blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Kamis, 21 Desember 2023

RI Genjot Bensin Campur Tebu & Singkong Cs

 Biodiesel Sukses 
https://akcdn.detik.net.id/visual/2022/11/04/presiden-joko-widodo-secara-resmi-memulai-program-bioetanol-tebu-untuk-ketahanan-energi-yang-digelar-di-pabrik-bioetanol-pt-en_169.jpeg?w=715&q=90(Dok. Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden) 💡

K
ementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini tengah getol menggenjot pengembangan bioetanol sebagai campuran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin. Bahkan pada 2026 mendatang, ditargetkan campuran Bahan Bakar Nabati (BBN) bioetanol ke dalam BBM jenis bensin dapat mencapai 10% (E10).

Direktur Bioenergi EBTKE Kementerian ESDM, Edi Wibowo, mengatakan program campuran bioetanol dilakukan setelah pemerintah sukses menjalankan program pencampuran BBN jenis biodiesel ke dalam minyak Solar sebesar 35% (B35).

Edi menjelaskan, saat ini roadmap penerapan mandatory bioetanol masih mengacu pada Peraturan Menteri ESDM No. 12 Tahun 2015 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 32 Tahun 2008 tentang Penyediaan, Pemanfaatan Dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Sebagai Bahan Bakar Lain.

Oleh sebab itu, saat ini Kementerian ESDM tengah menyusun revisi atas Peraturan Menteri ESDM tersebut. Dengan revisi ini, nantinya bioetanol akan dijadikan BBM non-Public Service Obligation (PSO) atau non-subsidi.

"Mandatory bioetanol diharapkan untuk non-PSO, sekarang kita biodiesel kan ada insentifnya, untuk bioetanol kita akan fokuskan pengembangan non PSO-PSO nya dan nanti akan dilakukan secara bertahap secara clustering dengan mempertimbangkan kesiapan produksi dan juga distribusi secara nasional," kata Edi dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia, Rabu (20/12/2023).

Meski demikian, ia mengaku pengembangan bahan baku bioetanol di dalam negeri masih berkutat pada persoalan pasokan bahan baku. Pasalnya, saat ini pemerintah masih mengandalkan bahan baku seperti tebu atau gula untuk pembuatan bioetanol.

Sementara, bahan baku pembuatan bioetanol sejatinya tidak hanya terbatas pada komoditas tebu. Karena itu, pihaknya akan melihat potensi dari tanaman lainnya yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol pengganti tebu.

"Ke depan kita juga perlu mendiversifikasi bahan baku seperti sorgum kemudian singkong, jagung dan sebagainya. Seperti negara negara lain yang maju kan Amerika kemudian Brasil itu kan juga dengan tebu dan jagungnya. Sebenarnya kita negara tropis sangat mungkin dikembangkan tanaman lain," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Soemitro Samadikoen, tak menampik pemanfaatan tebu sebagai bahan baku untuk pembuatan bioetanol menjadi peluang yang cukup bagus, terutama bagi para petani tebu. Namun demikian, pemerintah juga perlu melihat potensi dari tanaman lainnya.

"Saya juga mendapatkan kabar dari kawan di NTT ada tanaman-tanaman kemiri juga yang itu bisa dan itu setelah kita konsultasikan di Kementerian Pertanian itu bagus juga, tinggal niat kita serius atau tidak," kata Soemitro beberapa waktu lalu.

Senada, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha, juga memandang bahwa bahan baku untuk pembuatan bioetanol sejatinya tidak hanya bergantung pada molases tebu saja. Produk bioetanol sendiri dapat diekstrak dari tanaman lainnya seperti sorgum salah satunya.

"Saya sepakat dengan Pak Soemitro, tidak cuma hanya molases sebetulnya. Kalau kita melihat tanaman-tanaman lain yang bisa sebagai substitusi daripada etanol, seperti misalkan sorgum itu juga bisa menjadi salah satu apa contoh yang kita bisa kembangkan," kata dia.

Menurut Satya, produksi bioetanol di dalam negeri sendiri saat ini jumlahnya baru sekitar 40 ribu kiloliter (KL) per tahun. Artinya, apabila hanya mengandalkan molases tebu, perlu adanya penambahan areal lahan baru perkebunan tebu guna memenuhi kebutuhan untuk produksi bioetanol.

"Jadi di samping kalau kita masih mempertahankan penggunaan tebu, ya memang luas lahan itu merepresentasikan jumlah daripada molases ke depannya," ujarnya. (wed/wed)

 Tekan Impor BBM Jutaan KL 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimistis produksi bioetanol yang berasal dari tebu sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin di dalam negeri dapat menekan impor produk BBM.

Direktur Bioenergi EBTKE Kementerian ESDM, Edi Wibowo mengatakan hingga saat ini produksi bioetanol di Indonesia baru sekitar 40 ribu kiloliter (KL) per tahun. Adapun pada 2030 mendatang Indonesia mempunyai target produksi bioetanol yang berasal dari tanaman tebu hingga 1,2 juta KL.

Oleh karena itu, dengan RI berhasil mengembangkan bioetanol sebagai campuran pada BBM jenis bensin, maka hal tersebut akan berdampak pada menurunya impor produk BBM. Pasalnya konsumsi BBM jenis bensin pada tahun 2022 saja telah mencapai 35,8 juta kilo liter (KL).

"Jadi lebih dari 60% atau sekitar hampir 22 juta kl itu masih impor. Kalau nanti kita gunakan bioetanol tadi semaksimal mungkin paling tidak bisa mengurangi yang 22 juta kl tadi," ujarnya dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia, Rabu (20/12/2023).

Edi pun berharap agar kebijakan mandatori biodiesel dapat diterapkan juga pada program campuran bioetanol pada BBM jenis bensin. Adapun guna mendukung keberlanjutan mandatori bioetanol, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol Sebagai Bahan Bakar Nabati (Biofuel).

"Dari situ diharapkan ada penambahan luas areal untuk tebu dan peningkatan produktivitasnya dan perbaikan kualitas tebu. Kemudian kita usahakan diversifikasi tanaman penghasil bioetanol. Kita tahu bahwa terkait dengan bioetanol sendiri itu tanaman-tanaman penghasil karbohidrat seperti padi seperti jagung, singkong, dan sorgum itu kita upayakan," ujarnya. (pgr/pgr)

  💡 CNBC  

Rabu, 20 Desember 2023

Dankormar Kunjungi Industri Pertahanan Alutsista PT Sentra Surya Ekajaya

Dankormar Kunjungi Industri Pertahanan Alutsista Anak Bangsa Bidang Kendaraan Militer di PT Sentra Surya Ekajaya (twitter marinir_tni_al)

PT
Sentra Surya Ekajaya merupakan industri pertahanan alutsista anak bangsa di bidang kendaraan militer.

Yang merancang dan memproduksi kendaraan tempur (Ranpur), Kendaraan Taktis (Rantis) dan Kendaraan Khusus (Ransus).

Kali ini Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CMRP., melaksanakan kunjungan ke PT Sentra Surya Ekajaya.

Dankormar didampingi oleh Wakil Komandan Korps Marinir (Wadan Kormar) Brigjen TNI (Mar) Suherlan.

Kunjungan ini dilaksanakan pada hari Rabu 19 Desember 2023, di PT. Sentra Surya Ekajaya (PT.SSE). Di jalan Arya Kemuning, Kampung Pengasinan Periuk Jaya, Kota Tangerang, Banten.

Dalam kunjungan ini turut hadir Asintel Dankormar Kolonel Marinir Ena Sulaksana, Asops Dankormar Kolonel Marinir Nanang Saefulloh, S.E., M.M.

Selain itu ada Aslog Dankormar Kolonel Marinir Tri Subandiyana, S.H., Kadismat Kormar Kolonel Marinir Agus Taruna, S.E.

Dan Kadispen Kormar Kolonel Marinir Bambang Dilianto, S.E., M.Tr.(Hanla)., Koorsmin Dankormar Letkol Marinir Tri Yudha.

(twitter marinir_tni_al)
Pertahanan alutsista anak bangsa ini diantaranya type P2 Komando, P2 APC serta P2 KM dan P6 ATAV.

Dengan aneka variantnya yang kini sudah dipergunakan serta menjadi peralatan pertahanan Korps Marinir khusus dan TNI pada umumnya.

Kunjungan ini membicarakan tentang diskusi mengenai pencapaian saat ini serta pengembangan untuk menuju industri pertahanan dalam negeri masa depan yang maju serta strategis.

Setelah itu Dankormar mengunjungi kegiatan fabrikasi mulai dari parts inpection, pembuatan komponen, perakitan akhir hingga quality inpection produk jadi.

Dalam rangkaian kunjungan Komandan Korps Marinir didampingi Wadan Kormar disambut langsung oleh Dirut PT Sentra Surya Ekajaya.

Mulai didirikannya PT Sentra Surya Ekajaya telah berkomitmen dan berhasil memproduksi dan mengembanngkan berbagai jenis kendaraan tempur.

Selain itu juga kendaraan taktis multi misi untuk memenuhi kebutuhan kendaraan militer, baik konsumsi TNI AD khususnya atau TNI pada umumnya.

P2 merupakan kendaraan tempur lapis baja buatan PT Sentra Surya Ekajaya.

(twitter marinir_tni_al)
Diketahui Ranpur P2 memiliki desain yang mirip dengan Panhard VBL 4x4 buata Prancis.

Yang saat ini digunakan oleh aperusahaan Kavaleri TNI AD pada tahun 2004. Ada 2 unit P2 Pakci produksi untuk SAT-81 Gultor.

P2 dilengkapi dengan turret semi terbuka yang bisa dipasang pada GPMG kaliber 7,62 mm atau dudukan minim FN 5,56 mm.

Menyandang gelar lapis baja untuk seluruh bodi, termasuk kaca yang dikatakan mampu menahan benturan proyektil kaliber 7,62 mm.

P2 varian APC ini berasal dari Indonesia, memiliki berat 3.520 kg atau 7.760 pon (kosong).

Jika mode tempur P2 varian APC ini memiliki berat 4.500 kg atau 9.900 pon.

Memiliki panjang 3.890 mm, Lebar 2.010 mm, Tinggi 1.950 mm. Bisa dikendarai 2+2 pasukan.

Dilengkapi dengan senapan mesin kaliber 7,62 sampai 12,7 mm. Jenis mesin turbi diesel 130 tenaga kuda (97 kW).

Kecepatan 130 km perjam (81 mph), versi P2 ada 5 yaitu P2 Pakci, P2 Commando, P2 Commando 2, P2 APC dan P2 KM.***

 
Zona Jakarta  

Selasa, 19 Desember 2023

PT Pindad Jalin Kerjasama di Bidang Alutsista

Tandatangani MoU dengan Norinco(Pindad) ★

D
irektur Utama PT Pindad, Abraham Mose bersama Vice Chairman Norinco, He Jiwu menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait Kerjasama di Bidang Alutsista dan Produk Komersial pada Jumat, 15 Desember 2023 di Auditorium PT Pindad, Bandung. Penandatanganan MoU ini diisaksikan oleh Direktur Komersial, Atih Nurhayati, VP Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Bisnis (P3B), Yayat Ruyat dan Deputy Director of Military Product Norinco, Lan Yong beserta jajaran delegasi Norinco.

Abraham Mose dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi Norinco ke PT Pindad. Abraham kemudian berharap agar kerja sama ini dapat berkembang sehingga dapat mencapai tujuan bagi masing-masing pihak.

Pindad merupakan salah satu perusahaan BUMN yang memproduksi produk pertahanan & keamanan. Selain persenjataan, kendaraan khusus, dan amunisi, kami memperluas lini bisnis kami dalam memproduksi produk industrial. Dari pertemuan ini, kami harap dapat menghasilkan diskusi yang komprehensif sehingga mencapai kerjasama kedepannya. Kami juga terbuka untuk berbagai masukan agar terciptanya hubungan yang lebih baik,” jelas Abraham.

Medium Tank Harimau [Kompas] ★

Vice Chairman Norinco, He Jiwu dalam menyampaikan rasa bangga memiliki kesempatan untuk memimpin delegasinya berkunjung ke PT Pindad. Ia menyebutkan bahwa Norinco bersama Pindad dapat menciptakan kerjasama yang luas di berbagai sektor.

Pindad memiliki kesan mendalam untuk kami. Pindad merupakan salah satu perusahaan pemasok berbagai kebutuhan untuk kesatuan militer. Saya percaya bahwa kedepannya akan banyak kolaborasi yang dapat kita lakukan. Selain kebutuhan militer, kita juga dapat memperluas kolaborasi di beberapa area seperti energi, pertambangan, dan lain-lain,” tuturnya.

Setelah mendengarkan sambutan dan pemaparan video profil dari masing-masing perusahaan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi, penandatanganan MoU serta foto bersama.

 
Pindad  

Senin, 18 Desember 2023

BRIN-PT Pindad Tandatangani Kerja Sama Lisensi 7 Paten Teknologi Roket RHAN 122B

➶ Akan diproduksi oleh PT Pindad (BRIN)
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan PT Pindad melakukan penandatanganan kerja sama lisensi teknologi roket RHAN 122B di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Kamis (14/12). Penandatanganan itu dilakukan oleh Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R Hendrian dengan Direktur Utama PT Pindad yang diwakilkan oleh Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad, Sigit P Santosa.

Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi, R Hendrian menyampaikan apresiasi kepada para inventor dan periset dari Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa. "Terima kasih banyak. Desember tahun 2023 ditutup dengan manis dengan menyelesaikan tujuh lisensi. Walaupun saya dengar cerita, diskusinya juga cukup panjang," terangnya.

Dikatakan Hendrian, adanya kerja sama lisensi ini merupakan salah satu contoh baik dari success story kegiatan riset yang sudah dikembangkan selama hampir 10 tahun. Namun demikian, terpenting riset dilakukan secara konsisten dan menjawab kebutuhan konkret yang ada di lapangan.

"Jadi ini mungkin merupakan salah satu contoh baik. Contoh baik sari success story kegiatan hampir 10 tahun. Saya kira memang riset seperti itu, dan itu berhasil dari RHAN 122 kemudian ini masuk ke yang 122B. Dan sudah memenuhi apa yang dipersyaratkan dan performanya baik," ungkapnya.

Lebih jauh, Hendrian menyebutkan bahwa BRIN mendorong basis riset dengan melakukan hilirisasi, yang diikuti dengan lisensi, alih teknologi, dan juga training. Hal ini untuk membangun ekosistem riset dan inovasi di Indonesia.

"Saya berharap setelah ini akan keluar output-output riset lain yang bukan hanya dihasilkan oleh periset kita saja. Tetapi juga diterima, diakui, dan digunakan oleh mitra industri, sehingga kebermanfaatannya bisa lebih dirasakan," katanya.

Rhan 122B
Hendrian berharap, dari kerja sama lisensi ini dapat mewujudkan tercapainya cita-cita kemandirian dalam penguasaan teknologi roket yang telah dirintis melalui program Konsorsium Roket Nasional. Roket RHAN 122B yang akan diproduksi oleh PT Pindad diharapkan dapat memberikan nilai tambah nasional menuju kemandirian pada program peroketan domestik, terutama di sektor industri pertahanan nasional, sehingga Indonesia kembali menjadi negara yang disegani kekuatan militernya.

"Semoga semakin banyak produk riset dan inovasi BRIN yang mampu untuk dihilirisasi oleh mitra industri, sehingga nantinya mampu menggerakan roda perekonomian berbasis hasil riset dan Inovasi dalam upaya meningkatkan daya saing serta kemandirian bangsa demi menuju Indonesia yang berdaulat dan bermartabat," ungkapnya.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad, Sigit P Santosa mengatakan bahwa terwujudnya kerja sama ini merupakan bukti dukungan riil dari pemerintah yang berpihak terhadap pengembangan industri nasional. Maka, kami dari PT Pindad menyambut dan menjadi mitra yang harus melaksanakan ini dan tentunya ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

"Tentunya ini milestone yang harus kita dukung. Jadi saya pernah di dua sisi. Pernah di sisi peneliti lalu direktur perusahaan. Jadi saya memahami sekali bagaimana sulitnya menjual inovasi kita. Kami tidak menutup mata hal seperti ini belum menjadi suatu best practice di sebuah BUMN bagaimana kita menghargai hasil riset," ungkapnya.

Dikatakan Sigit dia memahami proses riset yang tidak mudah. Sehingga dengan adanya lisensi dan royalti, dia berharap dapat mendorong kemampuan periset untuk menghasilkan riset dan inovasi terbaik. Dia pun menjelaskan mengenai rencana PT Pindad ke depan. Diharapkan dengan adanya kerja sama ini tidak menutup kemungkinan akan berlanjut dengan kerja sama lainnya. (jml)

  BRIN  

Minggu, 17 Desember 2023

Boeing Kunjungi KKIP

Bahas potensi ofset dan penandatanganan nota kesepahaman pengadaan pesawat F-15 https://www.airspace-review.com/wp-content/uploads/2019/03/F-15X-e1590402875564.pngIlustrasi F15 EX [Boeing

Perusahaan dirgantara dan pertahanan kenamaan asal Amerika Serikat, Boeing, menyambangi kantor KKIP, Gedung D.I. Panjaitan Kemhan, Jakarta Pusat pada Senin, 25 September 2023, pukul 13.00 WIB.

Delegasi Boeing dipimpin oleh Mr. Ian Smith (Manajer Senior Kemitraan Strategis Internasional Boeing) dan ditemani oleh Mr. Dale McDowall (BDS VP of Business Development of Southeast Asia), Mr. Zaid Alami (Boeing Country Managing Director), dan Mr. Landry Haryo Subianto (Boeing Indonesia Head of ASEAN and Indonesia Government Relations).

Kabid Alih Teknologi dan Ofset KKIP, Dr. Yono Reksoprodjo, DIC., menerima langsung delegasi Boeing di ruang rapat KKIP, didampingi oleh Koorsahli KKIP Laksda TNI (Purn) Dr. Mulyadi, S.Pi, dan Staf Ahli Bidang Penganggaran Ir. Gatot Tetuko.

Pertemuan tersebut membahas tentang potensi ofset sehubungan dengan penandatanganan nota kesepahaman pengadaan pesawat F-15 beberapa waktu lalu. Boeing menjanjikan beberapa nilai tambah yang dapat diperoleh Indonesia sesuai dengan skema imbal dagang, kandungan lokal, dan ofset yang berlaku menurut ketentuan perundang-undangan Indonesia.

Dr. Yono Reksoprodjo menyarankan agar penerima manfaat dari kemitraan Boeing di dalam negeri diperluas hingga ke badan-badan usaha swasta yang memiliki banyak potensi. Hal lainnya yang juga menjadi perhatian adalah implementasi ofset pooling Boeing di Indonesia.

Rapat berlangsung hangat antara kedua belah pihak. Delegasi Boeing mengatakan bahwa pertemuan tersebut sangat menjawab kebutuhan informasi yang mereka perlukan. Rapat ditutup pukul 15.00 WIB.

  KKIP  

Sabtu, 16 Desember 2023

Uji Tembak Rudal Merapi dengan Teknologi Bidik Canggih

⦾ Cepat dan Tepat Uji Tembak Rudal Merapi dengan Teknologi Bidik Canggih CIRNOV UAD (Dok. Istimewa)

Sejak tahun 2016 hingga sekarang, Pusat Riset Center for Integrated Research and Innovation (CIRNOV) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) konsisten melakukan uji tembak rudal, salah satunya Rudal Merapi. Tahun 2023 ini, Rudal Merapi yang diberi kode Rupi E2–2023, dilakukan di Lapangan Tembak Air Wepon Range (AWR) TNI AU, Pandangwangi, Lumajang, Jawa Timur, pada Jum’at–Ahad, 1-3 Desember 2023.

Rudal hasil kerja sama antara Pusat Riset CIRNOV UAD dan PT Dahana diuji untuk mengevaluasi teknik pembidikan, sistem keamanan penembakan rudal, aspek pengenaan dan, performansi dari rudal. Pada uji tembak ini, digunakan Flare sebagai sumber radiasi sinar infra merah yang diangkut oleh Hexacopter (drone besar) dengan kapasitas angkut hingga 16 kg, untuk jarak tembak lebih dari 1000 m.

Selain tim dari CIRNOV UAD, PT Dahana, dan BRIN. Hadir peninjau dari Kepala Pusat Iptekhan Kemenhan, Marsma Arief Hardoyo, Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU, Kolonel Anang B, Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbangad), Letkol Inf Edi Sujarwoko, dan Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat TNI AD.

 Teknologi Night Vision 
Rudal Merapi dengan Kode Rupi E2–2023 itu dilengkapi dengan teknologi terbaru dalam bidik sasaran, yakni Night Vision. Teknologi ini memungkinkan pesawat terbang maupun drone yang menjadi sasaran dapat dibidik dan dikunci dengan cepat.

Penggunaan Teleskop jarak jauh memungkinkan Petembak Rudal Merapi (Missile Gunner Rudal) dapat mengarahkan peluncurnya, siang maupun malam hari, dengan nyaman. Prosesnya dimulai dengan informasi tentang adanya obyek terbang di posisi tertentu, kemudian dengan cepat petembak dapat mengarahkan teknologi Alat Bidik untuk segera mengunci sasaran.

Saat sasaran terkunci, sistem penembakan didesain dengan tingkat keamanan yang sangat baik melalui serangkaian switch yang sudah terintegrasi antara isyarat penguncian sasaran, pelatuk penembakan, pencetus roket pendorong, waktu untuk teknik pengamanan fuze warhead dan fitur lainnya.

 Akurasi Bidik Sasaran Rudal Merapi 
Rudal Merapi, sebagaimana rudal-rudal panggul lainnya (Manpads), dirancang untuk mengejar dan menghancurkan sasaran di udara. Rudal Merapi didesain agar dapat mengejar radiasi sinar infra merah yang dihasilkan oleh mesin pesawat atau bagian lain yang memungkinkan ditangkap oleh sensor (unit penjejak atu seeker) yang dipasang pada ujung rudal.

Pada peningkatan akurasi bidikan sasaran, dimungkinkan Rudal Merapi melesat menuju sasaran dan tidak mudah dikecoh oleh berbagai obyek pengecoh yang sengaja dilemparkan oleh pesawat, termasuk obyek-obyek lain di sekitar tempat penembakan. Perbedaan utama antara roket dan rudal secara umum terletak pada komponen sistem pengendali (guidance system) pada rudal (roket sebagai pendorong), sedangkan pada roket tidak ada komponen semacam itu.

Roket bekerja berdasarkan sudut elevasi tertentu dan bergerak secara stabil menuju sasaran, sementara rudal didesain agar setelah ditembakkan, sirip depan (canard) akan bergerak secara terprogram membuat arah rudal berubah mengejar sasaran dengan lintasan yang bergerak secara dinamis. Kendali rudal juga dinilai sangat kompleks selama penerbangan, karena rudal melakukan berbagai gerakan seperti rolling (berputar), pitching (mengangguk), dan yawing (menggeleng) secara bersamaan dengan perubahan posisi sumbu dan penurunan berat rudal.

 Perjalanan Rudal Merapi 
Rudal Merapi telah mengalami banyak penyempurnaan dari desain awal yang sederhana. Mulai dari penggunaan peluncur berupa rel menjadi tabung yang memungkinkan lipatan sirip rudal untuk dimasukkan sebelum ditembakkan. Teknik bidikan manual juga dikembangkan menggunakan teleskop digital untuk penembakan di siang maupun malam hari.

Saat ini, Rudal Merapi sudah menggunakan remote peluncur untuk memudahkan Petembak Rudal, cukup mengendalikan dengan Joystick layaknya seorang gamer dalam membidik sasaran serta dilengkapi tombol yang aman dan nyaman.

Sementara kandungan lokal yang tinggi pada Rudal Merapi adalah hasil dari desain sendiri, bukan melalui proses reverse engineering, dengan merujuk pada kemampuan dan komponen yang tersedia. Kemandirian dalam pembuatan ini menjadi keunggulan negara jika terjadi embargo atau kebijakan pembelian dari luar negeri. Hal ini tidak hanya mencakup aspek kerahasiaan, tetapi juga harga yang jauh lebih terjangkau serta kemudahan dalam perawatan dan ketersediaan suku cadang.

Prof. Hariyadi, Project Leader sekaligus Kepala CIRNOV UAD, menyampaikan bahwa penyempurnaan akan selalu dilakukan agar kualitas produk riset itu dapat memenuhi standar industri pertahanan dan keamanan (hankam) dan digunakan oleh TNI sebagai suatu persembahan anak bangsa kepada negara Indonesia tercinta. (Doc)

  UAD  

Jumat, 15 Desember 2023

Danpushidrosal Awali Upacara Peletakan Lunas Kapal BHO Ocean Going

⚓️ Di Batam Kapal Bantu Hidro-Oseanografi Ocean Going (BHO) dengan panjang 105 meter yang dibuat di PT Palindo Marine, Batam (Ist)

Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Budi Purwanto mengawali Upacara Peresmian Peletakan Lunas Kapal BHO (Ocean Going) di PT Palindo Marine Batam, Kamis (14/12/2023).

Danpushidrosal secara simbolis melakukan pengelasan pada pelat material lambung kapal. Acara kemudian dilanjutkan oleh Sekretaris Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Heru Sudarmanto mewakili Pejabat pembuat Komitmen (PPK), menandatangani Protokol Penyelesaian Upacara Peletakan Lunas.

Upacara Peresmian Peletakan Lunas ini menjadi langkah awal untuk menciptakan kapal BHO yang akan menjadi salah satu kekuatan strategis bagi Indonesia di dunia maritim dan menandai komitmen penuh Indonesia untuk mengembangkan kemandirian dalam industri maritim dan meningkatkan kehandalan keamanan laut serta menunjukkan kepada dunia Internasional kemampuan unsur TNI Angkatan Laut di bidang pertahanan dan riset kelautan setelah sebelumnya sukses dengan KRI Rigel-933 dan KRI Spica-934.

Dalam sambutan Sekretaris Baranahan Kemhan mengatakan, peran penting yang akan diemban oleh Kapal BHO (Ocean Going) serta harapan beliau kepada pihak Abeking & Rasmussen maupun PT Palindo Marine untuk memaksimalkan kerja sama selama proses pembangunan Kapal BHO sehingga kapal ini nantinya dapat diterima tepat waktu dan tepat mutu.

Kemhan selaku pemesan dan pemegang kontrak pengadaan kapal dengan Abeking & Rasmussen Jerman yang bekerja sama dengan galangan Kapal PT Palindo Marine Batam sebagai bagian dari Transfer of Technology (ToT) untuk membangun kapal BHO (Ocean Going) agar dalam proses pembangunan kapal tersebut dapat diterima tepat waktu dan tepat mutu.

Pengadaan Kapal BHO (Ocean Going), sebagai bagian dari langkah strategis Kementerian Pertahanan, menjadi proyek berdurasi 3 tahun yang dimulai sejak Januari 2023 hingga Desember 2025, tahapan proyek mencakup berbagai kegiatan seperti Main Ships Design Plan Review, Starting of Steel Cutting, Keel Laying, Launching, Shipnaming, Comissioning, Harbour Acceptance Test, Sea Acceptance Test, Crew Training, dan diakhiri penyerahan Kapal BHO kepada pihak pemerintah RI di akhir 2025.

Kapal BHO (Ocean Going) yang diperuntukan Pushidrosal tersebut dalam hal survey, pemetaan dan deteksi bawah air maupun untuk kapal riset ini memiliki panjang 105 meter, lebar 17,4 meter dan draft kapal 4,5 meter dengan kapasitas 90 kru dan kecepatan 16 knot dan akan dilengkapi dengan teknologi yang lebih canggih dari kapal yang ada saat ini.

Hadir dalam peletakan lunas kapal BHO tersebut antara lain pejabat utama Kementerian Pertahanan RI, Waaslog Kasal, Kadismatal, Kadislaikmatal, staf Dismatal, Staf Disadal, staf Kemhan dan perwakilan Pushidrosal antara lain Aslog Danpushidrosal Kolonel Laut (T) Irwan Harjunadi, Dansatsurvei Pushidrosal Kolonel Laut (P) B. Dwiadji Gultom serta perwakilan Lantamal IV Batam.@Red

 ⚓️  Klik 7 TV  

Kamis, 14 Desember 2023

Prabowo Sebut Tambahan 12 Radar Militer untuk TNI AU Dibeli dari Ceko

Radar Thales GM400 Alpha (Thales) 📡

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto mengatakan, tambahan 12 radar militer untuk TNI Angkatan Udara (AU) dibeli dari Republik Ceko.

Kalau enggak salah dari Ceko, dari Ceko ya,” kata Prabowo usai prosesi serah terima lima unit pesawat angkut ringan NC-212i kepada TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (12/12/2023).

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengatakan bahwa suatu negara harus memiliki pertahanan yang kuat.

Diketahui, Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengungkapkan bahwa TNI AU merencanakan pengadaan 25 radar baru untuk ditempatkan di sejumlah titik untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia.

"Ke depan ada rencana pengadaan sebanyak 13, ditambah 12, jadi 25 radar baru," kata Fadjar saat berbicara bersama para pemimpin redaksi di Mabes TNI AU (Mabesau), Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (4/12/2023), dikutip dari Antaranews.

Fadjar mengatakan, jumlah radar yang ada saat ini belum mencakup seluruh wilayah Indonesia.

Radar GCI LEN

Nantinya, sejumlah radar yang didatangkan akan menggantikan yang sudah tak berfungsi maksimal. Kemudian, sebagian lagi akan ditempatkan di titik baru.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah memesan 13 radar jarak jauh Ground Master 400 Alpha (GM400a) produksi perusahaan asal Perancis, Thales untuk keperluan TNI AU.

Kemenhan yang beli, nanti yang operasionalnya di TNI AU,” kata Wakil Menteri Pertahanan Muhammad Herindra saat ditemui di Kantor Kemenhan, Jakarta Pusat pada 19 Juni 2023.

Dalam kesepatakannya, Herindra menyebutkan bahwa akan ada transfer of technology (ToT) yang dilakukan antara Perancis dan Indonesia.

Nanti ToT-nya sama PT Len Industri,” ujar Herindra.

  📡
Kompas  

Rabu, 13 Desember 2023

PT DI Bidik Pasar Thailand untuk Penjualan NC-212i

NC212i produksi Bandung dengan propeler baru (PTDI) 

PT Dirgantara Indonesia (DI) membidik Thailand untuk memperluas cakupan penjualan pesawat angkut ringan NC-212i di pasar Asia Tenggara.

Direktur Utama PT DI Gita Amperiawan saat ditemui di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa, menyebut ada potensi untuk menjual delapan pesawat NC-212i ke Thailand.

"Potensi kami ke MOAC (Kementerian Pertanian dan Koperasi Thailand) 8. Ada potensi lagi, sementara kami bidik Thailand," kata Gita saat ditemui selepas acara serah terima lima pesawat NC-212i dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI ke TNI Angkatan Udara di Lanud Halim Perdanakusuma.

Dia melanjutkan pesawat NC-212i selain dibeli Pemerintah RI juga oleh Filipina dan Vietnam. "Filipina (membeli) enam, dan sebelumnya tiga. Jadi ada sembilan," ungkap Direktur Utama PT DI.

Dia menambahkan sejauh ini Vietnam membeli tiga unit. Pemerintah RI melalui Kementerian Pertahanan memesan sembilan pesawat NC-212i dari PT DI yang lima di antaranya telah rampung dan diterima oleh TNI AU. Tiga lainnya, Gita menyebut, dijadwalkan rampung pada 2024, dan satu unit terakhir pada Maret 2025.

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyerahkan secara langsung lima unit pesawat NC-212i buatan PT Dirgantara Indonesia (DI) ke TNI Angkatan Udara di Base Ops Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa.

Dalam acara itu, dia memimpin prosesi serah terima pesawat, di antaranya penyiraman air kembang di atas moncong pesawat.

Lima unit NC-212i itu bakal memperkuat Skuadron Udara 4 Wing Udara 2 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Pesawat NC-212i yang dibuat oleh PT DI (Kemhan)
Menhan RI, saat sesi jumpa pers, menyebut tingkat komponen dalam negeri (TKDN) NC-212i, yang sebagian besar perangkat-nya dibuat dan dirakit dalam negeri, sebesar 40 persen.

Terkait itu, Direktur Utama PT DI menjelaskan beberapa yang belum dibuat di dalam negeri antara lain mesin, propeller, dan sistem avionik pesawat. "Kita yang belum engine, propeller, itu yang besar content-nya," ucap Gita.

Walaupun demikian, PT DI berniat menjajaki kerja sama yang dapat meningkatkan kemampuan perusahaan membuat sistem avionik pesawat sendiri. "Kami baru mulai akan meningkatkan TKDN di avionik," kata dia.

Menhan RI dalam acara penyerahan lima unit NC-212i pun memuji pencapaian PT DI yang mampu membuat pesawat di dalam negeri. Prabowo juga menyinggung sejumlah keunggulan NC-212i yang diserahkan ke TNI AU itu.

"Tadi, dilaporkan sudah ada (perangkat) autopilot, glass-cockpit, avionics sudah bagus, sudah terbaru, propeller sudah composite, lebih ringan. Jadi, pesawat ini bisa mendarat di lapangan rumput dan lapangan pasir dan cukup (landasan) 600 meter. Jadi, (pesawat mampu) masuk di tempat-tempat sulit dan fungsinya banyak," papar Prabowo.

Dia melanjutkan pesawat angkut ringan serbaguna itu tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk latihan dan pengangkut pasukan, tetapi juga evakuasi medis udara, foto udara, modifikasi cuaca atau hujan buatan, dan pelatihan navigasi udara.

Pesawat itu juga dilengkapi dengan ramp door untuk mempermudah loading/unloading muatan.

"Terima kasih kepada PT DI. Tingkatkan selalu kemampuan Anda. Punya tekad yang besar untuk menguasai teknologi demi kemerdekaan bangsa ini. Lakukan segala upaya untuk meningkatkan kemampuan anak-anak kita menguasai teknologi canggih," ujar Prabowo kepada Direktur Utama PT DI Gita Amperiawan.

  antara  

Selasa, 12 Desember 2023

Prabowo Serahkan 5 Unit Pesawat NC212i ke TNI AU

✈ Perkuat Skadron Udara 4 Wing Udara 2 Malang (detik)

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyerahkan lima unit pesawat NC-212i kepada TNI Angkatan Udara (AU). Prabowo berharap pesawat tersebut dapat mendukung operasional TNI AU.

Penyerahan pesawat tersebut dilakukan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (12/12/2023). Pesawat tersebut diterima oleh Wakasau Marsekal Madya Agustinus Gustaf Brugman.

Prabowo mengatakan pesawat tersebut merupakan buatan industri dalam negeri. Dia mengatakan ada sembilan pesawat yang sudah dipesan dan empat lagi akan menyusul.

Prabowo menyebutkan pesawat NC-212i adalah pesawat yang tangguh. Dia mengatakan dia juga pernah naik pesawat tersebut saat masih aktif di militer.

"Kami pernah dikerahkan pakai pesawat ini tahun 76 masuk di landasan rumput di suatu kawasan dan pesawat ini pesawat yang tangguh yang bandel yang bisa dioperasikan di tempat-tempat yang sulit dan saya kira ini cocok untuk daerah kita. Tapi, juga lebih dari itu, sekarang dipakai untuk berbagai tugas, antara lain untuk membuat hujan untuk foto udara untuk latihan transisi jadi pesawat ini saya kira sangat bermanfaat," ucapnya.

Dia mengatakan PTDI juga terus mengembangkan berbagai jenis pesawat. Prabowo mengatakan dirinya bangga dengan industri pertahanan dalam negeri yang terus berkembang pesat.

Pesawat-pesawat yang diserahkan ini akan memperkuat Skadron Udara 4 Wing Udara 2 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Pesawat NC-212i ini dapat digunakan sebagai pengangkut pasukan, evakuasi medis udara, foto udara, modifikasi cuaca atau hujan buatan, dan pelatihan navigasi udara.

Selain itu, pesawat NC-212 ini memiliki beberapa keunggulan seperti telah menggunakan sistem avionik generasi terbaru guna meningkatkan keselamatan penerbangan dan mengurangi beban kerja kru pesawat, memiliki kapasitas muatan 28 penumpang, payload terbesar di kelasnya, yaitu 3 ton, kabin terluas di kelasnya dengan volume kabin 22 m3, dilengkapi dengan ramp door untuk mempermudah loading dan unloading, serta memiliki kemampuan take off landing di runway yang tidak beraspal. (haf/haf)

  detik  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More