blog-indonesia.com

Rabu, 13 Mei 2026

BRIN Kembangkan Teknologi Produksi Kapal

  Perkuat Daya Saing Galangan Nasional (BRIN)

Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan riset teknologi produksi kapal.

Pengembangan ini ditujukan untuk memperkuat daya saing galangan kapal nasional, khususnya galangan kelas menengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) dengan dukungan LPDP pada periode 2022–2025.

Pengembangan riset ini dilatarbelakangi kebutuhan industri galangan nasional untuk meningkatkan efisiensi pembangunan kapal, ketepatan waktu produksi, serta pemenuhan standar mutu.

Selama ini, tantangan yang dihadapi galangan kapal tidak hanya berkaitan dengan kemampuan desain, tetapi juga kesiapan teknologi produksi, perencanaan pekerjaan, pengendalian mutu, dan pengelolaan sumber daya di lapangan.

Dalam kegiatan riset, desain Kapal Mini LNG 36 TEUs digunakan sebagai studi kasus. Desain kapal tersebut merupakan salah satu hasil Prioritas Riset Nasional (PRN) pada era BPPT dan telah memperoleh persetujuan klasifikasi dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).

Dengan status tersebut, desain kapal dapat dijadikan contoh penerapan teknologi produksi kapal yang dapat diadaptasi di galangan nasional.

Ketua tim riset PRTH BRIN, Prof. Buana Ma’ruf, Senin, (12/5), mengatakan bahwa peningkatan daya saing industri galangan nasional memerlukan penguatan aspek teknologi produksi kapal.

Galangan kapal nasional tidak cukup hanya memiliki kemampuan membangun kapal, tetapi juga perlu didukung proses produksi yang terencana, terukur, dan terintegrasi sejak tahap awal pembangunan. Melalui riset ini, BRIN menyusun acuan teknologi produksi yang dapat membantu galangan meningkatkan efisiensi, mutu, dan ketepatan waktu pembangunan kapal,” ujar Buana.

Melalui riset tersebut, BRIN menyusun sejumlah dokumen acuan teknologi produksi kapal yang dapat digunakan galangan dalam merencanakan dan mengendalikan proses pembangunan kapal.

Acuan tersebut mencakup spesifikasi teknis, rencana mutu, pembagian blok pembangunan kapal, urutan pekerjaan, strategi pembangunan, rencana pemeriksaan dan pengujian, pengendalian akurasi penyambungan blok lambung kapal, hingga perencanaan jadwal dan kebutuhan tenaga kerja.

Penerapan rancangan proses produksi dilakukan bersama PT Industri Kapal Indonesia (Persero) atau PT IKI di Makassar. Dari studi kasus tersebut, tim riset berhasil menyusun model perencanaan pembangunan kapal yang lebih terstruktur dan terintegrasi.

Selain itu, hasil riset juga didiskusikan bersama Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) serta sejumlah praktisi galangan kapal nasional.

Keterlibatan mitra industri dilakukan untuk memberikan masukan dan penyempurnaan agar hasil riset dapat diterapkan secara optimal oleh galangan kapal kelas menengah nasional.

Buana menjelaskan bahwa hasil kajian menunjukkan proses pembangunan kapal dapat direncanakan lebih efisien dibandingkan pendekatan konvensional.

Pada studi kasus Kapal Mini LNG 36 TEUs di PT IKI, waktu pembangunan kapal yang semula direncanakan sekitar 16 bulan dapat dipersingkat menjadi 12 bulan melalui penerapan teknologi produksi yang mengintegrasikan pekerjaan lambung kapal dengan perlengkapannya,” ia menjelaskan.

Ia menambahkan, penerapan teknologi produksi kapal juga memungkinkan kebutuhan bahan baku dan tenaga kerja direncanakan lebih baik sehingga pengendalian pekerjaan menjadi lebih terukur.

Dalam praktik pembangunan kapal, pekerjaan ulang kerap terjadi akibat ketidaksesuaian ukuran dan bentuk blok saat proses penyambungan di lapangan.

Oleh karena itu, BRIN juga menyusun acuan pengendalian ketepatan pekerjaan untuk membantu galangan mengurangi potensi pekerjaan ulang, menekan pemborosan waktu, serta menjaga mutu hasil produksi.

Selama pelaksanaan riset, BRIN menghasilkan tujuh dokumen teknis teknologi produksi kapal, tiga kekayaan intelektual berupa satu paten dan dua hak cipta, serta tujuh karya tulis ilmiah.

Melalui riset ini, BRIN mendorong galangan kapal nasional kelas menengah untuk meningkatkan produktivitas, mutu, dan ketepatan waktu pembangunan kapal.

Dengan dukungan teknologi produksi kapal yang lebih baik, galangan nasional diharapkan mampu meningkatkan daya saing di pasar global sekaligus memenuhi kebutuhan kapal niaga di dalam negeri.

  👷 BRIN  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More