⚓️ Berencana bangun kapal Destroyer
KRI BPD 322, Frigate pertama produksi PT PAL (FMI fb)
PT PAL Indonesia terus memperkuat kapasitas industri pertahanan maritim nasional melalui pembangunan berbagai jenis kapal perang. Senior Executive Vice President Transformasi Manajemen PT PAL Indonesia, Agus Santoso, menjelaskan pembangunan kapal perang menjadi fokus utama perusahaan dalam mendukung kekuatan armada laut Indonesia.
Perusahaan galangan kapal milik negara tersebut memproduksi kapal perang yang terbagi dalam dua kategori utama, yakni kapal permukaan dan kapal selam. Selain kapal permukaan, PT PAL juga mengembangkan kapal selam sebagai bagian dari strategi penguatan pertahanan laut.
“Kapal perang itu ada dua jenis, yakni kapal permukaan dan kapal selam atau submarine,” ujar Agus Santoso, Selasa, 10 Maret 2026. Untuk kapal permukaan, PT PAL telah mengembangkan kapal fregat Merah Putih yang menjadi salah satu proyek strategis nasional.
Jumlah kapal tersebut direncanakan tidak hanya satu atau dua unit, tetapi dapat bertambah hingga empat unit dalam beberapa tahun mendatang. “Kapal fregat Merah Putih ini nantinya tidak hanya satu atau dua, tapi bisa sampai empat unit,” katanya.
Selain fregat, PT PAL juga menyiapkan pengembangan kapal perang jenis lain. Ke depan, perusahaan berencana membangun kapal kelas destroyer serta kapal kelas korvet sebagai bagian dari penguatan armada laut nasional.
“Ke depan kita juga akan membangun kapal destroyer, begitu juga kelas korvet dan seterusnya,” ujarnya. Rencana pengembangan tersebut menjadi bagian dari program jangka panjang industri pertahanan nasional.
Sejumlah kapal perang produksi PT PAL Indonesia telah memperkuat armada TNI Angkatan Laut. Di antaranya KRI Raden Eddy Martadinata (331), KRI Semarang (594), dan KRI Halasan (630).
KRI BPD 322, Frigate pertama produksi PT PAL (FMI fb) PT PAL Indonesia terus memperkuat kapasitas industri pertahanan maritim nasional melalui pembangunan berbagai jenis kapal perang. Senior Executive Vice President Transformasi Manajemen PT PAL Indonesia, Agus Santoso, menjelaskan pembangunan kapal perang menjadi fokus utama perusahaan dalam mendukung kekuatan armada laut Indonesia.
Perusahaan galangan kapal milik negara tersebut memproduksi kapal perang yang terbagi dalam dua kategori utama, yakni kapal permukaan dan kapal selam. Selain kapal permukaan, PT PAL juga mengembangkan kapal selam sebagai bagian dari strategi penguatan pertahanan laut.
“Kapal perang itu ada dua jenis, yakni kapal permukaan dan kapal selam atau submarine,” ujar Agus Santoso, Selasa, 10 Maret 2026. Untuk kapal permukaan, PT PAL telah mengembangkan kapal fregat Merah Putih yang menjadi salah satu proyek strategis nasional.
Jumlah kapal tersebut direncanakan tidak hanya satu atau dua unit, tetapi dapat bertambah hingga empat unit dalam beberapa tahun mendatang. “Kapal fregat Merah Putih ini nantinya tidak hanya satu atau dua, tapi bisa sampai empat unit,” katanya.
Selain fregat, PT PAL juga menyiapkan pengembangan kapal perang jenis lain. Ke depan, perusahaan berencana membangun kapal kelas destroyer serta kapal kelas korvet sebagai bagian dari penguatan armada laut nasional.
“Ke depan kita juga akan membangun kapal destroyer, begitu juga kelas korvet dan seterusnya,” ujarnya. Rencana pengembangan tersebut menjadi bagian dari program jangka panjang industri pertahanan nasional.
Sejumlah kapal perang produksi PT PAL Indonesia telah memperkuat armada TNI Angkatan Laut. Di antaranya KRI Raden Eddy Martadinata (331), KRI Semarang (594), dan KRI Halasan (630).
👷 RRI
0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.