar yang memiliki wilayah yang sangat luas. Pada kesempatan itu, Doris juga didampingi delegasi bisnis yang berjumlah sekitar 30 pengusaha Austria berbagai sektor yang tergabung dalam Kadin Austria.

Untuk itu tambahnya, dengan pengalaman di bidang transportasi dan teknologi yang dimiliki, perusahaan-perusahaan Austria siap mengalokasikan investasi untuk mengembangkan infrastruktur di Indonesia. Selain itu lanjutnya, pengusaha asal Austria juga siap meningkatkan kemitraan di sektor lainnya.

Menurut catatan, negara dengan jumlah penduduk sebanyak 8,5 juta jiwa ini pada tahun 2013 memiliki tingkat pendapatan per kapita (GDP) sebesar 33.656 Euro. Nilai ekspor Austria ke Indonesia mencapai sekitar 267,2 juta Euro, sedangkan impor dari Indonesia mencapai sekitar 201,4 juta Euro, dengan kata lain Indonesia mengalami defisit sekitar 65,8 juta Euro per tahun. Adapun negara mitra utama dagang Austria yaitu Jerman yang mencapai 37,6 persen dari total perdagangan negara itu, disusul Italia 6,2 persen, Swiss 5,2 persen, Tiongkok 5,1 persen, Republik Cheko 3,7 persen, Amerika Serikat 3,1 persen, Prancis 2,8 persen.


  Republika  

5 Faktor Indonesia Jadi 10 Besar Ekonomi Dunia

Sebagai 10 ekonomi besar dunia berdasarkan Purchasing Power ParityFirmanzahJakarta Indonesia telah ditempatkan oleh Bank Dunia sebagai 10 ekonomi besar dunia berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP). Indonesia pun telah sejajar dengan negara-negara yang selama ini tergolong sebagai negara maju.

Staf khusus presiden bidang ekonomi dan pembangunan, Firmanzah mengatakan Indonesia menempati posisi ke-10 dari 177 negara lainnya. Hanya ada tiga negara Asia yang masuk dalam kategori yang sama yakni Tiongkok, India, dan Indonesia.

Dengan penempatan tersebut juga secara tak langsung menunjukkan besaran GDP berdasar PPP, Indonesia lebih besar dari Meksiko, Italia, Belanda, Korea Selatan, dan Australia. Ia mengatakan keberhasilan tersebut didukung oleh lima factor.

□ Pertama, pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan.
□ Kedua, berjalan baiknya sejumlah kebijakan pengendalian inflasi dalam 5-8 tahun terakhir.
□ Ketiga, percepatan pembangunan infrastruktur dan industrialisasi juga meningkatkan penciptaan lapangan kerja dan multiplier effect ke sektor ekonomi lainnya.
□ Keempat, masifnya program pemberdayaan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) sangat membantu tingkatkan purchasing power dan sektor riil.
□ Kelima, stabilitas politik, keamanan dan ketertiban juga terus terjaga dan semakin baik.

“Kelima sektor inilah yang membuat ekonomi terus tumbuh dan meningkatnya daya beli masyarakat, sehingga ekonomi domestik terus ekspansif,” katanya, Senin (5/5).

Firmanzah menyebutkan, indikasi keberhasilan ekonomi Indonesia juga bisa dibaca dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Jumat (2/5) yang secara umum menunjukkan, tren yang positif dan sinyal afirmatif atas penguatan fundamental ekonomi yang terus berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.

“Penguatan fundamental ekonomi nasional di tengah proses penyelenggaraan Pemilu dan sejumlah tekanan eksternal merupakan refleksi kapasitas ekonomi dan bekerjanya sejumlah instrument kebijakan ekonomi yang telah ditempuh selama ini,” terangnya.

Ia mengatakan pemerintah dalam satu dasawarsa tahun terakhir terus mendorong pengendalian dan stabilisasi harga khususnya barang-barang kebutuhan pokok, memastikan ketersediaan pasokan, dan menjamin kelancaran distribusi pasokan baik produksi dan distribusi.
GDP Masuk 10 Terbesar karena Penduduk Indonesia yang BesarArif BudimantaMasuknya Indonesia sebagai negara yang masuk 10 besar negara yang GDP-nya terbesar di dunia perlu mendapat apresiasi.

Direktur Megawati Institute Arif Budimanta mengatakan share GDP Indonesia terhadap GDP dunia berdasarkan data bank dunia, yang mengacu International Comparison Program (ICP) yakni sebesar 2,3 persen.

Negara dengan peringkat tertinggi secara berturut-turut yakni Amerika Serikat(17,1 persen), China (14,9 persen), India (6,4 persen), Jepang (4,8 persen), Jerman (3,7 persen), Rusia (3,5 persen), Brazil (3,1 persen), Perancis (2,6 persen), Inggris (2,4 persen) dan Indonesia (2,3 persen).

Kondisi ini, kata Arif, patut diapresiasi dan disyukuri karena artinya perekonomian Indonesia memiliki kontribusi yang cukup besar. Ini akan bisa meningkatkan posisi tawar di kancah internasional.

Meningkatnya kontribusi Indonesia dalam perekonomian dunia, kata Arif diikuti kondisi ekonomi masyarakat Indonesia juga harus ikut meningkat. Peningkatan kesejahteraan masyarakat harus lebih diutamakan dibandingkan dengan peringkat-peringkat Internasional. "Seringkali kondisi ini tidak mencerminkan kesejahteraan masyarakat secara riil," kata Arif dalam pers rilis yang diterima Republika Online (ROL), Senin (5/5).

Harus diingat bahwa masuknya Indonesia dan beberapa negara kedalam negara dengan share GDP terbesar di dunia ini ditunjang oleh jumlah penduduk yang besar. “jadi jika lebih perhatikan data tersebut, share penduduk kita terhadap jumlah penduduk dunia yakni sebesar 3,6 persen lebih besar dari share GDP. Artinya besarnya GDP kita lebih ditunjang oleh jumlah penduduk yang besar atau dengan kata lain jika melihat GDP perkapita Indonesia nilainya relatif kecil dibandingkan negara lain.”

Hal serupa juga terjadi pada China dan India yang share penduduknya masing-masing 19,9 persen dan 18,1 persen. Perekonomian Indonesia akan lebih hebat jika produktivitas tenaga kerja lebih ditingkatkan, percepatan pembangunan infrastruktur dilakukan, kesempatan berusaha diperluas dan dipermudah. Jika pendapatan perkapita masyarakat meningkat maka kontribusi Indonesia akan semakin hebat di dunia.


  Republika  

Indonesia mampu membuat vaksin anti corona

 Sayangnya, pabrik pembuat vaksin belum bisa digunakan karena dalam proses hukum 

Indonesia mampu membuat vaksin anti corona
Ilustrasi
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono dan Menteri Kesehatan Nafsiah Emboi menegaskan kalau Indonesia bisa membuat vaksin anti Corona. Apalagi Indonesia sudah berpengalaman dalam kasus virus SARS.

Agung Laksono mengatakan, saat ini Indonesia sedang mempertimbangkan untuk memberi bantuan ke pemerintah Arab Saudi.

Sayangnya, pabrik pembuat vaksin yang ada di Indonesia kini belum bisa digunakan karena masih dalam proses hukum.

"Jika bisa dipinjam akan kita usahakan. Terlebih alat-alat tersebut sudah kadarluasa pada bulan Juli mendatang," tegasnya di Kantor Menko Kesra, Jumat 2 Mei 2014.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi juga menegaskan, bahwa sesungguhnya Indonesia mampu membuat vaksin tersebut, namun sampai saat ini belum ditetapkan bahan-bahan dan vaksin tersebut dari WHO.

Kedepanya akan dilakukan kerjasama dengan negara Arab dan lainya dalam pembuatan vaksin.

"Dilihat dari pengalaman kita mampu dalam melakukan pengendalian penyebaran virus flu burung. Maka kita bisa lebih intensif melakukan pengendalian bersama negara lain," tegasnya.(ysw)


  Sindo 

Minggu, 04 Mei 2014

Peringkat Ekonomi Indonesia Masuk 10 Besar Dunia

Jalan Indonesia untuk menjadi negara maju masih panjanghttp://statik.tempo.co/data/2014/04/09/id_279531/279531_275.jpgJakarta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan telah menerima laporan dari Menteri Keuangan Chatib Basri ihwal Bank Dunia yang telah menetapkan peringkat ekonomi negara-negara di dunia tahun ini.

"Alhamdulillah ekonomi Indonesia, oleh World Bank, ditetapkan sebagai ekonomi nomor 10 di dunia," kata SBY, saat meresmikan Rajawali Televisi, di Jakarta Convention Center, Sabtu 3 Mei 2014.

Menurut SBY, peringkat ekonomi Indonesia tahun ini berada di bawah 9 negara, yakni Amerika Serikat, China, India, Jepang, Jerman, Rusia, Brasil, Prancis, dan Inggris. "Tentu ini awal yang baik," ujar mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan ini.

Namun, dia menambahkan, jalan Indonesia untuk menjadi negara maju masih panjang. "Masih banyak yang harus kita benahi, masih banyak permasalahan yang harus kita atasi, di sana-sini masih ada kekurangan kita," ucap SBY.

Menurut dia, segala permasalahan ini bisa diatasi jika semua elemen bangsa memiliki sikap optimistis. "Kalau di antara kita mengatakan, 'Ah, mana bisa Indonesia?' Ubahlah sikap dan pemikiran itu, insya Allah Indonesia bisa," kata SBY.

 Daftar 20 Negara dengan Ekonomi Terbesar di Dunia

Presiden SBY mengatakan Indonesia berada di peringkat ke-10 ekonomi dunia dari Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan World Bank atau Bank Dunia. Peringkat persentase GDP Indonesia terhadap ekonomi dunia memang naik pesat dibandingkan beberapa tahun lalu, peringkat Indonesia naik dari 16 besar menjadi 10 besar.

Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengatakan, capaian ini menunjukkan kebijakan pemerintah dalam ekonomi sudah sangat tepat.

"Artinya ekonomi Indonesia sudah berjalan on track dan kita membuat progres yang sangat signifikan karena beberapa tahun lalu kita di nomor 16," kata Chatib dihubungi detikFinance Minggu (4/5/2014).

Berdasarkan data World Bank dari The 2011 International Comparison Program (ICP), berikut data share (persentase) perekonomian negara terbesar di dunia.

01 United States (AS) 17,1 %
02 China 14,9 %
03 India 6,4 %
04 Japan 4,8 %
05 Germany 3,7 %
06 Russian Federation 3,5 %
07 Brazil 3,1 %
08 France 2,6 %
09 United Kingdom 2,4 %
10 Indonesia 2,3 %
11 Italy 2,3 %
12 Mexico 2,1 %
13 Spain 1,6 %
14 Korea, Rep. 1,6 %
15 Canada 1,6 %
16 Saudi Arabia 1,5 %
17 Turkey 1,5 %
18 Iran, Islamic Rep. 1,4 %
19 Australia 1,1 %
20 Taiwan, China 1 %

Bandingkan dengan posisi 2 tahun lalu di 2012 :

01 United States
02 China
03 India
04 Japan
05 Germany
06 Russian Federation
07 France
08 Brazil
09 United Kingdom
10 Italy
11 Mexico
12 Spain
13 Korea, Rep
14 Canada
15 Turkey
16 Indonesia
17 Australia
18 Iran, Islamic Rep
19 Saudi Arabia
20 Poland


(hen/dnl)



  ★ Tempo | detik  

Sabtu, 03 Mei 2014

★ Daftar Mobil Buatan Mahasiswa Indonesia

Jakarta Selain siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), para mahasiswa di Indonesia juga tidak ingin kalah dalam membuat mobil. Buktinya banyak mobil yang dirakit oleh mahasiswa-mahasiswi dari berbagai Universitas yang ada di seluruh Indonesia.

Bedanya dengan SMK, para mahasiswa ini merakit mobilnya lebih kearah mobil untuk bertanding diajang Shell-Eco Marathon yang digelar setiap 1 tahun sekali.

Nah, mau tahu deretan mobil yang dirakit oleh para mahasiswa itu? Yuk simak ulasannya di bawah ini!

Biko
1. Keris RV dan Kalabia Evo-3 imgUniversitas Indonesia (UI) kembali menunjukkan inovasi dengan meluncurkan dua mobil hemat energi, ramah lingkungan dan ultra-efisien karya para mahasiswa Fakultas Teknik (FT) bernama Keris RV dan Kalabia evo-3.

Mobil tersebut mewakili 2 kategori, pertama Kategori prototype yang kendaraannya berbentuk futuristik yang bertujuan untuk memaksimalkan efisiensi bahan bakar melalui elemen desain yang inovatif.

Sedangkan kategori urban concept lebih memerhatikan desain kendaraan konvensional roda empat yang hemat bahan bakar, sesuai dengan kebutuhan pengemudi saat ini. Keduanya dirancang untuk tujuan yang sama, menempuh jarak terjauh dengan satu liter bahan bakar.
2. Mobil Bimasakti
imgSelain Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada juga memiliki mobil hasil rakitan mahasiswanya. Ya, mobil hasil raitan mahasiswanya bernama Bimasakti UGM. Mobil dengan kapasitas 1 penumpang ini pernah ikut serta dalam ajang Studen Formula Japan pada tahun 2013 lalu.

Bimasakti didesain dengan spesifikasi mesin Honda CBR 600RR dengan modifikasi pada air intake sytem, fuel supply, dan knalpot. Dimensi kendaraan 2.500 mm x 1.100 mm x 1.050 mm menggunakan chain-drive system, air-liquid cooling system dan bodi serat fiber yang dibuat sendiri.

Mobil balap itu pernah ikut lomba akselerasi di Jepang (uji kecepatan mobil dalam jarak 75 meter trek lurus. skidpad (uji kemampuan cornering dalam linkaran menyerupai angka 8), autocross (uji kemampuan dalam melewati 1 lap dengan trk lurus dan slalom), endurance dan fuel ecomony (uji ketahanan dalam 22 lap serta konsumsi bahan bakar).
3. Sapu Angin, Mobil dari ITS
imgInstitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memiliki 2 mobil yang dipamerkan di ajang Shell Eco-marathon (SEM) yakni Urban dan Prototype. Mobil tersebut diberinama Sapu Angin.

Sapu Angin yang bergaya urban memiliki mesin diesel dengan Frame terbuat dari 100 persen Acid Methyl Ester. Mobil ini lah didesain sedemikian rupa sehingga bisa menembus angka 1 liter bensin untuk 1.000 kilometer.
4. 4 Mobil Karya ITS
imgInstitut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) akan unjuk gigi sekaligus mencoba performace 4 mobil hasil karya mahasiswanya dengan menjalani tes jalan ± 700 km.

Keempat mobil yang akan menjalani tes yakni, Empat mobil yang akan mengikuti Tour de Java Mobil Listrik Nasional (Molina), Ezzy 1, Ezzy 2 (mobil listrik), 1 mobil tenaga surya dan Lowo Ireng.

 Ezzy 1 

Mobil listrik buatan ITS yang pernah terbakar dalam perjalanan ke Jakarta tahun lalu kembali menjalani test. "Kelebihan sisi teknologi listrik merah (Ezzy 2) dan putih (Ezzy 1) kita kerjasama dengan Oxford University yang memberikan 1 unit high performance motor yang beratnya ringan tapi dayanya cukup besar 100 KW dengan beratnya 25 Kg dibandingkan dengan motor biasa dengan tenaga 2 kali lipat," kata ketua tim Tour de Java Molina, Nur Yuniarto.

 Ezzy 2 

Dua mobil listrik yang akan menjalani tes performa mampu melahap 100 Km dengan kekuatan baterai yang dimiliki kendaraan. Sedangkan kemampuan charge baterai hanya 3 jam. "Kalau dari spesifikasinya bisa lari 150 Km/jam," imbuh Nur Yuniarto yang juga dosen pembimbing mobil listrik.

 Mobil Tenaga Surya 

Kalau yang mobil tenaga surya dari hasil tes performa mampu berjalan maksimal 90 Km/jam.

 Lowo Ireng 

"Secara teori bisa 250 Km/jam dengan tenaga hampir 300 Hp yang dihasilkan dari mesin 2500 cc ex Mitshubisi. Seluruh disain dan modifikasi kita yang melakukan termasuk ECU yang merupaka hasil karya anak ITS," pungkas Nur.


  ★ detik  

Kapal Surya 'Jalapatih' Ikut Kompetisi di Belanda

Tim ITS merupakan satu-satunya peserta dari ASEANhttp://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_sub/lambang-its-surabaya-_120808194147-189.jpgSurabaya □ Kapal cepat bertenaga solar (sinar surya) yang dinamai "Jalapatih" buatan mahasiswa Sistem Perkapalan ITS Surabaya siap berlaga dalam ajang "Dong Energy Challenge 2014" di Belanda, 27 Juni hingga 5 Juli mendatang.

"Tim ITS merupakan satu-satunya peserta dari ASEAN dan peserta kedua dari Asia bersama China. Tim ITS berangkat ke Belanda pada 20 Juni mendatang, tapi kapalnya dikirim pada minggu depan," kata Ketua Marine Solar Boat Team ITS, Candra Prasetyo Endro, Jumat.

Di sela-sela peluncuran kapal cepat bertenaga surya yang dilakukan Gubernur Jatim Soekarwo bersama Pembantu Rektor I ITS Prof Herman Sasongko itu, salah seorang "driver" Jalapatih itu menjelaskan kapal "Jalapatih" itu sebenarnya sudah dirintis sejak tahun 2012.

"Pembuatan kapal sebenarnya hanya setahun, tapi kami cari sponsor untuk bisa ke Belanda, termasuk solar cell yang kami pakai latihan pun merupakan bantuan dari LEN (BUMN). Kami tidak merancang solar cell, karena nanti akan diberi panitia, tapi desain kapal dan motor penggerak merupakan buatan sendiri," katanya.

Ia menjelaskan lomba yang pertama kali diikuti ITS itu merupakan adu kecepatan kapal bertenaga surya dengan jarak tempuh sejauh 200 kilometer melintasi tujuh provinsi di Belanda. "Kami akan menjajah bekas penjajah," katanya, disambut tawa Gubernur Jatim dan hadirin.

Sementara itu, driver lainnya, Viky Suryanto, menjelaskan kapal yang panjang 5 meter dan lebar 1,5 meter itu memiliki kecepatan 6,5 hingga 8 knot (setara 12 km/jam) dengan daya 1 kwh, namun kapal itu memiliki batere litium berdaya 1,5 kwh.

"Jadi, kapal Jalapatih memiliki daya maksimal 2 kwh dari solar cell dan batere yang ada. Ada 119 batere litium ion (batere khusus solar) yang kami miliki, tapi keunggulan Jalapatih bukan pada solar cell atau batere yang ada, melainkan sistem yang kami rancang," kata mahasiswa semester 4 Jurusan Sistem Perkapalan ITS.

Oleh karena itu, katanya, kemenangan tidak hanya ditentukan kecepatan kapal, melainkan kecerdasan dari "driver" dalam mengatur kecepatan kapal, karena kalau terlalu kencang juga akan membuat batere cepat habis, tapi kalau lambat juga tidak baik.

"Cara kerja kapal bertenaga surya adalah sinar matahari diubah menjadi energi listrik, lalu energi itu disimpan dalam batere khusus dan akhirnya digunakan menggerakkan propeller pada kapal," katanya, didampingi driver lainnya, Ginanjar Basuki.


  Republika  

Jumat, 02 Mei 2014

[Foto] Uji Mobil Listrik Nasional

Ujicoba Mobil Listrik Jakarta Mobil-mobil listrik buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mulai dites menuju Surabaya. Yang menarik mobil-mobil ini tidak menggunakan pelat mobil biasa. Mobil-mobil itu dipasangi pelat nomor bertuliskan 'UJI COBA".
Foto 1 http://images.detik.com/content/2014/05/02/647/ujicoba1.jpgDari kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 9.30 WIV, 2 Molina yakni Ezzy 1, Ezzy 2 dan mobil tenaga surya serta 1 mobil sport Lowo Ireng langsung bergerak menuju Bandung-Yogyakarta-Surabaya. 'Si Lowo Ireng', mobil sport bermesin bensin yang juga irit BBM akan mendampingi mobil-mobil listrik.

Foto 2http://images.detik.com/content/2014/05/02/647/ujicoba2.jpgPelepasan Molina berlangsung sederhana di Kemendikbud. Mendikbud M Nuh berharap uji coba Molina 'Tour de Java' ke Surabaya bisa membuktikan jika Perguruan Tinggi di Indonesia mampu mengembangkan mobil listrik.
Foto 3http://images.detik.com/content/2014/05/02/647/ujicoba3.jpgTour de Java Molina merupakan salah satu bagian dari serangkaian kegiatan pengembangan Molina di ITS.

  detik  

PT DI Akan Bangun Heli Panther untuk TNI AL

Rencana pembelian antara 11-16 unit https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoUsloJElUKxD4WNCBGESC9X5t-yCoiZDYMKOEOyue_UAef_71n3cdlioWqQ3U-FH0dHefLPgAAoz8f0_K26x6H_2o86rc2ZHwwpdIEVSyrP3k7wDX79yex5DqQ5si6JSl4v5huuJ5ctw/s1600/Gelar+Alutsista+8.jpgBandung PT Dirgantara Indonesia akan mendukung keinginan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut menambah kekuatan helikopter antikapal selam. Perusahaan pembuat pesawat dan helikopter lokal itu pun setuju dengan pilihan TNI AL pada helikopter Eurocopter AS565 Panther.

Bahkan PT DI ikut merekomendasikan nama helikopter tersebut ke Kementerian Pertahanan. "Helikopter ini paling cocok untuk TNI AL," kata Direktur Teknologi Penerbangan PT DI Andi Alisjahbana melalui pesan singkat kepada Tempo, Rabu, 30 April 2014.

Alasannya, helikopter Phanter ini sangat cocok dioperasikan di atas dek kapal perang. Bahkan, helikopter ini sudah digunakan oleh pasukan penjaga pantai Amerika Serikat atau US Coast Guard.

Alasan lain, PT DI sudah menjalin kerjasama dengan pabrikan Eurocopter sejak 1974. Saat ini, PT DI memegang lisensi perakitan helikopter produksi Eurocopter Superpuma, Fennec, dan BO 105.

Selain itu, PT DI baru saja mendapat lisensi pembuatan helikopter Dauphin yang belum lama ini sudah diserahkan ke Badan SAR Nasional. "Helikopter Panther itu cuma nama militer dari Dauphin," kata dia. Walhasil PT DI mampu membuat helikopter Panther yang tak jauh beda dengan Dauphin.

Untuk versi militer, Andi melanjutkan, PT Dirgantara Indonesia siap memasangkan alat khusus untuk memburu kapal selam musuh, bernama 'dipping sonar' di helikopter Panther. Alat tersebut merupakan radar pencari kapal selam yang digunakan di dalam air. Sonar ini menangkap suara pergerakan mesin dan baling-baling kapal selam di dalam air.

"Disebut 'dipping' karena alat ini dipasang di helikopter lalu ketika hovering (terbang tanpa bergerak), alat itu diturunkan masuk ke dalam air untuk bisa mendeteksi suara kapal selam," kata dia.

Sayangnya Andi belum mau membicarakan berapa harga helikopter antikapal selam Panther. Namun Sumber Tempo di Kementerian Pertahanan mengatakan harga per unit helikopter Panther senilai US$ 21,27 juta. "Rencana pembelian antara 11-16 unit," kata seorang sumber yang enggan disebut namanya.

  Tempo  

Peristiwa Kelahiran LAPAN


Lapan atau Lembaga Penerbangan dan Antariksa lahir pada tahun 1963. Ada tiga kronologi pembentukan Lapan yaitu Pada 31 Mei 1962 dibentuk panitia Astronautika oleh Menteri Pertama RI, IR. Djuanda selaku Ketua Dewan Penerbangan RI dan R.J. Salatun selaku Sekertaris Dewan Penerbangan RI. Yang kedua pada 22 September 1962 terbentuk Proyek Roket Ilmiah dan Militer Awal (PRIMA) Afiliasi AURI dan ITB. Dan terakhir 27 November diterbitkan Kepres Nomer 236 Tahun 1963 tentang Lapan.

Sputnik 1

Untuk dapat memahami kondisi terbentuknya Lapan, mari kita ke tahun 1957-1958 yg merupakan tahun Geofisika Internasional (International Geophysical Year atau IGY), dimana untuk pertama kali negara-negara sedunia melakukan penyelidikan lingkungan alam secara stimultan dan terkoordinasi. Hasilnya, pada tahun 1957 satelit pertama buatan manusia “Sputnik 1″ berhasil diorbitkan. Satelit Sputnik 1 dengan teknologi sederhana dan kemampuannya pun hanya memancarkan sinyal dengan frekuensi 20,005 dan 40,002 MHz.Sputnik dilontarkan dengan roket dua tingkat R-7 Semyorka Uni Soviet.

R-7 Semyorka

Kejadian tersebut merangsang imajinasi masyarakat dengan demam antariksa. Demam antariksa ditandai dengan timbulnya “gendrang peroketan” serta munculnya kelompok-kelompok bereksperimen salah satunya di Indonesia yaitu mahasiswa dan ABRI.

Sebagai tanggapan atas perkembangan zaman serta merintis aktifitas keantariksaan , pada tahun 1962 Ketua Dewan Penerbangan (alm) Ir. H. Djuanda membentuk Panitya Astronautika yg dusahkan pada 14 Desember dan aktif awal tahun 1963. Kepanitian ini terdiri dari para wakil departemen :
  • AURI oleh Letkol Imam Sukotjo dan Mayor Kirono
  • Perhubungan Udara oleh Ir. Karno Barkah dan Drs M. Sukanto
  • Urusan Riset Nasional oleh Dr The Pik Sin
  • Perguruan tinggi dan Ilmu pengetahuan oleh Prof Sutardi Mangundojo
  • Dan Luar Negeri oleh Mr. Nugroho
Ada 5 tugas pokok yg diberikan termasuk mengejar ketertinggalan Indonesia di antara negara-negara berkembang lainnya dalam hal keantariksaan. Dan perlu diketahui dalam pembatasan-pembatasan di panitia Astronautika terungkap bahwa program IGY negara kita dimasukan dalam kategori “black area” atau daerah hitam. Sementara itu, beberapa negara berkembang seperti India, Pakistan dan Mesir sudah lebih dulu melangkah ke bidang antariksa seperti Mesir yg dibantu sarjana-sarjana Jerman dalam bidang roket balistik dan satelit .

DSC_0267


Pada 22 September 1962 berdiri PRIMA (Pengembangan Roket Ilmiah dan Militer Awal) yg diisi afiliasi AURI dan ITB. Pembentukan PRIMA karena penundaan studi roket Kappa-8 buatan Jepang karena masalah di devisa ekspor. Akhirnya tim PRIMA mengembangkan secara swasembada dan berhasil  membuat Kartika I, roket dengan booster berdiameter 235 mm yg dikerjakan di oleh mesin extrusi milik Pindad. Pembiayaan PRIMA dibebankan pada anggaran belanja AURI. Untuk sistem telemetri Kartika I dikembangkan depot Elektronika AURI Margahayu.

Sementara Kartika I dikerjakan, sebagai pimpinan pertama Lapan adalah Dirjen Lapan Komodor Udara Nurtanio Pringgoadisurjo, Wakil Dirjen Letkol Imam Sukotjo, Wakil II Dirjen Ir. Karno Barkah, Wakil III Dirjen Dr Kusumanto Purbosiswojo dan Wakil IV Dirjen Prof Ir Suhakso.

Roket Kartika

Pembuatan Kartika I menghabiskan waktu selama 7 bulan dan pada 14 Agustus 1964 roket ini meluncur mulus dari Pameungpeuk. Dalam uji cobanya Kartika I hasilnya berhasil merekam siaran satelit cuaca Tiros milik Amerika. Menurut majalah Electronics terbitan Amerika, Indonesia adalah negara kedua setelah India yang berhasil merekam siaran Tiros dengan alat penerima buatan sendiri.

Hideo Itokawa with the Kappa-8L Rocket (1962)

Saat tim PRIMA sedang dibuat sibuk dalam pengerjaan roket Kartika I, upaya mendatangkan teknologi asing yakni Roket Kappa-8 makin menemukan titik kejelasan.  Hubungan baik dengan Prof Dr. Hideo Itokawa-Ilmuwan Jepang perancang pesawat tempur yg kemudian menjadi perintis peroketan Jepang kemudian direstui (alm) Ir. H. Djuanda.

Kappa-8 meluncur pada Agustus 1965 dengan mencapai ketinggian 364 km dan merupakan roket pertama di bumi Indonesia yg berhasil memasuki wilayah antariksa. Roket ini juga memberikan makna lain setelah data ilmiahnya disumbangkan kepada program International Quiet Sun Year (1964-1965).

Berikut adalah sejarah kelahiran Lapan, ada satu kiasan dari mantan Presiden India Abdul Karim (2002-2007) : “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menguasai antariksa”. Visi Lapan yaitu Terwujudnya Kemandirian dalam Iptek Penerbangan dan Antariksa untuk meningkatkan Kualitas Kehidupan Bangsa. Jika nantinya Lapan berhasil mengorbitkan sendiri Satelit karya anak bangsa maka bangsa kita akan diperhitungkan dunia Internasional.

Perbedaan Anggaran Lapan dengan Malaysia dan India

Untuk itu diperlukan komitmen Nasional agar pengembangan ini bisa tercapai baik Pemerintah, Peneliti, Industri Strategis dan tentunya adalah masyarakat Indonesia. Saat ini sebagai penulis saya sangat sedih dengan kenyataan yg terjadi seperti adanya Political Will dalam pengembangan, anggaran yg tidak menunjukan komitmen dan kurangnya pengetahuan masyarakat kita tentang ilmu antariksa. Yuk kita berdoa, semoga para peneliti kita diberikan ketabahan untuk terus mengembangkan dan mengejar ketinggalan kita dan juga menjadikan negara kita sebagai bangsa yg diperhitungkan. Semoga Allah selalu memberikan kesehatan yg baik dan selalu menjaga peneliti kita, Amiieenn…

(Jalo and Friends)


  JKGR  

Kamis, 01 Mei 2014

Indonesia berpotensi jadi pusat perawatan pesawat

Besarnya pertumbuhan industri penerbangan di Tanah Air Jakarta Menteri Perhubungan (Menhub), E.E. Mangindaan mengatakan, Indonesia berpotensi menjadi pusat perawatan pesawat (maintenance, repair, overhaul/MRO) mengingat besarnya pertumbuhan industri penerbangan di Tanah Air.

"Kondisi ini menjadi pasar potensial bagi MRO, mengingat pertumbuhan perusahaan penerbangan ditandai dengan pertumbuhan jumlah penumpang 15--20 persen per tahun dan meningkatnya pemesanan pesawat," kata E.E. Mangindaan dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis.

Untuk itu, ujar dia, Indonesia juga mesti menjamin kualitas pelayanan yang tinggi termasuk sumber daya manusia yang memiliki kompetensi tinggi. Sehingga dalam waktu singkat, Indonesia bisa menjadi pusat MRO regional yang penting di kawasan Asia Pasifik.

Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa saat ini pasar MRO nasional diperkirakan hanya mampu menyerap 30 persen, sementara 70 persen perawatan pesawat di luar negeri.

"Ini menunjukkan kita belum mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri di bidang perawatan pesawat udara," ucap Mangindaan.

Asosiasi Perawatan Pesawat Indonesia (Indonesia Aircraft Maintenance Shop Association/IAMSA) menyatakan Indonesia masih minim tenaga ahli perawatan pesawat yang sebenarnya berpotensi untuk berkembang.

"Teknisi dan tenaga ahli perawatan masih menjadi profesi langka di Indonesia," kata Presiden IAMSA Richard Budihadianto dalam acara Aviation MRO Indonesia 2014 Conference and Exhibition di Jakarta, Selasa.

Menurut Richard, kekurangan teknisi dan tenaga ahli perawatan pesawat juga dapat disebut sebagai isu utama industri perawatan pesawat.

Ia mengingatkan saat ini jumlah teknisi dan tenaga ahli perawatan pesawat di Indonesia diperkirakan di bawah 3.000 orang. Padahal kebutuhan industri perawatan pesawat untuk lima tahun ke depan mencapai 6.000 orang dengan asumsi kapasitas MRO nasional meningkat menjadi 50--60 persen.

Untuk itu, IAMSA menilai perlunya terobosan pemerintah dan pelaku industri MRO guna memenuhi kebutuhan teknisi dan tenaga ahli perawatan pesawat.

"Institusi pendidikan yang ada sekarang hanya mampu menghasilkan maksimal 600 orang teknisi," kata Richard.(M040)

  ★ Antara  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More